
Sedangkan di kediaman mewah? Seorang laki-laki paruh baya yang masih terlihat gagah! Menerima laporan dari sang Bodyguard.
"Hallo?" Suara laki-laki paruh baya itu.
Tanpa berbasa-basi laki-laki paruh baya itu lagsung bertanya.
"Ada apa? Kalian meghubugi Saya?" ucap Laki-laki paruh baya itu yang masih terlihat bugar.
Bodyguard itu menceritakan semuanya? Lalu laki-laki paruh baya itu berteriak.
"Kalian ikuti mobilnya? Cegah mobil itu jangan sampai lolos." Teriak laki-laki itu.
Setelah menerima laporan dari sang Bodyguard? Laki-laki itu segera bergegas pergi menuju lantai bawah. Laki-laki paruh baya itu mencari sang istri? Namun sepertinya sang istri tidak berada di lantai bawah.
Laki-laki paruh baya itu akhirnya pergi menuju taman? Ketika sampai di taman, laki-laki Paruh baya itu langsung menghampiri sang istri yang sedang duduk di kursi Roda.
"Talia?" Laki-laki paruh baya itu memangil nama istrinya.
Seorang perempuan paruh baya yang masih terlihat cantik itu, menoleh ke arah suara yang memangilnya dan lagsung terseyum ketika melihat laki-laki yang sangat, di cintainya.
"Sayang? Ada apa," Tanya sang istri.
Laki-laki itu pun menghampiri Istrinya! Dan berjogkok di hadapan sang istri dan menatapnya dengan sendu.
"Sayang? Mas, sudah memutuskannya? Kita harus segera, menjemput Papi dan Carisa segera mugkin. Karena Melly semakin lama semakin bertigkah." Ucap laki-laki paruh baya itu.
Laki-laki yang tengah berbicara dengan istrinya itu adalah? Kevin Mahendra dan Talia violita. Orang tua kandung Carisa, yang di angap sudah meningal dunia oleh semua orang, dua tahun yang lalu. Mereka terpaksa harus membiarka Carisa tetap diam di rumah besar Mahendra? Karena waktu itu kondisi keduanya tidak memugkin kan untuk membawa Carisa pergi dari rumah besar itu.
Laki-laki paruh baya itu, sekarang sudah yakin untuk membawa sang putri tingal bersama dirinya lagi. Karena dia sudah benar-benar yakin, bahwa kondisinya sudah benar-benar membaik? Setelah sadar dari komanya selama satu tahun, lima bulan. Sedangkan wanita paruh baya itu! Masih belum sehat sepenuhnya, dan masih setia duduk di kursi roda setelah menjalani kemo theraphi.
__ADS_1
Karena wanita paruh baya itu mengidap Kanker otak, dan sedang menjalani masa pemulihan. Talia selama ini, sangat merinduka sang putri. Tapi dirinya sekarang, hanya bisa menatapnya lewat, foto dan video. Yang di kirim oleh asisten dari Papi mertuanya, yaitu Pak Alan.
Selama ini Pak Alan tahu keberadaan tuan mudanya, dan juga kondisi sang Tuan muda. Yang tidak memungkinkan untuk merawat Carisa. Keselamatan Kevin dan Talia ada campur tangan dari pak Alan? Ketika kecelakaan itu terjadi!
FLASHBACK DUA TAHUN YANG LALU.
Sebelum kecelakaan yang menimpa Kevin dan Talia. Pak Alan sudah lebih dulu, mengawasi pergerakan Zaki dan Melly. Pak Alan menugaskan para Bodyguard keluarga Mahendra, untuk terus mengawasi Kevin Mahendra dan meyuruh Bodyguard itu untuk melindungi Kevin dan Talia. Karena Pak Alan beberapa kali melihat Zaki keluar masuk ruang kerja Tuan besarYudanta secara diam-diam.
karena bukan tanpa Alasan, Pak Alan merasa sangat curiga dengan tigkah Zaki dan istrinya. Pak Alan juga meyuruh Bodyguar yang lain untuk mengawasi Zaki secara diam-diam. Karena Pak Alan, mendapat laporan? Jika Zaki menyewa preman untuk terus mengikuti Kevin.
Dan benar saja dugaan Pak Alan selama ini jika Zaki dan Melly ingin berbuat jahat kepada Kevin dan Talia. Pak Alan memberi tahu Kevin? Jika adik agkatnya itu ingin mencelakainya. Tapi Kevin yang sangat menyayagi adik agkatnya itu, tidak percaya dan meyuruh Pak Alan untuk tidak menuduh Adiknya yang tidak-tidak.
Pak Alan cuman bisa pasrah? Waktu itu, karena dirinya juga tidak mempuyai kuasa penuh dan terpaksa mengikuti perinta Kevin yang mengetahui, bahwa Pak Alan meminta Bodyguard untuk mengikutinya dan Kevin pun marah.
"Apa maksud Pak Alan, meyruh para Bodyguard untuk mengikuti saya." ucap Kevin sedikit meninggikan suaran. Karena kesal kepada Asisten pribadi Papinya itu.
