Dinikahi Anak Konglomerat

Dinikahi Anak Konglomerat
Beban Hidup Bertambah


__ADS_3

Oh astaga milo kamu jangan iseng yah." Jova mengambil anak kucing yang memiliki bulu berwarna seperti susu milo. "Dia hanya ingin kenalan sama Mas Felix, dia kayaknya cewek deh, makanya bobonya pengin sama Mas," goda Jova dengan meledek Felix terus yang sangat menggemaskan kalau sedang ketakutan seperti itu.


"Tetap saja Jo, aku takut sama mereka. Mereka memang lucu, tapi bulunya sangat menggelikan." Felix kembali bergidik seolah ada bulu-bulu kucing di tubuhnya.


Sontak Jova tertawa dengan renyah mengetahui sifat suaminya yang sangat lucu itu. Jova pun mengambil Milo dan memasukan ke dalam kandangnya dan mengunci pintunya agar Millo tidak mengajak bercanda Felix lagi.


"Udah, duduk lagi sini. Milo sudah dikurung, nggak bisa usil lagi sama Dedy-nya," ucap Jova dengan menepuk pahanya agar Felix merebahkan kepalanya di atas pahanya.


Laki-laki itu pun kembali memanfaatkan momen indah di pagi hari ini. Sungguh rasanya Felix ingin seperti ini setiap hari bermesraan dengan sang istri. Namun, dia juga harus tetap bekerja apalagi sekarang beban hidupnya bertambah dengan adanya anak asuh sang istri yang lebih dari sepuluh ekor cukup membuat biaya hidupnya bertambah, dari vitamin, perawatan, makan yang bergizi dan vaksin, serta biaya tambahan lainya seperti kalau kucing sakit, butuh dokter hewan dan itu harus masuk dalam perhitungannya, mengingat untuk kesehatan binatang peliharaan tidak ada ditanggung pemerintah.


"Mas, kemarin kayaknya aku dengar kamu bahas Naya dengan Arzen. Apa Naya yang kamu maksud adalah Naya mantan kekasih kamu?" tanya Jova dengan tangan terus membelai rambut sang suami yang lembut dan juga wangi.

__ADS_1


Kedua mata Felix kembali terbuka ketika Jova membahas tentang masa lalunya.


"Iya, dia melamar kerja via e-mail dan di terima kerja oleh personalia, tapi dia di tempatkan yang tidak berhubungan langsung dengan aku. Lagian aku rasa tidak tega, karena yang dia lakukan adalah termasuk perjuangannya untuk memberikan pengobatan anaknya yang sedang sakit. Anaknya mengidap sakit bawaan yang butuh biaya banyak, sehingga dia kembali harus bekerja," ucap Felix dengan jujur.


Jova untuk beberapa saat hanya diam tidak mengeluarkan suaranya lagi. Wanita itu tahu bagaimana perasaan Naya, yang sangat membutuhkan uang. Jova akui Naya sangat bertanggung jawab atas anaknya yang sedang di uji dengan kesehatannya. Namun, wanita itu juga tidak bisa menutup matanya, ada perasaan kesal dihadapinya ketika mengingat Naya yang dengan terang-terangan seolah ingin kembali merebut Felix dari dirinya.


"Sayang, apa kamu marah dengan aku karena sudah membiarkan Naya kembali bekerja di perusahaan aku?" tanya Felix dengan mencium perut Jova yang ramping itu.


"Jujur, dulu aku kenal Naya dari aku yang belum tahu apa-apa tentang bisnis yang dikelola oleh almarhum mamih, dan dengan dia kami membangun bisnis bersama, mengembangkan bisnis yang mamih sudah bangun. Dan dengan kegigihan dia kami sempat membuka beberapa cabang di kota besar lain. Sampai pada dia dan aku yang sering terlibat kerja selalu bersama-sama sehingga kami memutuskan untuk menjalin hubungan, sehingga aku cukup berat ketika tiba-tiba dia memilih laki-laki lain yang jauh dari aku. Suaminya dulu adalah pebisnis yang terkenal. Kekayaanya tentu jauh dari aku, aku yang belum seberapa ini pun lama-lama mencoba untuk mengerti pilihan dia. Dan kalau ditanya akan alasanya pasti alasanya kinerja dia tentang pekerjaan ini tidak bisa diragukan lagi karena dia memang sangat tahu bagaimana bekerja untuk membangun perusahaan semakin maju," jawab Felix dengan jujur.


"Terus nanti Mas dan Mbak Naya akan terlibat kerja bareng sama kaya dulu?" tanya Jova kembali ada gurat kecemasan kalau suaminya kembali menjalin hubungan dengan Naya, mengingat dulu Naya dan Felix sangat dekat.

__ADS_1


Felix tersenyum tipis ketika mendengar pertanyaan dari sang istri. "Mas malah pengennya kamu selalu temenin Mas biar kamu selalu jagain Mas dari para wanita yang kegatelan."


"Histt... enggak gitu juga konsepnya, Jova ingin kalau Mas itu jaga jarak dengan Mbak Naya. Sekarang anak-anak Jova udah banyak jadi nggak bisa ngawasin Mas, lagi pula Jova itu lebih betah di rumah kalau di kantor bosan mau ngapain juga. Kecuali ke kantor boleh bawa cemong, milo atau yang lainya buat  teman bermain." Jova pun tersenyum sempurna karena dia tahu kalau sang suami pasti akan keberatan kalau dia membawa binatang kesukaannya ke mana-mana.


"Kayaknya kamu lebih baik di rumah saja Sayang, aku pasti akan jaga jarak dengan Nay, lagi pula kamu ada Arzen dan juga Sumi yang sekarang sudah jadi asisten Arzen sehingga bisa kamu minta untuk mengawasi aku juga."


Jova pun langsung mengembangkan senyum terbaiknya. Wanita itu sudah tahu kalau suaminya tidak akan bisa berkonsentrasi bekerja kalau ada binatang berbulu halus itu. Contohnya sekarang kalau kucing masih dibiarkan berkeliaran dia tidak akan bisa tenang.


"Aku percaya sama kamu kok Mas."


#Bonus Momy dan Dadynya cemong...

__ADS_1



__ADS_2