DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin

DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin
BAB 65


__ADS_3

Sedangkan Talia hanya diam mematung mendegar ucapan sahabat Suaminya. Talia syok mendegar penjelasan dari Dokter Iman dan lagsung jatuh pigsan.


"Talia?" Kevin menagkap tubuh Talia yang hampir saja jatuh ke lantai, Kevin takut terjadi sesuatu pada sang istri.


"Iman? Tolong periksa Talia," ucap Kevin sedikit meninggikan suaranya.


"Ayok kita bawa ke ruang Inap." Ucap Dokter Iman dan lagsung meghubugi petugas rumah sakit untuk membuka Kamar VVIP untuk Talia tempati.


Setelah menunggu lima menit dua suster datang dengan membawa kursi Roda dan lagsung menuju kamar VVIP yang sudah di konfirmasi oleh Iman. Setelah sampai di Kamar yang di tempati Talia! Kevin langsung meghubugi Pak Alan, orang kepercayaan Sang Papi dan juga orang kepercaanya.


Tidak lama setelah menunggu tiga puluh menit. Pak Alan datang dan lagsung berjalan menghampiri tuan mudanya.


"Tuan Muda, apa yang terjadi?" Pak Alan bertanya dengan raut wajah yang sedih, ketika Kevin menceritakannya kondisi Talia, Yang masih pigsan.


Sebelum Pak Alan datang? Dokter Iman meyerahkan hasil Pemeriksaan Talia. Dan sekarang Kevin, sedang memegang hasil Rontgen sang istri! Dan teryata benar, jika Talia terkena Kakanker otak stadium awal. Dan Dokter Iman, juga memberi tahu? Kanker otak yang di alami Talia. Masih bisa di obati dengan cara kemo theraphi. Lalu Kevin menatap Pak Alan dan berkata.


"Bagaimana saya memberi tahu Carisa Pak? Saya takut Carisa akan bersedih mendengar Maminya Sakit," Ucap Kevin deng air mata yang berlinang.


Kevin masih belum siap untuk kehilangan istrinya. Lalu berkata dengan serius kepada Pak Alan?


"Pak Alan? Jika suatu saat terjadi sesuatu! Tolong jaga Talia, Carisa dan juga Papi saya? Apapu yang terjadi dengan Saya, tolong lindugi mereka." Kevin berucap dengan wajah sendu.


Kevin segera pamit kepada Pak Alan, untuk menjemput Carisa dari sekolahnya? Karena sudah rutinitas Kevin menjemput anak tunggalnya. Sebenarnya tadi Pak Alan, menawarkan diri untuk menjemput Carisa? Tapi Kevin menolaknya.


"Pak Alan? Saya minta tolong jaga Talia, jika dia sadar. Pak Alan bilang saja jika saya pergi menjemput Carisa." ucap Kevin.


Pak Alan pun mengangguk kepalanya dan Kevin langsung pergi meninggalkan ruang kamar Talia. Kevin berjalan menuju parkiran. Setelah sampai di parkiran dia melihat wanita seumuran istrinya, seperti sedang kesusahan.


"Maaf? Apa anda kesusahan, apakah anda butuh bantuan." tanya Kevin sopan.

__ADS_1


Wanita itu pun menoleh ke arah suara yang dia dengarnyq Lalu menjawab.


"Oh iya? Saya ingin membawa barang-barang ini untuk pulang ke rumah. Tapi mobil saya, tiba-tiba saja mogok." ucap wanita tersebut.


Kevin terseyum? Lalu menawarkan tumpangan kepada wanita seumuran Talia itu.


"Kalo begitu? Mari Saya antar Mba, nanti kasih tahu saja jalanya." Kevin menawarkan tumpangan karena kasihan.


"Apa tidak apa-apa Pak! Jika saya menumpang." Tanya wanita itu.


"Tidak apa-apa. Mari masuk?" ucap Kevin mengajak masuk ke dalam mobilnya.


Wanita itu pun masuk dan memakai masker supaya tidak menimbulkan fitnah. Setelah wanita itu sudah duduk di mobil? Kevin pun memperkenalkan dirinya.


"Oh iya Mba? Nama Saya Kevin Mahendra. Kebetulan istri saya sedang di rawat di rumah sakit ini." Jelas Kevin. Lalu wanita itu pun menjawab ucapan Kevin dan memperkenal kan dirinya.


"Tidak apa-apa Mba? Kebetulan tadi, saya melihat Mba kesusahan." Jelas Kevin.


Kevin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang? Sambil berbincang-bincang dengan Miran? Kevin sampai tidak menyadari, jika dia sedang di ikuti oleh beberapa mobil di belakangnya.


