
Daffin terseyum bahagia rupanya istrinya ini sudah lama mencintainya. Setelah terdiam sejenak Carisa melanjutkan pembicaraanya.
"Menurut Risa, sifat Mas yang cuek dan dingin itu. Risa merasa jika Mas itu sangat Cool banget." Carisa terkekeh geli.
Bagai mana tidak geli? Karena kebucinannya
kepada Daffin, hampir setiap hari. Setelah Daffin pergi ke kantor, Carisa sering masuk ke kamar Daffin secara diam-diam. Hanya untuk meghirup parfum yang Daffin pakai dan mencium, dan juga memeluk kemeja Daffin.
Lalu Daffin berkata, "Mas tau kebiasan kamu setiap hari? Kamu sering masuk ke kamar Mas." Ucap Daffin terseyum.
Carisa membulatkan matanya? Lalu semakin meyembuyikan wajahnya di dada Daffin? Carisa benar-benar tidak menyagka, Rupanya Daffin mengetahui kebiasaannya. Carisa lalu bertanya?
"Kenapa Mas bisa tau?"
Daffin menjawab, "Karena di Kamar Mas, ada Cctvnya, apa kamu tidak tahu Risa." Ucap Daffin terseyum.
Carisa megeleng-gelengkan kepalanya di dada Daffin. Dia sangat malu, karena Daffin mengetahui, kebiasaannya!
Daffin Sangat gemas melihat istrinya, malu- malu. Lalu Dia mengangkat wajah Carisa? Tanpa meminta izin, Daffin lagsung m*****m b***r Carisa lagi.
Sekarang Daffin, sangat kecanduan dengan B*b*r Carisa. Setelah itu Daffin megajak Carisa untuk pulang!
"Sayank? Sekarang kita pulang dulu, nanti mesra-mesranya kita lanjut di Rumah." Ucap Daffin tekekeh geli!
Carisa memukul dada Daffin. Daffin terseyum dan melanjutkan pembicaraanya.
"Jika kita terus-terusan di posisi seperti ini. Takutnya Mas meminta lebih." Ucap Daffin.
Wajah Carisa semakin memerah, karena suaminya ini terus megodanya. Carisa berkata.
"Kan tadi! Mas yang nyuruh aku naik?" Ucap Carisa kesal.
Daffin tertawa lalu menjawab?
"Hahahaha? Mas bukan melarang kamu naik. Tapi? Tempat untuk kita mesra-mesranya, yang tidak mendukung."
Carisa meyebikan pipinya. Lalu meghela nafas dan bertanya.
"Terus may di mana Mas." Ucap Carisa.
"Di kamar aja? Di dalam mobil sangat sempit! Jadi sekarang ayo kita pulang" Jawab Daffin.
Lalu Carisa megangukan kepalanya. Carisa malu, karena Daffin terus megodanya. Sedangkan Daffin! Terkekeh geli, karena dirinya dan istrinya sama-sama bucin.
"Sekarang jika mas minta vitamin sama kamu, tidak boleh menolaknya. Apalagi memberikan Hak Mas! Berolahraga malam di atas kasur?" Ucap Daffin.
Carisa mengangkat kepalanya lalu bertanya?
"Jika Risa? Belun siap melayani Mas lagi bagaimana." Ucap Carisa sendu.
"Mas akan menunggu kamu, sampai kamu benar-benar siap." Ucap Daffin sambil megelus pipi Carisa.
Carisa megangukan kepalanya. Dan memeluk Daffin dengan erat. lalu Carisa berkata.
__ADS_1
"Mas? Apa boleh aku meminta permintaan!" Lalu Daffin menjawab, "permintaan apa?"
"Aku tidak suka, mas dekat-dekat dengan Rosa." Ucap Carisa sendu.
Daffin menundukan kepalanya, lalu menatap wajah istrinya, sambil megelus-elus punggung Carisa.
"Mas tidak ada hubungan apa-apa dengan Rosa, hubugan kami tidak jatuh dari pekerjaan!" Ucap Daffin datar.
Carisa memeluk Daffin, dia merasa nyaman seperti sekarang dan Cariaa terus bergerak di paha Daffin, Karena duduknya merasa tidak nyaman seperti ada yang megganjal.
"Sayank? Jangan terus bergerak, kamu membagunkanya." Ucap Daffin menahan sesuatu.
Bulukuduk Carisa merinding! Melihat wajah Daffin yang menahan sesuatu. Carisa bukan tidak ingin melayani Daffin. Tapi dia ingin mendekatkan diri trlebihdahulu, supaya tidak ketakutan lagi jika Daffin meyentuhnya.
"Sayank? Apa kamu sudah siap, jika hamil di usia kamu yang akan beranjak 20 tahun?" Tanya Daffin.
Carisa mengangkat tubuh nya, Lalu pindah ke kursi sebelah dan Carisa menjawab.
"Sudah siap lahir dan batin Mas." Jawab Carisa.
Daffin terseyum, lalu megelus pipi Carisa. setelah itu Daffin bertanya kembali.
