DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin

DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin
BAB 38


__ADS_3

Setelah menungu satu jam? Andi datang, membawa koper dan sarapan yang di minta oleh Daffin. Setelah itu Andi meyimpan Koper. di ruang tamu kamar Daffin. Dan meyuruh pelayan membawa troli itu masuk.


Andi melihat ke arah pintu kamar masih tertutup. Dan Andi membantu pelayan menyajikan makanan di atas meja. Setelah 20 menit Andi dan pelayan itupun selesai. Dan segera keluar dari kamar Daffin. Lalu megirim chat pada Daffin.


"Asalammualaikum Pak? Koper dan sarapannya sudah siap di ruang tamu kamar Bpk."


"Waalaikumsalam? Oke Andi, terima kasih." Balam Daffin.


Daffin dan Carisa sudah selesai mandi. Dan mereka berdua masih mengenakan bedroob. Daffin keluar dari kamar, untuk mengambil koper di ruang tamu. Dan segera bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit untuk menjeguk Kakek Yudanta.


Sebenarnya keluarga Hutomo juga menginap di hotel. Tapi karena Daffin dan Carisa bangun siang, mugkin semua keluarganyap sudah cekout.


Setelah duapuluh menit bersiap. Daffin dan Carisa segera keluar kamar, untuk segera meyantap makanan yang sudah tersaji di meja makan. Carisa mengambilkan makanan untuk Daffin.


Hari ini Carisa terlihat cantik, memakai dres berwana pink, dengan tali sepageti dan bermotip bunga-bunga. Rambut hitamnya di biarkan tergerai. Daffin terus menatap wajah cantik sang istri. Walapun Carisa memakai Makeup tipis, Tapi wajah pucatnya tidak bisa di tutup. Lalu Daffin bertanya. Dengan wajah khawatir.


"Sayank? Apa kamu sedang tidak enak badan!" Daffin bertanya pada sang istri, dia khawatir jika istrinya memang sedang sakit. Karena Carisa dari kemarin perutnya tidak enak.


Carisa lalu menatap, sang suami yang sedang meghawatirkannya? Dan Carisa, Buru- buru megalihkan pembicaraan. Carisa tidak mau Suaminya, mengkhawatirkan dirinya. Apalagi besok malam Daffin harus pergi ke Bali. Carisa sebisa mugkin megalihkan pembicaraannya.


"Mas? Besok malam berangkat jam berapa."


Daffin megkerutkan dahinya? Istrinya ini Bukannya menjawab pertanyaannya tapi, malah megalihkan pembicaraan.


"Risa? Jangan mengalihkan pembicaraan. Jawab saja. Apa kamu tidak enak badan."


Carisa meghela nafasnya? Carisa tidak panday berbohong. Dan Daffin tidak bisa di bohonggi. Dan Carisa pun menjawab.

__ADS_1


"Risa, enga apa-apa? Besok malam, Mas beragkat jam berapa." Carisa megulang pertanyaannya lagi.


"Jam 10.00 malam, tapi jika kamu sakit Mas tidak jadi pergi. Biar Andi yang megantikan Mas." Carisa mengelegkan kepalanya. Lalu berkata.


"Jangan Mas? Kan masih ada Mamih yang jagain Risa. Mas jangan khawatir berlebihan. Risa engga apa-apa, cuman perut Risa aja yang enga enak!"


Daffin pun meghela nafas kasar, sebenarnya Daffin tidak tega meningalkan Carisa, yang sedang tidak enak badan. Tapi Daffin juga bingung karena Klayennya ingin menemuinya di Bali. Jadi dia terpaksa harus meningalkan Carisa.


Setelah tigapuluh menit. Mereka pun selesai meyantap makanannya. Kekhawatiran Daffin terobati? Karena melihat Carisa makan dengan sangat lahap. Apalagi tumis sayur kangkung dan tahu goreng, Kedua masakan itu tandas di lahap oleh Carisa.


Daffin memberikan ayam goreng ke piring Carisa. Namun Carisa hanya mencicipinya. Carisa lebih memilih sayur kangkung dan tahu goreng. Karena kedua masakan itu favorite istrinya.


Daffin, sempat berpikir mugkin karena dulu istrinya perna di perlakukan dengan tidak baik. Makanya Carisa, sangat jarang makan-makanan enak. Keadaan Carisa dulu. Ketika masih tingal dengan Om dan Tantenya. Carisa di samakan dengan seorang pembantu di Istana miliknya, dan Daffin bersumpah akan meghancurkan orang-orang yang pernah meyakiti istrinya.


