DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin

DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin
BAB 61


__ADS_3

"Ibu kamu itu hanya baik di luar tapi hatinya busuk? Aku membenci kedua orang tua kamu. Ibumu juga yang...?" Melly menjeda ucapanya.


"Yang Apa Tante ?" Tanya Carisa penasaran


"Yang sudah merebut ayah kamu dari Saya." ucap Melly penuh emosi dan melepaskan cengkeramannya di pipi Carisa.


Carisa sangat kaget, mendengar pengakuan dari Melly. Carisa menggelengkan kepalanya. Dia tidak percaya dengan ucapan Melly! Yang menuduh Maminya telah mengambi Sanga Papi, lalu Carisa berucap.


"Tante pasti bohong, Mami dan Papi saling mencintai! Tidak mungkin Mami merebut. Papi dari Tante, ." Teriak Carisa.


Melly menatap tajam Carisa ,di benar-benar muak melihat wajah Carisa. Yang sangat mirip dengan Talia, ibu kandung Carisa. Lalu Melly tertawa?


"Hahahaha? Memang itu kenyatanya, dan kamu harus menerima, rasa sakit ku kepada kedua orang tua kamu." Ucap Melly menatap tajam Carisa.


"Hiks...hiks...? Kenapa Tante tega berbuat seperti ini? Risa mohon, maafkan kedua orang tua Risa. Yang sudah membuat Tante sakit hati! Sekarang Tante sudah mempunyai keluarga. Yang sudah menyayangi Tante." Ucap Carisa memohon kepada Melly, supaya memaafkan kedua orang tuanya yang sudah meningal.


Melly mengepalkan kedua tangannya. Karena Carisa memohon untuk memaafkan kedua orang tuannya. Melly menatap Carisa dengan sangat tajam. Lalu Melly menarik rambut panjang Carisa dan mendongakkan kepalanya ke atas.


"Kamu memohon untuk kedua orang tuamu Carisa. Wah kamu memang anak yang baik. Yang selalu di banga-bangakan oleh tua ba*gka itu. Tapi sayangnya permintaan Maaf mu saya tolak? Percuma saja kamu memohon. Karena Semuanya sudah terlambat! Ibu mu itu sudah merebut semuanya. Dia sudah merebut Mas Kevin dan merebut perhatian Tua ban*ka itu. Kamu dan ibumu sama saja? Kalian penghalang, Saya muak melihat Tua ban*ka itu selalu memuji kalian." Teriak Melly dengan geram dan masih menjambak rambut Carisa.


Carisa sangat kesakitan? Carisa terus menangis dan dia takut jika bayinya kenapa-napa.


"Tante tolong lepasin rambut Risa? Ini sangat sakit. Aku janji akan menuruti kemauan Tante! Tapi aku mohon lepasin."Carisa benar-benar memohon untuk di lepaskan. Karena dia benar-benar takut terjadi sesuatu pada Bayinya.


Melly yang mendengar ucapan Carisa yang akan mengabulkan, keinginannya pun terseyum bahagia.


"Kamu yakin akan menuruti keinginan ku." Ucap Melly.


Lalu Carisa mengagukan kepalanya. Pikiran Carisa sekarang hanya ingin mempertahankan keselamatan Bayinya! Carisa tidak mau terjadi apa-apa pada sang Bayi. Lalu Carisa berucap dalam hati


"Bertahanlah Sayang? Mama akan melindungi kamu, kita berjuang sama-sama. Kita hidup berdua saja, Mama berjanji! Akan menjadi Mama yang baik untuk kamu sayang?" ucap Carisa dalam hati.


Carisa benar-benar kecewa kepada Daffin? Dari sejak malam, Carisa menelpon Daffin. Tapi ternyata suaminya itu tengah memadu kasih dengan sepupunya dan mengabaikan dering telponnya.


Melly menarik Carisa ke lantai atas dan membuka kunci kamar Kenzo? Carisa di dorong ke kamar itu, sampai tersugkur untug saja Kenzo menagkap tubuh mugil Carisa yang hampir tersugkur ke lantai. Carisa. Kaget ketika melihat siapa yang menagkapnya. Ternyata di kamar itu, tidak haya ada dirinya saja tapi ada Kenzo dan Omnya.

__ADS_1


"Om Zaki, Kenzo?" ucap Carisa kaget.


"Mba Risa?" Kenzo yang melihat Carisa berada dalam pelukannya pun Kakak sepupunya.


"Kenzo? Kenapa kalian berada di sini?" Tanya Carisa.


Zaki hanya diam, ketika Carisa bertanya dan memaligkan wajahnya ke sembarang arah?


Carisa merasa heran, kenapa Om nya ini. Masih bersikap acuh.


"Om jawab pertanyaan aku? Kenapa Om dan Kenzo bisa di kurung?" ucap Carisa. Penasar.


Zaki memejamkan matanya dan akhirnya berucap.


"Kenapa kamu datang kesini Risa? Kenapa kamu tidak menjaga Kakek kamu," ucap Zaki dingin dan malah mengalihkan pembicaraanya.


"Aku kesini, untuk menemui Tante Melly? Penyakit Kakek kambuh, setelah Tante Melly mengujugi Kakek di rumah sakit." ucap Carisa sendu.


