
"Ehemmm..." Carisa berdeham, ketika melihat perdebatan Rosa dan Daffin.
Mereka pun replek menegok ke arah suara yang mereka dengar, Rosa membulatkan matanya melihat Carisa berada di kantor Daffin.
"Heey? Sedang apa kamu di sini." tegur Rosa merasa tidak suka Carisa berada di sini. Daffin megkerutkan dahinya lalu menjawab pertanyaan Rosa yang tadi di lontarlan untuk Carisa.
"Memangnya kenapa, Jika istri saya berada di kantor saya." Ucap Daffin sinis.
Rosa pun terdiam, Dia semakin murka dengan keberadaan Carisa di kantor Daffin. Lalu Rosa, menatap Carisa dengan tajam. Daffin yang melihat Rosa menatap istrinya dengan aura permusuhan. segera megusir Rosa dari ruangannya.
"Rosa?" Daffi memangilnya? dan sedikit meningikan suaranya, dan lagsung megusir Rosa dari Ruangannya.
"Cepat kamu keluar dari sini dan kerjakan pekerjaan kamu." Daffin menatap Rosa dengan tajam dan dingin. Rosa yang sudah sangat emosi, dan siap meledak akhirnya tidak menjawab pertanyaan Dari Daffin. Dan langsung pergi keluar dan menutup pintu dengan kasar.
"Bruukk...?" Suara pintu yang di tutup oleh Rosa, sangat kasar? Carisa, kaget dan meggelegkan kepalanya. Lalu menatap ke arah Daffin, dan Carisa mencibir.
"Sekertaris kamu menakutkan Mas?" Ucap Carisa kesal, lalu Dia kembali duduk di Sofa dan melanjutkan aktivitasnya.
Daffin hanya terseyum, melihat kekesalan Carisa.Tidak lama Setelah Rosa keluar? Pintu kembali di ketuk dari luar.
"Took...took...tok..."
Daffin, langsung meyuruhnya orang yang berada di luar untuk masuk. "Masuk," Daffin menjawab dari dalam. Ternyata Andi yang datang, dengan membawa beberapa cemilan dan minunam. Yang di pesan oleh Daffin! Carisa megagkat kepalanya! Lalu Dia melihat paper Bag cemilan dan minuman yang di bawa oleh Andi. Dengan terseyum Carisa bertanya.
"Wah? Pak Andi, bawa banya makanan. Mau pesta ya pak." Ucap Carisa terseyum. Baru saja Andi ingin menjawab. Daffin sudah lebih dulu menjawabnya?
"Tadi, Mas yang meyuruh Andi membelikan makanan. Supaya kamu, enga bosen nunguin Mas di kantor." Carisa megangukan kepalanya dan terseyum, "Terimakasih Mas, Sudan perhatian dengan perut Risa." Ucap Carisa terseyum.
Daffin membalas seyuman, sang istri. Setelah itu meyuruh Andi, meletakan semua makanannya di atas meja dekat Carisa.
"Simpan saja di atas meja! Dekat istri saya." Ucap Daffin. Andi megangukan kepalanya. Lalu Dia pamit keluar, dan kembali keruaganya.
* * *
Sedangkan di luar ruangan, tepatnya di Meja milik Rosa. Yang berada di depan ruangan Daffin. Rosa sangat marah, tapi lebih tepatnya Cemburu? Melihat hubungan Daffin dan Carisa sudah mulai membaik.
Rosa tidak ingin, melihat kemesraan mereka. berjalan dengan lancar, dia tidak mau kesempatan untuk dirinya! Mendekati Daffin terhalang oleh Carisa. Segera Rosa mengambil benda pipih di dalam Tasnya dan meghubugi seseorang.
"Hallo?" Ucap Rosa.
"Ada apa?" Jawab seseorang.
"Aku butuh bantuan kamu?" Jawab Rosa dingin.
"Hahaha? Akhirnya kamu butuh bantuanku juga"
__ADS_1
"Emangnya kapan aku menolak bantuan kamu," Jawab Rosa sedikit emosi.
"Baiklah, Tapi kamu harus meyetujui. Syarat yang aku berikan dan kamu harus mematuhinya?"
"Ya, Apapun itu. Saya akan meyetujuinya. saya hanya ingin, membuat hubungan mereka hacur," ucap Rosa degan sangat marah.
"Kamu masih megharapkan laki-laki yang tidak mencintai kamu, dan mengabaikan orang yang mencintaimu?"
". . .?" Rosa hanya diam.
"Baiklah? aku sudah tau jawabannya? Kapan kamu ingin memulainya!"
"Secepatnya." Jawab Rosa.
"Kamu tau? Apa yang saya inginkan, malam ini kamu harus datang ke apartemen saya."
"Baiklah? Nanti malam saya akan datang?" Ucap Rosa.