Tadi pagi Daffin sengaja memesan Tumis kangkung dan tahu goreng kepada Andi, supaya Carisa lahap makanya. Daffin mengetahui makanan favorite Carisa tidak sengaja, mendengar ucapan sang Mamih. Yang meyuru, Maid memasakan makana Favorite Carisa.


Daffin terus terseyum dan menatap sang istri penuh cinta. Sedangkan Carisa, masih mengunyah. Tahu goreng terakhir. Daffin meggelegkan kepalanya, Dia juga bahagia melihat Carisa seperti ini karena ketika awal-awal pernikahan mereka. Carisa hanya makan sedikit dan badannya sangat kurus.


"Apa Mas?" Teriak Carisa sambil membulatkan matanya, dan mencebikan bibirnya.


"Mas kira aku mau makan kangkung setiap hari. Nanti Aku jadi putri tidur, jika Mas terus-terusan kasih Aku sayurkangkung."


Daffin tertawa melihat wajah istrinya yang kaget dan kesal. Daffin sangat senang menjaili istrinya.


"Hahahaha, habisnya Mas sukasekali liat kamu banyak makan sayank."


Carisa mengerakan bola matanya. Dan cemberut. Setelah selesai makan? Lalu Daffin memberikan buah-buahan untuk sang istri. Carisa meghela nafasnya Dia baru saja, mengistirahatkan perutnya. Dan sekarang Daffin memberikan buah-buahan. Tapi Carisa tidak menola Buah yang Daffin berikan padanya? Dan lagsunh meghabiskan, Buah yang sudah di potong-potong itu. Carisa sangat menyukai buah semagka,melon dan mangga.

__ADS_1


"Sayank? Pelan-pelan makannya." Daffin mengelap mulut Carisa. Dengan penuh kasih sayank. Setelah Carisa meghabiskan buah-buahannya. Mereka pun segera bersiap-siap untuk Cekout, karena sudah terlalu siang. Dan koper yang di bawa oleh Andi tidak di bawa. Karena Daffin akan meyuruh Andi mengambilnya.


Mereka pun menuju lift? Carisa gugup. Karena semua orang menatapnya aneh. sekarang semua orang. Tahu siapa dirinya. Setelah Itu Carisa dan Daffin menuju mobil yang sudah terparkir di depan Lobi.


Daffin membuka pintu mobil untuk Carisa. Setelah itu Daffin memutari, mobil dan segera masuk kedalam kursi kemudi, ketika Daffin ingi menyalakan mobilnya. Sebelum pergi. Daffin megambil headphonenya. Lalu megirim Chat pada Andi.


"Andi, tolong ambil koper saya di kamar hotel?"


"Oke? Baik Pak."


Dan setelah itu, Daffin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sebelum mereka sampai ke rumah Sakit. Daffin dan Carisa, mampir untuk membeli beberapa makanan dan buah-buahan, untuk Kakek Yudanta. Karena waktu jam makan siang sudah tiba.


Sekarang Mereka sudah sampai di parkiran rumah sakit. Dan langsung masuk ke lobby rumah sakit. Carisa dan Daffin, segera menuju Kamar Kakek Yudanta.


Setelah mereka sampai di kamar Kakek Yudanta? Carisa menatap Kakeknya dengan wajah sendu. Sebenarnya Carisa ingin merawat Kakeknya di rumah. Tapi dia bingung! Harus membawa Kakeknya kemana.


Dirinya saja? Masih penumpang di rumah mertuanya. Jika di bawa ke apartemen pun? Carisa tidak enak pada Daffin. Kondisi Kakek Yudanta semakin hari kian memburuk! Carisa menjadi semakin cemas! Melihat kondisi sang Kakek yang begitu lemah.


Carisa takut Kakek Yudanta Akan pergi jauh meningalkannya. Carisa belum siap jika itu semua terjadi. Tak terasa Air Mataya megalir dan membasahi wajahnya.


Daffin, yang melihat istrinya menangi? Meghela nafasnya. Lalu merangkul sang istri.


"Sudah sayank? Jangan bersedih. Jangan berpikir macam-macam, Kakek Yudanta pasti aksn segera sembuh."


Carisa meyenderkan kepalanya di dada bidang Daffin. Dan memeluk erat sang Suami. Ketika mereka sedang berpelukan. Terdengar suara ketuka pintu.


"Took...took...tok?"

__ADS_1


Daffin melepaskan pelukannya dari Carisa. Lalu membuka pintu. Daffin terseyum rupanya Pak Alan yang datang.


Lalu Daffin bertanya, "Kenapa pak Alan mengetuk pintu?"


__ADS_2