Kevin hanya terseyum miring? Ketika mendegar ucapan Asisten kepercayaan Papihnya itu. Lalu menatap Pak Alan.
"Mulai hari ini! Suruh para Bodyguard. Yang anda suruh untuk tidak mengikuti Saya lagi. Dan tetang Anda yang berpikir buruk tentang Zaki? Saya tidak percaya? Dia adik saya satu-satunya, mana mugkin dia berhianat."
Kevin benar-benar marah kepada Pak Alan? Ketika salah satu Bodyguardnya tertagkap olehnya, dan memberi tahu jika yang memerintahkan para Bodyguard itu adalah Pak Alan. Asisten kepercaan sang Papi.
Pak Alan hanya menghela nafas kasar. Dan lamgsung menuruti ke inginan Kevin? Yang tidak suka di awasi. Setelah Pak Alan menelpon para Bodyguardnya. Kevin langsung pergi meninggalkan ruangan Pak Alan. Sedang kan Laki-laki paruh baya itu menatap punggung Kevin yang hilang di balik pintu? Pak Alan adalah seorang laki-laki yang sangat pintar dan juga jenius.
Makanya, Tuan besar Yudanta sangat meyukai Pak Alan. Setelah memastikan Kevin benar-benar sudah pergi? Pak Alan menghubugi Bodyguardnya lagi.
"Kalian di mana sekarang? Jika kalian masih berada di tempat itu. Kalian kelanbui tuan Kevin, yang melihat kalian pergi dari tempat itu. Setelah mobil tuan muda Kevin sedikit menjauh? Kalian awasi Tuan muda dari jarak Jauh."
Pak Alan? Akan terus mengawasi Kevin. Karena Pak Alan tidak mau sampai ke colongan.
__ADS_1
Sedangkan Kevin yang sedang mengedarai mobilnya, pergi menuju Rumah sakit. Karena tadi pagi setelah Carisa pergi ke sekolah istrinya mengeluh sakit di kepalanya? Lalu Kevin mengantar sang istri ke rumah sakit.
Talia di periksa Rontgen di kepalanya. Karena sudah hampir tiga bulan sering sakit kepalan? Dan juga sering mimisan dan akhir-akhir ini Talia mudah lelah. Kevin menemui Dokter Iman, sahabatnya di rumah sakit!
Ketika Kevin dan Talia sampai di Ruang Dokter Iman. Kevin langsung menceritakan kondisi sang istri! Dan Dokter Iman mengkerutka dahinya dan lagsung menegur Kevin.
"Kevin? Kenapa kamu baru membawa Istri kamu kesini. Jika kamu sudah tahu sejak Awal, seharusnya kamu membawanya kesini!"
Dokter Iman, kesal? Dengan kelalayan Kevin! Dari cerita Kevin, tentang kondisi kesehatan Talia yang berubah selama tiga bulan ini. Dokter Iman sudah bisa menebak dengan ciri-ciri yang di sebutkan Kevin tadi.
"Kevin kita harus Rontgen di kepala istri kamu, saya belum bisa memberitahu kamu penyakit apa yang di derita istri kamu. Tapi jika sudah Rontgen mugki aku akan menjelaskan sedikit? Sebelum hasilnya keluar." Jelas Dokter Iman.
Mereka bertiga pun segera pergi ke ruagan Rontgen untuk memeriksa kelala Talia. Ketika Dokter Iman memeriksanya dengan teliti? Daktor Iman megkerutkan dahinya sambil menatap ke arah layar komputer? Setelah memeriksa dan mengetahui peyebab sakitnya Talia. Dokter Iman segera meyudahi pemeriksaannya.
"Ok Talia? Pemeriksaan sudah selesai. Saya akan bicara dengan Kevin." ucap Dokter Iman dan di balas anggukan oleh Talia.
Dokter Iman meyuruh Kevin mengikutinya ke ruanganya? Setelah sampai di ruangan Dokter Iman. Kevin duduk di hadapan Dokter Iman.
Tidak Lama Talia pun datang bersa suster dan kembali duduk di sebelah Kevin. Dokter Iman mulai membicarakannya masalah peyakit yang di derita Talia.
"Kevin?" Dokter Iman memangil nama Kevin. Lalu menghembuskan nafas dengan kasar dan melanjutkan ucapannya.
"Kevin? Sebenarnya Saya tidak ingin memberitahu ini sekarang. Karena hasil sampel darahnya belum keluar! Tapi jika di lihat dari tanda-tandanya ini seperti," Ucap Dokter Iman terhenti.
Kevin mengkerutkan dahinya? Kevin merasa was-was ketika melihat raut wajah Dokter Iman yang sedikit muram. Lalu Kevin bertanya.
"Iman kenapa kamu diam. Maksud kamu yang seperti apa," Kevin bertanya dengan wajah datarnya.
Sedangkan Dokter Iman menghela nafasnya ketika melihat wajah datar Kevin?
__ADS_1