DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin

DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin
Bab 22 Meminta tolong pada daffin


__ADS_3

Dulu carisa sangat menyukai aroma parpum maskulin daffin ketika carisa tingal apartemen,carisa sering masuk ke kamar daffin secara diam-diam.


karena menurut Carisa,hanya mencium aroma parpum suaminya saja sudah cukup senang,Carisa sadar bahwa dia tidak akan bisa mendekati daffin


Setelah terdiam sejenak,Carisa pun tersadar kembali lalu pergi membuka koper nya.carisa mengambil baju tidur dan langsung pergi ke kamar mandi,tanpa megucapkan apa-apa pada daffin


Daffin yang melihat carisa masih dingin terhadapnya meghela nafas nya.Sekarang daffin merasakan apa yang di alami carisa selama 3 bulan menikah,Di cuekin dan di diamkan oleh rupanya tidak enak, daffin merasa bersalah sudah berburuk sagka pada carisa jika kakek yudanta tidak menceritakan tentang carisa mugkin daffin akan terus berburuk sangka


Setelah carisa selesai mandi 30 menit,lalu carisa keluar dari kamar mandi ketika carisa membuka pintu carisa membulatkan matanya,?


Carisa melihat Daffin sedang duduk di atas kasur tanpa memakai kemejanya yang tadi dia kenakannya.carisa sempat memandagi badan kekar daffin sampe-sampe bulukuduk nya berdiri carisa masih megigat pergulatan panas nya bersama daffin


"Sudan selesai mandinya?"tanya daffin dengan suara baritonya


carisa tersadar dari lamunanya ketika daffin menegurnya,lalu carisa megangukan kepalanya lalu berjalan pergi ke meja rias


"Jangan taku carisa kamu harus kuat"batin carisa


Carisa ingin berdamai dengan daffin,karena dia harus meyelesaikan permasslahan perusahaan mahendra dan harus meminta tolong kepada daffin,tapi yang paling utama adalah mencegah om zaki membawa kakek pulang ke kediaman mahendra


carisa akan membujuk daffin bagaimana pun caranya dan akan membicarakannya setelah daffin keluar dari kamar mandi.


Sekarrang carisa tengah duduk di meja rias, carisa sedang megerigkan rambutnya.carisa melihat daffin sudah pergi ke kamar mandi dan terdengar gemercik air shower menyala setelah carisa selesai megerigkan rambutnya dia pun duduk di bibir kasur dan sedang memikirkan kata-katanya untuk berbicara kepada daffin


"Bagaimana cara aku aku meminta bantuan mas daffin"gerutu carisa


Setelah 25 menit terdengar air sower di Matikan berarti Daffin sudah selesai mandi, Ceklek pintu kamar mandi terbuka ketika Daffin keluar dia hanya memakai handuk putih di pingang nya lalu Daffin menuju lemari dan mengambil celana pendek dan kaos polos lalu Daffin pergi ke kamar mandi lagi untuk memakainya.


Carisa yang duduk di bibir kasur tersipu malu melihat Daffin hanya memakai handuk saja lalu Carisa menundukan kepalanya karena tidak mau terlihat oleh Daffin karena mukanya sekarang sedang memerah.


"Kenapa risa"tanya daffin lalu meghampiri carisa


Daffin berdiri di hadapan Carisa yang sedang menundukan kepalanya jantung carisa berdetak kencang seolah-olah ingin keluar.


"Aa...anu mas.."gagap Carisa


"Jika kamu inging membicarakan sesuatu silahkan kamu bicara"


"Begini mas Risa mau minta tolong sama mas?"


"Minta tolong apa..?"


"Jadi Begini mas,?tadi ketika perjalanan kerumah,Mamih bilang sama Risa kalo Kakek akan di bawa pulang oleh Om Zaki, jadi Risa minta tolong sama Mas bantu Risa untuk menahan Om Zaki membawa Kakek pulang Kekediaman Mahendra."ucap Carisa dengan wajah sendu


"Terus Mamih bilang kapan Kakek akan di bawa pulang"


Carisa pun meggeleng-gelegkan kepalanya


"Mamih hanya memberitahu itu saja,tapi waktu Carisa dan Amel pergi menjeguk ke rumahsakit Kakek tidak berbicara apa-apa sama Risa"


"Mugkin Kakek punya Alaskan kenapa beliau tidak mau memberitahu kamu"ucap daffin


"iya mas...mugkin seperti itu"


"Baiklah besok saja kita bahasa lagi dengan Kakek Ravindra,sekarang kamu tidur dulu"

__ADS_1


lalu Daffin pergi ke arah kasur sebelah Carisa dan membarigkan tubuhnya lalu carisa yang melihat Daffin sudah terbaring Di sebelahnya Carisa megkerutkan dahinya dan carisa pun bangun dari duduknya lalu dia mengambil bantal dan pergi ke arah sopa panjang.


Daffin yang melihat Caris pergi dari kasur pun meghela nafasnya.


