
Papi Kevin, yang mendegar suara di ketuk dari luar pun meyuruh orang itu untuk masuk.
"Masuk?"
Terlihat Bu Dian dan dua Maid di belakangnya, lalu Bu Dian meghampiri Tuannya.
"Selamat pagi Tuan, Nyonya dan Nona Carisa," Bu Dian, meyapa majikannya.
"Selamat Pagi juga Mba Dian," Jawab Mami Talia.
"Selamat Pagi juga Bu Dian," Jawab Carisa.
Sedagkan Papi Kevin hanya mengaggukan kepalanya. Lalu meyuruh Bu Dian untuk membantu Carisa.
"Mba? Tolong bantu Carisa? Setelah selesai mandi bawa Carisa ke bawah, mengunakan kursi roda. Nanti Bodyguard akan membawa kursi roda untuk Carisa." Ucao Papi Kevin. Lalu Bu Dian pun mengaggukan kepalanya.
"Sayang, kamu mandi dulu di bantu oleh Bu Dian! Mami dan Papi juga akan bersiap-siap. Setelah itu kita sarapan bersama! Oh iya Mba Dian? Setelah Carisa selesai Mandi, suruh kedua Maid itu untuk membagunkan Kenzo." Setelah berbicara dengan Bu Dian? Papi Kevin lamgsung pergi, setelah berpamitan dengan Carisa, dan meyuruh dua maid untuk membangunkan Kenzo
* * *
Setelah tiga puluh menit? Carisa akhinya selesai dan sekarang sedang duduk di depan meja Rias. Carisa memandang wajahnya yang seputih susu? Lalu tatapan Carisa beralih ke perutnya yang masih datar, dan mengelus perutnya dengan penuh cinta.
"Sayang, kamu harus sehat dan tumbuh dengan sangat baik di dalam purut Mama? Mama berjanji apapu yang terjadi nanti, kamu akan menjadi penyemagat Mama. Dan jika benar Papa kamu berseligkuh? Mama akan berusa menjadi. Mama sekaligus Papa buat kamu." Ucap Carisa dalam hati.
Ketika Carisa sedang merenugi nasibnya? Lalu Bu Dian, memangil Carisa.
"Non Risa?"
Carisa sedikit terperanjat? Ketika Bu Dian menegurnya. Karena sejak tadi Bu Dian memperhatika Carisa hanya diam saja dan sepertinya sedang melamu! Akhirnya Carisa tersadar dan langsung menatap Bu Dian yang sedang menyisir rambutnya.
"Iya Bu ada ap...?"
Sebelum Carisa meyelesaikan ucapanya? Terdengar suara ketukan pintu dari luar.
"Took,"
"Took,"
"Took,"
Semua orang yang berada di kamar itu pun mengalihkan pandagannya ke arah pintu. Lalu Bu Dian, meyuruh salah satu Maid. Untuk membuka pintu itu.
__ADS_1
"Tolong bukakan pintunya," ucap Bu Dian, ke salah satu Maid itu.
Lalu Maid pun, langsung membuka pintu? Setelah di Buka! Ternyata Bodyguard, yang di tugaskan oleh Papi Kevin. Untuk membawa kursi roda ke kamar Carisa.
"Selamat Pagi Nona Carisa, selamat pagi Bu Dian," Bodyguard itu meyapa Carisa dan Bu Dian.
"Selamat Pagi juga Bimo?" Bu Dian meyapa balik Bodyguard itu.
"Bu? Tadi Tuan, meyuruh saya untuk membawa kursi roda ini, untuk Nona Carisa." Ucap Bodyguard tersebut.
"Oh iya? Terimakasi Bimo, taruh saja di sebelak pintu!" ucap Bu Dian.
Setelah itu, Bodyguard itu meyimpan kursi Roda itu di sebelah pintu? Lalu Bodyguard itu langsung pergi! Sedangkan Bu Dian, melanjutkan menyisir rambut Caris. Setelah selesai menyisir? Bu Dian membawa Carisa, untuk duduk di kursi roda. Lalu mendorong kursi roda Carisa, ke luar kamar dan segera mendorong kursi roda itu untuk turun menuju lantai bawah.
Namu Ketika Carisa sudah berada di depan pintu kamarnya? Carisa melihat kamar yang di tempati oleh Kenzo! Pintunya masih tertutup. Carisa megkerutkan dahinya, merasa penasaran.
"Bu Dian? Bisakah kita ke kamar Kenzo terlebihdahulu,"
Carisa mengaja Bu Dian, untuk masuk ke kamar Kenzo terlebih dahulu. Sebelum turun ke bawah menemui kedua orang tuanya.
"Baik Non Risa," Bu Diam akhirnya mendorong kursi Roda itu menuju kamar Kenzon.
"Kemana adik saya, Bu Dian," Carisa, yang sedikit panik? Bertanya kepada Bu Dian.
Bu Dian pun binggung? Dan tidak tahu kemana Kenzo pergi.
