DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin

DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin
BAB 73


__ADS_3

"Tapi kenapa Papi Yudanta, meyembuyikan Kevin, selama dua tahun? Dan membiarkan Carisa tingal dengan orang-orang jahat itu." Ucap Mamih Aulia sedikit kesal.


Lalu sang Papi, menjelaskan kronologis apa yang di alami oleh Kevin selama dua tahun ini! Dsn terpaksa menitipkan Carisa kepada Omnya.


"Ketika Kevin mengalami kecelakaan? Kevin di temukan hanyut di sugai dan kepalan terbentur benda keras? Tubuh Kevin di temukan oleh para Bodyguard, yang di suruh oleh Alan. Namun setelah di bawa ke rumah sakit? Kondisi Kevin sangat parah. Akibat benturan keras di kepalanya dan meyebabkan dia koma selama satu setengah tahun! Akhirnya Alan memutuskan untuk menyembuyikan Kevin." Kakek Ravindra menjelaskan panjang lebar.


"Ya ampun? Aku, telah berburuk sagka! Kepada Kevin." ucap Mami Aulia.


"Sebenarnya, tidak hanya Kevin! Yang masih hidup? Tapi Talia juga masih hidup. Selama Kevin koma? Talia juga menjalani kemo theraphi karena Talia, terkena kanker otak setadiu awal," Jelas Kakek Ravindra kembali.


"Apa?"


Mami Aulia terlihat syok? Mendegar jika sahabat baiknya juga masih hidup. Padahal Mami Aulia sudah sangat bersalah kepada sahabatnya itu! Karena tidak mengikuti acara pemakaman sahabatnya.


"Pih? Apa Papih tahu di mana mereka sekarang. Aku ingin menemui Talia Pih?" Dengan berlinang air mata! Mami Aulia bertanya keberadaan sahabatnya itu, kepada sang Papi.


Papi Daranendra? Yang melihat sang istri menagis langsung memegang bahu istrinya, dan mengusap bahunya supaya tidak terlalu syok dan sedih. Papi Daranendra, tahu jika sang istri sangat menyayagi sahabatnya itu.


"Papi belum tahu keberadaan mereka? Tapi nanti setelah keadaan sudah membaik! Melly dan Zaki sudah tertagkap, baru Papi akan membawa kalian bertemu mereka." Ucapa Kakek Ravindra, lalu mengalihkan pandaganya menatap Daffin.


"Daffin?"


Kakek Ravindra memagil Daffin, cucu sulungnya, dengan suara tegasnya? Lalu Daffin pun mengarahkan pandaganya ke arah sang Kakek tercinta.


"Iya Kek?" jawab Daffin.


"Ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan? Jika masalah foto-foto itu Kakek sudah meyerahkannya, kepada Tristan." Ucap Kakek Ravindra.


Daffin terdiam dan binggung harus menjawab apa kepada sang Kakek. Kalo masalah Carisa hamil? Sebenarnya, Daffin ingin mengumumkannya bersa dengan Carisa! Tapi karena kondisinya tidak memugkinkan, Akhirnya Daffin pun ingin memberitahu kabar baik itu sekarang.


"Kek? Sebenarnya Daffin, tidak ingin memberitahu ini sekarang? Karena Daffin ingin memberi kabar baik ini bersa Carisa. Makanya Daffin harus menemukan Carisa secepatnya. Daffin harus keluar untuk mencari Carisa! Jadi tolong izinkan Daffin untuk mencari istri Daffin. Kek" Ucap Daffin sendu.


Semua keluarga Hutomo sangat penasaran dengan kabar baik yang di maksud oleh Daffin! Mereka pun menatap Daffin, untuk segera memberi tahunya.

__ADS_1


"Daffin, kabar baik apa maksud kamu? Jangan bikin Mami penasaran Nak." Mami Auli sangat penasara dan mendesak anak sulungnya.


Daffin meghela nafas panjang? Mugkin dengan mendegar kabar baik ini akan mengurangi rasa sedi Maminya. Daffin menghampiri Maminya dan berlutut! Sambil memegang lenganya.


"Mih? Carisa positive hamil dam Mami, sebentar lagi akan menjadi nenek," Daffin memberi tahu sang Mami dengan bangganya, jika dirinya akan menjadi seorang ayah. Daffin menahan air mata bahaginya yang hampir terjatuh.


Sedangkan Mami Aulia? Sangat bahagi begitu pun Papi Daranendra dan Kakek Ravindra. Setelah mendapatkan musibah yang bertubi-tubi. Sekarang mendapatka kebahagian.


"Selamat ya sayank? Sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ayah. Mami ingin segera bertemu dengan Carisa dan ingin memeluknya. Pih cepat cari Carisa? Mami tidak Mau terjadi sesuatu kepada Menantu dan Cucu mami." Mami Aulia sangat bahagia,mendegar akan menjadi seorag nenek.


Lalu Daffin menatap lagi ke arah sang Kakek dan memohon izin untuk mencari Carisa.


"Kek, Daftin izin mencari Carisa? Daffin tidak mau terjadi sesuatu kepada mereka berdua." Daffin tetus memohon mepada sang Kakek.


"Tidak Daffin? Kakek tidak bisa megizinkan kamu keluar? Sebelum semuanya selesai. Kamu hanya boleh di rumah dan kamu percaya sama Kakek? Carisa akan baik-baik saja dan sudah berada di tempat yang aman. Jadi Kamu tidak perlu khawatir." Ucap Kakek Ravindra.


"Tapi Kek,"


"Tapi Kek? Daffin sangat ingin bertemu Carisa dan calon anak kami." Daffin sedikit memaksa kepada sang Kakek.


