
"Bagaimana Tristan, apa kamu sudah meyelidikinya?" Daffin bertanya kepada Tristan.
"Sudah Mas? Ketika Mas sampai di hotel milik Alex. Mas harus berhati-hati. Kita ikuti saja permaina Alex dan Rosa? Aku sudah tidak sabar lagi melihat dia menagis da*ah." ucap Tristan dengan terseyum penuh arti.
Daffin mengangukan kepalanya, lalu Daffin mengeluarkan kegelisahanya kepada Tristan.
"Tristan,"
Tristan yang namanya di pangil pun menoleh ke arah sang Kakak sulung?
"Ada Mas?" tanya Tristan sambil mengkerutkan dahinya.
"Tiba-tiba saja! Perasaan Mas tidak enak? Mas minta tolong, kamu jaga Carisa, selama Mas berada di Bali."ucap Daffin. Lalu Tristan menjawabnya.
"Mas, tidak perlu khawatir? Aku juga akan menjaga Mba Carisa, jadi Mas jangan terlalu memikirkannya. Ada aku yang menjaga Mba Carisa. Sekarang kita harus Fokus mengikuti permaina Alex dan Rosa."ucap Tristan.
"Mas harus fokus sekarang. Karena target pertma Alex, adalah Mas Daffin."
Daffin mengangukan paham ketika Tristan menjeslan semuanya. Daffin benar-benar tidak menyagka jika Alex Ferguson ingin menjatuhkan perusahan miliknya. Hanya karena masalah Rosa mendekati dirinya.
Menurut Daffin itu semua sangatlah konyol. Hanya karena cemburu buta dia ingin menjatuhkan dirinya. Alex juga mengacam jika Daffin tidak meghadiri pertemuannya di Bali. Daffin harus membayar denda tiga kali lihat. Selain ingin menjatuhkan Perusahannya? Alex juga membantu Rosa untuk menjebak dirinya. Tapi untung saja Tristan bergerak cepat.
Daffin tidak menyagka? Jika Alex memakai cara kotor. Dan demi membahagiakan pujaan hatinya. Alex rela mengorbankan apapun demi Pujaan hatinya yang bernama Rosalinda.
Dan yang membuat Daffin kaget dan tak habis pikir? Rosa dan Alex sering berhubungan in**m sebagai imbalan untuk Alex? Yang sudah membantu dan menuruti keinginan Rosa.
Daffin benar-benar sudah sangat muak dengan pasangan Lak**t itu, dan ingin segera membogkar kebuskan Rosa dan Alex yang ingin menjatuhkan Hutomo Group.
Empat puluh lima menit? Mereka bertiga pun sampai di bandara. Daffin segera turun, begitu pun dengan Tristan yang berada di kursi kemudi ikut turun dan di ikut oleh Reza, yang turun dari kursi belakang.
Mereka bertiga masuk kedalam? Ketika sampai di pintu Daffin berpamitan kepada Tristan dan sekali lagi menitipkan Carisa kepada sang adik.
"Mas, pergi dulu Tris? Titip Carisa. Apapun yang terjadi kamu segera hubugi Mas," ucap Daffin? Tristan pun mengagukan kepalanya.
"Mas jangan khawatir? Semuanya akan baik-baik saja dan tidak perlu khawatir, Mba Carisa akan ada di bawah pegawasan bodygar-bodygar saya, Mas!" Jawab Tristan meyakinkan Daffin.
Daffin terseyum kepada sang Adik? Mereka seringkali cekcok tapi mereka berdua saling menyayagi dan saling perduli satu sama lain.
__ADS_1
"Terimakasi? Mas percaya sama Kamu Tris? Oh iya, Mas minta tolong. Kamu cari tahu megenai sakitnya Andi. Sudah beberapa hari Andi di rawat, tapi belum juga membaik. Sampai hari ini?" ucap Daffin sendu.
"Saya akan cari tahu Mas, sekarang Mas harus siap-siap meghadap Alex. Dan kamu Reza? Berikan kepada Mas Daffin, benda yang saya berikan kepada kamu tadi?" ucap Tristan dan di balas angukan oleh Reza.
"Baik pak? Nanti setelah sampai di Bali saya akan memberikannya." Lalu Tristan meyelipkan sebuah pena dan meyuruh untuk selalu di pakai.
"Mas, pena ini harus Mas bawa, kemana pun? Supaya apapun yang terjadi semuanya bisa terekam di pena ini." jelas Tristan sambil memberikan barang itu.
Daffin mengangukan kepalanya dan lagsung memeluk sang adik. Lalu Daffin dan Reza pun segera masuk. Tristan pun beranjak dari pintu itu dan kembali ke parkiran.
* * *
"Prang?"
