
Tristan meghela nafasnya. Jika dia menolak, pasti Mamihnya akan sedih dan mengadu pada Papihnya? Dan Tristan akan berurusan dengan sang Papih dan ujug-ujungnya dia akan di hukum. Karena membuat Mamih sedih.
Tristan, akhirnya menuruti keinginan sang Mamih. Lalu berjalan meghampiri Amel, dan mengulurkan tangannya. Untuk berkenalan?
"Tristan? " ucap Tristan dingin.
"Amel?"Jawab Amel datar.
Mamih Aulia dan Aurel. Langsung terseyum. melihat mereka sudah perkenalan, karena Mamih Aulia sudah menyukai Amel dari awal mereka bertemu? Setelah itu, Mamih Aulia meyuruh Tristan menemani Amel.
"Sayank, temeni Amel disini? Kasihan dia tidak ada temannya, Mamih dan Aurel tidak bisa menemaninya, karena harus meyapa tamu."
Tristan meghela nafas kasar. Lalu melirik ke arah Amel yang sedang menatapnya dengan sinis.
"Amel? Mamih pergi dulu, maaf tidak bisa menemani kamu sayank? Karena masih banyak tamu yang berdatangan. jadi Kamu disini di temani Tristan dulu." ucap Mamih Aulia, sambil terseyum manis. Amelia pun megangukan kepalanya, lalu menjawab.
"Iya Mih, enga apa-apa. Padahal enga usah repot-repot Mih." jawab Amel, terseyum kikuk.
Setelah itu Mamih Aulia dan Aurel pun pamit pergi? Tristan, menatap gadis yang berada di hadapannya? Dan Amel juga menatap Tristan dengan tajam. Tristan menyunggingkan senyum tipis di bibinya. Ketika Amel menatapnya denga tajam.
"Sejak kapan, kamu jadi anak Mamih Saya." Tanya Tristan, kepada Amel.
Amel memutar matanya? Dan tidak menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Tristan. Amel malah bergumam dalam hatinya? Dan menatap Tristan dengan tajam.
"Ya tuhan? Kenapa Mamih Aulia, punya dua anak Cowo. Sifatnya dua-duanya meyebalkan. Sama-sama dingin dan sombong," ucap Amel dalam hati.
Tristan megkerutkan dahinya, karena Amel tidak menjawab dan menatap tajam pada dirinya. Tristan pun bertanya kembali dengan nada kesal.
"Kenapa tidak menjawab? Sejak kapan kamu jadi anak Mamih saya. Kamu pasti yang akan di jodoh-jodohkan oleh Mamih kan! Jangan harap saya mau dengan Kamu." Tristan sedikit emosi, karena Amel sangat keras kepala.
Amel semakin jegkel, kepada Tristan. Dan merasa sakit kupingnya. Ketika Tristan meneriakinya. Amel pun beranjak dari duduknya dan ingin pergi, meningalkan Tistan? Tapi ketika Amel ingin beranjak dan sudah membalikan badanya? Tristan, menarik tangannya dan Amel hampir terjatuh.
Ketik akan terjatuh ke belakang seseorang dari arah depan sigap memegang pingga Amel. Sedagkan, sebelah tangannya masih di pegang oleh Tristan? Lalu orang yang menolong Amel, itu pun bertanya.
__ADS_1
"Kamu, tidak apa-apa?"
Amel, mengagkat kepalanya ke atas. Lalu menatap orang yang sedang meragkul piggangnya? Lalu menjawab dengan sedikit gugup.
"Ah...? Ti...tidak apa-apa."
Ketika Amel menatap orang yang berada di hadapannya. Jantung Amel berdebar-debar. Mata mereka saling menatap. Dan lamuna mereka tersada oleh suara dari seseorang? yang memangil.
"Rey? Kalian mau tetap, saling menatap sampai kapan?"
Amel dan Rey pun menoleh ke arah suara yang menegurnya. Amel langsung berdiri dan meghempaskan tangannya yang sedang di pegang oleh Tristan! Wajah Amel merah seperti buah tomat. Amel pun langsung berpamitan?
"Ah? Maaf Saya permisi."
Amel, yang sangat malu pun pergi entah kemana. Sedagkan Rey? Masih menata Amel yang mulai meghilang dari pandagannya? Tristan yang melihat adegan Romantis tadi? Hanya terseyum tipis. Setelah itu menatap Rey?
