Dinikahi Anak Konglomerat

Dinikahi Anak Konglomerat
Cinta Segi Tiga


__ADS_3

Hari-hari terus berlalu, kini kehidupan Jova pun terasa semakin bahagia dengan anggota baru yang membuat harinya jadi lebih berwarna.


"Mas..." Jova langsung menghambur pada suaminya yang baru turun dari mobil.


"Ada apa nih, kok tumben manja banget, jangan sampai  ingin nambah anak lagi," kelakar Felix, seolah tahu kalau sang istri manja seperti ini pasti sedang ingin menambah anak asuhnya.


"Histtt... kamu selalu gitu Mas, padahal aku tulus loh manja-manjaan sama kamu," dengus Jova sembari melepas pelukanya.


"Iya-iya aku bercanda saja kok Sayang, boleh manja-manjaan malah kalau mau setiap hari juga boleh." Felix kembali menari tangan sang istri yang makin hari makin montok itu. Entahlah, akhir-akhir ini momy-nya cemong makanya banyak banget udah gitu selalu meminta makanan yang aneh-aneh, setelah kemarin minta sup kepala ikan, sekarang minta pepes telur ikan, untung saja yang dia minta ada semua. Kalau tidak maka adiknya cemong bisa-bisa nggak jadi.


Jova kembali memeluk tubuh Felix dengan mesra.

__ADS_1


"Ibu kemana kok tumben sepi?" tanya Felix biasanya ibu mertuanya akan menyambutnya pulang.


"Katanya malam ini pengin nginep di kontrakan Sumi, sekarang dia sudah pindah kontrakan yang lebih luas, jadi minta Ibu untuk nginep tadinya minta aku yang suruh nginep, tapi katanya takut kena marah kamu," ledek Jova dengan menjawil hidung mas suami yang manjung kayak prosotan TK.


"Oh jelas kalau dia berani cu-lik kamu, aku  akan marah sama dia, bahkan aku bakal kirim dia ke platet mars," ucap Felix dengan kembali memeluk tubuh sang istri.


"Kamu jangan galak-galak sama Sumi bagaimanapun dia sudah banyak membantu kita. Jova sebagai teman terbaik untuk Sumi tidak terima kalau temanya yang berisik itu  di kirim ke pelanet lain.


Felix hanya membalas dengan senyum terbaiknya. "Lagian mana mungkin aku kirim Sumi yang baik itu sih, dia tetap di sini, buat bantu-bantu kamu ngasuh anak kamu yang banyak itu. Oh iya, bagaimana kabar anak-anak kamu tumben kamu nggak langsung cerita anak-anak kamu itu," goda Felix, yah biasanya sang istri itu selalu rame cerita dari semua anak-anak asuhnya. Padahal Felix dari yang tidak kenal nama-namanya, sampai hafal nama-nama mereka, tetapi tidak tahu bentuk kucingnya yang mana saja. Hiburanya laki-laki itu mendengar curhatan hati Jova. Selalu saja. ada cerita lucu dari wanita itu dengan binatang peliharaannya.


Yah, cara membuat Jova rame dan banyak omong cukup pancing dengan cerita keseruan anak angkatnya, bisa-bisa tanpa sadar dia sudah jalan ruibuan mill, asal yang dibalas si pesek.

__ADS_1


"Kamu yakin kalau Juleha itu betina, takutnya nanti kamu jodoh-jodohin taunya Juleha jantan juga. Jelaslah Cemong nggak suka sama Juleha karena sama-sama berbiji. Bukan kisah cinta segitiga," kelakar Felix, karena laki-laki itu tahu betul kalau sang istri belum begitu paham bagaimana membedakan si betina dan si jantan.


Kembali, Jova cukup lama berdiam diri, mungkin dia baru sadar kalau dia masih belum bisa membedakan si jantan dan si betina. "Apa jangan-jangan benar kalau Juleha itu cowok?" gumam Jova dengan polosnya. Sehingga membuat Felix gemas sendiri.


"Ya udah lupakan Cemong, Shopee dan Juleha, besok kamu siap-siap yah, lalu kamu ikut ke kantor," ucap Felix sembari mengacak-acak rambut Jova.


"Untuk apa?" tanya Jova seolah wanita itu kalau mau diajak ke luar rumah selalu ketakutan masih ada rasa trauma di hatinya kecuali ada seseorang lain di dalam mobil, bukan hanya dirinya dan sang suami saja.


"Besok putusan sidang terakhir, yang memutuskan para pelaku be-gal pada kita, kamu akan di butuhkan kesaksianya untuk datang. Ada pengacara Prabu nanti yang akan menemani kamu juga, selain aku tentunya. Dan setelah itu, nanti akan ada media yang mewawancarai kamu, untuk menyapa pendukung kamu di dunia maya, kita harus mengucapkan terima kasih pada semua. Tanpa mereka kamu mungkin akan lebih lama untuk bebasnya," jelas Felix dengan mengatupkan ke dua telapak tanganya di wajah sang istri.


Awalnya Jova seperti tertekan, tetapi beberapa menit kemudian dia mengembangkan senyumnya. "Aku pasti akan datang dan memenuhi kewajibanku."

__ADS_1


"Aku bangga sama kamu."


Cup... Cup... Cupp... Felix memberikan ciuman di seluruh wajah sang istri yang semakin lama semakin cantik, dan yang terpenting dia tidak pernah berlebihan dalam bergaya, meskipun kekayaanya mendukung untuk melakukanya. Kesederhanaanya membuat Felix setiap saat jatuh cinta pada Jova.


__ADS_2