Suara pecahan piring dan benda-benda mewah sudah berjatuhan di atas lantai dan semuanya sudah hancur? Di Apartemen mewah! Rosa sedang mengamuk dan semua barang-barang yang berada di hadapannya di lempar ke lantai. Rosa sangat marah ketika Daffin tidak mengajaknya pergi ke Bali.
Tapi Daffin lebih memilih membawa asisten Tristan. Rosa sangat geram dan murka, ketika Tristan sudah mulai ikut campur dengan masalah dirinya.
"S****n kau Tristan? Gara-gara kamu semuan rencanaku hancur. Kita lihat saja apa yang aka aku perbuat untuk meyigkirkan Carisa." Dengan mata yang memerah Rosa terus mengumpat Nama Tristan. Karena gara-gara Tristan, dirinya tidak bebas keluar dari apartemennya? Rosa mengambil benda pipih miliknya dan menelpon Alex. Setelah telphone itu tersambung Alex lagsung mengagkatnya.
Rosa yang mendengar pertanyaan Alex pun semakin di buat geram. Lalu berteriak kepada Alex.
"Alex cepat kirim Bodyguard kamu ke apartemen Aku?" Teriak Rosa.
Alex yang mendegar teriakan Rosa. Sampai menjauhkan telphonenya dari telinganya dan membuat telinganya sakit.
"Sayang? Kenapa kamu marah-marah dan berteriak," tanya Alex kembali.
"Aku tidak bisa keluar? Di luar Bodyguard Tristan menjaga Apartemenku, dengan ketat. Daffin pergi ke Bali bersama asisten Tristan. Cepat kamu kesini Alex." Rosa terus saja berteriak kepada Alex, dan melampias kan semuanya amarahnya kepada Alex.
Alex yang baru saja sampai di parkiran bandara. Akhirnya meyuruh sopirnya until berputar balik menuju Apartemen Rosa. Alex menelpone beberapa anak buahnya untuk melawan anak buat Tristan.
"Cepat bawa beberapa Bodyguard ke Apartemen milik Rosa," perintah Alex kepada seseorang yang ada di sebrang telphone.
*
*
__ADS_1
*
Sedagkan di tempat lain Daffin dan Reza sudah sampai di Bali. Daffin menaiki mobil yang sudah di tugaskan untuk menjemput dirinya dan juga Reza.
Mobil itu pun segera menuju hotel yang sudah di persiapkan oleh Klayennya? Yaitu Alex Ferguson. Sebenarnya Daffin tidak mau menginap di hotel milik Alex. Tapi demi membogkar semuanya Daffin pun terpaksa, harus menginap di hotel milik Alex.
Tidak lama kemudian Daffin dan Reza pun sampai di lobby hotel? Mereka di sambut dengan ramah, dan langsung di antar ke kamar masing-masing.
Setelah di tunjukan kamarnya? Daffin mengirim chat kepada Reza. Karena sepertinya? Kamar milik Daffin, sudah di taruh Cameran. Dan sudah di siapkan dengan matang.
📲 "Reza? Apa di kamar kamu, mereka menaruh Camera tersembunyi." Tanya Daffin.
Tidak lama Reza pun membalas chat yang Daffin kirim.
📲 "Saya tidak tahu Pak? Tapi tadi Saya sudah cek di semua sudut. Sepertinya di kamar saya, mereka tidak menaruhnya.
Daffin menerima balas chat dari Reza? Ketika Daffin membaca balasan chat dari Reza? Daffin Daffin terseyum sinis. Semua Camera yang di pasang di kamarnya benar-benar sudah di persiapkan.
Setelah itu, Daffin segera menuju kama mandi untuk membersihkan dirinya. Sebenarnya Daffin gatal ingin membuaang Camera, yang tersembuyi. Tapi Daffin mengurugkan niatnya. Dan lebih memili pergi ke kamar mandi untuk berendam.
* * *
Sedagkan di kediaman Hutomo? Carisa sedang berkumpul di ruang keluarga, sebelu semuanya masuk kedalam kamar masing-masing. Terdengar suara deru mobil dari luar. Carisa sudah bisa menebak jika itu mobil Tristan.
"Asalammualaikum," Tristan mengucapkan salam, ketika memasuki ruang keluarga.
"Waalaikumsalam," Jawab semua orang yang berada di Ruang keluarga. Tristan pun terseyum? Ketika melihat Kakek, Papi, Maminya dan juga Carisa, berkumpul dengan sangat harmonis. Lalu Tristan menayakan keberadaan Aurel?
"Aurel di mana Mi," tanya Tristan, kepada sang Mami.
"Aurel sedang ada kegiatan di kampusnya? Aurel pergi ke puncak." Mami Aulia menjawab pertanyaan Tristan.
Tristan pun mengnganguk paham, setelah mengetahui keberadaan sang adik.
🐇🍃
Readers bantu komen dan likenya supaya Author makin lebih semagat upnya.
__ADS_1