DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin

DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin
BAB 41


__ADS_3

Setelah sampai di depan pintu kamarnya. Daffin segera membuka pintu?


"Ceklek"


Pitu pun terbuka? Daffin menatap kasur yang di tiduri oleh sang istri. Tapi Daffin, tidak melihat Carisa di tempat tidurnya? Lalu Daffin, mendegar suara Carisa. Sedang berada di dalam kamar mandi! Daffin memempelkan telinganya ke arah pintu kamar mandi, Daffin mendengar Carisa seperti sedang muntah-muntah? Daffin pun sangat khawatir. Lalu mengetuk pintu dengan sangat kencang.


"Tok...tok...tok."


"Sayank? Buka pintunya,"


Daffin terus megetuk pintu kamar mandi. Dan terus mencoba mendobrak pintu yang terkunci.


"Took...took...took? Sayank buka pintunya," Daffin benar-benar, sudah sangat ketakutan. Dan Ketika ingin mendobrak pintu kamar mandinya dengan kakinya. Tiba-tiba saja pintupun terbuka. Untung saja Daffin, belum sempat mengagkat Kakinya. Daffin meghela nafasnya dan langsung menarik Carisa kedalam pelukannya.


"Sayank, kami enga apa-apakan? Jangan membuat aku khawatir. Jika kamu sakit? Kamu harus bilang sama Mas, tidak boleh meyembuyikan apa-apa, dari Mas."


Carisa menatap sang suami yang begitu sangat khawatir pada dirinya. Carisa lalu mengeratkan pelukannya, dan meyenderkan kepalanya ke dada bidang sang suami. Carisa bisa mendengar detak jantung Daffin yang berdebar begitu cepat. Dan Carisa lagsung menenagkan Sang Suami.


"Aku, engga apa-apa kok Mas. Mugkin aku, cuman masuk angin? Mugkin karena belum makan Mas." ucap Carisa. Lalu membelai pipi suami yang sangat tampan.


Lalu Daffin melepaskan pelukannya dari Carisa? Dan mendudukan Carisa di sopa. Daffin menagkup dua pipi istrinya. Dan menatap Mata cantik Carisa, pandagan mereka saling bertemu Daffin mendekatkan wajahnya ke wajah Carisa. Dan ingin me****m bibir ranum sang istri, namun ketika ingin menempel bibirnya ke bibir Carisa? Tiba-tiba saja terdengar ketukan pintu dari luar.


"Took...took...took."


Reflek, Carisa segera mendorong Daffin. Sampai terjatuh ke lantai? Dan Daffin megaduh kesakitan.


"Aduhh?"


Carisa, kaget dan lagsung membulatkan matanya? Dan lagsung membantu Daffin untuk berdiri. Carisa merasa bersalah sudah mendorong Daffin, dengan sekuat tenaganya.


"Maaf Mas? Aku engga sengaja mendorong Mas." Ucap Carisa, dengan wajah panik. Karena takut Daffin marah padanya.


Daffin hanya diam, lalu meghela nafasnya. Dan lagsung bangun di bantu oleh Carisa? Setelah itu Daffin lagsung menarik Carisa, kedalam pelukannya lagi.


"Engga apa-apa Sayank? Cuman sakit sedikit."

__ADS_1


Carisa menatap Daffin sendu, karena tadi reflek Carisa mendorong Daffin Karena dirinya benar-benar kaget. Daffin, segera melepas pelukannya dari Carisa dan segera membuka pintu. Karena Maid sudah menunggunya di depan pintu.


"Ceklek?"


Pintu pun terbuka? Daffin menampakan wajah kesalnya. Karena di ganggu ketika dirinya sedang bermesraa dengan sang istri. Maid yang sudah tau dengan raut wajah tidak bersahabat. Tuan mudanya itu? Lalu Maid itu segera meminta Maaf.


"Maafkan says. Tuan muda saya telah menggangu anda."


Daffin hanya menujukan wajah datar? Dan hanya menjawab dengan angukan Kepalanya sedikit. Lain dengan Carisa, yang menunjukan senyum ramahnya pada Maid itu.


"Selamat malam Non?" Ucap Maid, ketika sudah sampai di kamar. Untuk meyiapkan Makanan Carisa.


"Selamat malam juga Mba?"


Maid itu pun terseyum ramah kepada Carisa dan lagsung menyusun. Piring-piring yang berisi makanan ke atas meja. Namun Carisa memberhetikan gerakan maid itu.