"Sekarang kita mau pulang ke mana? Ke apartemen ataw ke Rumah Mamih." Tanya Daffin.
"Rumah Mamih aja Mas? Biar Risa terbiasa dulu dengan kehadiran Mas." Ucap Carisa.
"Baiklah! Kalo begitu kita pulang sekarang, dan mulai malam ini kamu harus tidur di kasur bersama Mas?" Ucap Daffin.
"Tapi, jika pagi-pagi Risa Kaget? Mas jangan marah," Ucap Carisa dengan suara manja.
"Iya sayank?" Ucap Daffin terseyum.
Carisa tersipu malu! karena Daffin terus-terusan memangilnya sayank.
Setelah itu Daffin melajukan mobilnya, dengan satu tangan? Dan satu tangan nya lagi memegang tangan Carisa, dan terus mencium tangan Carisa.
Carisa bersyukur! Akhirnya hubungannya dengan Daffin sudah membaik. Carisa berjanji, akan menjadi istri yang baik dan penurut?
* * *
Sedangkan di rumah sakit, Kakek Yudanta tengah menagis bahagia akhirnya doanya terkabulkan.
"Alhamdulilah Doa Papih terkabulkan! Selama ini kamu tingal di mana nak?" Ucap Kakek Yudanta bersimbah air mata.
"Alhamdulilah Pih! Aku di selamatkan Oleh seseorang, ketika aku terdampar di pesisir pantai?"
Kakek Yudanta, terus memeluknya dan tidak mau melepaskanya. Pak Alan! Yang melihat moments ini, ikut meneteskan air matanya?
"Carisa pasti senang. Mendengar kamu masih hidup nak? Segeralah kembali, dan memimpin perusahaan yang kita bagung."
"Pih! Jangan memberitahu Carisa dulu?"
"Memagnya ada apa? Kenapa tidak boleh memberitahu Carisa?" Ucap Kakek penasaran.
__ADS_1
"Aku, tidak bisa memberitahu Papih sekarang? Tapi Papih dan Pak Alan, harus berjanji untuk menjaga rahasia ini jangan sampai ada yang tahu."
"Tuan muda, tidak perlu khawatir saya janji, akan menjaga rahasia ini. Saya tau apa yang di takutkan Oleh anda?" Ucap Pak Alan.
"Terimakasih Pak Alan, baiklah Pih! Aku pergi dulu. Jaga kesehatan Papih jangan sampai drop."
"Baiklah Nak, hati-hati dan jaga dirimu baik- baik." Ucap Kakek Yudanta sendu.
"Kalo begitu, Aku Pamit Pih? Asalammualaikum."
"Waalaikumsalam." Jawab Kakek dan Pak Alan.
* * *
Setelah satu jam perjalansn! Daffin dan Carisa, sudah sampain di kediaman Hutomo. Ketika Carisa igin membuka pintu? Tangan Daffin mencegahnya.
"Tunggu sayank! Biar Mas, yang buka pintunya."
Lalu Daffin turun dari mobil, lalu membuka pintu untuk Carisa.
"Terimakasih suamiku." Ucap Caria.
Daffin terseyum geli, ketika Carisa memangilnya suamiku. Tapi Daffin benar-benar bahagia akhirnya Rumah tangganya sudah membaik.
Daffin dan Carisa! Memasuki Rumah utama Hutomo? Rumah sudah sangat sepi, karena jam sudah menujukan jam 24.30 malam.
,Lalu Carisa berbisik,
" Udah sepi Mas, lampu nya udah di matiin semuanya." Ucap Carisa sambil menggandeng tangan Daffin.
Daffin menjawab, "Kamu Kenapa! Takut jika mati lampu."
Carisa megangukan kepalanya? Lalu Daffin memeluknya dan segera pergi menuju lift. Setelah sampai di lantai dua? Mereka lagsung menuju ke kamar mereka.
Setelah mereka sampai, Daffin meyuruh Carisa mandi.
"Kamu mandi duluan? Ataw mau mandi bareng." Ucap Daffin terseyum geli.
Carisa membulatkan matanya. Lalu menatap Daffin sebentar! Setelah itu Carisa pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah 20 menit, Carisa menyudahi mandinya! ketika keluar dari kamar mandi.
Carisa melihat Daffin b********g dada.
Daffin terseyum melihat wajah istrinya! Lalu meghampiri Carisa. Sekarang posisi Daffin dan Carisa, berhadapan Daffin memeluk pinggang ramping Carisa? Lalu Daffin mengecup kening Carisa dan meyuruh nya tidur di kasur bersamanya.
"Tidur di kasur bersama Mas! Mas janji tidak akan melakukan apa-apa, tapi kalo peluk boleh kan." Ucap Daffin terseyum nakal.
Carisa terseyum lalu melepaskan tangan Daffin?
"Tidak? Mas harus tidur di sofa. Sampai aku terbiasa dengan keberadaan Mas?" Ucap Carisa.
Daffin cemberut dan berpura-pura bersedih.
__ADS_1