
Carisa jatuh pingsan di dalam pelukan Kenzo? Bu Dian dan dua Maid panik, dan langsung meghampiri Kenzo yang masih memegang kepala Carisa yang hampir terjatuh.
"Cepat kalian cari Bodyguard," Teriak Bu Dian kepada salah satu Maid itu, Bu Dian mengambil telpon dan menghubungi dokter pribadi yang sering memeriksa majikanya. Wanita paruh baya itu sangat panik, ketika melihat Nona kecilnya jatuh pingsan.
Tidak lama? Bodyguard pun datang, dan lagsung mengagkat Carisa dan membarigkan tubuh kecil itu ke tempat tidur. Bu Dian menatap gadis yang sangat mirip dengan kedua majikanya itu? Bu Dian membelai wajah Carisa. Lalu meyuruh Maid mengambil air hangat dan baju ganti.
"Kalian berdua? Tolong ambilkan air hangat dan baju ganti," Bu Dian meyuruh dua maid itu untuk mangambil air dan baju ganti. Lalu Bu Dian menata Kenzo dan Bodyguard itu.
"Den Kenzo? Anda bisa istrirahat di kamar anda, terlebih dahulu? Biar Nona Carisa, saya yang akan merawatnya. Saya akan Mengantikan bajunya." Ucap Bu Dian sopan, kepada Kenzo.
Kenzo pun mengagukan kepalanya, dan langsung pergi menigalkan kamar Carisa. Setelah Kenzo pergi Bu Diah melirik ke arah Bodyguard lalu berucap.
"Jika dokter Abiyan datang? Kamu lagsung suruh beliau masuk." ucap Bu Dian, kepada Bodyguar itu.
Setelah empat puluh menit? Dokter Abiyan pun datang dengan tergesa-gesa.
"Tok...tok...tok?"
Bu Dian yang sedang menempelkan handuk basah pada kening Carisa! Langsung menoleh ke arah pintu yang di ketuk.
"Dokter Abiyan?" ucap Bu Dian,
"Untung saja Dokter datang dengan cepat. Nona Carisa tiba-tiba saja badanya panas," ucap Bu Dian khawatir.
Dokter Abiyan segera meghampiri Carisa? Dan langsung memeriksanya. Bu Dian, sangat gelisah ketika Carisa sedang di periksa.
"Bu Dian di mana Tuan Kevin?" Tanya Dokter Abiyan.
"Tuan sedang pergi ke rumah sakit? Sedagkan Nyoya sedang istirahat di rumah belakang." ucap Bu Dian.
Dokter Abiyan mengagukan kepalanya! Karena dirinya tadi sempat membantu sang Kakak di rumah sakit. Karena Tuan Besar Yudanta meningal? Namu ketika dirinya, mendapatkan telpon dari Rumah utama Kevin. Abiyan pun segera pergi.
Dokter Abiyan, sebenarnya ingin meyampaikan kondisi Carisa kepada Kevin. Namun karena tidak ada? Jadi Dokter Abiyan meyampakannya, kepada Bu Dian.
"Bu Dian? Kehamilan Nona Carisa, masih sangat muda dan rentan. Jadi saya harap anda bisa menjaganya dengan baik! Jangan sampai di stres, dan berikan makanan-makanan yang bergiji untuk ibu hamil. Dan tolong suruh Bodyguar, untuk menebus obat dan vitaminya." ucap Dokter Abiyan dan menatap Carisa.
Bu Dian pun segera pamit! Untuk meyerahkan resep obat itu kepada salah satu Bodyguard. Agar segera menebus obatnya, setelah itu Bu Dian kembali ke kamar Carisa? Bu Dian juga meyuruh Maid untuk membawakan jus dan cemilan ringan, untuk Dokter Abiyan.
"Cantik?" gumam Dokter Abiyan dan menata Carisa dengan dalam.
__ADS_1
Dokter Abiyan sebenarnya, sudah mengenal Carisa? Karen Talia ibu kandung Carisa, sangat sering membicarakan tentang Carisa, kepada Dokter Abiyan.
*
*
*
Sedagkan di Rumah sakit! Semua orang yang berada di depan ruangan ICU kaget? Melihat seseorang yang sedang meghampiri mereka. Semuanya, terheran-heran? Kecuali Pak Alan.
Dengan mata yang memerah? Karena menahan air matanya, supaya tidak terjatuh. Kevin meghampiri sahabat baik Papihnya? Yang selama ini sudah membantunya.
"Papih Ravindra," ucap Kevin lirih.
Kakek Ravindra pun meneteskan air matanya. Apalagi beliau sejak tadi pagi menunggu perkembangan sahabatnya, yang sejak tadi sedang berjuang di ruang ICU! Hinga meghbuskan nafas terakhirnya.
"Kamu sudah kembali?" Tanya Kakek Ravindra.
Kevin mengagukan kepalanya, dan lagsung memeluk Kakek Ravindra. Air matanya sudah tidak bisa di bendug lagi. Kevin menangis di pelukan Sahabat Papihnya.
"Ikhlaskan? Papi, Kamu sudah terlalu lama menahan sakit. Sekarang dia sudah meyerah setelah kamu sudah sembuh? Tanggung jawabnya, menjaga Carisa sudah selesai." Ucap Kakek Ravindra kepada Kevin yang masih menagis di dalam pelukan Kakek tua itu.
Papi Daranendra dan Mami Auli, serta Tristan Bingung? Karena yang mereka tahu? Kevin dan Talia sudah meningal.
"Papi? Apa Papih bisa jelaskan kepada Kami." Tanya Papi Daranendra.