"Tidak perlu di taruh di Meja Mba? Taruh di troli saja, biar nanti enga repot lagi." Ucap Carisa dengan Sopan.


Maid, itu pun mengnganguk kepalanya. Dan segera pamit untuk ke luar. Setelah Maid keluar dari kamarnya. Daffin mengunci pintunya. Lalu menatap Carisa.


Carisa menoleh ke arah Daffin. Lalu mengangukan kepalanya. Daffin segera meghampiri Carisa yang sedang duduk di sofa. Lalu mengambil piring yang berisi makanan untuk Carisa.


"Maaf? Tadi mas tidak tega bagunin kamu. Karena Mas lihat kamu seperti kecapean."


Carisa terseyum, dan menatap penuh cinta panda suami tampannya itu.


"Enga apa-apa Mas? Tadi Risa, aga lelah dan terimakasih sudah di gantiin baju."


"Ya sudah, sekarang makan dulu. Biar Mas yang suapin." Daffin meyuapi Carisa.


* * *


Sedagkan di salah satu restoran Tristan tengah berkumpul dengan para sahabatnya, yaitu Rey dan Leo.


"Tris? Kakak Loe kayanya, udah mulai bucin sama bininya." ucap leo.

__ADS_1


"Iya, di ajak ngumpul. Ada aja alasannya." ucap Rey kesal.


Tristan pun menjawab pertanyaan kedua sahabatnya.


"Ya, baguslah? Kakak gue jadi anak rumahan. Daripada ikut nogkrong. Yang nantinya sie wanita ular itu ngikutin, Kakak gue terus." ucap Tristan, menjawab pertanyaan dua sahabatnya itu. Tristan sangat bersyukur? Daffin, Kakaknya bisa merubah sikapnya pada Carisa.


Ketika Tristan, sedang berbincang dengan kedua sahabatnya? Tristan, mrlihat seseorang yang dia kenal. Begitu pun dengan Rey. Mereka berdua menatap ke arah yang sama. Dan membuat Leo bingung,


"Brakk...? Hey Kalian," Leo memukul meja? Karena kedua sahabatnya, fokus menatap ke arah yang sama.Yaitu pada sosok gadis cantik, yang tengah duduk seorang diri. Lalu Leo menajamkan peglihatannya.


"Eh, bukanya itu sahabatnya Carisa." ucap Leo. Pada Tristan dah Rey.


Tristan menatap Leo. Dan tidak menangapi pertanyaan Leo? Sedangkan Rey, yang masih fokus menatap ke depan ke arah gadis itu. Beranjak dari duduknya? Dan melagkah pergi meningalkan kedua sahabatnya. Leo dan Tristan saling menatap lalu melihat ke arah Rey lagi. Tapi Tristan lagsung membalikan badannya dan tidak menatap ke arah belakang.


"Tris, keliatannya sie Rey, naksir sama temen nya Carisa." Ucap Leo, yang masih menatap ke arah meja yang di hampir oleh Rey.


Leo kesal, karena Tristan tidak menangapi ucapannya? Lalu Leo bertanya kembali.


"Tris? Eloh beneran, engga naksir sama tuh cewe. Cakep kok, lucu. Tapi aga cerewet sih."


Tristan memutar matanya. Tristan sudah berjanji pada dirinya sendiri? Tidak akan naksir pada sahabat Carisa, walapun gadis itu cantik dan Mamihnya menjodohkan dirinya. Dia tetap pada pendiriannya, dan tetap tidak akan mau di jodohkan.


FLASBACK


"Tristan, ayok sini Sayank? Mamih mau perkenalkan kamu pada seseorang?"


Mamih Aulia, menarik tangan Tristan supaya mau mengikutinya ke salah satu meja. Ketika sampai di meja, terlihat Aurel dan Amel sedang mengobrol sambil tertawa.


Amel dan Aurel adalah dua gadis yang bawel dan Ceria. Ketika Aurel melihat Mamihnya membawa Kakak keduanya. Aurel terseyum penuh arti.


"Mamih sayank? Kenapa Mamih bawa Kakak Tristan ke sini." Ucap Aurel, sambil melirik sang Kakak.


Tristan, memutar matanya. Lalu menatap tajam Ke arah Aurel dan Amel. Sedang kan Amel yang di tatap tajam oleh laki-laki di hadapannya. Amel pun menatap tajam balik pada Tristan.


"Iya, Mamih ingin mengenalkan Tristan dan Amel? Tristan ayok nak. Perkenalan diri kamu."

__ADS_1


__ADS_2