"Oke. Berdandanlah yang cantik dan seksi sayank."
Rosa terseyum sinis, mendengar ucapsn orang yang ingin membantunya. Sekarang Rosa tidak perduli dengan harga dirinya. Dan yang paling penting sekarang, Memisahkan Daffin dan Carisa.
"Baiklah? Aku akan tutup telphonenya."
Rosa langsung mematikannya secara sepihak. Setelah itu memandang pintu ruangan Daffin dengan sangat tazam.
"Kalian bersiap-siap lah untuk hancur?" Batin Rosa dan terseyum sinis. "Jika Aku, tidak bisa mendapatkan Daffin? Maka Carisa juga tidak akan pernah bisa mendapatkannya."
* * *
Satu minggu kemudian, hari yang di tunggu-tunggu oleh Daffin akhirnya tiba juga?
Malam ini Daffin, dan semua keluarga Hutomo akan memberikan kejutan ulang tahun untuk Carisa. Tapi Daffin melihat wajah sang istri pucat?
Semalam mereka berdua sudah, melakukan hubungan suami istri lagi. Karena Daffin terus membujuk Carisa, dan juga meminta janjinya
kepada sang istri. Dan Carisa pun akhirnya luluh tidak bisa menolak, keinginan sang suami.
FLASBACK
"Sayank?" Daffin meyandarkan kepalanya di leher Carisa. Sedangkan Carisa, masih gugup tapi! Dia tidak menolaknya lalu menjawab. "Iya Mas ada apa?" Daffin mengagkat kepalanya dan menatap waja cantik sang istri.
"Kamu, masih ingat kan janji kamu waktu itu." Daffin bertanya. Carisa Terdiam sejenak, sebenarnya Carisa merasa tidak enak badan akhir-akhir ini perutnya sangat mual? Tapi Carisa masih bisa bertahan, Carisa juga tidak ingin menolak ajakan Daffin.
"Bagaimana sayank!" Daffin terus bertanya? Daffin mulai m*****m leher Carisa. Sedangkan Carisa, sekarang tubuhnya mulai menegang. Dan Carisa sudah mulai merespon dan terbuai oleh sentuhan yang Daffin berikan.
__ADS_1
memakai baju dinas, pemberian Aurel. Tadi siang Aurel memberi Carisa paper Bag, katanya itu hadiah dari Daffin? Setelah Carisa mebuka sedikir, Carisa meghela nafasnya, Dia bingung di lemari saja baju dinasnya masih banyak dan masih baru. Carisa tidak menolaknya dan membawa paper bag itu ke kamarnya.
Setelah Carisa istirahat di kamarnya. Carisa menedapat chat dari Daffin.
Daffin: "Sayank, semoga kamu suka dengan hadiahnya. Maaf Mas tidak memberikanya lagsung. love you sayank" Pesan Daffin.
Carisa: kenapa beli baju h***m lagi? Kan di lemari juga masih banyak Mas." jawab Carisa.
Daffin: Itu? Aurel dan mamih yang meyuruh Mas beli, katanya kamu belum punya warna merah." Jujur Daffin.
Carisa membulatkan matanya, tidak terduga jika suaminya ini pura-pura polos! Masa beli baju h***m harus bilang sama Mamihnya.
"Astaga Mas? Ngapain juga harus nyuruh Aurel dan Mamih yang beli. Kan aku jadi malu." Batin Carisa.
Daffin: Sayank nanti malam pakaiya? kan sudah satu minggu, Dokter bilang harus mencoba peraktek supaya terbiasa." Goda Daffin.
Carisa tidak membalas chat Daffin, Dia hanya terus membaca chat dari Daffin?
""**Daffin: Ingat ya sayan sudah satu minggu. kamu enga kasihan sama Mas! "
"Sayank?"
"Honey?"
"Baby?"
"Kenapa enga di balas, sayank, cintaku, baby, honey, my wife?"
"Wah, kayanya kamu minta di kurung seharian di kamar sama Mas ya?"
"Carisa?"
"Mas, pulang sekarang. Kalo kamu enga balas chat Mas*?"
Carisa terkekeh geli, melihat chat suaminya yang tidak dia balas. Carisa sengaja ingin menjaili suaminya. Tapi ketika Dia di ancam oleh Daffin. Carisa langsung membalas chat nya.
"*Carisa: Eeh mas tunggu? Jangan pulang sekarang, maaf tadi Risa lagi di kamar mandi."
"Daffin:Mas udah enga sabar sayank? kita pulang ke apartemen aja ya."
"Carisa: Ok, Aku akan pergi ke apartemen, di antar oleh sopir."
"Daffin: Ok Baby, Setelah Mas selesai kerja. Mas lagsung pulang ke apartemen*."
*Kita lanjut ke percakapan pasutri yang sedang bermesraan di atas ranjang.❤
__ADS_1