
Rosa segera pergi dari ruangan Daffin? Dan membiarka makanan yang tumpah berseraka di lantai, Dia tidak perduli! Rosa segera keluar dari kantor Daffin dan lagsung meyambar tas dan kunci mobilnya yang berada di meja kerjanyanya dan segera mengikuti Daffin dari belakang? Rosa tidak terima di perlakukan seperti ini dan akan mengacawkan Kencan Daffin dan Carisa.
Ketika Rosa sampai di Lobby? Rosa lagsung masuk ke dalam mobilnya dan segera menyalakan mesin mobilnya. Rosa segera mengikuti Daffin dari belakan. Rosa sudah tahu plat nomor mobil Daffin, jadi jika dia tertingal jauh pun tidak akan susah untuk mencari mobil Daffin.
* * * *
Carisa baru saja sampai di Restaurant dan sedang memilih-milih makanan. Setelah sudah memilih makana. Carisa memainkan ponselnya sambil menunggu Daffin.
Tanpa Carisa sadari? Ada dua orang berperawakan kekar yang memakai setelan jaket kulit yang terus mengawasinya dari jauh. Mereka di perintahkan untuk terus mengawasi Carisa! Kemanapun Carisa pergi.
Setelah tiga puluh menit? Carisa menunggu, Akhirnya Daffin datang. Carisa langsung terseyum ketika melihat Daffin meghampiri nya. Daffin mencium kening Carisa dan memeluknya.
"Maaf? Mas terlambat Sayang. Tadi sedikit macet." Daffin menjelaskan kepada Carisa.
"Tidak apa-apa Mas? Telat sepuluh menit." jawab Carisa.
Mereka berdua pun segera duduk di kursi masing-masing. Tidak lama makanan yang di pesan Carisa pun datang. Carisa memesan Spaghetti Carbonara dan chickens chese Mozzarella kesukaan Daffin.
Mereka segera menyantap makanan yang di pesan oleh Carisa! Daffin dan Carisa menikmati makan siang mereka. Tapi tiba-tiba saja makan siang mereka tergangu oleh seseorang?
"Apakah saya boleh ikut gabung disini,"
Daffin dan Carisa berhenti makan dan mengalihkan tatapanya ke arah suara tersebut.
Carisa megngkerutkan dahinya, lalu menata ke ara Daffin. Sedangkan Daffin menatap tajam ke arah orang itu. Daffin mengepalkan tangannya.
"Utuk apa kamu kesini?" Daffin bertanya dengan wajah dinginnya.
"Tentu saja meyusul kamu Daffin? Hari ini saya yang akan menemani kamu kemanapun kamu pergi. Karena Andi sedang sakit."
"Aku tidak butuh di temani Rosa, cepat kembali ke kantor." Daffin sudah mulai emosi dan meningikan suaranya.
Carisa memegan tanggan Daffin? Supaya suaminya itu tidak tersulut emosi. Daffi pun akhirnya sedikit meredakan emosinya.
"Hari ini aku harus ikut kemana pun kamu pergi. Termasuk pergi ke Bali nanti malam." ucap Rosa, sambil menata Carisa.
Carisa terseyum sinis? Mendengar ucapan wanita ular seperti Rosa. Carisa berjanji tidak akan memberi celah kepada Rosa untuk mendekati Daffin suaminya.
__ADS_1
"Oh? Jadi anda akan menemani kencan kami ibu Rosa," icap Carisa dengan seyum penuh arti.
"Baiklah kalo begitu? Sayang, ibu Rosa ingin menemani kita untuk berkencan. Jadi biarkan ibu Rosa tetap disini?" Ucap Carisa kepada Daffin. Carisa mengambil headphonenya dan mengirim pesan kepada Daffin.
Daffin mengkerutkan dahinya dan menjadi bingung. Kenapa istrinya ini mengizinkan Rosa ikut bergabung.
"Clik," Suara notifikas pesan di ponsel Daffin.
📲"Sayang? Biarkan Rosa ikut bergabung, kita perlihatkan kemesraan kita di hadapannya. Jika dia bosan, nanti dia akan pergi dengan sendirinya."
Daffin terseyum melihat pesan yang di kirim Carisa. Daffin menatap ke arah Carisa yang sedang terseyum kepadanya.
Rosa, menatap ke arah mereka berdua. Rosa di buat cemburu ketika melihat tatap Carisa dan Daffin penuh dengan kasih sayang.
"Daffin, nanti malam kita pergi jam berapa," Rosa sengaja membuyarkan suasana.
"Apa urusan kamu menayakan keberagkatan saya ke Bali." Daffin tidak mau berbasa-basi dengan Rosa.
"Karena Aku sekertaris kamu Daffin." Ucap Rosa dengan nada sedikit manja.
Berbeda dengan Daffin yang selalu berkata pormal dengan Rosa. Daffin tidak menagapi ucap Rosa yang membuat dirinya menjadi jegkel. lalu Daffin menawarkan diri untuk meyuapi Carisa.
