
Orang tersebut langsung saja berjalan ke arah ruang makan? Karena tadi! Salah satu Bodyguard, memberi tahu jika Tuannya sedang sarapan. Keti orang itu sampai di ruang makan? Dan langsung meyapa merka.
"Selamat pagi semuanya?"
Kevin dan semua yang ada di sana langsung mengarahkan, pandagan. Ke arah suara itu. Kevin, sedikit kaget ketika melihat orang itu berdiri di hadapanya.
"Pak Alan?" ucap Kevin.
"Selamat Pagi Pak Alan?" Sapa Talia.
Pak Alan langsung mengagukan kepalan. Ketika Tuan mudanya, dan nonanya meyapa dirinya. Pak Alan, terseyum ketika melihat di meja makan itu! Tidak hanya ada Kevin dan Talia. Tapi juga ada Kenzo dan Carisa, Pak Alan menatap sendu ke arah Carisa? Dirinya merasa bersalah karena tidak bisa membantu meyelamatkannya.
"Non Risa?" Pak Alan meyapa Carisa.
"Eh... selamat pagi Pak Alan, bagai mana kabar anda hari ini." Carisa menyapa Pak Alan dengan sopan.
"Alhamdulillah Non, baik." Pak Alan menatap ke arah Carisa dengan sendu.
Kevin melirik ke arah istrinya, dan Talia juga sama melirik ke arah suaminya? Talia yang terus di tatap oleh Kevini. Langsung mengerti? Palu memgagukan kepalanya dan meyuruh Kevin, untuk segera pergi dengan Pak Alan.
Kevin yang sudah mendapat persetujuan dari sang istri, langsun berdiri. Dan menyuruh Carisa, untuk sarapan dengan istri.
"Sayang? Kamu sarapanya di temani Mami dan Kenzo dulu ya. Papi ada urusan sebentar dengan Pak Alan." ucap Papi Kevin, sambil mengelus kepala Carisa.
Carisa menatap sang Papi dan tidak menjawa ucapan dari Papinya. Lalu Carisa menatap ke arah Pak Alan, yang sedang terseyum kepadanya. Jelas-jelas tadi Carisa melihat jika wajah Pak Alan, terlihat sedikit muram.
Carisa menatap Kenzo dan Maminya? Yang sedang diam menatspnyq? Lalu Carisa mengaggukan kepalanya. Lalu Kevin pun pergi bersama dengan Pak Alan
Mami Talia menghela nafanya, ketika melihat Carisa hanya mengaduk-aduk makananya saja? Tanpa di maksn sedikit pun. Lalu Mami Talia menegur Carisa.
"Sayang? Kenapa makananya hanya di aduk-aduk saja." Tanya Mami Talia dengan lembut.
Carisa menghela nafanya? Padahal tadi perutnya sangat lapar. Tiba-tiba saja Carisa menjadi lapar lagi.
"Mih? Risa engga mau makan bubur?" ucap Carisa.
"Terus Kamu mau makan apa sayang?" Mami Talia bertanya kepada Carisa.
"Risa, engga mau apa-apa Mih!"
Mami Talia menghela nafasnya kembali? Mami Talia harus memaklumi. Karena mood ibu hami selalu berubah-ubah! Lalu Mami Talia meyuruh Bu Dian untuk mebuat Susu, untuk Carisa.
"Mba Dian? Tolong buatkan susu untuk Carisa?" ucap Mami Talia, meyuruh Bu Dian untuk membuatkan untuk Carisa.
__ADS_1
Carisa yang mendegar Maminya, meyuruh Bu Dian membuat susu kembali membulatkan matanya, lalu berkata.
"Jangan Mih? Risa sudah minum susu tadi."
Mami Talia, menatap Carisa? Lalu terseyum dan berucap.
"Oh, Mami kira kamu belum minum susu sayang? Mami minta maaf," ucap Mami Talia.
Carisa mengagukan kepalanya? Kenzo, yang sejak tadi hanya diam dan memperhatikan dua orang yang sedang mengobrol itu. Akhirnya, membuka suaranya.
"Apa Mba Risa, mau Kenzo yang suapi. Sekarang Mba msu makan apa!" ucap Kenzo menawarkan dirinya untuk meyuapi Carisa.
Kenzo yang mengetahui? Jika Kakak sepupunya, belum makan dengan benar dari tadi malam. Akhirnya Kenzo, memcoba membujuk Carisa agar mau makan.
Namun? Ternyata tawaran Kenzo di tolak oleh Carisa. Sebenarnya hari ini! Carisa ingin memakan sesuatu, yang pernah di buatkan oleh suaminya. Namun karena dirinya sedang marah dengan Daffin? Terpaksa Carisa menahan keinginanya.
"Mba, lagi engga mau makan apa-apa! Mba hanya ingin isirahat saja." Ucap Carisa.
Mami Talia dan Kenzo saling menatap? Mami Talia juga tidak mau memaksa Carisa.
"Ya sudah tidak apa-apa? Nanti minum susu dan makan buah-buahan saja. Nanti Bu Dian anak meyiapkanya. Oh iya sayang? Mami setelah sarapan, mau pergi ke taman belang! Apa kamu mau ikut sayang," ucap Mami Talia.
