
Sesampainya di lantai dasar, Carisa langsun menuju ke ruangan meja makan. Carisa melihat Daffin sedang duduk dan menatap ke arah dapur.
"Mas Daffin?"
Daffin yang merasa dirinya di pangil pun menoleh ke arah belakang. Daffin terseyum, ketika melihat sang istri dan segera bagun dari duduknya. Daffin merentangkan tangannya untuk memeluk Carisa. Lalu Daffin bertanya?
"Sayank, kamu sudah banguh, kenapa turun. Bukannya Mas sudah bilang. Biar nanti sarapan nya Mas yang akan mengantarnya ke kamar." Ucap Daffin, sambil memeluk Carisa.
Carisa mengelegkan kepalanya, yang sedang bersandar di dada bidang Daffin. Carisa menatap ke arah meja makan dan melihat pisang goreng yang sudah di sajikan. Carisa menelan ludahnya. Karena Carisa, hari ini memang sangat menginginkan pisang goreng.
Daffin, yang melihat mata Carisa tertuju pada pisang goreng. Daffin segera meyuruh Carisa untuk dudu.
"Ayok Sayank? Kita duduk dulu." Daffin menarik tangan Carisa dengan lembut. Carisa pun menurut pada Daffin. Lalu Carisa bertanya.
"Mas, Pisang goreng ini siapa yang membuatnya?" Tanya Carisa. Lalu Daffin menjawab.
"Tentu saja Mas, Sayank? Kamu engga percaya. Mas yang membuat nya!"
"Kalo kamu engga percaya? Kamu bisa lihat CCTV di atas yang menempel di dingding. Dan boleh bertanya juga pada CCTV berjalan." Daffin menujukan tangan ke arah CCTV yang menempel di dingding. Lalu mengarahkan tangannya ke arah dapur.
Carisa megkerutkan dahinya, ketika Daffin mengarahkan tanggan nya ke dapur? Dan merasa binggung maksud CCTV berjalan. Tapi Carisa tidak mau ambil pusing yang penting Daffin sudah membuatkanya pisang goreng.
"Tidak perlu di cek juga kali Mas, Risa percaya Mas yang membuatnya." icap Carisa terseyum manis.
"Kenap kamu percaya jika Mas, yang membuatnya." Ucap Daffin megelus pipi Carisa.
"Karena pisang gorengnya ada yang sedikit gosong hehehe," Carisa terseyum, dan memperlihatkan seyum pepsodent?"
Daffin mengagukan kepalanya? Dan mengelus Rambut panjang Carisa.
"Mas? kita sarapannya nunguin, yang lain saja ya Mas." ucap Carisa manja.
Daffin megngkerutkan dahinya. Lalu mengelegkan kepala dan tidak meyetujui. Jika Carisa ingin sarapan menunggu keluarganya.
"Tidak perlu Sayank? Tadi Pagi kamu muntah-muntah. Pasti kamu lapar, dan tenaga kamu sudah terkuras. Kamu lupa." Ucap Daffin, sambil mengelus-elus pipi tembam Carisa.
Daffin teringat tadi pagi ketika Carisa muntah- muntah. Dia sangat khawatir jika mengingatnya. Dan sekarang mugkin Carisa juga sudah sangat lapar karena tenaganya sudah terkuras, akibat ulahnya tadi Subuh. Daffin menjadi suami yang posesif dan juga menjadi suami siaga, setelah melihat Carisa! Muntah-muntah.
"Ayok Sayank! Mas akan suapin kamu. Cepat buka mulutnyal." Ucap Daffin terseyum bahagia.
Carisa mengelegkan kepalanya. Dan menolak pisang goreng yang akan di suapi kepada Carisa?
__ADS_1
"Nanti saja Mas. Aku mau sarapannya bareng Sama Keluarga kita! Sekarang Mas ganti baju saja dulu. Risa sudah siapan bajunya di atas tempat tidur."
Daffin meghela nafasnya? Dan akhirnya tidak memaksa Carisa, untuk sarapan lebih dahulu. Daffin melihat jam mewahnya yang berada di pergelangan tangannya. Ternyata waktu sudah menujukan jam 07.15 pagi. Lalu Daffin ijin pada Carisa, untuk bersiap-siap.
"Sayank? Kamu tunggu di sini. Mas akan siap-siap dulu."
Carisa mengagukan Kepalanya, lalu menatap Mamih Aulia yang sedang bergelut dengan perlegkapan dapurnya. Ketika Daffin akan pergi menuju Lift? Daffin melihat Carisa beranjak dari Kursinya.
Lalu Daffin tidak jadi pergi. Dan memangil Carisa kembali, supaya tidak pergi dari area meja makan.
"Sayank?"
Daffin, memangil Carisa? Yang hendak pergi meghampiri Mamih Aulia. Daffin yang Tadinya berniat pergi ke kamar pun akhirnya tidak jadi, Dan malah meghampiri Carisa kembali.
"Sayank? Kamu mau kemana. Jangan pergi kemana-mana, tetap duduk di sini sampai Mas kembali. Mas tidak mau kamu kelelahan,"
Carisa meghela nafasnya! Carisa tau suaminya ini sangat khawatir dan tidak membiarkan dirinya beraktivitas.