"Non Carisa jangan panik? Mugkin saja Den Kenzo sedang berada di taman," ucap Bu Dian, yang mencoba menenangkan Carisa.
Carisa yang mendegar Bu Dian meyebutkan di taman. Akhirnya mengagukan kepalanya dan segera menyuruh Bu Dian, untuk membawanya ke lantai dasar.
"Bu, Kita langsun turun saja? Mugkin saja Adik saya di sana." ucap Carisa khawatir.
Ya Carisa khawatir jika adik sepupunya, nekat pergi mencari Omnya. Yang entah berada di mana.
Bu Dian segera mendorong kursi roda milik Carisa, dan segera memasuki Lift dan segera turun ke lantai dasar! Sesampainya di lantai dasar Carisa di dorong segera ke arah ruangan meja makan. Namu terdegar sayup-sayup, suara orang yang sedang mengobrol di ruang keluarga.
"Bu, bolehkan saya ke sana, menghampi dua orang yang sedang mengobrok" ucap Carisa menunjuk ruang keluarga.
Bu Dian terseyum, lalu mengagukan kepalanya, dan lamgsung mendoring ke arah ruang keluarga.
Sesampainya di sana? Carisa menghela nafasnya. Kekhawatinya, yang tadi seketika saja menjadi sirna. Carisa menghela nafasnya, dan menyuruh Bu Dian untuk mendekati dua orang yang sedang asik mengobrol.
__ADS_1
"Kenzo?"
Ya dua orang yang sedang mengobrol itu adalah Kenzo dan Papi Kevin.
"Mba Risa," ucap Kenzo.
Kenzo langsung meghampiri Carisa dan mengambil alih kursi roda yang dari Bu Dian, dan mendorong kursi roda Carisa. Menghampiri Papi Kevin? Papi Kevin terseyum, ketika Kenzo menghampirinya! Setela itu mengelus kepala Carisa.
"Mba Dian? Tolong buatkan susu hamil untuk Carisa? Karena Maminya belum juga k selesai. Jadi biarkan bumil ini meminum Susu hamil terlebih dahulu." Papi Kevin, meyuruh Bu Dian untuk membuatkan susu khusus ibu hamil.
Bu Dian pun mengangguk kepalanya dan langsug pergi ke dapur untuk membuatkan susu untuk Carisa. Sedagkan di ruang keluarga? Hanya ada Papi Jevin, Kenzo dan Carisa.
Caraisa penasaran apa yang sedang di bicarakan oleh Papi dan Kenzo tadi. Akhinya Carisa pun memberanikan dirinya untuk bertanya?
"Pih? Kalian berdua tadi sedang membicarakan apa! Sepertinya sangat serius." Tanya Carisa kepada Papinya dan Kenzo.
Papi Kevin hanya terseyum lalu mengusap kepala Carisa kembali.
"Papi dan Kenzo? Tidak membicarakan apa-apa. Memangnya ada apa sayang, sepertinya kamu sangat penasaran," Papi Kevin kembali bertanya kepada Carisa.
"Tadi aku dengar? Kenzo menyebut nama Mas Daffin. Memangnya ada apa dengan Mas Daffin?" Carisa, terus saja bertanya karena Papinya tidak mau memberitahu ya.
"Mugkin kamu salah dengar sayang? Kami tidak sedang membicarakan Daffin." Ucap Papi Kevin bohong.
Carisa mengkerutkan dahinya? Jelas-jelas tadi mereka meyebut nama Daffin? Sebenarnya hati Carisa tidak tenang dan sangat ingin menghubugi suaminya! Tapi dirinya juga sangat benci? Ketika melihat Daffin dan Kanza tidur tanpa memakai busana.
Ada rasa j**ik? Jika melihat foto-foto Daffin yang tersebar di internet? Carisa juga ingat kata-kata tantenya! Jika Daffin tidak mencintainya, dan hanya terpaksa menikahinya.
"Non Risa?"
Lamunan Carisa tersadar kembali oleh suara, Bu Dian yang memangilnya! Bu Dian sudah kembali dari dapur dan membawa susu khusus ibu hamil.
"Non Risa, ayok minum dulu susunya! Mumpung masih hangat." ucap Bu Dian, dan menyuruh Carisa untuk segera meminumnya.
Tidak lama? Mami Tali juga turun dari dalam Litf. Setelah itu mereka semua? Lagsung pergi ke ruangan meja makan.
"Ayok sekarang waktunya, kita sarapan!" ucap Papi Kevin dan mengajak semua angota keluarganya untuk segera menuju meja makan.
Setelah itu merekapun duduk di kursinya masing-masing. Mereka pun segera bersiap untuk sarapan! Para Maid langsung menyajikan makanan yang berada di atas Meja? Namu ketika Papi Kevin ingin memakan makananya! Seseorang datang dengan berjalan tergesa-gesa.
"Selamat Pagi Semuanya?"
__ADS_1