Dinikahi Anak Konglomerat

Dinikahi Anak Konglomerat
Hukuman Untuk Mommy Jojo


__ADS_3

Kini pasangan suami istri itu pun sudah berada di dalam mobilnya, dan perlahan meninggalkan rumah mewah yang mereka tempati. "Mas, kantor kamu jauh nggak. Atau masih nyatu dengan supermarket tempat aku bekerja kemarin-kemarin?" tanya Jova begitu mobil sudah semakin jauh meninggalkan rumah mewah suaminya.


"Tidak jauh paling juga dua jam perjalanan," balas Felix dengan pandangan lurus ke depan dan kaca mata hitam bertengger di hidung mancungnya.


Jova langsung memalingkan wajahnya menatap Felix dengan kesal. "Kenapa nggak bilang kalau dua jam, tau gitu aku tadi main aja di rumah sama cemong... "


"Ngomong apa kamu?" tanya Felix dengan menghentikan mobilnya di bahu jalan.


"Mending bermain di rumah sama cemong. Kamu tahu tidak tadi anak angkat aku seperti mau nangis waktu kamu ajak aku untuk ikut ke kantor kamu. Cemong masih kangen dengan aku. Biasanya kita bermain setiap hari. Gara-gara kamu, aku jadi tidak bisa bermain dengan anak angkat aku," adu Jova dengan mencebikkan bibir, dan tangan dilipat ke depan dadanya.


Entah Jova belum tahu, atau memang wanita itu terlalu berani dengan suaminya yang terkenal galak dan semena-mena. Atau justru wanita itu ingin tahu baimana sifat suaminya sesungguhnya.


"Aku tidak suka kamu nyebut cemong kalau sedang dengan aku, aku cemburu!" Felix menatap Tajam Jova yang tatapanya sedang lurus ke depan.


"Cemburu? Tapi kalau aku tetap sebut cemong kamu mau apa?" tantang Jova, benar-benar wanita itu mengetes kesabaran suaminya yang setipis tisu.


Brukkk... Akhhh... Emzzz...  Felix menarik tubuh Jova dengan kuat hingga membentur tubuhnya, dan dengan rakusnya dia mencium bibir istrinya yang berwarna pink lava.


"Jadi kamu tahu kan kalau kamu tetap menyebut nama cemong di depanku, aku akan berikan hukuman apa?" tanya Felix dengan mengedipkan matanya menggoda Jova yang tengah memegang bibirnya karena di gigit oleh Felix. Bak drakula Felix menggigit bibir Jova.


"Hist... cuma nyebut cemong doang kenapa jadi bibir aku bengkak," protes Jova dengan kembali mencebikkan bibirnya hingga lima centi.


Brukkk... Hemmmzzz... kembali laki-laki itu melayangkan hukuman untuk wanita yang ada di sampingnya, kali ini dia menggigit bibir bagian atasnya.


"Brukkk... Jova sampai memukulkan tasnya ke baju sang suami, baru laki-laki yang menyandang setatus suaminya pun melepaskan pangutan pada bibir Jova.


"Kamu apa-apaan sih Mas, bibir aku jeding dong jadinya," sungut Jova dengan menujuk bibirnya yang terasa kebas karena di gigit drakula di sampingnya itu. Felix sendiri malah terkekeh dengan keisenganya.

__ADS_1


"Itu hukuman untuk Mommy Jojo," balas Felix dengan tertawa dengan puas.


"Ya udah kalau gitu antar aku pulang. Aku ralat tadi nggak ada menemani suami kerja, nggak ada kencan ala ABG dan nggak ada jalan-jalan." Jova benar-benar menujukan kalau dia itu sangat kecewa dengan kelakuan suaminya yang menyebalkan.


"Iya, iya maaf. Aku minta maaf dan aku janji aku tidak akan membuat kamu marah lagi, aku janji," ucap Felix dengan perasaan yang sangat bersalah karena telah mengerjai Jova.


"Serem juga marahnya kamu Jo," gerundel Felix dengan kembali melajukan mobilnya perlahan.


"Lagian, kamu buang-buang waktu untuk hal yang tidak penting. Ingat waktu adalah uang, kamu harus cari uang yang banyak untuk istri kamu yang matre ini," dengus Jova dengan gaya seperti nyonyah besah.


Sontak saja Felix kembali berkelakar dengan hebat. "Jova... Jova, bahkan aku membiaya anak dan cucu aku juga masih bisa kamu nggak usah khawatir, sematre apa sih kamu itu, uang bulanan di kasih dua puluh juta aja belum habis-habis bilang boros dan matre."


