Dinikahi Anak Konglomerat

Dinikahi Anak Konglomerat
Ada Apa denganDaddy-Nya Cemong?


__ADS_3

"Sayang please deh, kamu bikin aku gemuk namanya," protes Felix ketika tangan Jova kembali menyuapkan makanan yang lain.


"Tidak apa-apa Sayang aku suka lihat suami gemuk, lucu." Kelakar Jova yang dalam pikiran dia sudah membayangkan betapa imutnya kalau suaminya gemuk.


"Tidak-tidak, aku habis ini harus olahraga biar nggak naik berat badan aku, masa aku gemuk kamu kurus, nggak cocok." Felix sendiri kebalikan dari Jova bergidig ngeri membayangkan dirinya dengan perut buncinya.


Jova pun terkekeh mendengar ucapan sang suami. Bahkan wanita itu terus mentertawakan sang suami di mana pikiranya terbanyang membayangkan suminnya yang gendut, bagi dia lucu sekali.


"Udah Sayang aku benar-benar tidak kuat lagi, kamu saja yang makan aku tidak sanggup lagi itu semua karena kamu yang terus-terusan memberikan aku makan, malah kamu yang pesan makanan, tetapi tidak makan dan justru meminta aku yang menghabiskan makanan ini." Felix menutup mulutnya yang saat ini justru dia merasakan mual-mual, ketika ia melihat mencium aroma makanan yang dia makan barusan, padahal sebelumnya biasa-biasa saja.


"Kamu kenapa Sayang?" tanya Jova yang ikut panik ketika Melihat Felix yang tiba-tiba berlari masuk ke kamar mandi. Di mana tadi dia baik-baik saja, tetapi sekarang dia justru seperti sakit.


Huee... Huee... Felix langsung mengeluarkan makanan yang tadi dimakanya. Jova pun langsung panik seketika melihat sang suami yang sedang terkapar di kamar mandi. Bahkan sampai seolah tidak ada makanan yang tersisa di lambungnya laki-laki itu lagi.


"Sayang aku minta maaf yah, kalau aku salah, maksa kamu makan terus padahal kamu udah kenyang," ucap Jova dengan wajah yang merah seolah hampir menangis.


Felix hanya menggelengkan kepalanya pelan. Tubuhnya juga tiba-tiba meriang dan seolah dia memang ada makanan yang alergi selain alergi juga mungkin ada makanan yang mengandung bahan berbahaya.

__ADS_1


"Yank coba kamu panggil Arzen untuk datang dan mengantar aku ke rumah sakit. Aku takut kalau ada makanan yang berbahaya aku makan," ucap Felix dengan tubuh sudah rebahan di atas sofa dengan lemah.


"Maksud kamu, kamu takut kalau makanan yang aku beli ada racunya?" tanya Jova justru dia merasa bersalah sekaligus sedih.


"Bukan masalah racun Sayang, berbahaya dalam arti ini ada oknum yang menggunakan bahan kimia yang sebenarnya cukup berbahaya untuk kesehatan. Kamu panggil Arzen saja yah," ucap Felix lagi dia tidak ingin kalau Jova ada salah sangka lagi, dan benar saja kini Jova memanggil Arzen untuk mengantarkan Felix ke rumah sakit. Tentu Arzen juga panik karena Felix memang tadi datang cukup sehat. Namun tanpa menunggu lama laki-laki itu langsung datang ke ruangan Felix dan mengantar sang bos ke rumah sakit.


"Emang Anda makan apa Bos?" tanya Arzen dengan wajah yang cukup panik.


"Entah lah Zen aku rasa memang tubuh aku yang sedang tidak baik-baik fisiknya," jawab Felix, mengingat Jova lagi sensitif bisa-bisa dia baper lagi. Tanpa menunggu waktu lama Felix pun sudah sampai di rumah sakit dan juga sudah sampai di rumah sakit serta laki-laki itulangsung mendapatkan penanganan.


"Zen kamu pulang saja, urus kerjaan di kantor, urusan Mas Felix tanggung jawab saya," ucap Jova masih dengan perasaan bersalahnya.


Jova sangat penasaran dengan apa yang Felix alami mengingat Felix itu sebenarnya jarang sekali sakit.


"Siang Tuan, Nyonyah, saya akan memberitahulan kendala sakit Tuan Felix." Seorang dokter dengan perawat datang membwa map hasil pemeriksaan Felix.


Jova dan Felix pun jadi tengang takut terjadi sesuatu.

__ADS_1


"Kalau dari pemeriksaan Tuan Felix semuanya Ok, tidak ada kendala racun, bahan kimia atau bahan-bahan berbahaya juga aman, tidak ada indikasi ke arah sana."


"Loh terus saya muntah-mutah, mual, perut tidak enak itu gejala apa Dok, saya yang merasakanya sehingga tidak mungkin kan kalau saya sehat-sehat saja sedangkan badan saya yang merasakan." Felix terus merancau.


"Kita priksa Nyonya Jova dulu yah siapa tahu yang Anda alami adalah kabar bahagia," ucap sang dokter dan meminta Jova mengikuti sang suster untuk priksa kehamilan.


Felix pun langsung melebarkan ke dua bola matanya. Apa maksud Anda, istri saya bisa saja hamil?" tanya Felix dengan nada bicara setengah berbisik mengingat apa yang terjadi pada Jova sedikit aneh akhir-akhir ini.


"Untuk saat ini dugaan kami seperti itu. Apa Anda merasakan kalau Nyonya Jova itu akhir-akhir ini aneh?" tanya Dokter "Sensitif, panik, manja, dan ada sensitif sama makanan?" imbuh dokter lagi.


"Iya Dok, dia panikan, cengeng. pake banget dan baperan, sensitif banget sama omongan. Kalau makanan dia lebih pengin ini itu tapi ujungnya makan cuma icip-icip saja," adu Felix dengan bersemangat.


"Baiklah kalau gitu mudah-mudahan apa yang kamu dugakan benar yah."


"Amin...." ucap Felix dengan kencang.


...****************...

__ADS_1


Mampir Novel bestie othor yuk...



__ADS_2