Zaki hanya bisa diam? Sejak kemarin dirinya di kurung di dalam kamar, karena dirinya menentang keinginan Melly dan Kanza yang ingin mencelakai Carisa dan Papihnya.


"Melly? Hentikan semua kegilaan kamu, jangan pernah kamu meyentuh Papi. Selama ini aku selalu menuruti keinginan Kamu! Tapi? Jika sampai Kau meyentuh Papih, kamu akan tahu akibatnya." ucap Zaki tegas.


"Hahahaha? Kamu mulai membela tua ba*gka itu Zaki. Apa kamu tidak mencintai aku lagi Sayang."Ucap Melly terseyum remeh.


Zaki menatap Melly dengan tajam! Zaki benar-benar tak habispikir? Jika keinginan istrinya semakin mengila apalagi Melly berniat untuk melukai papinya yang sudah banyak berjasa untuk dirinya.


Zaki benar-benar di lema! Dia sangat mencintai istrinya dan tidak mau membuat hati istrinya terluka. Tapi di sisi lain Papi Yudanta adalah orang yang sudah berjasa. Jika tidak ada beliau? Pasti dirinya akan hidup di jalan.


"Melly? Aku sanyat menyayagi kamu dan kedua anak kita. Kita sudah terlalu banyak dosa, jadi saya mohon! Kamu stop ulah gilamu itu. Jika kamu sampai melukai Papi, kamu akan tahu akibatnya." ucap Zaki tegas.


"Hahaha? Kamu mencoba mengacam aku Zaki! Aku tidak perduli dengan ancaman kamu." ucap Melly menatap tajam pada suaminya. Lalu Melly meyuruh para Bodyguard yang di berikan oleh seseorang untuk membantunya.


"Masukan dia ke kamar di lantai dua? Lalu kuncin pintunya. Kanza kamu antar mereka ke kamar Kenzo," ucap Melly.


"Ok! Miu. Ayok kalian bawa Papih ke atas," ucap Kanza sambil berjalan mendahului para Bodyguard itu.

__ADS_1


"Melly? Kanza? Kalian, jangan berbuat macam-macam. Lepaskan Aku! Melly apa salahku, lepaskan Aku." teriak Zaki, merasa tidak terima atas perlakuan Melly.


Zaki sangan meyesal memberikan kekuasaan penuh kepada Melly! Sehiga dia bisa berbuat apa saja. Setelah Kanza sampai di kamar Kenzo. Kanza membuka pintu kamar Kenzo?


"Ini kamarnya? Cepat masukan," ucap Kanza dengan agkuh.


Zaki benar-benar marah dengan Kanza? Anak perempuannya ini sama kejamnya, dengan sang istri.


"Kanza? Kamu berani memperlakukan Papi seperti ini," Teriak Zaki.


Kanza menatapa Zaki dengan tajam. Lalu meyilagkan kedua tangannya di dadanya. Lalu menatap Zaki.


"Maaf Papi? Upps salah, Maaf Papi tiri. Sepertinya aku harus mulai memberitahu kamu! Jika aku bukan putri kandung Papi. Aku muak dengan aturan dari Papi, tapi mulai hari ini aku akan bebas aku akan merebut Mas Daffin dari Carisa." Ucap Kanza dengan terseyum senang.


Zaki di dorong dengan kasar, oleh kedua Bodyguard itu. Tubuh Zaki sampai tersugkur ke lantai? Kenzo yang tengah belajar pun kaget melihat sang Ayah yang tersugkur di lantai dan lagsung membantu sang ayah berdiri.


Kenzo menatap tajam, kedua orang berbadan besar itu lalu berteriak.


"Hey? Kali siapa berani-beraninya mendorong papihku," Teriak Kenzo tanpa sara takut.


Dua bodyguard itu hanya mendengus. Lalu segera keluar dari kamar Kenzo dan membating pintu dan juga mengkunci kamar Kenzo.


Kenzo yang melihat kamarnya di kunci dari luar pun langsung berlari sang memukul-mukul pintu kamaenya.


"Toktoktok? Woy buka pintunya. Siapa kalian ceoat buka," Ucap Kenzo Emosie.


Sedagkan di lantai bawa. Melly dan Kanza tertawa bahagia. Tidak akan ada peghalang untuk menjalankan rencana mereka. Karena Zaki dan Kenzo, sudah dia kurung dan waktunya memulai rencananya untuk mendapatkan semuanya.


"Kanza? Hari ini kamu pergi kebali, untuk mengantikan Rosa! Bukanya kamu sangat mengagumi Daffin. Ini kesempatan kamu," ucap Melly kepada sang putri.


"Aku yang akan mengatakannya Mih? Bukannya Rosa yang akan menjalankan rencana itu." Tanya Kanza, dengan wajah sumeringah.


"Tadinya Memang Rosa yang akan menjalankan peran ini. Tapi Tuan Alex berubah pikiran, dia tidak terima jika wanitanya bersentuhan dengan laki-laki lain. Selain dirinya, jadi kamulah yang aka mengatikanya" Jelas Melly.


Kanza pun terseyum lebar? Sekarang dia tidak perlu mengagumi Daffin secara diam-diam. Malam ini di bisa meyentuh seluruh tubuh Daffi.

__ADS_1


FLASHBACK OFF


__ADS_2