"Kamu tidur di kasur saja,biar mas yang tidur di sopa"


"Engga usah mas biar Risa saja yang tidur di sopa,Risa Sudah terbiasa"


Daffin terdiam dan bingung harus menjawab apa lagi pada Carisa,beberapa menit kemudian carisa pun tertidur di sopa tapi Daffin masih tetap terjaga,ketika Carisa sudah benar-benar terlelap daffin pun memindahkan Carisa ke atas kasur.


"Cring....Cringgg....Cring..."


Jam dingding menujukan angka 05.00 Carisa pun terbangun dan dia melihat daffin tertidur di sopa,yang tadi malam carisa tempati.


"Jadi Mas Daffin mengalah dan membiarkan aku tidur di atas kasur sedangkan dirinya tidur di sopa"batin carisa


Carisa pun turun dari tempat tidur lalu bergegas pergi ke kamar mandi Carisa mandi setelah selesai mandi Carisa mengambil wudhunya setelah itu menjalani kewajibannya 2 rakaat sholat subuh,setelah selesai dia melihat Daffin sudah duduk di sofa dengan Mata masih satengah terpejam.


"Kenapa engga bangunin Mas Risa"


"Maaf mas Risa enga enak membagunkan Mas"


"Bukannya sudah kewajiban kamu untuk membagunkan Suami kamu"


"........?" Carisa tidak menjawab


Daffin pun tidak mempermasalahkannya lagi lalu Daffin pergi ke kamar mandi.


Carisa yang sudah meyelesaikan sholat subuhny tidak menungu daffin keluar dari kamar mandi Carisa lagsung keluar kamar dan pergi menuju dapur terlihat beberapa Maid sedang berkutat meyiapkan untuk memasak.


"Selamat pagi non Carisa"jawab mba-mba terseyum ramah


"Hari ini masak apa Mba apa boleh Risa bantu Mba"


"Tapi non Carisa..."


"Engga apa-apa aku udah terbiasa masak, biar mba-mba yang lain bisa meyelesaikan pekerjaan yang lainnya"


"Tapi ini kan hari minggu Non seharus nya Non Risa masih beristirahat"


"Udah cukup kok istirahatnya jadi Risa bisa bantu Mba memasak"


"Baiklah Non Carisa kalo mau membantu memasaka ayok biar Bibi yang bantu biar maid yang lain pergi sekesaikan pekerjaan kalian"


"Baik Bi ani...?"


"Mbak nama nya siapa"


"Pagil aja bibi ani Non hehe Bibi udah tua kalo di pangil Mba enga cocok "


Carisa megangukan kepalanya dan terseyum lalu bertanya.


"Bibi..biasanya siapa yang masak"


"Biasanya Nyonya dan Bibi yang masak kalo hari-hari biasa tapi kalo hari minggu bibi dan para maid yang lain yang memasak"

__ADS_1


Carisa megangukan kepalanya lagi lalu meminta izin Dirinya yang memasak hari ini.


"kalo boleh Carisa mau minta izin sama bibi apa boleh hari ini Risa yang memasak"


"Oh beneran Non Carisa mau mamasaki hari ini?wah Bibi Engga keberatan kalo Non carisa masak pasti enak"


Carisa megangukan kepalanya?


Bi ani dan carisa pun memulay acara memasaknya ketika keluarga hutomo semuanya sudah terbangun dan turun ke bawah mereka melihat Carisa dan Bi ani sedang menata mejamakan.


"Wah Pih makanan hari ini sepertinya special" ucap mamih aulia


"Iya makananya wangi banget"jawab Papih


"Ayok kita ke mejamakan Pih"ajak mamih


Setelah Papih dan Mamih aulia sampai mereka melihat Carisa sedang menata mejamakan lalu Carisa melihat Papih dan Mamih meghampirinya.


"Selamat pagi Carisa sayank"ucap mamih


"Selamat pagi juga mamih"jawab carisa


"Pagi Risa.."ucap papih


"Selamat pagi juga Papih "Jawad risa


"Wah Pih sepertinya kita akan makan banyak kelihatanya makanannya enak-enak"ucap mamih


Papih hanya terseyum melihat istrinya antusias ingin mencicipi makanan yang berada di meja makan.


Lalu Bi ani pun berbicara.


"Nyonya yang Memasak hari ini bukan saya tapi Non Carisa"ucap Bi ani


"Benerran Risa masakan ini semua kamu yang masak sayank"ucap mamih


"Ii...iya Mih"ucap Carisa tersipu malu


Tidak lama kakek Ravindra dan Daffin menuruni tangga,Daffin menuntun Kakek Ravindra ke Mejamakan


"Selamat pagi Pih"ucap papih daranendra


"Selamat pagi Pih" ucap Mamih aulia


"Pagi juga nendra,lia"ucap kakek ravindra


Lalu kakek Ravindra menegurku.


"Selamat Pagi Risa?"


"Selamat Pagi Kakek"ucap Carisa menunduka badannya


Lalu daffin yang sejak tadi meyimakpun membuka suaranya.


"Selamat pagi Semuanya"ucap Daffin datar

__ADS_1


"Pagi juga..."ucap semua orang yang berada di ruangmakan


__ADS_2