DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin

DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin
Bab 24 Pembicangan keluarga Hutomo


__ADS_3

"Kenapa Melly, sangat berambisi utuk mengambil harta keluarga Mahendra. Apa dia Tidak tahu! Jika Zaki bukan anak kandung Om yudanta," ucap Papih Daranendra.


"Mustahil, jika Melly tidak tahu." Ucap Kakek Ravindra


"Daffin! Mami mohon, kamu bantu istri kamu untu mendapatkan haknya lagi." Ucap Mamih Aulia.


"Daffin akan mencobanya Mih, jangan khawatir Daffi pasti memperjuangkan hak Carisa lagi."


"Kakek percaya sama kamu Daffin, harapan Kakek hanya satu? Semoga saja Kevin masih hidup dan permasalahan ini akan terselesaikan." Ucap Kakek Ravindra.


Daffin megangukan kepalanya, lalu Papih Daranendra menjawab ucapan Kakek Ravindra?


"Mudah-mudahan saja Kevin bisa cepat-cepat di ketemukan, sebelum semu terlambat? Tapi jangan berharap lebih juga, karena Kevin terjatuh ke laut? Sangat Mustahil jika dia selamat." Ucap Papih Daranendra.


Daffin hanya diam, sebenarnya Daffin sedang meyelidiki keberada mertuanya? Walapun Daffin sudah mengetahui siapa dalangnya. Tetapi Daffin belum bisa menjebloska orang itu ke penjara, ksrena buktinya belum cukup!


Setelah mengobrol dengan keluarganya. Yang jarang sekali Daffin lakukan. Tapi sekarang Daffin akan lebih sering meluagkan waktunya, bersama keluarganya! Karena Daffin belum tau sampai kapan dia dan Carisa, akan tingal di kediaman utama Hutomo? Sejak dulu! Daffin hidup mandiri di apartemennya, karena alasanya kantor dan apartemennya lebih dekat.


Setelai itu Daffin, berpamitan kepada semuanya. Lalu pergi meyusul Carisa ke kamarnya.


"Tok...tok...tok..."


Carisa, langsung meghentikan aktivitasnya di mejarias. Yang mendengar ketukan pintu, lalu pergi meghampiri pintu dan membukanya, teryata Daffin yang megetuk pintu. Tadi Daffin, ingin lagsung masuk, tapi teryata pintunya di kunci oleh Carisa.


"Kamu sudah siap?" Tanya Daffin.


"Sudah," ucap Carisa datar.


"Kalo begitu, Mas siap-siap dulu." Ucap Daffin


Carisa megangukan kepalanya, dan melanjutkan aktivitasnya di mejarias. Sedangkan Daffin, pergi ke kamar mandi.


Setelah Carisa selesai bersiap, Carisa menungu Daffin dan duduk di atas kasur!Setelah itu Carisa memainkan handphonenya.


Ketika Carisa sedang memainkan hendphonenya, tiba-tiba notifikas di aplikasi berlogo telphone. Ternyata Rosa yang megirimkan chat? Rosa megirimkan foto-foti dirinya dengan Daffin. Carisa memutar matanya, Carisa sekarang tahu jika Rosa hanya ingin memanas-manasinya, Supaya Carisa cemburu.


Carisa malas menangapi chat Rosa, dan tidak menangapinya itu lebih baik. Setelah Daffin selesai mandi, lalu Daffin menuju wardrobe miliknya dan juga milik Carisa! Daffin hari ini memakai kemeja Putin, dan celana bahan berwana hitam. Daffin terlihat sangat tampan, dengan postur tubuh nya yang kekar! Sehinga Carisa tidak bisa memalingkan tatapanya ke arah lain.

__ADS_1


"Ayo Carisa kita beragkat!" ajak Daffin


Carisa, yang sejak tadi terpesona oleh ketampanan seorang Daffin p! sedikit melamun. Sehinga Carisa tersadar oleh suara baritonya Daffin.


"Oh iya mas." Jawab Carisa dengan sedikit kaget.


Lalu Carisa dan Daffin menuju lift untuk turun ke lantai bawah, Daffin pergi duluan ke parkiran mobil, dan Carisa pergi ke ruang keluarga. Lalu mengedarkan pandanfanya! Tapi Ternyata ruang keluarga sudah kosong, mugkin orang-orang sedah beristiraha siang?


"Mba Carisa?" Teriak seseorang dari arah pintu taman.


Carisa pun menoleh, ternyata Aurel yang memangilnya. Terlihat sepertinya Aurel baru saja selesai berenanang!


