
Carisa memeluk Daffin? Carisa teringat dulu. Ketika Kakeknya, memaksa dirinya untuk menerima pernikahnya dengan Daffin, CEO tampan yang sangat dingin.? Dulu ketika Carisa menerima pernikahannya. Carisa sempat ragu-ragu dan merasa tidak, percaya diri. Jika dirinya bisa meluluhkan hati Daffin. Karena dari awal bertemu saja, Daffin sudah memperlihatkan wajah tidak sukanya kepada dirinya.
"Mas? Aku sangat bersyukur bisa menikah dengan, kamu Mas! Walapun dulu Mas selalu bersika dingin kepada ku." Daffin mencium kening Carisa yang berada di dalam pelukannya. Carisa mengeratkan pelukannya?
"Maafkan Mas sayang? Waktu itu, Mas salah paham, sama kamu sayang." ucap Daffin sambil mengelus-elus pipi sang istri. Lalu Carisa mengagukan kepalanya.
"Tidak apa-apa Mas? Risa tahu Mas pasti belum menerima pernikahan kita!" Daffin terseyum dan semakin mengeratkan pelukannya.
"Mas?"
"Iya Sayang,"
"Mas? Apakah Rosa yang akan ikut dengan Mas ke Bali?" Carisa merasa cemas jika Rosa yang ikut Daffin ke Bali.
"Tidak Sayng? Mas meyuruh asisten Tristan untuk menemani Mas ke Bali," Ucap Daffin, supaya Carisa tidak memikirkan yang tidak-tidak kepada dirinya.
"Syukurlah? Aku takut Mas! Jika Mas pergi bersama Rosa, ,Aku takut Mas tergoda dengan tu*uh S**si Rosa." Carisa meluapkan kekhawatiran kepada Daffin? Daffin me***um b***r Carisa.
"Mas janji tidak akan meghiyanati kamu Sayang? Jika Mas sampai berselingkuh! Kakek dan Papih akan marah besar? Mas tidak akan tergoda denga t***h Rosa, yang membuat mas tergoda hanya t***h kamu sayang, T***h kamu bagaikan candu untuk Mas." Ucapan Daffin, sangat meyentuh hati Carisa.
Carisa meligkarkan kedua tangannya ke leher Daffin? Daffin mengedong Carisa, berjalan ke atas ranjang tempat tidur. Hari ini Daffin ingin memuaskan dirinya, bersama Carisa. Sebelum nanti malam dia harus terpisah dengangan sang istri. Daffin merebahkan Carisa, di ranjang tempat tidur.
Daffin menatap wajah Carisa, lalu Carisa bertanya dan memperigatkan Daffin untuk tidak menghiyanatinya.
"Mas? Jangan pernah meghiyanati Aku? Aku sekarang hanya punya Mas, Kakek Yudanta dan semua keluarga Hutomo. Hanya kalian yang tulus menyayangi Aku." Daffi terseyum mendegar ucapan Carisa dan mengagukan kepalanya.
Daffin mulai mencumbu leher Carisa yang sangat putih seperti susu? Daffin mulai memberikan C***an-c***an manja kepada Carisa.
Carisa pun tidak menolaknya dan menerima C***an manja dari Daffin. Karena akhir-akhir ini hormon Carisa, sangat bagus. Carisa sangat suka jika suaminya sedang mencumbunya.
Daffin men***m area sensitip Carisa dan Ci***n Daffin pun semskin menuntut? Akhirnya di sore hari itu pun, pergulatan panas antara Daffin dan Carisa pun terjadi.
(Skip Ya Readers, tau kan kalo sudah di atas ranjang. Mamas Daffin paling suka...ðŸ¤)
Ketika Jam sudah menunjukan Pu*ul 06.00 sore menjelang malam. Daffin terbangun dengan ketukan pintu dari luar.
__ADS_1
"Tok...tok...tok."
Daffin yang masih berada di tempat tidur pun. Membuka matanya dan segera bangun. Daffin duduk di atas tempat tidur? Daffin melihat Carisa, yang masih terlelap dan meyelimuti Carisa sampai bagian lehernya? Karena tu*uh mereka masih polos tanpa sehelai benagpun.
Daffin turun dari tempat tidur dan pergi ke ruangan Wadrobenya dan lagsung mengambil celana pendek dan kaos. Daffin segera pergi ke arah pintu dan lagsung membukanya
"Maaf Den, saya menggagu?" ujar Mbo Imah.
Daffin mengangukan kepalanya, kalu bertanya?
"Ada apa Mbo,"
"Di bawah ada asistennya tuan muda Tristan, sedang menungu anda." Ucap Mbo Imah.
"Oke Mbo? Bilang sama Reza Saya akan segera kebawah."
Mbo Imah pun undur diri dari hadapan Daffin. Sedagkan Daffin, masuk kembali kedalam kamar. Daffin meghampiri Carisa yang masih terlelap.
"Sayang? Ayok bangun, Sudan sore." Daffin mengelus pipi Carisa dengan penuh cinta.