Carisa, menatap sang Mami? Lalu mengangguk kepalanya dan setelah mereka selesai sarapan? Ketiga orang itu, hendak akan pergi ke taman belakan. Namu ketika mereka sudah sampai di pintu keluar? Tiba-tiba saja salah satu Maid meghampiri mereka.
"Ada apa Mba," Tanya Mami Talia.
"Maaf Nyonya? Tuan Kevin, memagil Den Kenzo untuk menemui Tuan Kevin di ruang kerjanya," ucap Maid itu.
Carisa menatap sang Adik? Lalu menatap Maminya, lalu bertanya kepada Maid itu.
"Mba? Apa hanya Kenzo yang di pangil oleh Papi!" Tanya Carisa penasaran.
"Maaf Non! Tadi Tuan Kevin, hanya menyuruh saya? Untuk memangil Den Kenzo saja yang datang ke ruang kerjanya." Ucap Maid itu kembali.
Carisa pun mengangguk kepalanya? Lalu meyuruh kenzon untuk segera meghampiri papinya.
"Kenzo, sana cepat temui Papi." ucap Carisa, lalu meyuruh Kenzo untuk segera pergi.
Kenzo mengagukan kepalanya? Dan langsung pergi dari taman itu.
* * *
Sedagkan Kevin dan Pak Alan sedang membicarakan. Masalah Zaki dan juga Melly, yang sudah tertangkap oleh Bodyguard yang Pak Alan tugaskan.
__ADS_1
"Di mana Zaki dan Melly, sekarang." Kevin tanpa basa-basi lagi? Lagsung menayakan keberadaan sang adik dan adik iparnya.
"Zaki, sudah saya masukan ke dalam penjara dan Melly juga saya sudah masukan kepanjara wanita. Tapi? Ketika hari pertama masuk penjara? Melly memul teman satu selnya, dan beberapa hari ini selalu berbuat ulah. Wanita itu sering mengamuk. Sehingga di tempatkan di sell khusus." Pak Alan, menjelaskan keberadan Zaki dan juga Melly! Yang sudah tertagkap.
Kevin terseyum sinis! Ketika mendegar, jika Melly membuat onar di dalam penjara.
"Masih berani wanita itu, bersikap arogan!" ucap Kevin.
Pak Alan hanya diam! Ketika Kevin, mencibir Melly dan Pak Alan meghela nafasnya? Benar apa yang di katakan oleh Kevin! Jika Melly sangatlah bersikap Arogan. Dia rela mengorbankan anak-anaknya dan juga suaminya, untuk mencapai apa yang dia inginkan.
"Pak Alan? Untuk sementara! Tolong Anda hendel. Perusahan Milik Papi. Sampai Carisa sangup untuk memimpin perusan Mahedra group." Ucap Kevin.
Pak Alan yang mendapat perintah dari Tuan mudanya, langsung mengangguk kepalanya. Lalu berkata?
"Tuan, bagaimana dengan masala, Tuan muda Daffin dan Nona Carisa?" Tanya Pak Alan.
Karena Pak Alan Tidak percaya? Jika foto-foto yang tersebar di internet. Itu foto-foto asli. Yang Pak Alan tahu! Daffin sekarang sangat mencintai Carisa.
"Saya sedang menunggu, klarifikasi dari Daffin? Papi Ravindra, menelpon saya kemari. Jika foto-foto itu jebakan dari rekan bisnis Daffin dan Tristan." Jelas Kevin.
"Lalu? Bagaimana dengan Kanza, anak kandung Melly." Tanya Pak Alan Kembali.
"Setelah Daffin, mengadakan klarifikasi? Langsung saja tangkap anak itu dan penjarajan dia bersama ibunya? Supaya mereka jera dan berpikir. Apa yang sudah mereka lakukan itu salah dan semoga cepat sadar dengan kesalahanya." ucap Kevin.
Pak Alan, mengaggukan kepalanya! Pak Alan sangat kagum dengan tuan mudanya. Tidak sia-sia, Kakek Yudanta mendidik, anak sulungnya itu dengan sangat keras? Pak Alan sangat mengetahui Kevin kecil! Yang harus menuruti keinginan Ayahnya. Dan hidup tanpa kasih sayang sang ibu? Walapun Kevin tidak sangup melakukanya, tapi dia tidak pernah menyerah dan terus berusaha dan membuat Papinya bangga. Ketika Pak Alan sedang melamun? Tiba-tiba saja Pak Alan teringat sesuatu. Ya kemarin Zaki meminta dirinya, untuk bertemu dengan Kevin dam Kenzo.
"Tuan? Ada satu hal lagi yang ingin saya bicarakan. Tapi sebelumnya, jika Anda tidak berkenan! Tidak usah di paksakan." ucap Pak Alan.
"Apa yang ingin Pak Alan bicarakan," Tanya Kevin.
"Zaki, ingin bertemu dengan anda dan juga Kenzo?"
Kevin menghela nafanya? Bagaimanapun, Zaki adalah sodaranya. Dan mereka tumbuh bersama.
"Baiklah? Saya akan menemui Zaki. Dan membawa Kenzo untuk bertemu dengannya." Ucap Kevin. Lamu mengambil telpon ru
Pak Alan dan Kevin? Membahas masalah-masalah yang ada di perusahan Mahendra group. Lalu terdegar ketukan pintu dari luar.
'Took,'
'Took,'
'Took?'
__ADS_1