DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin

DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin
fitting gaun pengantin


__ADS_3

tok....tok.....tok...tok....


"ya siapa ?" tanya Bella membuka pintu rumah


"nona tuan muda segera lah bersiap siap , kita akan pergi ke ranti boutique" ucap atur


lalu Bella masuk kedalam mengambil tas dan keluar lagi menemui atur


atur mempersilahkan untuk bella berjalan didepan nya lebih dahulu


didalam mobil tidak ada satu pun yang bersuara dari bella ataupun atur


atur mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang dan akhirnya sampai di sebuah boutiq terbesar di kota xxx


" mari non bella" ucap sekretaris atur


lalu atur mempersilahkan Bella untuk berjalan di depan, setelah masuk kedalam lift terbuka lah pintu lift yaitu di lantai 30 , lalu Bella dan atur masuk kedalam sebuah ruangan besar dan disana ada 3 orang tak lain tuan muda raka dan 2 pegawai boutique


"cepat pilih gaun terbagus dan termewah jangan bertele tele " ucap raka


" yang ingin menikah kan kau bukan aku, pilih saja sendiri mana ku tau selera mu " ucap Bella ketus


"apakah kau berani membantah ku "ucap raka dengan mata tajam nya


"hei pilihan baju keluaran terbaru dan termahal disini " (ucap raka kepada pegawai boutique ), " ayo kita pergi dari sini aku sudah lapar apakah kau akan membuat ku mati kelaparan disini " lanjut raka lalu segera ia pergi dari tempat itu


"oh sungguh gila , dia hanya menyuruh ku datang , lalu memarahi ku bahkan aku memilih baju dan mencoba nya saja belum, akal sehat nya sudah sangat hilang entah kemana " batin bella kesal


" oh nona semoga kau selalu dilindungi tuhan "batin atur


"apakah kau tidak bisa berjalan lebih cepat " ucap raka


"tidak , kau dan sekretaris saja yang berjalan begitu cepat dan jika kau menyuruh kesini untuk memarahi ku lebih baik aku menunggumu diluar saja dengan sekretaris atur" ucap bella


dengan geram raka mengangkat tubuh Bella memasuki lift


"hei apakah kamu sudah gila lepaskan aku , setelah kita dibawah nanti jika kau masih menggendongku kita akan malu " ucap Bella memukul mukul dada raka

__ADS_1


tapi raka tak mengubrisnya , hingga lift terbuka raka masih menggendong bella


"raka turun kan aku , lihat lah semua mata tertuju pada kita " bisik bella


karena malu akhirnya bella bersembunyi dibalik dada raka hingga masuk kedalam mobil


bella hanya terdiam, menatap kearah jendela, iya tak ingin menatap raka karena sangat kesal


sampailah di restoran terbesar dan termahal di kota xxxxx , mereka turun tetapi tidak dengan bella


"ayolah nona jangan menambah masalah " ucap sekretaris atur dalam hati


"ayo kita masuk kedalam sana , jika kau trus diam disini aku akan mengangkatmu " ucap raka mendekat ke arah bella


bella menatap tajam raka , dia mendengus kesal dan turun dari mobil lalu raka menggenggam tangan nya , agar seperti orang yang serasi


"kau ingin makan apa" ucap raka


" terserah mu " ucap bella


"*pesan makanan biasa kita 2 pors saja "


"baik tuan " atur sudah mengetahui maksud dari tuan muda nya itu*


lalu atur berbisik kepada pelayan tentang pesanan makanan itu


beberapa menit kemudian makanan datang...


"untuk ku mana sekretaris atur?" ucap bella


"ini untuk mu dan untuk ku" ucap raka


"ha ? apakah kau sudah gila ini didalam keramaian kita akan makan berdua , makan saja sendiri " ucap Bella lalu mengambil gelas yang berisikan jus mangga


"baiklah kita liat saja nanti setelah kau menikah dengan ku " ucap raka dalam hati dengan senyum sinis nya


"hah apa dia memakan nya sendiri tanpa menghiraukan aku , dia tak tau aku sudah kelaparan , laki laki macam apa dia itu" batin Bella kesal melihat raka tak membeli makanan lagi untuknya

__ADS_1


" cepat lah aku ingin pulang " ucap bella


"kami baru makan dan kau ingin pulang apakah kau sudah gila" ucap raka


"kau yang gila" ucap bella menajamkan matanya lalu pergi dengan mulut yang mengomel ngomel


"tuan sebaiknya kita menyusul nona saja nanti dia malah pergi ketempat lain" ucap sekretaris atur


saat mereka berjalan untuk menyusul bella


di parkiran mobil


"eh kak radit, mau kemana kak "ucap bella


"eh tuan putrinya kakak, ini kakak mau makan " ucap radit


"sendirian kak? " ucap bella


"iya ni , kamu si setiap diajak makan pasti selalu pergii trus "ucap radit


"hehe maaf kak "


karena emosi raka menghampiri Mereka berdua, tadinya sekretaris atur ingin melarang tuan muda nya untuk tidak menghampiri mereka tapi sejuta emosi yang membuat raka kini menarik tangan bella


"ayo pulang " ucap raka


"pulang lh dulu kak aku ingin mengobrol dengan kak radit " ucap bella


dengan sejuta tatapan tajam dari raka akhirnya niat menolak untuk tidak ikut pulang pun tak berani iya lakukan, akhirnya bella masuk kedalam mobil


sebelumnya radit ingin mencoba untuk menghadapi raka tapi niat nya menciut saat melihat siapa orang yang ingin dihadapi nya


*ya siapa yang akan berani menghadapi orang yang berkuasa dinegara ini *


akhirnya mobil raka melaju pergi meninggalkan restoran


* jangan lupa dukungan vote like dan comment ya temen temen terimakasih 😘😘😘 *

__ADS_1


__ADS_2