Carisa yang tidurnya terusik. Akhirnya membuka matanya secara perlahan! Tu*bunya sekarang seperti remuk dan sangat sakit. Setelah Carisa terdiam sebentar? Akhirnya, diapun tersadar kembali. Bahwa dirinya sudah melakukan olahraga di atas ranjang bersama Daffin.
Carisa pun terseyum lalu mengagukan kepalanya. Daffin menggendong Carisa, ala bridal? Dan membawa Carisa ke kamar mandi. Untuk membersihkan diri mereka.
* * *
Setelah tigapuluh menit? Daffin dan Carisa selesai membersihkan diri. Carisa yang pertama keluar dari kamar mandi, setelah itu di shaul oleh Daffin.
Setelah itu mereka melaksanakan ibadah solat maghrib berjamaah. Setelah mereka selesai, Daffin meminta izin kepada Carisa untuk turun menemui Reza, yang sejak tadi menunggunya.
"Sayang? Sekarang Mas pergi ke bawah dulu, untuk menemui Reza. Asistennya Tristan." ucap Daffin, Carisa mengagukan kepalanya lalu bertanya.
"Apakah asisten Tristan yang akan megantikan Andi Mas," Carisa bertanya kepada Daffin. Jika benar asisten Tristan yang akan mengantikan Andi? Carisa bisa tenang dan tidak merasa takut lagi, tapi jika sie wanita ular Rosa, yang mendampingi suaminya. Carisa takut suaminya akan tergoda.
"Benar sayang, Reza akan mengantikan Andi selama Mas di Bali. Jadi kamu tidak perlu khawatir lagi. Kamu harus percaya sama Mas. Nanti setelah pekerjaan Mas di Bali sudah selesai, Kita pergi berbulan madu." icap Daffin sambil mengelus-elus pipi cabi Carisa.
__ADS_1
Carisa terseyum mendengar ucapan yang terakhir. Akhirnya dia bisa pergi berbulan madu dengan Suami yang dia cintai. Carisa akhirnya meyuruh Daffin segera pergi untuk menemui Reza. Asistennya Tristan.
"Ya sudah sekarang Mas pergi. Temui asistennya Tristan dinlantai bawah." Daffin mengagukan kepalanya dan menc**m kening sang istri.
"Mas, turun ke bawah dulu. Apa kamu tidak mau ikut Sayang." tanta Daffin, Carisa menggelegkan kepalanya.
"Tidak Mas, Risa tunggu di kamar saja. Risa mau meyiapkan baju untuk Mas, yang akan di bawa ke Bali." Ucap Carisa terseyum lebar. Daffin mendekati Carisa dan memeluknya dari belakang.
Jangan terlalu Cape sayang? Biar Mas saja yang membereskannya nanti. Mas juga tidak akan membawa baju banyak hanya beberapa saja." jelas Daffin lalu mencium belakang kepala Carisa. Carisa pun mengnganguk kepalanya.
"Yasudah, sekarang Mas temui dulu asistennya Tristan. Kasihan sudah menunggu Mas lama." Daffin melepaskan pelukannya dan menc**m pipi Carisa.
* * *
Daffin keluar dari kamarnya dan lagsung menuju Life untuk turun ke lantai bawah. Setelah sampai di lantai bawah. Daffin lagsung pergi menuju Ruang tamu, di sana sudah ada Reza, Tristan, Kakek Ravindra dan juga Papih Daranendra. Mereka sedang mengobrol.
"Selamat sore semuanya," Daffin memberi salamanca pada semuanya.
Setelah itu! Daffin dudtk di sebelah Kakek Ravindra. Lalu menayakan kepada Tristan.
"Tristas? Beneran kamu akan memanjakan Reza pada Saya." ucap Daffin pada Tristan.
Tristan hanya terseyum tipis? ketika mendengar ucapan dari Daffin. Kakak sulungnya ini selalu saja berbicara formal kepadanya.
"Kalo adik kesayangan Mas ini, tidak memberi pinjam asistennya. Pasti yang akan Mas Daffin bawa sie wanita ular Rosa." Ucap Tristan sedikit jegkel.
"Tristan kenapa kamu bilang sekertaris Daffin wsnita ular. Ada apa ini," tanta Papih Daranendra kepada kedua putranya.
Daffin segera menjawab ucapan Tristan? Daffin tidak mau jika Tristan membogkar kebusukan Rosa.
"Tidak ada apa-apa Pih? Iyakan Tristan." Daffin menatap tajam ke arah Tristan.
Tristan memutar matanya dan merasa jegkel kepada Kakak sulungnya. Daffin berbincang sebentar sebelum dia berganti baju sebelum pergi ke Bali.
* * *
__ADS_1
Setelah tigapuluh menit? Daffin menyudahi obrolannya dan langsung pamit kepada semua orang.
"Reza, kamu tunggu sebentar saya akan ganti baju dan mengambil koper saya." ucap Daffin kepada Reza.