Ketika Kevin tengah asik berbincan tiba-tiba saja ban mobil Kevin pecah? Lebih tepatnya di tembak dari arah belakang! Dan mobil Kevin langsung berguling-guling di atas jalanan aspal, dan berhenti di sisi jembatan! Yang di bawahnya terdapat Suangai besar yang mengarah ke laut.


Kevin yang setengah sadar membuka matanya? Kevin melihat Mira yang sepertinya sudah tidak bernyawa lagi? Posisi Kevin sekarang berada di sisi jembatan jika dia bergerak maka dia akan terjatuh ke bawah. Kevin melihat bensin mulai keluar dari mobil dan Api mulai meyambar.


Kevin yang melihat itu pun panik? Kevin binggung dia harus diam ataw menjatuhkan diri ke sungai. Kevin masih berfikir jernih? Dia tidak mau mati sekarang, ada anak dan istrinya yang menunggunya! Kevin melihat api makin besar meyambar sekeliling mobilnya? Dan pasti sebentar lagi mobilnya akan meledak dan jalan satu-satunya, untuk meyelamatkan diri? Yaitu menceburkan dirinya ke sungai.


Ketika api mulai mendekat Kevin segera menceburkan dirinya ke sungai dan Mobil yang Kevin tumpangi meledak.


"Duarrrrr,"

__ADS_1


Suara ledakan Mobil sangat keras, namu malagnya! Mira perempuan yang menumpangi mobil Kevin pun, ikut meledak di dalam mobil tersebut. Kevin bukan tidak mau membantu Mira keluar. Tapi tubuh Mira terjepit dan juga Mira yang sudah tidak bernyawa.


Sedangkan di rumah sakit? Pak Alan mendapar kabar dari Bodyguardnya, jika mobil yang di tumpagi Kevin di tembak dari arah belakang dan menyebabkan mobil itu terguling-guling hinga rusak parah? Pak Alan sangat marah dan meyuruh mereka untuk mencari Kevin, sampai ketemu dan meyuruh menagkap preman-preman yang sudah mencelakai Kevin.


"Kalian Cari tuan Kevin sampai ketemu," teriak Pak Alan dengan penuh amarah.


Pak Alan mengepalkan, kedua tangannya! Pak Alan menatap Talia yang masih setia tertidur. Lalu Pak Alan berucap?


"Sepertinya Zaki dan Melly pasti, segera mengetahui jika Nona Talia tidak ikut kecelakaan di mobil itu? Saya harus segera memindahkan Nona Talia, ke kota lain. Demi keselamatan mereka Saya harus menyembunyikan Nona Talia dan harus segera mencari tuan Kevin!" ucap Pak Alan dalam hati.


Dua jam setelah kecelakaan terjadi? Kevin di temukan oleh Bodyguard, yang di tugaskan oleh Pak Alan. Namu sepertinya Kevin terluka parah di bagian kepalanya? Kevin langsung di bawa ke rumah sakit yang ada di luar kota. Karena Pak Alan sementara ingin meyembuyikan Kevin dan Talia terlebih dahulu. Karena kondisi keduanya yang sangat tidak memungkinkan. Akhirnya di hari itu Kevin dan Talia, di pindahkan ke rumah sakit di luar kota. Supaya musuh-musuh yang mencoba membunuh mereka. Tidak mengetahui jika mereka masih hidup.


FLASHBACK OFF


"Sayang? Sebentar lagi kita akan segera berkpul dengan Carisa, hari ini Mas mau jemput dia."


"Mas engga bohong kan? Aku ingin bertemu Carisa Mas! Sudah lama kita tidak bertemu dengan anak kita." ucap Talia dengan berlinang air mata.


Daffin memeluk sang istri dengan sangat erat! Kevin merasa bersalah telah menitipkan Carisa kepada dua peghianat di rumahnya. Kevin juga sangat bersalah karena tidak pernah mempercayai Pak Alan yang sering menasehatinya.


Jika Zaki dan Melly. Ingin berbuat jahat kepada keluarga kecilnya! Apalagi Kevin mendegar jika Carisa, tidak di perlakukan adil oleh Melly dan Zaki! Kevin sangat marah kepada Adik angkatnya itu.


Ketika Kevin sedang berpelukan dengan Talia? Tiba-tiba saja telponnya berdering. Kevin mengkerutkan dahinya, lalu mengangkat telpon tersebut.


"Hallo?" Jawab Kevin.


"Tuan Maafkan saya! Karena sudah gagal menjaganya? Beliau sekarang sudah beristirahat dengan tenang. Anda yang sabar."


Bagai tersampar pertir? Kevin yang menerima kabar buruk itu pun. Langsung terkulai lemas tak bertenaga.

__ADS_1


__ADS_2