DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin

DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin
BAB 49


__ADS_3

Daffin menatap Rosa dengan tajam. Rosa tahu Daffin tersulut emosi oleh ulahnya. Tapi Rosa tidak pernah takut dengan tatapan Daffin.


"Keluar?" Daffin berteriak kepada Rosa.


Rosa yang sangat keras kepala? Tidak mau mendegarkan ucapan Daffin dan masih tetap terdiam. Daffin mendekati Rosa dan lagsung menarik tangan Rosa dengan kasar? Daffin mendorong Rosa keluar dari ruangannya. Setelah Rosa keluar? Daffin menutup pintunya dengan sangat keras.


"Brakkkk," Suara pintu di banting Oleg Daffin.


Karyawan yang berada di lantai itu lagsung terdiam dan merasa heran? Kenapa CEO nya ini pagi-pagi sudah marah-marah.


Setelah itu, Daffin kembali duduk di kursi kebesaranya. Daffin memejamkan matanya dan mengistirahatkan otaknya, sebelum miting di mulai.


Sedangkan Rosa di luar ruangan masih terdiam kaget. Rosa baru saja melihat Daffin berbuat kasar pada dirinya. Rosa mengumpat dalam hati dan menyalahkan Carisa yang menikah dengan Daffin.


"Ini semua gara-gara wanita ja***g itu. Jika Daffin tidak menikah dengan dia. Pasti semuanya tidak akan seperti ini." ucap Rosa dalam hati dan sambil mengkepalkan kedua tangannya.


.


.


.


Sedangkan di rumah keluarga Hutomo. Carisa sedang berada di kamarnya? Tadi setelah selesai sarapan Carisa, kembali muntah- muntah. Carisa pun lagsung mengambil telphonnya dan meghubugi sang suami dan menayakan sudah sampai ataw belum?


📞"Hallo, asalammualaikum Mas?" Ucap Carisa.


📞"Waalaikumsalam Sayang?" jawab Daffin.


📞"Mas, sudah sampai kantor."tanya Carisa.


📞"Sudah Sayang, Mas baru saja sampai ruangan ." jawab Daffin, setelah itu menayakan keadaa Carisa.


📞"Apa masih terasa mual Sayank," tanya Daffin.


📞"Tidak Mas, sekarang Risa ingi istirahat di kamar. Hari ini Risa engga pergi mengul Kakek Yudanta. Risa menunggu Mas pulang saja." jelas Carisa.


📞"Oke Sayang? Kamu istirahat, jangan bayak pikiran dan jangan lupa makan dan minum obat. Mas tutup dulu telvonnya. I love you?"


📞"I love you to suamiku? Mas, jangan terlalu khawatir juga dan fokus kerja saja. Risa tutup telvonnya. Asalammualaikum."

__ADS_1


Setelah selesai menelpon Daffin? Rencananya Carisa ingin meyuruh Maid untuk pergi ke Apotek terdekat? Karena Carisa masih memikirkan ucapan Aurel? Yang Sangat menggangu pikiranya Carisa ingin membuktikan ucapa Aurel tadi pagi dan tidak ingin mengecewakan semua keluarganya.


Hari ini Caris tidak pergi ke rumah sakit dan sudah meghubugi Kakek Yudanta, melalui telphone pak Alan. Carisa segera keluar dari kamarnya.


Dan lagsung menuju Lift untuk turun ke lantai dasar. Sesampainya di lantai dasar? Carisa melirik kiri dan Kenan. Terlihat Rumah besar keluarga Hutomo ini sangat sepi. Karena jika siang hari semua keluarga Hutomo, beraktipitas di luar rumah.


Carisa melagkah kan Kakinya ke arah Ruang keluarga! Yang meghadap ke taman belakang. Carisa mendegar samar-samar suara Kakek Ravindra sedang berbicara dengan seseorang? Ketika Carisa sampai di ruang keluarga Carisa melihat Kakek Ravindra sedang memberi makan ikan Koi besarnya dan di temani oleh Mbok Imah.


Carisa terseyum? Lalu meghampiri Kakek Ravindra, yang tengah tertawa bersama dengan Mbok Imah.


"Selamat Siang Kek?" ucap Carisa.


"Siang juga cucu Kakek yang cantik?" Kakek Ravindra menjawab dengan penuh kasih sayang.


Carisa terseyum? Dan menatap Kakeknya yang sepertinya sangat bahagia.


"Wah Kakek seneng banget ya ngasih makan ikan Koi?" tanta Carisa.


Kakek Ravindra terseyum? Lalu mengangu kepalanya. Setelah itu Kakek Ravindra kembali fokus memberikan makan ikan-ikannya.


"Hanya ini aktivitas yang bisa Kakek kerjakan. Tapi jika ada Cicit? Kakek akan meyibukan siri Kakek bermain dengan cicit-cicit Kakek." ucap Kakek Ravindra.


Carisa terseyum lalu menjawab pertanyaan Kakek Ravindra.


Kakek Ravindra memgelus rambut Carisa sambil terseyum. Lalu Carisa berkata.


