DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin

DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin
BAB 72


__ADS_3

Carisa benar-benar tidak ada selera makan? Tapi dirinya juga tidak boleh egois, karena anaknya membutuhka asupan nutrisi. Akhirnya! Carisa pun, memaksakan diri menerima suapan dari Kenzo. Setelah memakan bubur beberapa sendok? Carisa meyuruh Kenzo untuk berhenti meyuapinya.


"Sudah cukup Kenzo? Mba mual terlalu banyak makan," ucap Carisa sambil meringis. Karena tengorokannya ingin memuntahkan makanan yang tadi masuk.


"Mba ingin muntah," tanya Kenzo.


Carisa mengagukan kepalanya? Bu Dian lalu memangil Maid! Untuk membawa ember kecil. Supaya nanti, ketika Carisa ingin muntah! Tidak perlu pergi ke kamar mandi. Setelah Bu Dian memberikan ember kecil, Carisa memuntahkan makanan yang di makannya tadi.


'Oekkk,'


'Oekkk,'


'Oekkk,'


Carisa terus mengeluarkan isi perutnya? Bu Dian membantu Carisa, mengusap tegkuk lehernya. Bu Dian merasa kasiha keoada Nona kecilnya itu! Karena Bu Dian juga pernah merasakan hamil juga.


"Yang sabar ya non! Ini tidak akan lama. Karena kehamilan Non Carisa, masih trimester pertama. Besok pagi, saya akan suruh Dokter Abi untuk memeriksa anda." Ucap Bu Dian yang masih memijat temgkuk leher Carisa.


Kehamilan Carisa, masih di trimester pertama? Jadi beberapa bulan ke depan. Carisa akan mengalami muntah-muntah. Carisa yang merasa kepalanya mulai pusing! Akhirnya memilih kembali merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Lalu Kenzo mencoba meyuruh Carisa untuk meminum susu ibu hamil.


"Mba? Makanan yang emba makan, semuanya keluar lagi. Mba minum susu saja, setelah itu Mba istirahat!" ucap Kenzo khawatir.


Carisa pun, bangun lagi dan duduk di atas kasur! Tanpa ada penolakan Carisa langsung meminum susu yang di berikan oleh Bu Dian. Setelah selesai meminum susu? Carisa merebahkan tubuhnya kembali dan mencoba memejamkan matanya.


Setelah Sekiranya Carisa tidur? Kenzo kembali ke sopa. Kenzo melihat sudah tersedia selimut dan bantal yang di siap oleh Maid.


.


.


.


Sedangkan di kediaman Hutomo! Semua anggota keluarga Hutomo, yang baru saja kembali dari pemakaman Kakek Yudanta? Sekarang sedang duduk berkumpul di ruang keluarga. Kakek Ravindra ingin menjelaskan, tentang Kevin yang masih hidup.


Semua keluarga Hutomo diam? Tidak ada yang membuka suara Daffin yang sejak tadi ingin bertanya soal papi mertuanya pun, tidak berani untuk bertanya.


Karena wajah dingin Kakek Ravindra! Sangat mendominasi mereka dan Kakek Ravindra juga sangat terpukul.

__ADS_1


FLASHBACK BEBERAPA JAM YANG LALU.


Daffin yang mengetahui, jika jen*zah Kakek Yudanta! Akan di bawa ke rumah utama Hutomo. Lagsung meyuruh Andi untuk segera mempersiapkan dan memerintah beberapa Maid, untuk segera membereska ruangan dan meyigkirkan rumahnya dan meyigkirka beberapa barang yang berada di ruangan.


Daffin meghela nafasnya? Dirinya sekarang tidak bisa berbuat apa-apa. Semenjak foto-fotonya bersama Kanza tersebar? Semua aggota keluarganya, menyuruhnya untuk berdiam diri di rumah dan mengerjakan pekerjaanya di rumah. Daffin juga masih tetap meyuruh Andi untuk mencari Carisa. Daffin sudah tidak sabar igin secepatnya mengadakan Konferensi pers di depan media, tapi sekarang waktunyaasih belum tepat.


Daffin terus saja di hantui rasa takut? Jika Carisa, takutnya salah paham kepadanya. Daffin sangat merindukan istri dan calon anaknya, Daffin mengambil foto Carisa di atas nakas.


"Sayang kamu di mana? Maafkan Mas andai saja kemarin, Mas membatalkan pertemuan di Bali dengan Alex. Pasti tidak akan terjadi seperti ini." Ucap Daffin dalam hati.


Daffin, mengelus foto Carisa yang sedang terseyum manis. Daffin sangat sedih jika mengigatnya. Ketika Daffin sedang memandang foto Carisa? Terdengar ketukan pintu dari luar.


'Tok,'


'Tok,'


'Tok,'


Daffin mengalihkan tatapanya ke ara pintu? Daffin segera mengusap air matanya yang tadi sempat terjatuh dan lagsung berjalan membuka pintu kamarnya.