"Mba Carisa mau kemana?" Tanya Aurel.


"Mba mau menjenguk Kakek Yudanta!" Jawab Carisa.


"Tadinya Aku! Mau ajak Mba berenang." Ajak Aurel.


"Lain kali aja! Mba udah di tunggu sama Mas Daffin, di parkiran."


"Tumben batu es mau anterin Mba, apa janga-jangan dia mulay suka sama Mba dan es nya mulay mencair? hahaha." Ejek Aurel.


"Titt...tiit...tiit...," suara kelakson mobil Daffin.


"Udah dulu ya Rel, Mba udah di tunguin Mas Daffin. Mba pamit dulu asalammualaikum." Pamit Carisa


"Waalaikumsalam." Jawab Aurel.


Lalu Carisa meghampiri mobil Daffin, dan duduk di sebelah Daffin. Lalu Daffi melajukan mobilnya ke arah rumah sakit harapan, tempat Kakek Yudanta di rawat.


Seperti biasa! tidak ada percakapan, tetapi Daffin matanya curi-curi pandang ke arah Carisa. Lalu Daffin meghela nafasnya. Lalu membuka suaranya Carisa, nanti kalo kamu sudah selesai menjenguk Kakek, kamu hubungi Mas! Nanti mas jemput.


Carisa pun megangukan kepalanya, setelah 45 menit perjalanan Daffin dan Carisa pun sampai di parkiran Rumah sakit. setelah Daffin mematikan mobilnya dan akan turun! Tiba-tiba saja telpon Daffin berdering?


"Kring...kring...kring...," bunyi telephon Daffin.


Setelah itu Daffin melihat layar telponnya? Teryata Rosa yang meghubuginya, kalu Daffin melirik ke arah Carisa!

__ADS_1


"Risa, kamu jangan turun dulu, tunguin Mas sebentar. Mas agkat telphon dulu dari sekertaris Mas." Ucap Daffin.


Carisa diam dan memutar matanya, sebenarnya Carisa tidak suka Daffi dekat-dekat denga Rosa! Tapi Carisa tidak mugkin melarang Daffin, karena Carisa merasa pernikahannya. Tidak seperti pasangan suamiistri pada umumnya, yaa walapun Carisa sudah di boboin oleh Daffin! Carisa tidak bisa komplen pada Daffin, tentang kecemburuannya pada Rosa dan cukup Carisa pendam sendiri.


"Hallo Asalammualaikum Rosa." Ucap Daffin


"Waalaikumsalam" Jawab Rosa dengan sedikit manja


Daffin megkerutkan dahinya! Mendengar suara manja Rosa. Sedankan Carisa menatap Daffin yang sedang megkerutkan dahinya, dan menunjukan wajah dingin.


"Ada apa Rosa." Tanya Daffin dingin


"Aku hanya may tanya? Apa kamu sudah beragkat ke arah bar," tanya rosa lembut.


"Saya sedang di jalan!" Ucap Daffin tambah lebih dingin.


"Kalo begitu! Kamu bisa jemput aku tidak di apartemen!" Ucap Rosa.


Daffin dengan wajahnya yang sangat murka akhirnya menjawab nya ketus?


"Tidak bisa? Saya sedang bersama istri saya" Jawab Daffin ketus dan lagsung mematikan telvonnya dengan kasar.


Carisa pun bersora-sorak di dalam hatinya! Dan menahan semuanya, melihat suaminya merasa tidak suka di gangu oleh Rosa.


Daffin melakukan ini semua, supaya Carisa tidak salah paham. Daffin ingin memperbaiki rumah tangannya bersama Carisa! Apa lagi


Daffin sudah merengut kesucian Carisa.


* * *


Sedangkan di apartemen Rosa sedang marah-marah? Rosa tidak suka jika Daffin dekat-dekat dengan Carisa.


"Dasar perempuan M*r*h*n? Berani-beraninya kami mendekati Daffin. Akan ku pastikan pernikahan kalian akan hancur kita liat saja nanti." Ucap Rosa denga wajah penu amarah.


Lalu Rosa meghubugi seseorang?


"Hallo? Rencana kita harus segera di laksanakan, aku sudah muak dengan Carisa."

__ADS_1


Teriak Rosa pada seseorang.


Lalu Rosa menutup Telvonnya dan menenagkan dirinya. Karena Rosa harus megkontrol emosinya, kalu Rosa meminum sebelah pil?


__ADS_2