DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin

DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin
BAB 56


__ADS_3

Setelah tiga puluh menit? Semua angota keluarga Hutomo. Meyudahi obrolan dan sudah waktunya untuk masuk ke kamar masing-masing.


Kakek Ravindra! Di antar oleh Tristan ke kamar Kakek di lantai dua. Dan Papi Daranendra dan Mami Aulia, sudah masuk ke kamarnya setelah berpamitan dengan Carisa dan Tristan dan juga Kakek Ravindra.


Setelah semuanya pergi ke kamarnya masing-masing? Carisa, membereskan beberapa bantal kursi yang sedikit berantakan dan mengumpulkan beberapa cangkir teh yang berada di meja yang berbeda dan menjadi cagkir teh tersebut, menjadi satu dan di simpan di meja ruang makan. Supaya Maid bisa lebih mudah untuk mengambilnya dan mencucinya.


Setelah di kira semuanya selesai? Carisa mematikan semua lampu Ruang Keluarga, karena waktu sudah menunjukan tengah malam. Ketika Carisa membalikan badannya Carisa di buat kaget, dengan keberadaan Tristan.


"Ya tuhan?" Ucap Carisa sambil memegang dadanya.


Tristan tertawa terbahak-bahak? Ketika melihat Carisa, sangat kaget.


"Hahahaha... kenapa Mba, kaget ya." ucap Tristan sambil tertawa meledek.


Carisa kesal? Hampir saja jantungnya keluar dari tempatnya. ketika melihat Tristan, berdiri di ujug tangga dengan lampu yang sudah di matikan.


"Kamu ngapain, berdiri di situ Tristan? Hampir saja jantungnya Mba, lompat ke luar." Ucap Carisa, sambil meyebikan bibirnya.


"Hahahaha? Biarkan saja jantung Mba keluar. Nanti aku yang tangkap Mba." Tristan semakin tertawa puas, dan semakin membuat Carisa kesal.


Carisa memutar matanya. Ketika mendengar ucapan Tristan yang menurutnya sangat garing. Carisa pun langsung melewati Tristan, yang masih berdiri di ujung tangga.


Ketika Carisa baru saja menaiki tiga anak tangga? Tristan meghentika lagkah Carisa.


"Mba, tunggu sebentar." ucap Tristan.


Carisa meghentikan lagkahnya. Lalu membalikan badannya, lalu menatap Tristan dengan menaikan sebelah alisnya? Lalu Carisa bertanya.


"Ada apa Tristan?"tanya Carisa.


Tristan terdiam sejenak? Sebenarnya Tristan, tidak ingin mengatakan ini pada Carisa. Tapi ketika Tristan,aurel mendapat laporan dari anak buahnya, yang menjaga apartemen Rosa mengatakan.


Bahwa Rosa berhasil kabur dari Apartemennya dan sepertinya. Rosa di bantu oleh Bodyguardnya Alex Ferguson.

__ADS_1


FLASBACK ON


Dering telphone terus saja berbunyi ketika Tristan sedang mengedarai Mobilnya. Menuju Rumah utama Keluarga Hutomo. Lalu Tristan mengagkat telponenya.


"Hallo? Ada apa malam-malam menelphone saya," tanya Tristan tegas dan dinggin.


Bodyguard yang berada di sebrang telphone pun merasa merinding! Ketika mendegar suara Tristan.


"Maaf Tuan? Saya menggangu anda Malam-malam." ucap Bodyguard yang berada di sebrang telphone.


"Heemm? Katakan ada apa,"


"Tuuuan? Saya ingin melaporkan. Wanita itu kabur Tuan." Ucap Bodyguard.


Seketika Tristan meghentikan Mobilnya? Untung saja Tristan sudah sampai di area komplek Rumah keluarga Hutomo, yang sudah mulai sepi dan tidak ada mobil. Jika saja Tristan masih di jalan raya dan tiba-tiba berhenti mendadak. Entah apa yang akan terjadi? Lalu Tristan berteriak.


"Bagaimana bisa wanita itu kabur? Kalian itu kerjanya tidak Be*us? Cepat cari dia sekarang." Setelah Tristan meneriaki Bodyguardnya. Tristan lalu menelpone Daffin dan juga Reza.


Tapi nihil nomor mereka tidak dapat di hubugi?


Tristan melanjutkan perjalanannya ke Rumah utama Hutomo, dan niat Tristan pulang kerumah utama Hutomo. ingin segera menasehati Carisa? Jika sewaktu-waktu ada kesalah pahaman antara Carisa dan Daffin. Itu semua hanya jebakan. Yang di buat oleh Rosa dan rekan bisnisnya.


FLASBACK OFF


"Tristan?" Carisa memangil Trista, sambil mejentikan tangannya. Karena Tristan sempat terdiam. Lalu Carisa memangil Trista kembali.