Pintu di buka oleh Daffin? Ternyata salah seorang Maid yang mengetuk pintu ya.


"Ada Apa?" tanya Daffin dinggin.


"Tuan muda? Jen*zahnya sepuluh menit lagi sampai.Tuan muda Tristan, meyuruh anda untuk segera turun ke lantai bawah." jelas Maid itu.


Daffin hanya diam? Lalu maid pun berpamita, karena Maid itu, sudah tau sifat kedua tuan mudanya.


Daffin langsung keluar dari kamarnya dan kangsung turun ke lantai bawah. Ketika Daffin sedang menuruni tangga? Ternyata di bawah sudah ada Andi dan Reza, yang sedang menunggu jen*zah Kakek Yudanta.


"Andi? Bagaimana apa kamu sudah melacak keberadaan Carisa," Tanya Daffin, kepada asisten pribadinya.


"Belum Pak? Tapi saya janji, akan secepatnya menemukan Nona Carisa." ucap Andi.


Lalu Daffin mengagukan kepalanya. Andi yang sejak kemarin sakit terbaring lemah di rumanya, akhirnya memaksakan diri. Ketika melihat berita duka meningalnya Kakek Yudanta! Dan melihat foto-foto Daffin dan Kanza, yang tersebar di media-media sosial dan Andi yang wajahnya masih terlihat pucat? Segera memaksakan diri pergi ke kediaman utama Hutomo.


Tidak lama? Suara mobil ambulan terdengar di depan pintu rumah. Ternyata sudah banyak tetangga dan kerabat yang berdatangan. Daffin yang sejak tadi berdiam diri di kamarnya, sampai-sampai tidak memgetahui jika sudah banya orang di luar.

__ADS_1


Daffin tidak ikut keluar rumah? Karena Kakek dan Papinya, melarang keluar sementara waktu dan hanya melihat dari balik jendela.


'Sayang Kamu di mana?' Ucap Daffin, dalam hati.


Jen*zah Kakek Yudanta, sudah mulai di keluarkan! Daffin terus memperhatikan keadan di luar. Namu Daffin di buat kaget? Karena melihat wajah Papi mertuanya. Yang bersiap ingin mengagkat. Jen*Ah itu.


"Papi Kevin?" gumam Daffin.


FLASHBACK OFF DAN KEMBALI KE CERITA AWAL.


Kakek Ravindra meghela nafasnya? Lalu menatap Daffin yang duduk di hadapanya. Lalu Tristan yang berdiri sambil melihat ke arah jendela pun hanya diam. Lalu Kakek Ravindra, akhirnya membuka suaranya.


"Hari ini, Kakek akan menjelaskak kepada kalian semua tentang Kevin dan juga masalah Daffin. Tristan bisakah kamu duduk!" Ucap Kakek Ravindra tegas.


Tristan yang di pangil oleh Kakenya! Lagsung duduk di kursi singel di sebelah Papinya. Setelah Tristan duduk! Mereka masih diam tida ada yang berani membuka suara, karena mereka hanya ingin mendapat penjelasa.


"Eheeem,"


Semua mempokuskan ke arah suara deheman itu. Yang ternyata Kakek Ravindra lah yang berdeham. Semuanya menatap ke arah Kakek Ravindra! Beliau pun menghela nafasnya lalu berkata.


"Sekarang kalian boleh bertanya? Apapun yang kalian ingin tanyakan." ucap Kakek Ravindra.


Kakek Ravindra menatap satu-satu? Anak dan cucunya.


"Kalo begitu saya duluan yang bertanya?" Terdengar suara Mami Aulia yang membuka suara.


Kakek Ravindra pun mengangguk kepalanya dan menatapbmenantu kesayangannya.


"Pih? Sejak kapan Papi tahu. Jika Kevin masih hidup," Tanya Mami Aulia.


"Papi mengetahui jika Kevin masih hidup! Sebenarnya belum terlalu lama. Kurang lebih satu bulan yang lalu." jawab Kakek Ravindra.


"Lalu bagaimana Papi bisa mengetahuinya," Mami Auli bertanya kembali.


Sebenarnya Kakek Ravindra tidak ingin menjelaskanya sekarang? Tapi karena terlalu banyak masalah. Kakek Ravindra akhiya memutuskan untuk meyelesaikan masalahnya satu-satu! Karena jika hari ini Kake Ravindra tidak menjekaskan tentang Kevin. Pasti anak dan cucunya ini akan terus mendesaknya.


"Waktu itu? Papi ingin mengujugi Yudanta di rumah sakit! Setelah Papi sampai di depan pintu kamarnya, ternyata pintu itu tidak tertutup rapat. Papi tidak sengaja mendengar penbicaraan Alan dan Yudanta, yang sedang membicarakan Kevin. Setelah mereka selesai bicara baru Kakek masuk dan mereka berdua pun kaget, melihat Papi masuk tanpa mengetuk pintu." Jelas Kakek Ravindra.

__ADS_1


__ADS_2