
"Aurel? Sudah jangan terus-terusan mengoda Mas kamu. Ini sudah siang dan kamu haru segera pergi." Ucap Papih Daranendra dengan tegas.
Aurel pun cemberut setelah di tegur oleh sang Papih. Aurel memakan pisang goreng yang di beri oleh Carisa. Ketika Aurel ingin mengambil lagi beberapa pisang goreng milik Carisa. Daffin lebih dulu menarik piringn yang berisi pisang goreng itu. Dari hadapan Carisa.
"Srekkk,"
Piring di tarik oleh Daffin? Tangan Aurel melayang di udara? Carisa menghela nafas dan menggelegkan kepalanya. Melihat perdebatan Kakak dan beradik ini. Yang tidak pernah akur, Aurel berteriak ketika Daffin mengambil piring yang berisi pisang goreng.
"Mas, Aku mau lagi pisang goreng nya." teriak Aurel. Daffin mendelik pada Adik bugsunya.
"Mas, membuat pisang goreng ini untuk Carisa. Bukan untuk kamu De." ucap Daffin. Aurel sangat kesal, lalu Aurel merengek pada sang Mamih?
"Mamih! Mas Daffin pelit banget, sama adenya sendiri? Nanti kan Mas Daffin, bisa membuat lagi Pisang gorengnya?" ucap Aurel.
Sedangkan Mamih Aulia, Membulatkan matanya? Ketika mendengar ucapan Aurel yang menyuruh Daffin membuat pisang goreng lagi. Yang pastinya akan membuat dapur kesayangannya itu hancur. Mamih Aulia tidak akan mengizinkan Daffin, masuk lagi ke dapur kesayangannya.
"Engga bisa?" Ucap Mamih Aulia, "Hari ini perta dan terakhir kalinya, Daffin masuk ke dapur dan tidak di izinkan lagi untuk masuk ke dapur Mamih, yang kedua kalinya." Ucap Mamih Aulia, lalu mendelik kepada Daffin.
Mamih Aulia masih sangat kesal? Ketika melihat dapurnya berantakan. Setelah itu Mamih Aulia melirik ke arah Carisa dan terseyum.
"Risa, sayank? Nanti jika kamu mau apa-apa yang berhubungan dengan dapur, kamu tingal bilang saja sama Mamih. Kecuali kalo kamu ngidam yang lain, baru kamu minta sama Daffin." Ucap Mamih Aulia terseyum penuh arti.
Semua orang yang sedang menikmati sarapan pun terdiam. Ketika mendengar ucapan Mamih Aulia yang terakhir. Semuanya menatap ke arah Carisa. Aurel menatap Carisa dan mengarahkan matanya ke perut sang Kakak ipar. Aurel meligkarkan tangan nya di tangan Carisa lalu berbisik?
"Mba hamil yah? Pantas saja Mba ngidam pisang goreng buatan Mas Daffin." Ucap Aurel dengan wajah sumeringah.
Carisa mengelegkan kepalanya dan melambaikan tanggan nya! Carisa binggung harus menjawab apa.
"Engga kok De? Mba cuman lagi pengen pisang goreng buatan Mas Daffin saja." jawab Carisa terseyum kikuk.
Sedagkan Daffin menatap Carisa dan memperhatikan pada fisik Carisa. Yang memang menurut Daffin sedikit gemukan. Sebelum Daffin ingin bertanya lebih? Tiba-tiba saja Hendphone nya berdering.
"Kring...kring...?"
__ADS_1
Daffin mengurugkan niatnya utuk bertanya lebih kepada Carisa dan lagsung melirik ke arah telphone dan Andi lah yang meghubuginya? Daffin pergi dari kursinya dan mengagkat telphonenya.
"Hallo? Asalammualaikum Andi, ada apa kamu meghubungin saya?" Ucap Daffin.
"Waalaikumsalam. Maaf Pak, saya menggangu sarapan anda?" Ucap Andi.
"Tidak apa-apa Andi. Ada apa kamu menelpon saya," tanya Daffin.
"Pak? Hari ini saya izin tidak masuk kerja, semalam saya sakit perut pak? Dan sampai hari ini tubuh saya lemas Pak. Tapi Bpk tenang saja semua jadwal Bpk sudah saya serahkan kepada Rosa. Termasuk jadwal Bpk untuk pergi ke Bali." Daffin megkerutkan dahinya. Daffin merasa aneh kemarin Dia, melihat Andi baik-baik saja?
"Andi, kemari saya lihat kamu baik-baik saja. Apa kamu kemarin ada makan sesuatu?" tanya Daffin.
"Iya Pak? Kemarin malam saya makan pizza Pak? Semalam Rosa membelikan Pizza, untuk semua karyawan termasuk Saya." ucap Andi.