Felix menggelengkan kepalanya, nggak bisa berkata-kata dengan kelakuan unik istrinya yang sangat hebat itu.


"Baiklah, aku akan gunakan uang itu buat belanja, pokoknya jangan bertanya uangnya buat beli apa, karena sesungguhnya aku adalah wanita yang pandai menghabiskan duit suami." Jova pun sudah kembali mengembangkan senyum manisnya.


"Siap istriku yang boros. Suamimu akan semakin giat untuk bekerja dan menabung karena aku sekarang mempunyai istri yang boros dan juga matre." Felix menekankan kata 'Boros dan Matre'


Benar saja dengan ucapan Felix kalau kantor dia itu sangat jauh. Bahkan Jova sampai perutnya udah lapar lagi gara-gara menempuh perjalanan yang Felix bilang dua jam, ia sempat berpikir kalau suaminya paling sedang mengetes dia saja ternyata yang diucapkan Felic adalah kenyataan kurang lebih perjalanan hampir dua jam.


"Yuk..." Felix membukakan pintu untuk Jova, dan dalam sekejap wanita itu merasakan apa itu dilayani dan di perhatikan oleh laki-laki yang menyandang menjadi suaminya.


Pipi Jova pun dalam seketika merah padam karena perlakuan suaminya itu, dia tidak biasa di perlakukan dengan manis dan ketika di perlakukan seperti itu, Jova sangat malu.


Bahkan Felix benar-benar suka melihat Jova malu, dia dengan sengaja menggandeng tangan Jova dengan kuat seolah ingin menunjukan bahwa dia saat ini sudah punya pawang.


Senang sih yang Jova rasakan, dengan begitu karyawan lain tahu kalau bosnya itu udah berpawang, terutama yang cewek-cewek jadi tidak bisa sembarangan lagi.

__ADS_1


"Kamu nanti tunggu di sini yah nanti pukul empat aku ada meeting tidak lama paling tiga jam," jelas Felix dengan santai. Sontak saja Jova yang sedang mengamati ruangan suaminya langsung memalingkan tubuhnya dan padangan terfokus pada Felix yang sedang duduk dengan memeriksa laptopnya.


"Ti... tiga jam Mas? Apa nggak lebih baik sampai lima jam aja gitu," tawar Jova, benar-benar keputusan yang salah dia mengikuti suaminya kerja.


"Wah boleh juga, nanti aku akan minta karyawan aku, menambah materi untuk diskusi kita nanti ya minimal lima jam lah." Felix pun kembali senang melihat Jova yang bersungut itu.


"Baiklah, aku masih punya uang untuk naik taxi, dan aku juga sudah punya alamat rumah kamu, jadi jangan nyariin kalau aku sudah tidak ada di sini lagi. Mau sampai sepuluh jam bebas."


"Hahaha... Jo, kamu itu benar-benar deh baper banget. Ya lagian mana mau karyawan meeting sampai tiga jam, satu jam aja mereka sudah bentar-bentar lihat jam tangan, apalagi di jam pulang baru di buka meeting. Aku bercanda kok Mommy Jojo, bercanda," ujar Felix dengan menyengir kuda, benar-benar memiliki keseriun sendiri mengajak debat Jova.


"Terus aku satu jam di sini ngapain dong?" tanya Jova mana ruanganya terlihat serem dan sepi.


"Kamu bisa menghitung bulu boneka beruang itu atau mengelap barang-barang di sini satu persatu," balas Felix sembari menujuk barang-barang diruanganya.


"Mas....." Jova melebarkan matanya.


"Iya-iya terserah kamu mau nonton Tv, atau istirahat di kamar juga ada, itu kamarnya, dan mau ngapain ajah juga bisa." Terakhir sebelum Felix pergi untuk meeting menjelaskan ada kamar untuk istirahat TV toilet dan juga bisa baca-baca.


"Mas..." Jova memanggil Felix kembali sebelum benar-benar pergi meeting.


Felix menghentikan langkahnya dan memalingkan wajahnya dengan menatap Jova untuk melayangkan pertanyaan 'apa?'


"Apa di sini nggak ada makanan? Aku lapar lagi," ucap Jova dengan wajah yang memerah. Benar-benar dia sendiri juga nggak tau kenapa bisa lapar lagi, padahal tadi di rumah sudah makan cukup kenyang.


Hahaha... Felix terkekeh dengan kelakuan Jova.


"Baiklah aku akan belikan makanan untuk kamu, nanti sekretaris aku yang akan mengantarkan untuk kamu."

__ADS_1


"Terima kasih yah Mas," ucap Jova dengan polos dan Felix pun hanya mengangguk dengan paham, dan tersenyum manis.


"Yes!"


__ADS_2