"Eloh suka dengan Gadis itu Rey?" Ucap Tristan sedikit sinis.
"Tentu saja? Dia Gadis yang cantik imut. Gue harus mendekatinya! Sebelum orang lain yang mendapatkanya." Rey berucap dengan wajah sumeringah. Lalu Tristan memperingati Rey, bahwa Amel sudah di jodohkan dengan dirinya.
"Sebelum janur kuning melegkung, Gue masih bisa mengejarnya. Apalagi kalian tidak saling mencintai pasti, Gue akan dengan mudah menaklukan Amel." Rey menjawab dengan penuh percaya diri.
Tristan mengepalkan kedua tangannya. Dan mencoba menaha emosinya. Karena apa yang di katakan Rey memang benar? Dirinya tidak menyukai Amelia. Dan tidak perduli dengan siapa Amelia akan menjalin hubungannya.
Hallo reader, jangan lupa like Komen, boleh dong lempar Giftnya. Author mau sepil pisualnya Tristan Amel dan Rey. Yuk Komen yang banyak, yang mau Author, bikini novel mereka bertiga.
Name:Tristan Nugraha Hutomo
Umur:22 tahun
__ADS_1
Name: Amelia Karla
Umur:19 tahuna
Name: Rey Aidan Wijaya
umur: 24 tahun
.
.
.
Keesokan paginya, Daffin di bangunkan dengan suara Carisa? Yang tengah muntah-muntah di kamar mandi. Daffin segera meghampiri istrinya di kamar mandi, untung saja pintu kamar mandinya tidak di kunci. Daffin melihat Carisa yang tengah muntah di wastafel.
Daffin, segera mengelus-elus pungung Carisa. Dan memegang rambutnya. Daffin merasa heran? Kenapa muntahan yang Carisa keluarkan hanya cairan bening. Lalu Daffin mengajak Carisa untuk ke Dokter.
"Sayank? Hari ini kita ke Dokter ya, Mas benar-benar khawatir. Jika kamu terus seperti ini? Mas akan telphone Andi untuk membatalkan, kepergi Mas ke Bali."
Daffin semakin gelisah, dan sudah memutuskan tidak akan pergi bekerja. Dan membantalkan untuk pergi kembali Bali. Dan akan meyuruh Andi yang menemui Klayennya di Bali. Tadi malam Andi mengirim chat, mengenai jadwal kerjanya hari ini.
Sebenarnya, Daffin hari ini harus meghadiri Rapat penting, yang tidak bisa di tingalkan. Sebelum nanti malam terbang ke Bali. Daffin binggung? Jika Carisa terus- terusan seperti ini Daffin tidak akan fokus bekerja. Karena Carisa yang tetap menolak untuk pergi ke Dokter.
"Engga usah ke Dokter Mas? Kan hari ini Mas ada rapat yang harus di hadiri. Biar nanti baju dan perlegkapan Mas untuk ke Bali. Biar Carisa yang siapkan." Carisa tidak mau membebani sang Suami. Dan menolak untuk pergi ke Dokter.
Daffin meghela nafasnya. Dia bimbang? Pergi ke Bali untuk menemui Klayen ataw menemani Carisa yang sedang sakit. Pagi-pagi Daffin sudah di buat tidak fokus?Dan sering melamun. Lamunan Daffin tersadar ketika Carisa mengelus pipi sang Suami.
"Mas, jangan ngelamun pagi-pagi. Mas, juga Jangan terlalu mengkhawatirkan Aku? Karena disini banyak orang, ada Mamih, Aurel dan juga Kakek Ravindra." Carisa terus membuju Daffin? Untuk tidak menghawatirkannya.
Daffin mencium kening Carisa, denga penuh kasih sayang. Dan menatap sendu sang istri kecilnya itu. Daffin membawa Carisa, keluar dari kamar mandi! Dan membawa Carisa, ke atas ranjang dan meyuruhnya untuk berbaring dan istirahat.
__ADS_1
"Sayank? Kamu mau sarapan Apa." Daffin bertanya dengan sangat penuh kasih sayank.
"Aku, ingin roti bakar selai bluberi, pisang goreng dan teh manis hangat? Wah sepertinya enak sekali." Carisa tiba-tiba sangat menginginkan makana yang di sebutnya tadi. Lalu Daffin pun megangukan. Lalu Carisa melanjutkan ucapannya.