
Setela perjalanan hampir satu jam? Carisa dan Kenzo di bawa ke sebuah rumah yang sangat mewah. Ketika masuk mereka melihat taman bunga yang sangat luas. Carisa mengkerutkan dahinya dan bertanya-tanya siapa pemilik rumah besar ini.
Sesampainya di tempat tujuan? Mobil berhenti di depan pintu besar berwarna puti? Terlihat beberapa Maid dan juga Bodyguard sedang berdiri! Carisa dan Kenzo saling melirik? Mereka binggun kenapa laki-laki bertubuh besar itu membawanya ke rumah itu? Akhirnya Carisa menanyakan pada laki-laki yang duduk di depan.
"Maaf Pak? Ini rumah siapa ya." tanya Carisa penasaran.
Laki-laki itu terseyum, lalu menjawab?
"Nanti Nona akan tahu siapa pemilik rumah ini? Beliau tadi bilang anda istirahat terlebih dahulu. Nanti setelah anda merasa lebih baikan! Beliau akan menemui anda," Ucap Laki-laki itu.
Carisa melirik ke arah Kenzo kembali. Walapun dirinya penasaran? Tapi Carisa tidak bertanya kembali.
Carisa dan Kenzo, segera turun dari mobil! Mereka di sambut dengan baik oleh para Maid itu. Lalu laki-laki yang sejak tadi bersamanya di dalam mobil memangil, salah satu Maid.
"Bu Dian?" pangil sie laki-laki itu.
Seorang Maid paruh baya itu menghampiri Laki-laki itu.
"Non Carisa? Perkenalkan ini namanya ibu Dian. Beliau adalah kepala pelayan di sini. Jika Nona membutuhkan sesuatu! Nona bisa memintanya kepada beliau." ucap laki-laki itu.
"Terima kasih," ucap Carisa tulus.
Wanita paruh baya dan laki-laki berbadan besar itu mengagukan kepalanya.
"Bu Dian? Tolong bawa Nona Carisa dan sepupunya ke kamar masing?" ucap Laki-laki itu. Lalu Bu Dian pun mengangguk kepalanya.
"Nona Caria, tuan muda? Mari ikut saya." Bu Dian berjalan di depan dan di belakan di ikuti oleh Carisa dan Kenzo! Di belakan Carisa dan Kenzo di ikuti dua Maid.
Carisa dan Kenzo saling melirik ketika mereka menaiki Lift. Setelah Lift berhenti di lantai tiga? Mereka berlima keluar dari dalam lift dan menuju ke salah satu pintu besar berwarna putih. Dua Maid yang mengikuti Carisa dari belang membuka pintu itu.
Carisa, Kenzo dan Bu Dian masuk ke kamar yang bernuansa Maskulin! Lebih tepatnya untuk kamar remaja laki-laki.
Ini ya foto kamar untuk Kenzo.
__ADS_1
"Silahkan masuk Nona muda, tuan muda." ucap Bu Dian.
Kenzo dan Carisa terlihat kagum ketika melihat kamar mewah! Yang di tunjukan oleh kepala pelayan.
"Wah? Kamar kamu gede bange Kenzo!" ucap Carisa.
"Iya Mba? Ini besar baget dua kali lipat dari kamar aku yang berada di rumah utama. Ini sih seperti Kamarnya, Mba Carisa yang di ambil Kak Kanza." ucap Kenzo dan menjawab pertanyaan dari Carisa.
"Kalo begitu, Tuan Kenzo silahkan istirahat dulu! Biar saya antar Non Carisa ke kamarnya." ucap Bu Dian.
Kenzo pun mengangguk kepalanya? Dia juga lelah setelah tadi di bawa ngebut oleh Bodyguard dari Mamihnya.
"Yasudah, kamu istirahat dulu, jangan banyak pikiran? Urusan Papi Kamu nanti Mba yang coba tanya ke salah satu Bodyguard disini." Carisa tahu? Jika Kenzo sedang gelisah memikirkan papinya, yang entah berada di mana.
"Baik Mba?" jawab Kenzo.
Carisa, Bu Dian dan dua Maid itupun! Keluar dari kamar Kenzo dan segera menuju kamar Carisa yang tepat berada di depan pintu kamar Kenzo. Mereka berempat melagkahkan kakinya, menuju pintu besar berwarna putih dan lagsung masuk.
Ketika pintu terbuka? Carisa sangat kagum melihat ruangan kamar yang begitu sangat indah. Dulu ketika kedua orang tuanya masih ada? Kamarnya yang berada di rumah utama Mahendra. Tidak kalah indah dengan kamar yang sekarang di lihatnya.