Semua orang yang berada di sana menatap Daffin? Apslagi Mami Aulia, yang menatap ke arah Daffin.


"Daffin? Ikuti apa yang di katakan Kakek. Takutnya Carisa akan salah paham sama kamu, jika belum mengadakan klarifikasi tentang foto-foto itu." Mamih Aulia, menatap putra sulungnya dengan air mata berkaca-kaca.


"Sebenarnya Papi benar-benar bingung? Di mulai meningalnya Papi Yudanta, dan kembalinya Kevin? Dan juga Caris meghilang dan tidak tahu keberadaannya?" Papi Daranendra benar-benar tidak mengerti. Kenapa bisa, semuanya secara kebetulan.


"Ini semua bukan secara kebetulan Pih? Tapi memang sudah di rencanakan oleh Melly." Semua orang mengarahkan wajahnya, kearah Tristan yang menjawab pertanyaan sang Papi.


"Masud kamu, Tristan? Jangan bilang kamu sudah memgetahu sejak lama! Jika kematian Kakek Yudanta ada unsur di sengaja dan kembalinya Kevin? Kamu sudah lebih dulu tahu." tanya Papi Daranendra.


"Apa yang Papi katakan benar? Melly memang merencanakan ini semua. Dia sengaja menemui Kakek Yudanta dan membuat, peyakit Kakek Yudanta kambuh. Hingga Kakek Yudanta, harus masuk ruang ICU lagi dan foto-foto Mas Daffin. Menjadi senjata Melly! Untuk meyakinkan Kakek Yudanta dan memfitnah Mas Daffin? Jika Mas Daffin berseligkuh dengan sepupunya, Mba Carisa dan foto-foto Mas Daffin dengan Rosa ikut di perlihatkan." ucap Tristan.


"Jika masalah Om Kevin, Saya memang sudah mengetahuinya, jauh-jauh hari. Sebelum Kakek mengetahuinya, dan soal kehamilan Mba Carisa aju juga di beritahu oleh mas Daffin tadi siang." Jelas Tristan dan menceritakan semuanya.

__ADS_1


Daffin tidak menyagka jika sang adik, lebih dulu mengetahui kembalinya! Sang ayah mertua, Daffin merasa marah. Sampai-sampai dirinya mengepalkan kedua tangganya, lalu berkata.


"Kenapa kamu tidak memberitahu saya Tristan?" Ucap Daffin yang menatap tazam ke arah Tristan dan mengepalkan kedua tangannya.


"Maaf Mas? Jika Mas menayakan masalah Om Kevin. Saya hanya menjaga amanat dari Kakek Yudanta? Karena Kakek Yudanta yang menyuruh aku merahasiakan ini semua! Demi keselamatan Om Kevin dan tante Talia." jelas Tristan kembali. Supaya sang Kakak sulung tidak salah paham.


"Lalu dari mana awal mulanya, kamu tahu jika Kevin masih hidup. Ataw jangan-jangan kamu juga mengetahui rencana buruk Melly." Tanya Kakek Ravindra, dan menatap Tristan.


"Sebenarnya aku tidak sengaja bertemu di parkiran apartemen milik sahabatnya, Mba Carisa." Jelas Tristan kembali.


Lalu terdegar suara? Mamih Aulia aedikit berterian kepada Tristan.


"Maksud kamu di apartemen Amel!" Jawab Mamih Aulia.


"Mamih benar? Awalnya Aku ingin membujuk Mba Carisa untuk pulang. Tapi setelah saya sampai di parkiran apartemen Amel, ternyata Mamih sudah lebih dulu berada di sana. Ketika aku ingin meghampiri kalian! Ternyata mobil yang terparkir di sebelak aku. Ternyata adalah mobil Om Kevin dan Aku pun bisa mendegar ucap Om Kevin. Yang sangat merindukan Mba Carisa." Tristan terus menjekaskan, awal mulanya dirinya bertemu dengan Kevin? Sehinga dirinya penasaran, dan lagsung menemui Kakek Yudanta untuk menayakan kebenaranya.


"Jika soal Rencana Melly, aku mengetahui rencana busuk Melly dari Pak Alan! Tapi aku ternyata kecolongan. Karena Melly di bantu oleh orang yang kuat di belakangnya. Sehinga bisa melumpuhkan Mata-mata yang saya simpan di Loby Rumah sakit." Jelas Tristan.


Daffin binggung kenapa dirinya, akhir-akhir ini sangat lemot? Apakah karena dirinya terlalu bucin kepada Carisa. Sehinga dirinya seperti ini dan sekarang mslah Tristan yang lebih pintar darinya. Ketika Daffin sedang merenug? Kakek Ravindra krmbari berucap.


"Daffin? Masalah kamu yang ini. Kakek akan maafkan kamu? Karena bukti, yang Tristan berikan kepada Kakek sudah jelas. Jika kamu tidak bersalah dan merekalah yang memberikan obat tidur kepada Kamu." Ucap Kakek Ravindra.


Daffin yang mendapat Maaf dari semua keluarganya? Bisa bernapas lega. Sekarang Daffin tingal meminta maaf kepada Carisa dan mencarinya.


"Terimakasih Kakek memaafkan Daffin? Daffin berjanji tidak akan berseligkuh dari istri Daffin! Carisa adalah cinta pertama dan terakhir untuk Daffin," ucap Daffin sendu.


Setelah semua keluarga Hutomo sudah membahas tentang Kevin dan juga Carisa. Serta masalah Daffin? Mereka pun memutuskan untuk pergi, beristirahat di kamarnya masing-masing.


* * *


Sedagkan di tempat Carisa berada? Sosok laki-laki tengah memandagnya, dengan sendu?


"Sampai ketemu besok sayang?"

__ADS_1


__ADS_2