"Mas tidak mau kamu kenapa-napa, jadi istirahat saja." Ucap Daffin. Lalu tiba-tiba saja suara Mamih Aulia terdengar dari belakang pungung Daffin.
"Yang di katakan Daffin benar Risa? Kamu duduk saja dan tunggu yang lainnya datang." Mamih Aulia berucap. Lalu Carisa menggelegkan kepalanya lalu berucap.
"Tapi, sepertinya Mamih kerepotan. Dan tumben sekali jam Segini, Mamih masih bertempur di dapur, biasanya Jam 06.30. Mamih sudah selesai."
"Karena, ini semua ulah suami kamu sayank?" Carisa membulatkan matanya, dan penasaran ada apa dengan Suaminya.
"Memangnya kenapa dengan Mas Daffin Mih?" Tanya Carisa.
"Suami kamu, membuat Dapur Mamih menjadi kapal pecah Sayank. Dan Mbok Imah harus meyiapkan bahan-bahan masakan Mamih, dari awal lagi. Karena, bahan-bahan yang pertama Mbok Imah siapkan. Ada yang tumpah. Jadi dapur kesayangan Mamih jadi kotor lagi."
Mamih Aulia, sangat menjaga kebersihan tempat. Jadi mau tidak mau. Mbok Imah harus membersihkan dulu, bari Mamih Aulia mulai memasak.
Carisa menjadi merasa bersalah. Karena sudah meyuruh Daffin untuk membuat pisang goreng. Dan merasa dirinya sangat bodoh, tidak meyetujui pendapat yang di ajukan oleh Daffin. Yaitu membeli pisang goreng yang sudah matang. Carisa menundukan kepalanya.
🍃🐇🐇
"Maaf? Mih, semuanya gara-gara Carisa. hiks...hiks...? Carisa benar-benar minta Maaf, sudah membuat Dapur kesayangan Mamih berantakan oleh Mas Daffin." Carisa meminta Maaf sambil menagis.
Daffin dan Mamih Aulia saling melirik? Mereka kaget melihat Carisa menagis. Lalu Mamih Aulia menenagkan menantu kesayangannya.
"Sayank? Jangan menagis ini semua bukan salah kamu. Tapi salahnya Daffin? Benar kan Daffin." Mamih Aulia, menatap tajam pada Daffin, dan memberi kode dengan matanya.
__ADS_1
Daffin pun megerti Maksud sang Mamih dan langsung membawa Carisa kedalam pelukannya.
"Maaf Sayank? Mas engga sengaja. Ini pertama kalinya Mas, berada di dapur." ucap Daffin.
Daffin mencoba menenagkan Carisa yang akhir-akhir ini gampang menangis.
Setelah Carisa tenang? Daffin pun berpamitan untuk menganti bajunya. Sedangkan Carisa di temani Mamih Aulia di ruang keluarga. Karena di Meja makanya, para Maid sedang meyiapkan piring untu sarapan.
Setelah menunggu dua puluh menit. Semua keluarga pun turun. Yang pertama turun adalah Kakek Yudanta dan Papih Daranendra.
Carisa dan Mamih Aulia, terseyum ketika melihat dua lelaki tetua, di keluarga Hutomo itu meghampiri mereka.
Ketika Carisa melihat Kakek Ravindra dan Papih Daranendra. Carisa segera berdiri dan menyapa Kakek Ravindra dan Papih Daranendra.
"Selamat pagi Kakek, Selamat pagi Papih!" Carisa sedikit menyalami punggung tangang. Kakek dan Papih mertuanya.
"Selamat pagi juga Risa." Kakek Ravindra menjawa.
"Selamat pagi juga Carisa," jawab Papih Daranendra.
Carisa terseyum, lalu menuntun Kakek Ravindra untuk duduk sebelum pergi ke meja makan.
"Maaf, Ya pih hari ini terlambat sedikit." Ucap Mamih Aulia.
"Tidak Apa-apa, ini juga masih pagi." Jawab Kakek Ravindra. Lalu Kakek pun menayakan kabar Carisa.
"Apakabar hari ini Risa."
"Alhamdulilah, sangat baik Kek." Jawab Carisa terseyum.
Kakek Ravindra pun mengnganguk kepalanya.
Tidak lama Tristan dam Aurel pun turun ke bawah. Dan meyapa semua orang yang berada di ruang keluarga.
"Selamat pagi semuanya," Aurel langsung berlari dan meghampiri mereka, sedangkan Tristan mengagkat telphonenya yang berdering? Yang pertama Aurel meghampiri, Kakek Ravindra, lalu mencium pipi sang Kakek. Setelah itu pergi meghampiri Papih dan Mamihnya. Aurel juga mencium pipi kedua orang tuanya.
Dan yang terakhir Aurel meghampiri Kakak iparnya. Lalu Aurel memeluk Carisa, dengan gemas dan mencium pipinya.
"Mba? Kenapa Aku tuh, Sayank banget sama Mba, Gemes banget deh, hehehe." Carisa terseyum melihat adiknya begitu akrab denganya.
Bagaimana tidak Akrab? Carisa akan membela Aurel jika kedua Kakak laki-laki nya menjahilinya.
__ADS_1
🍃🐇
"Hai semuanya yuk like dan Komen biar Author semagat Up nya." 💜