Carisa, merasa heran! kenapa orang yang membantunya, sangat baik dan memberikan pasilitas mewah untuknya dan Kenzo. Carisa yang penasaran pun akhirnya bertanya.
"Bu Dian? Bolehkah saya bertanya?" tanya Carisa.
"Oh! Tentu saja Nona. Anda ingin menayakan apa?" jawab Bu Dian.
"Kalo boleh saya tahu? Siapa pemilik rumah ini? Maksud saya siapa orang yang sudah meyelamatkan saya." Tanya Carisa.
Sebenarnya Carisa tidak enak! Menayakan pemilik rumah ini. Namu dirinya penasaran, siapa pemilik rumah mewah ini. Bu Dian yang mendapat pertanyaan pun hanya terseyum.
"Nanti jika sudah waktunya tiba, anda pasti Bertemu dengan pemilik rumah ini Nona? Sekarang lebih baik Nona, makan lalu istirahat." Jawab Bu Dian.
Carisa pun terseyum ketika mendapat jawaban dari Bu Dian. Carisa berjalan berdampingan dengan Bu Dian ke tempat meja yang sudah tersedia makanan, yang ada di dalam kamarnya.
__ADS_1
Carisa di layani seperti seorang putri raja! Padahal Carisa sudah menolaknya, dan akan mengambil makanannya sendiri.
Salah satu Maid menyalakan Tv? Bu Dian memberikan sepotong Kue kepada Carisa.
"Silahkan Non, di cicip Kuenya." ucap Bu Dian.
Carisa menerima piring itu, dari sejak tadi dia sangat lapar. Tadi di mobil hanya makan cemilan saja! Ketika Carisa akan memakan Kue itu. Terdengar suara pintu di buka dengan keras.
"Buugghhh,"
Semua orang yang ada di dalam kamar! Menatap ke arah pintu? Ternyata Kenzo yang membuka pintu itu dengan nafas terengah-engah? Carisa berdiri dari duduknya dan merasa heran keoada Adik sepupunya.
"Matikan Tvnya!" Kenzo berteriak di ambang pintunya.
Maid yang masih terlihat kaget pun! Tidak lagsung mematikan Tvnya dan malah menjatuhkan Remotnya.
"Kenzo ada apa," Carisa meghampiri sang adik.
Namun ketika mendegar nama Daffin! Di sebut di Tv? Carisa lagsung membalikan tubuhnya, yang tadi sempat meghampiri Kenzo.
Pemberitaan tentang Kematian sang Kakek dan Kasus Foto-foto me*um Daffin tersebar di internet. Hati Carisa bagai tersayat belati! Ketika mendapat kenyataan pahit. Kakek satuan-satuannya yang di miliki, kini sudah pergi jauh meningkanya.
Carisa menagis sambil menatap ke arah Tv yang masih membicarakan Daffin dan Kematian Kakeknya. Ada yang bilang jika kematian Kakek Yudanta, di sebabkan! Oleh foto-foto yang beredar di internet.
"Matika Tvnya," Kenzo kembali berteriak kepada Maid, yang masih belum mamatika Tv itu.
Kenzo meghampiri Carisa yang menagis tersedu-sedu! Pasti Kakak sepupunya ini pasti hatinya sangat sakit. Apalagi, Suaminya meniduri Kakaknya? Yang lebih sakit lagi. Sang Kakek meningal akibat beredarnya foto-foto Daffin dan Kanza di internet.
Kenzo mencoba menenagkan Kakak sepupunya. Carisa menangis sejadi-jadinya, dia ingin pergi menemui Kakeknya sebelum di makamkan. Kenzo memeluk sang Kakak? Hatinya sakit setiap melihat Carisa menagis.
"Hiks...Kenzo? Mba ingin bertemu Kakek sekarang, tolong bawa Mba sekang bertemu Kakek?" Dengan berlinang air mata Carisa memohon, untuk di pertemukan dengan sang Kakek.
"Mba? Kita harus Ikhlas! Jang memperberat kepergian Kakek! Sekarang Kakek sudah tidak mereasakan sakit lagi. Kenzo mohon, Kakak Ikhlasksn Kakek." Kenzo berucap, sambil memeluk erat Carisa yang menangis.
"Aku ingin bertemu Kakek, Aku ingin ikut Kakek?" Carisa semakin menangis histeris, Kenzo sedikit pun tidak melepaskan pelukannya.
__ADS_1
Ketika Carisa tengah menagis histeris! Tiba-tiba saja semuanya panik?