
"Sayang kamu yakin aku yang beli nasi timbulnya?" tanya Felix dengan tatapan yang mengiba tentu ada maksud dari pertanyaan itu, ia ingin kalau Jova membatalkan keinginanya itu. Bahkan untuk wujudnya saja dia baru tahu dari intip-intip foto dari google.
"Ya udah deh Sayang, kalau kamu tidak mau, tidak usah aku makan yang ada saja," balas Jova sembari tanganya membuka salah satu aplikasi yang menjual beraneka ragam makanan yang mengunggah selera.
"Ah tidak usah Sayang, aku jalan sekarang cari apa yang kamu mau." Felix pun bersiap untuk mencari apa yang Jova inginkan. Namun, kembali di tahan oleh Jova.
"Enggak usah Mas, aku hanya bercanda kok, ini ada ternyata yang jual di sini." Jova menunjukan layar ponselnya yang menunjukan ada yang jual makanan yang dia inginkan.
"Tapi bukanya kamu ingin kalau aku yang beli," ucap Felix kali ini ada rasa bersalah, dia lupa kalau istrinya sekarang sudah berubah jadi baperan banget.
"Tidak jadi Mas, aku pikir di sini tidak ada ternyata banyak yang jual juga. Kalau gitu aku mau beli dua bungkus sama makanan yang lain deh," jawab Jova dengan antusias, tidak menunjukan kesedihanya lagi. Felix pun bisa bernafas dengan lega setidaknya dia tidak begitu terpikirkan karena memang kelihatanya Jova tidak sedang marah.
Laki-laki itu pun kembali duduk dan fokus dengan pekerjaanya, sedangkan Jova asik berbelanja makanan, di mana yang lewat di layar ponselnya semua mengundang seleranya. Seolah dia sanggup menghabiskan apa yang dia beli semua. Tanpa Jova sadari dia sudah terlalu banyak memilih makanan yang dia pesannya.
"Mas, kamu mau makan apa?" tanya Jova, saking antusiasnya membeli makanan sampai dia lupa tidak menawarkan sang suami.
Felix yang sedang sibuk dengan pekerjaanya pun menghentikan senjenak aktifitas-nya dan berpikir kira-kira apa yang dia inginkan.
"Kayaknya siang-siang begini makan rujak, sama makan nasi pecel enak Sayang. Tolong pesankan yah," balas Felix dan dibalas dengan jari-jari yang membuat simbol OK oleh Jova.
Setelah puas jari-jarinya berselancar menjelajahi toko makanan kini Jova pun merebahkan tubuhnya di atas sofa padahal ada ruangan tersendiri untuk istirahat, tetapi wanita itu tidak mau dia lebih tertarik untuk menatap sang suami yang sedang serius bekerja.
__ADS_1
"Yank... kamu nggak bosen gitu tiap hari duduk seperti itu dan ngecekin laporan yang itu-itu saja," tanya Jova dengan mata terus tertuju pada suaminya yang makin tampan.
"Ya enggak dong Sayang, lagian laporanya juga nggak yang itu-itu ajah, pasti beda setiap harinya," balas Felix dengan santai. Tanpa mengalihkan pandanganya dari layar laptopnya.
"Ah kata aku mah seperti itu-itu saja lihatin angka terus dan pengeluaran, pemasukan untung rugi dan juga uang untuk bayar ini dan itu," balas Jova lagi.
"Iya memang seperti itu, tapi kan nggak setiap hari pengeluaran dan pemasukan sama pasti beda, dan kalau tidak di cek nanti mereka ada yang bermain curang nilep angka, memang kesanya sepele, tetapi kalau dilakukan terus menerus jadi berpengaruh sama pendapatan dan pengeluaran terus untungnya juga."
"Emang ada yang kaya gitu?" tanya Jova terus berceloteh ria. Padahal dia bukan sekali ini nemanin sang kang mas bojo bekerja. Sudah biasa apalagi kalau di rumah Jova bermain dengan anak asuhnya Felix bekerja agar anak-anak Jova bisa makan-makanan bergizi. Apalagi pengeluaran buat biaya perawatan dan makan anak-anak sang istri lebih mahal dari pada untuk makan sang istrinya sendiri.
"Ada Sayang, bahkan pernah ada yang nilap sampai puluhan juta, dan itu ketahuan sudah cukup lama," balas Felix lagi.
"Hah... puluhan juta." Jova langsung terbelalak dan bangun untuk duduk.
"Bukan sih Sayang, bukan uang semua, yang dia korupsi daun singkong. Ya uang atuh Yank. Mungkin karena aku dulu belum begitu fokus dan tertarik dengan pekerjaan seperti ini sehingga ceknya asal-asal saja, dan juga yang penting ada uang masuk tiap bulan ke rekening pribadi sebagai untung. Jadi nggak terlalu fokus cek satu-satu laporan tiap divisi. Tapi sejak kejadian itu, aku berusaha memperbaiki tingkat keamanan terutama laporan. Orangnya aku pejarain dan juga balikin uang lah. Enak saja dia bisa beli ini itu tidak tanggung jawab. Sejak kejadian itu aku makin protektif banget sama laporan terutama keuangan."
Mereka pun terus bercerita dengan hangat. Dan Felix pun makin semangat untuk kerja ketika ditemanin oleh sang istri.
Tanpa terasa makanan pun mulai datang.
"Masuk..." ucap Felix, dan Jova ketika ada yang mengetuk pintu ruangan sang suami mereka sih udah tahu yang mengetuk pasti adalah orang yang membawa pesanan yang Jova beli.
__ADS_1
"Yeh... udah datang aku nggak sabar untuk mencobanya," ucap Jova sebari bertepuk tangan riang seolah anak kecil yang dapat mainan baru.
Kini gantian Felix yang terbelalak kaget dengan makanan yang sudah Jova beli.
"Sayang kamu mau makan siang atau mau jualan makanan?" tanya Felix dengan menggaruk kepalanya bingung sama kelakuan sang istri.
"Hehehe... abis semuanya menggoda jadi aku beli saja," balas Jova dengan polos. Alhasil makanan yang Jova beli sebagian di bagi-bagi kekaryawan mereka. Buktinya Jova makan satu dua suap sudah bosan dan kenyang. Dia hanya lapar mata saja.
"Kamu itu aneh banget Sayang beli makanan banyak-banyak kaya gini makan satu suap udah kenyang dan nggak mau lagi. Siapa yang mau habisin coba," gerundel Felix yang dari tadi akhirnya makanan sisa Jova dia yang makan juga.
"Kamu Sayang, aku lebih suka lihat kamu makan," balas Jova tanpa bersalah sedangkan Felix sendiri langsung melebarkan matanya. Dia saja sejak tadi entah makan berapa banyak semuanya Jova yang memberikanya.
"Sayang please deh, kamu bikin aku gemuk namanya," protes Felix ketika tangan Jova kembali menyuapkan makanan yang lain.
"Tidak apa-apa Sayang aku suka lihat suami gemuk, lucu." Kelakar Jova yang dalam pikiran dia sudah membayangkan betapa imutnya kalau suaminya gemuk.
"Tidak-tidak, aku habis ini harus olahraga biar nggak naik berat badan aku, masa aku gemuk kamu kurus, nggak cocok." Felix sendiri kebalikan dari Jova bergidig ngeri membayangkan dirinya dengan perut buncinya.
...****************...
Sembari nunggu mereka makan mampir ke novel bestie othor yuk...
__ADS_1