"Kek? Hari ini Risa yang akan menemani Kakek. Maaf! Carisa tidak bisa menemani Kakek setiap hari." jelas Carisa. Kakek terseyum dan memaklumi cucu menantunya yang harus kuliah dan mengurus sahabatnya.


"Tidak apa-apa Risa? Kakek tahu kamu harus fokus kepada Kakek kamu. Semoga permasalah di keluarga Mahendra segera terselesaikan." jawab Kakek Ravindra.


Carisa benar-benar merasa bersalah. Karena dirinya terlalu sibuk mengurus Kakek Yudanta dan Kuliah. Sehinga Dia melupakan Kakek Ravindra yang setiap hari berada di rumah sendirian. Walapun sesekali Kakek Ravindra mengunjugi Kakek Yudanta di rumah sakit.


"Risa?"


"Iya Kek?"


"Kake masih penasaran dengan ucapan Mamih kamu tadi pagi. Jika kamu benar-benar hamil, Kakek sangat bahagia dan Kakek tidak sabar rumah ini. Past akan sangat Ramai dan tidak akan sepi lagi." Ucap Kakek Ravindra. Lalu Carisa pun terseyum pada Kakek Ravindra.


Carisa tahu Kakek Ravindra sangat kesepian. Karena yang ada di rumah ini ketika siang hari? Hanya ada Kakek Ravindra, dan kegiatannya setiap hari memberi makan ikan-ikannya.

__ADS_1


"Besok Risa akan coba memeriksanya? Sekalian menjeguk Kakek Yudanta. Hari ini Risa tidak bisa pergi. Karena Mas Daffin nanti malam harus pergi ke Bali." Ucap Carisa menjelaskan.


Setelah Dua jam menemani Kakek Ravindra. Dan menemani Kakek melakukan aktivitasnya. Carisa pun hampir lupa dengan niatnya yang ingin meyuruh Maid membelikan tes kehamilan. Tapi Akhirnya Carisa mengurugkan niatnya untun meyuruh Maid.


Karena Carisa tidak mau membuat Kakek Ravindra Curiga! Akhirnya dia putuskan untuk membelinya sendiri. Di Apotek ataw supermarket terdekat dan meminta ijin kepada Kakek Ravindrad.


"Kakek? Risa ijin pergi ke supermarket terdekat sebentar. Persedian Cemilan Carisa hampir habis?" jelas Carisa. Kakek Ravindra menatap ke arah Carisa dan terseyum.


"Boleh? Tapi di antar Sopir tidak boleh pergi sendiri." Ucap Kakek Ravindra. Carisa mengagukan kepalanya dan terseyum.


Setelah di beri izin oleh Kakek Ravindra. Carisa segera berpamitan kepada Kakek Ravindra. Dan segera menuju kamarnya kembali, setelah sampai di kamar? Carisa segera pergi ke ruang wadrobenya dan lagsung menganti baju dengan gaun putih motip bunga-bunga. Setelah duapuluh lima menit. Carisa pun sudah siap dan keluar dari kamarnya dan menuju lantai bawah.


Sesampainya Carisa di lantai bawah Carisa, segera pamit kepada Kakek Ravindrad? Yang tengah duduk di ruang keluarga.


"Kakek?" pangil Carisa.


"Carisa pamit sebentar ya. Kakek mau di belikan apa biar nanti Carisa belikan." tanya Carisa. Kakek Ravindra pun terseyum dan menjawa ucapan Carisa.


"Kakek tidak mau apa-apa Risa. Kamu jangan lama-lama." Ucap Kakek Ravindra.


Carisa megangukan kepalanya dan lagsung mencium punggung tangan Kakek Ravindra.


"Baik Kek? Risa tidak akan lama, setelah Risa beli barang yang Carisa butuhkan. Risa lagsung pulang, Risa pamit ya Kek? Asalammualaikum." ucap Carisa dan memberi salam.


"Waalaikumsalam? Kamu pergi di antar Sopir jangan pergi sendiri." ucap Kakek Ravindra. Mengingatkanya lagi.


"Baik Kek?" jawab Carisa.


Carisa segera menuju parkiran? Hari ini Carisa di antar oleh sopir. Walapun Carisa wajahnya terlihat sedikit pucat! Tapi Carisa berhasil menutupinya dengan makeup tipis. Dan di padukan dengan gaun putih motip bunga-bunga.


Angap ini Carisa ya Readers...😁🙏



Carisa segera masuk ke dalam mobil. Tadinya Carisa ingin ke supermarkets terdekat, tapi karena di antar oleh sopir. Karisa pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke Mall terdekat.


"Pak? Kita engga jadi ke supermarket. Kita pergi ke Mall terdekat saja." Ucap Carisa kepada sopir yang mengantarnya.


"Siap Non Risa,"

__ADS_1


Sang sopir pun lagsung mengiyakan dan lagsung tancap gas dan menuruti perintah Carisa. Dan lagssung menuju Mall terdekat.


Setelah menempuh perjalanan tigapuluh menit. Carisa sampai di Mall dan meyuruh sopir untuk tunggu di parkiran.


__ADS_2