Daffin pindah duduknya di sebelah Carisa. Tadi Daffin duduk di sebelah Rosa.
Carisa yang mendapat pertanyaan dari suaminya langsung mengagukan kepalanya. Daffin segera meyuapi Carisa? Dan Carisa meyuapi Daffin.
Rosa hanya diam? Melihat kemesraa dua orang di hadapannya menjadi terbakar api cemburu. Tapi Rosa mencoba menahan amarahnya. Rosa tipe orang yang tidak akan meyerah! Sebelum dia mendapkat apa yang dia inginkan.
Setelah tiga puluh menit! Daffin dan Carisa, sudah meyelesaikan makan siangnya. Daffin meyuruh Rosa untuk kembali ke kantor.
"Rosa? Kamu kembali ke kantor, Saya akan pulang kerumah bersama istri saya." Daffin berucap sambil menekan kata istri.
Rosa yang sejak tadi menahan api cemburu pun. Semakin di buat kesal oleh Daffin! Rosa dengan keras kepala menolak perintah Daffin.
"Aku tidak mau kembali? Jika kamu juga tidak kembali ke kantor."Jelas Rosa. Sambil menaha amarah.
Daffin memutar matanya, Daffin benar-benar sudah muak dan ingin menyeret Rosa keluar.
__ADS_1
"Terserah Kamu? Jangan salahkan Saya Jika kamu kecapean." ucap Daffin dinggin.
Carisa, yang melihat perdebatan Rosa dan Daffin hanya diam. Carisa tidak mengucapkan apa-apa. Setelah itu Daffin mengajak Carisa keluar dari Restaurant.
Daffin mengajak Carisa mengelilingi Mall? Daffin sengaja meragkul pinggang Carisa dengan mesra dan mengabaikan Rosa? Daffin tidak perduli dengan Rosa, dia sendiri yang tidak mau pergi.
"Ibu Rosa yang terhormat? Apakah anda tidak punya kerjaan lain selain mengikuti suami saya." Ucap Carisa, yang mulai tidak nyaman dengan keberadaan Rosa.
"Memangnya kenapa? Jika Saya mengikuti kalian. Seharusnya Saya yang berada di posisi anda nona Carisa. Tapi ada merebutnya dari Saya," jawab Rosa.
Carisa terseyum tipis ketika mendengar ucapan dari Rosa? Sedangkan Daffin di buat jengah dengan ucapan Rosa.
"Rosa? Sebenarnya Kamu Mau apa." Daffin bertanya kepada Rosa dengan nada ketus.
Daffin juga merasa tergangu dengan keberadaan Rosa di antara mereka berdua. Rasa Posesif Rosa, terhadap Daffin sangat besar. Rosa bertekad? Akan mengusir para perempuan yang mendekati Daffin termasuk Carisa istri sah Daffin.
"Aku hanya ingin bersama kamu Daffin? Nanti malam aku akan ikut kamu ke Bali. Untuk mengantikan Andi yang sedang sakit." Rosa menjawab ucapa Daffin.
"Jangan mimpi Rosa? Pekerjaan kamu di kantor sangat menumpuk! Akhir-akhir ini kamu mengabaikan pekerjaan kamu." Ucap Daffin kepada Rosa.
"Aku, mengabaikan pekerjaan kantor. Itu semua gara-gara kamu Daffin,"
"Apa? Gara-gara Saya. Memangnya Kamu itu siapa Rosa. Saya bisa saja memecat kamu kapan saja dari kantor." jelas Daffin.
Rosa mengepalkan tangannya. Perasaan Rosa sekarang campur aduk aduk. Sedih, emosi, jegkel dan sangat ingin mejambak Carisa.
Daffin, sengaja bermesraan dengan Carisa di depan Rosa? Supaya Rosa sadar diri. Daffin dan Carisa, berjalan lebih dulu keluar dari Restaurant dan meningalkan Rosa begitu saja. Rosa yang masih terpaku Sebenarnya merasa enggan mengikuti Daffin dan Carisa.
Tapi Rosa juga tidak mau Daffin hanya pergi berdua saja dengan Carisa.
Ketika Rosa, ingin menyusul Daffin? Tiba-tiba saja Rosa di tari oleh seseorang. Mulut Rosa di tutup oleh tangan orang itu? Supaya tidak mengeluarkan suara. Rosa di tarik ke arah pintu keluar dan menuju parkiran. Setelah sampai di parkiran basmend? Rosa di banting ke arah mobil.
"Tristan?" teriak Rosa.
Tristan terseyum tipi dan menatap tajam kearah Rosa? Sedangkan Rosa, menatap Tristan dengan wajahnya penuh amarah.
🐇🍃
__ADS_1
Hay Readersku bantu like Komen dan kasih ranting biar author semangat up setiap hari. boleh lempar mawar merah juga jika punya..🤭