"Tidak sekarang? Nanti setelah pemakaman selesai. Papi akan menjelaskannya," Ucap Kakek Ravindra.
Akhirnya mereka pun diam? Mami Aulia menenagkan sang suami. Sedagkan Tristan mengirim pesan kepada Daffin, yang berada di rumah.
* * *
Daffin, yang berada di kamar? Yang sedang duduk di sisi ranjang dan memeluk baju bayi yang Carisa beli. Tiba-tiba saja ada notifikasi pesan di hendphonnya.
Tingg!
Daffin mengambil hendphonenya, dan melihat siapa yang mengirimnya pesan. Setelah Daffin mengambil benda pipih itu di atas nakas? Daffin membuka pesan tertsebut, yang ternya pesan dari Tristan.
"Mas Daffin di mana, apa Mas baik-baik saja?" Tanya Tristan .
__ADS_1
"Mas sedang ada di rumah," balas Daffin.
"Bagus? Mas jangan keluar dulu sebelum beritanya benar-benar sudah tidak heboh. Nanti jika tepat waktunya, kita beri klarifikasi." ucap Tristan, mengirim pesan kepada Daffin.
"Tristan bagaimana? Jika Carisa melihat foto-foto di Tv! Dan nantinya membeci Mas dan salah paham." balas Daffin.
"Nanti? Kita jelaskan kepada Mba Carisa. Jika semuanya itu salah paham. Nanti setelah selesai pemakaman Kakek Yudanta? Kita bicarakan ini kepada semua keluarga kita, secara pelan-pelan. Termasuk acaman Alex?" Balasan pesan Tristan, yang terakhir. Membuat Daffin sedikit lega. Namu tetap saja untuk beberapa hari ke depan Daffin tidak bisa pergi ke mana-mana.
"Sayang Aku merindukan kalian, cepatlah kembali." gumam Daffin dan terasa butiran bening keluar dari matanya.
(Kembali ke rumah sakit)
Tristan tidak memberitahu Daffin? Jika Ayah mertuanya masih hidup. Tristan ingin melidugi Daffin, dari kejaran para wartawan? Jika dirinya memberitahu Daffin sekarang. Sudah di pastikan Daffin! Pasti akan menyusul ke rumah sakit. Dan sudah di pastikan? Jika wartawan pasti sudah menunggu mereka di depan loby rumah sakit.
Trista menatap Kevin yang masih mengobrol dengan Kakeknya, dan Tristan pun sebenarnya penasaran. Apa yang sebenatnya terjadi dua tahu yang lalu, dan kenapa Kakeknya, meyembuyikan kematianya kedua orang tua Carisa.
Papi Kevin, sejak tadi wajahnya terus saja. Berlinang air mata! Pak Alan, meghampiri Tuan mudanya, dan mencoba menguatkan anak majikanya ini dan berucap.
"Ikhlaskan, selama ini Tuan Kevin tidak bersalah? Allah sudah merencanakan semuanya." Jelas Pak Alan saambil mengusap bahu Papi Kevin
Setelah itu pintu kamar ICU terbuka? Dokter keluar dari ruangan itu. Mereka pun sudah tidak menayakan kabar kepada Dokter itu.
"Maaf semuanya? Apakah ja*adnya mau di urus sekarang!" Tanya Dokter tersebut.
Mereka semua diam, tidak ada yang bisa menjawab? Karena semuanya keputusan ada di tangan Kevin! Kakek Ravindra menepuh bahu Papi Kevin.
"Ikhlaskan? Biarkan Papih kamu pergi dengan tenang. Dia pasti bahagia anak dan menantunya kembali." ucap Kakek Ravindra.
Dengan mata yang memerah Papi Kevin, tidak kuasa menahan kesedihannya lagi. Beliau memeluk kembali sahabat dari Papinya itu, dan menagis di pelukan Kakek Ravindra.
Kake Ravindra, mengedipkan matanya kepada Pak Alan, untuk segera megurus ja*ad Kakek Yudanta. Akhirnya Pak Alan pun segera memberi tahu dokter. Untuk segera mengurus! Ja*ad Kakek Yudanta dan akan di bawa pulang. Ja*ad itu akan di bawa pulang ke rumah utama Hutomo.
* * *
Sedagkan di rumah mewah? Carisa demam tinggin. Kenzo yang tadi sempat ingin istirahat pun, mengurugkan niatnya untuk beristiraha dan lebih memilih menjaga sang Kakak yang sedang demam tinggi. Kenzo sangat sedih atas apa yang sudah menimpah keluarganya.
Berawal dari Maminya yang bersikap kejam, dan Papinya yang hilang entah berada di mana! Sekarang Kenzo harus kehilangan sang Kakek yang sangat dia sayangi. Kenzo berusa kuat! Karena dirinya masih mempuyai Kakak sepupunya yang sangat menyayanginya.
"Mba Carisa, harus kuat. Kita ikhlaskan kepergian Kakek! Aku janji akan melindugi Mba." gumam Kenzo.
__ADS_1
Kenzo sangat sedih melihat Kakak sepupunya yang terbaring lemah? Dengan infus di tangannya. Kakak Sepupunya ini pasti sangat terpukul ketika mendegar Kakeknya meningal.
Kenzo menagis, dirinya juga binggu harus bagaiman. Sekarang yang Kenzo punya hanyalah Carisa. Kakak sepupunya. Kenzo sangat ingin mengantarkan kepergian Kakeknya! Ketempat peristirahatanya yang terakhir? Namu Kenzo tidak tahu dirinya sekarang berada di mana.