
Papi Kevin, membuka kaca mobil? Ternyata Pak Alan yang mengetuk kaca. Kebetulan Pak Alan dan Kenzo berada di mobil belakang. Karena mereka pergi menggunakan dua mobil.
"Ada apa Pak Alan," Tanya Kevin.
"Bisa turun sebentar ada sesuatu yang ingin saya bicarakan?" jawab Pak Alan.
"Oke? Bpk tunggu sebentar, saya ingin bicara dulu dengan Carisa." Ucap Kevi dan Pak Alan pun mengangguk kepalanya.
Papi Kevin melihat ke belakang dan mencoba ikut membujuk Carisa? Supaya putrinya itu, mau segera bertemu dengan suaminya. Apalagi perut Carisa, sebentar lagi sudah mulai membesar.
"Risa? Apa yang Mami kamu, katakan itu benar. Kehamilan kamu sudah mulai terlihat! Apa kamu tidak rindu dengan suami kamu. Jangan lama-lama berantemnya, kan sekarang kamu tahu jika Daffin tidak bersalah! Karena dia juga korban." Ucap Papi Kevin.
Carisa, hanya diam. Ketika kedua orang tuanya, menyuruhnya untuk pulang menemui Suaminya? Sebenarnya Carisa sangat merindukan Daffin, setelah mengetahui! Jika Daffin tidak bersalah atas foto-foto itu dan hanya di jebakan rekan bisnisnya.
Tapi entah kenapa, Carisa sangat kesal kepada Daffin? Carisa menghela nafasnya, mugkin apa yang di katakan oleh Papi dan Maminya memang benar. Dirinya harus segera kembali dan meyelesaikan kesalah pahaman ini.
"Mih, Pih! Mugkin apa yang Papi dan Mami usulkan, memang ada benarnya. Apslagi perut Risa akan membesar! Risa, akan pulang ke rumah suami, Carisa. Mugkin kami berdua, memang harus meyelesaikan masalah ini." ucap Carisa.
Mami Talia, terseyum bahagia ketika mendegar keinginan Carisa untuk pulang ke rumah suaminya. Dan lagsung memeluk Putri kesayanganya. Sedagkan Papi Kevin berpamitan untuk menemui Pak Alan.
"Kalo begitu Papi keluar dulu? Pak Alan sedang menunggu Papi di luar."
Mami Tali dan Carisa yang masih berpelukan! Langsung mengaggukan kepalanya. Lalu Mami Talia menasehati Putri kesayanganya itu.
"Mulai sekarang kalian harus berpikir dewasa? Karena setiap masalah tidak harus di akhiri dengan perceraiyan. Jika Daffin sedikit saja terlambat untuk mengklarifikasi masalahnya? Entah apa yang akan terjadi dengan rumah tangga kalia. Mami tidak sanggup membayagkanya!" Ucap Mami Talia.
Carisa yang mendegar ucapann sang Mami, menjadi merasa bersalah. Karena sempat mengucapkan ingin bercerai dari Daffin.
"Maafin Carisa, ya Mih. Karena sudah membuat Mami dan Papi kecewa atas ucapan Carisa! Tanpa mencari tahu, terlebih dahulu penyebabnya. Risa meyesal, telah berkata seperti itu!" ucap Carisa sendu.
Mami Talia, terseyum? Akhirnya Carisa mau memaafkan Daffin. Mami Talia juga berharap, semoga rumah tangga Carisa dan Daffin! Akan selalu Baik-baik saja.
'Ceklek,'
Suara pintu mobil terbuka? Teryata Kevin sudah meyelesaikan, obrolanya bersama Pak Alan. Namun Talia yang melihat raut waja suaminya terlihat gelisah dan panik? Talia bisa menebak jiika suaminya, baru saja mendapat kabar buruk.
__ADS_1
"Pih ada apa?" tanya Carisa curiga.
Kevin, melirik ke arah Carisa? Lalu terseyum, sambil menatap putri kesayangannya itu.
"Tidak ada apa-apa sayang," jawab Kevin berbohong.
Padahal Pak Alan mengajaknya berbicara di luar? Karena ingin memberitahukan kabar buruk. Kevin benar-benar binggung! Bagaimana cara menjelaskannya kepada Carisa. Kevin benar-benar tidak mau terjadi sesuatu kepada Anak dan calon cucunya? Akhirnya Kevin memutuskan untuk tidak memberitahukan kabar buruk itu kepada Carisa. Sebelum Carisa benar-benar ingin kembali pulang ke rumah suaminya.
