Dinikahi Anak Konglomerat

Dinikahi Anak Konglomerat
Akhirnya dari Perjalanan. Kembahagiaan


__ADS_3

Felix pun langsung melebarkan ke dua bola matanya. Apa maksud Anda, istri saya bisa saja hamil?" tanya Felix dengan nada bicara setengah berbisik mengingat apa yang terjadi pada Jova sedikit aneh akhir-akhir ini. Dan sang dokter pun menganggukan kepalanya dengan lembut.


Wajah bahagia terlihat dari wajah Felix rasanya laki-laki itu tidak sabar untuk menunggu sang istri yang saat ini sedang melakukan pemeriksaan. Padahal kata dokter juga pemeriksaan untuk Jova tidak pakai lama, tetapi laki-laki itu yang sedang menunggu kabar bahagia merasa sangat lama bahkan mungkin satu menit berasa jadi satu hari.


Entah berapa kali Felix menggeser tubuhnya untuk mencari tempat yang nyaman, karena dari tadi dia tidak tenang. Jova kembali ke ruangan sang suami dengan wajah yang berbinar bahagia di belakangnya ada dokter yang tadi sepat berbicara denganya juga tidak kalah terlihat sangat bahagia.


"Bagaimana? Bibit unggulku langsung jadi lagi kan?" tanya Felix pada Jova sontak saja wanita itu langsung mencubit Felix pelan.


"Sesuai dugaan Anda Tuan, kalau istri Anda sedang hamil dan  Anda mengalami ngidam simpatik." Sang Dokter pun langsung menjelaskan apa itu ngidam simpatik dan juga apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh Jova mengingat Jova baru saja mengalami keguguran, dan yang tentunya paling penting adalah jangan setres.


Setelah mengucapkan rasa terima kasih pada dokter dan juga pastinya Felix sudah jauh lebih baik kini Jova dan sang suami pun langsung menuju pulang dan tidak sabar memberitahukan teman dekatnya dan orang rumah. Dan tentunya mengabarkan pada sang anak angkat Jova kalau dia bakal punya teman main baru


[Zen katakan pada seluruh karyawan hari ini pulang lebih awal, karena aku sedang bahagia, dan kamu sama Sumi langsung pulang ke rumah aku ada kabar bahagia, dan ingin mentraktir kalian berdua.] Itu adalah pesan yang di kirimkan oleh Felix untuk asisten pribadinya.


Tanpa menunggu lama Arzen pun langsung mengatakan kabar baik ini pada seluruh karyawan tanpa terkecuali. Tanpa bertanya Arzen sudah tahu kalau kabar bahagianya adalah sang nyonyahnya sedang hamil. Arzen memang belum pernah memiliki istri, tetapi dia pernah baca artikel dan juga sering liat penjelasan dari dokter di Ig ataupun sosial media lainya.


#Kalau berkenan mapir karya baru othor judulnya  (DIBALIK KEBAIKAN IBU MERTUA dan PEMBANTU SPESIAL UNTUK OM DUDA)


"Kamu serius Mbak, sebentar lagi Ibu akan jadi Nenek?" tanya Lasmi mengingat wanita paruh baya itu tidak tahu kalau sebenarnya sang putri perah hamil, tetapi karena belum di percaya sehingga keguguran.


"Iya Bu, Alhamdulillah," balas Jova dengan air mata sudah menggenang dikedu kelopak matanya. Ibu dan anak itu pun menangis bahagia karena kehamilan Jova.


Sedangkan Felix di belakang sana juga merasakan kesedihan. Sedih karena ibunya sudah tidak ada di dunia ini, sehingga dia tidak tahu kalau anaknya sekarang sudah jauh lebih baik dan sudah mendapatkan istri yang baik serta sebentar lagi akan memiliki anak.

__ADS_1


"Mih, semoga Mamih di sana juga merasakan kebahagiaan ini. Setelah saling mendoakan Jova pun istirahat. Benar-benar Felix tidak memberikan kesempatan pada sang istri untuk mengerjakan apapun selain istirahat dan bermain dengan anak-anaknya.


Makanan yang Felix pesan pun satu per satu datang dan juga rooftop yang dijadikan tempat paling nyaman untuk bersantai pun sudah di sulap.menjadi tempat yang nyaman untuk bersantai malam ini bersama keluarga mereka.


Lagi, Jova benar-benar merasa terharu dengan perlakuan Felix, dia bahkan tidak menyangka kalau sang suami bisa bersikap romantis seperti ini. Ucapan dari Sumi dan Arzen juga menambah kebahagiaan Jova.


"Sayang coba kamu ambil cemong, aku pengin gendong dia," ucap Felix ketika mereka semua sedang duduk bersantai menatap gelap, dan keindahan langit yang bertabur bintang.


Sontak saja Jova kaget. Jangankan Jova yang lain semua kaget termasuk Mbok Suro. mengingat Felix paling anti dari dulu sama bulu-bulu yang halus. Namun malam ini Felix malah bermain dengan cemong dan adik-adik cemong yang lain. Tidak terlihat sama sekali laki-laki itu geli seperti biasanya atau bahkan berjingkrak ketakutan. Kali ini terlihat seolah laki-laki itu sangat sayang pada hewan berbulu halus itu.


"Terima kasih Nak, berkat hadirnya kamu Papah kamu tidak takut lagi sama kucing," gumam Jova dalam hatinya, entah berapa kali ia bersyukur.


"Ayah, Jini apakah kalian di sana juga bahagia? Mbak selalu berdo'a agar kalian juga merasakan kebahagiaan ini."


Quotes Tegar Menghadapi Cobaan


Ikhlas pada setiap suratan.


Teguh sepanjang perjalanan


Yakinlah kawan, bahwa semua adalah takdir yang terbaik dan terindah


Melalui setiap cerita sesuai tahapan

__ADS_1


Yakinlah setitik bara bisa menjadi cahaya


Setitik embun juga bisa mencapai samudra


Dan sehangat mentari mampu memberiharap pada segenap penghuni bumi


Jangan berkeluh kesah karena hidup memang sejatinya berproses


Semua ujian dan cobaan sesuai dengan batas kemampuan


Tidak perlu berjuang untuk terlihat paling hebat


Cukuplah menjadi bermanfaat


Semoga novel ini memberi pelajar


Sekian dan terima kasih dari othor


TAMAT


...****************...


__ADS_1


__ADS_2