"Tristan ada apa?" ucap Carisa.


Tristan tersadar! Setelah Carisa memangilnya yang kedua kalinya? Namu ketika Tristan ingin memulai pembicaraanya, tiba-tiba saja telphone Carisa berdering. Lalu Carisa izin pamit kepada Tristan.


"Tristan? Kamu mau bicara apa. Aku mau masuk ke kamar! Karena Mas Daffin menelpon." Ucapn Carisa. Sambil menatap ke arah Tristan.


Tristan pun terpaksa mengurugkan niatnya untuk bicarakan dan membiarkan Carisa pergi ke kamar untuk mengagkat telphone dari Kakaknya.

__ADS_1


"Jika Mba, mau menelpon balik Mas Daffin? Mba telphone dulu saja. Besok kita bicaranya saja karena ini sangat penting dan harus di bicarakan secara perlahan." ucap Tristan kepada Carisa.


Carisa megkerutkan dahinya? Sebenarnya Carisa penasaran? Apa yang ingin di obrolan oleh Tristan kepada Dirinya. Tapi karena jam sudah menujukan tengah malam, dan Carisa pun tubuhnya sangat lelah karena ulah suaminya. Carisa pun akhirnya meyetujui usulan dari Tristan.


"Baiklah? Besok pagi kamu temui Mba, di taman belakang. Setelah selesai sarapan!" ucap Carisa. Lalu Tristan pun mengnganguk paham.


Lalu Carisa melanjutkan lagkahnya menuju kamarnya. Setelah sampai kamarnya, Carisa lagsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya dan menganti baju tidur.


Setelah lima bellas menit. Carisa menyudahi ritual di kamar mandi. Carisa mengambil benda pipih di atas nakas sebelah tempat tidurnya. Carisa mencari no Daffin, yang tadi sempat menelponnya. Lalu Carisa menelpon balik ke nomor suaminya.


Namu nomor telpone Daffin tidak aktip? Carisa megngkerutkan dahinya. Tapi Carisa tidak mau ambil pusing dan harus berpikir positive kepada suaminya. Carisa juga sedikit lega melepas Daffin, pergi ke Bali. Karena yang menemani Daffin adalah Reza! Bukan Rosa sekertarisnya? Jadi Carisa tidak perlu merasa was-was.


Akhirnya Carisa pun menyipan telponenya kembali ke atas nakas. Lalu Carisa mengambil tasnya yang berada di atas meja rias. Carisa membuka tasnya, lalu mengeluarkan tiga tespek baru! Dan meyimpanya di kamar mandi supaya tidak lupa besok pagi.


Karena waktu sudah menujukan pu*ul 23.30. Carisa pun merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, tidak lama Carisa pun tertidur Lelap.


*


*


*


Sedangkan di tempat lain? Rosa sedang bersiap melakukan aksinya. Ya Rosa berhasil kabur dari apartemen miliknya, dan di bantu keluar. Oleh Alex Ferguson? Setelah berhasil keluar, Rosa dan Alex pergi bersama menuju Bali. Sekarang Rosa sudah berada di hotel milik Alex Ferguso? Dan akan menjalanlan rencananya.


Alex melihat Rosa terus terseyum bahagia? Karena Rosa ingin menjebak Daffin. Yang sedang menginap di salah satu kamar hotel miliknya. Alex merasa cemburu ketika harus mengabulkan permintaan Rosa yang tidak masuk di akal. Sejak tadi Rosa terus saja mendesak Alex untuk segera menjalanlan aksinya.


"Alex? Ayok kita jalankan rencana kita sekarang," ucap Rosa dengan seyum bahagia.


Bagaimana tidak bahagia? Yang akan menjadi peran utamanya ada Rosa sendiri. Jadi sejak tadi Rosa terus terseyum. Alex megngkerutkan dahinya dan mengepalkan tangannya juga. Alex jegkel melihat tigkah laku Rosa! Lalu Alex berkara kepada Rosa.


"Aku akan membantu, melancarkan jebakan kamu Rosa. Tapi aku punya satu syarat untuk kamu." Alex berucap sambil terseyum sinis.


Rosa yang semenjak tadi terus terseyum pun, segera menoleh ke arah Alex Ferguso, dan menatapnya dengan tajam.

__ADS_1


"Maksud kamu apa Alex Ferguso?" Rosa sedikit berteriak kepada Alex. Dia benar-benar tidak suka jika Alex mengajukan syrat.


"Jika kamu menyetujui syaratnya. Aku akan membantu kamu! Tapi, jika kamu menolak. Saya tidak akan membantu kamu? Jadi bagaimana Kamu setuju." ucap Alex tegas.


__ADS_2