Talia yang merasakan ada yang tidak beres dengan suaminya, akhinya mwyuruh Carisa untuk istirahat. Karena mobil yang mereka tumpagi, benar-benar tidak berjalan dan sangatacet parah.
"Sayang, lebih baik kamu istirahat lagi. Karena macetnya sangat parah?" Mami Talia menciba membujuk Carisa untuk tidur kembali.
Carisa pun menggagukan kelalanya? Dan langsung merebahkan tubuhnya di kursi dan menciba memehamkan matanya. Mami Talia yang melihat Carisa, sudah mulai tertidur kembali. Mami Talia mengambil hendphonenya dan mengirim chat kepada suaminya, yang sedang menatap ke arah depan.
Chat Talia untuk Kevin.
'Sayang, ada apa?'
'Apa yang terjadi!'
'Pih,'
Talia menggelengkan kepalanya! Karena suaminya tidak merespon chatnya. Lalu Talia menepuk bahu kekar suaminya, yang sepertinya sedang melum.
"Pih?"
"Papih,"
Mami Talia, menepuk bahu suaminya dua kali. Lalu Kebin tersadar kembali ketika istrinya menepuk bahunya.
"Eh, ada apa Mih?" Tanya Kevin, sambil melirik ke arah belakang.
"Papi kenapa? Papi baca chat yang Mami kirim!" Ucap Talia, yang menyuruh suaminya untuk membaca chat yang dia kirimkan.
Papi Kevin, segera mengambil hendphonenya yang berada di dalam saku celananya, dan membaca pesan yang di kirim kan oleh istrinya.
__ADS_1
Balasan chat Kevin untuk Talia.
'Lia? Mas binggung harus menjelaskannya di telpon. Lebih baik kita kembali ke rumah dan membahas masalah ini di rumah saja.'
'Tapi? Nanti Mas dan Pak Alan akan pergi ke rumah sakit. Mas janji setelah urusan mas selesai, mas akan menjelaskannya.' Balasan pesan dari Kevin.
Talia, mengerti maksud pesan dari suaminya itu! Lalu Talia, tidak bertanya lagi kepada suaminya dan lebih baik menunggu suaminya, menjelaskan secara lagsung. Talia mengelus kepala Carisa dengan lembut! Lalu berucap dalam hati.
'Sayang, semoga tidak ada halangan lagi untuk kamu hidup bahagia. Mami selalu mendoakan yang terbaik, dan permasalahan kamu cepat selesai.' ucap Mami Talia dalam hati.
'Clikk,'
'Clikk,'
'Clikk,'
'Clikk,'
'Clikk,'
Bunyi notifikasi pesan di ponsel milik Talia? Lalu Talia mengambil ponselnya, dan melihat dari siapa pesan masyk itu. Tali mengkerutkan dahinya? Karena nomor yang mengirim pesan ternyata nomor baru. Talia membuka pesan tersebut satu persatu.
'Asalammualaikum Talia?'
'Ini Aku Aulia? Maaf aku memakai ponsel Tristan. Tadi tidak sempat membawa ponsel.'
'Lia ada sesuatu yang ingin aku beritahukan? Daffin kecelakaan dan sekarang sedang kritis. Lia tolong jaga Carisa! Jang sampai Carisa tahu keadaan Daffin. Jangan sampai dia bermain sosial media, ataw pemberitaan di Tv tentang Daffin? Saya takut Carisa akan drop lagi.'
'Lia? Saya titip Carisa, nanti setelah Daffin siuman. Saya janji akan menjemput Carisa, dan tidak akan meyembuyikanya lagi dari Daffin.'
Talia yang membaca pesan itu? Kaget dan syok jika menantunya kecelakaan dan sekarang sedang kritis di rumah sakit. Kevin yang melihat wajah istrinya Syok dan panik! Mencoba bertanya.
"Ada apa Mih?" Tanya Kevin kepada istrinya.
Talia langsung memberikan ponselnya kepada Kevin! Lalu Kevin mengambil ponsel itu dan membaca chat yang di kirim oleh Aulia. Kevin menghela nafasnya, lalu menoleh keoada sang istri yang terlihat Syok dan matanya sudah mulai berkaca-kaca. Kevin meletakan jari tanggannya di bibirnya, dan menggelegkan kepalanya. Yang mengisaratkan jika Talia, harus diam dan tidak boleh memberitahu Carisa tentang Daffin.
__ADS_1
Talia pun mengangguk kepalanya? Namun tetap saja air matanya yang tadi dia tahan, akhinya megalir juga. Talia langsung mengusap air matanya, dan tetap tenang. Supaya Carisa tidak curiga kepadanya.