Daffin megkerutkan dahinya? Lalu berucap dalam hati. "Apakah Rosa sengaja memberikan obat. Supaya Andi sakit? Tapi jika benar kenapa hanya Andi yang sakit."
Di sebrang telphone Andi terus memangil Daffin? Ketika Sang Bos tidak kunjung menjawab Andi.
Daffin tersadar dari lamunanya. Yang tadi pikiranya sempat melayang.
"Iya Andi? Saya masih ada di sini? Kalo begitu Kamu istrahat saja. Biar nanti saya hubugi Dokter pribadi keluarga Hutomo, untuk datang ke rumah kamu."
"Terimakasih Pak? Tapi tadi malam Saya sudah berobat Pak." Daffin meghela nafasnya.
"Kenapa kamu tidak memberi tahu Saya kemarin malam?" tanta Daffin.
"Maaf pak! Saya tidak enak menggangu Bpk. Apa lagi, Nona Carisa sedang sakit."
Daffin mengangukan kepalanya? Tanpa dia sadari tidak ada yang bisa melihat angukan dirinya.
Daffin juga merasa bersalah? Beberapa hari ini, Daffin memberikan pekerjaannya pada Andi. Dan mugkin Andi kecapean akibat ulahnya! Daffin pun meyuruh Andi istirahat kembali
"Baiklah Andi? Kamu istirahat saja di rumah tidak perlu memikirka pekerjaan di kantor." Ucap Daffin yang merasa iba pada Andi.
__ADS_1
"Iya Pak terimakasih. Oh Iya Pak, apa Rosa sudah meghubugi Bpk." tanya Andi kepada Daffin.
Daffin terdiam sebentar? Daffin lupa! Jika nomor Rosa, sudah dia block dan Rosa tidak bisa meghubuginya.
"Rosa belum menelpon Saya? Nanti biar Saya yang coba telvon Rosa. Kalo begitu saya tutup dulu telvonnya."
"Baik Pak! Oh Iya Pak Daffin. Nanti jam 09.00 pagi, Bpk ada rapat dan semua berkas sudah saya serahkan pada Rosa termasuk berkas yang akan Bpk bawa ke Bali." Andi memberi tahu Daffin soal jadwalnya.
"Ok, kalo begitu saya tutup telvonnya. Asalammualaikum." ucap Daffin.
"Waalaikumsalam," jawab Andi.
Daffin, melihat jam mewahnya yang berada di tangangannya. Ternyata sudah menunukan Jam 08.00? Daffin harus segera pergi pasti sudah banyak pekerjaan yang menungunya. Daffin kembali meghampiri keluarganya. Dan segera meyelesaikan sarapannya.
Ketika Daffin kembali Dia melihat Istri dan adiknya sedang tertawa? Daffin duduk kembali di sebelah Carisa. Dan tidak melanjutkan perdebatanya bersama Aurel. Daffin terseyum ke arah Carisa.
"Sayank? Aku harus beragkat, karena ada miting yang harus di hadiri. Andi tidak bisa masuk kerja." Ucap Daffin sambil mengelus belakang kepala Carisa. Lalu Mamih Aulia bertanya.
"Andi Kenapa Fin?" Tanya Mamih, kepada Anak sulungnya.
"Katanya sakit perut Mih," Daffin menjawab pertanyaan sang Mamih. Lalu Kakek Ravindra menimpal.
"Kamu kirim Dokter pribadi kita! Untuk memeriksa kondisi Andi." Ucap Kakek Ravindra. Daffin mengagukan kepalanya. Dan menjawab ucapan Kakek Ravindra.
"Daffin, akan menghubungi Dokter pribadi kita Kek. Bagaimanapun, Andi sudah banyak mbatu aku Kek." jawab Daffin menjelaskan.
Kakek Ravindra mengagukan kepalanya. Daffin segera beranjak dari duduknya dan di ikuti oleh Carisa. Daffin segera berpamitan kepada keluarganya.
"Daffin pamit dulu? Asalammualaikum." Ucap Daffin.
"Waalaikumsalam." Jawab semua orang yang berada di meja makan.
Daffin dan Carisa, segera melagkah pergi dari area ruang meja makan, Mereka segera berjalan menuju Ruang tamu tempat pintu keluar berada. Daffin mengambil tas kantornya yang tadi dia letakan di kursi ruang tamu. Daffin dan Carisa berjalan menuju pintu keluar! Dafin melihat wajah Carisa di tekuk dan hanya diam ketika dia berjalan mengikutinya. Daffin megkerutkan dahinya? Dan merasa bingung kenapa istrinya ini cemberut.
__ADS_1