
* * *
Sedangkan di Rumah sakit? Carisa sedang megupas apel untuk Kakek Yudanta. Dan tiba-tiba saja Kakek bertanya?
"Risa! Kakek ingin segera menimang cicit dari kamu?" Ucap Kakek Yudanta.
Carisa terdiam?
"Kakek tau! Pernikahan ini? Kakek Yang memaksa kamu menikah dengan Daffin, tapi itu semua Kakek lakukan! Supaya kamu bahagia dan ada yang bisa melindugi kamu?" Ucap Kakek Yudanta.
Carisa yang melihat Kakek Yudanta sedih, merasa tidak tega. Dan dia benar-benar tidak tau harus bagaimana? Carisa harus melawan rasa takutnya ketika tidur bersama Daffin. Dan juga sudah waktunya, dia berdamai dengan Daffin.
"Risa! Akan berusaha Kek? Dan secepatnya memberi Kakek cicit?" Ucap Carisa.
Kakek Yudanta terseyum mendengar ucapan Carisa. Kakek Yudanta sangat senang, Lalu Kakek Yudanta mengelus-elus rambut Carisa.
"Kakek hanya takut? Umur Kakek tidak akan lama lagi. Jadi sebelum Kakek pergi ingin sekali Kakek menimang cicit pertama Kakek," Ucap Kakek Yudanta sendu.
"Kenapa Kakek bicara seperti itu? Kakek pasti akan sembuh dan berumur panjang. Dan akan menimang cicit-cicit Kakek." Carisa Meghibur Kakek.
"Kakek Hanya tidak ingin kamu kenapa-napa? Tapi jika kamu sudah menikah dengan Daffin! Kakek bisa tenang. Dan jika kamu melahirkan keturunan Mahendra semua aset yang kamu miliki. Tidak akan bisa di ambil oleh siapa pun." Ucap Kakek Yudanta meneteskan air matanya.
Carisa menatap Kakek!
"Kakek jangan menagis, Carisa janji! Akan seger memberika Kakek cicit, supa Kakek tidak kesepian lagi," ucap Carisa.
"Kakek sudah tidak kuat lagi seperti dulu? Jika Suatu saat Kakek pergi, kamu harus ingat ucapan Kakek." Ucap Kakek Yudanta.
Carisa megangukan kepalanya, dan berjanji akan menuruti keinginan Kakek Yudanta?
"Carisa janji! Carisa akan megabulkan permintaan Kakek dan memperbaiki keluarga kita." Ucap Carisa berlinag air mata.
Tanpa Carisa dan Kakek Yudanta sadari? Daffin sedang mendengar semua obrolan mereka. Daffin berdiri di balik pintu yang terbuka sedikit. Ya? Daffin telah sampai Rumah sakit, 30 menit yang lalu. Tapi dia megurugkan niatnya untuk masuk! Ketika mendegar Carisa dan Kakek Yudanta sedang mengobrol dan ingin mendengarkan obrolan mereka.
"Sekarang Kakek! Jangan memikirkan apa-apa? Fokus dengan kesehatan Kakek.
"Baiklah Kakek akan patuh, agar Kakek segera mendapatkan cicit." Ucap Kakek Yudanta.
"Kek? Kalo begitu, Carisa pamit pulang dulu? Sudah jam 19.30 takutnya ke malaman, sebentar lagi Pak Alan datang," ucap Carisa.
"Kenapa tidak menungu Daffin mejemput kamu?" Ucap Kakek.
"Mugkin Mas Daffin, masih sibuk dengan mitingnya? Jadi lebih baik, Carisa pulang sekarang saja." Ucap Carisa.
Tidak lama setelah Carisa mengucapkan itu, Pintupun di ketuk?
"Took...took...took.?"
__ADS_1
Daffin segera mengetuk, pintu lalu dia masuk.
"Asalammualaikum." Ucap Daffin.
"Waalaikumsalam."Ucap Carisa dan Kakek.
"Daffin? Kamu sudah sampai, baru saja Carisa akan pergi." Ucap Kakek Yudanta.
Daffin meghampiri Kakek? Lalu mencium tangan Kakek Yudanta. Setelah itu mengulurkan tangan nya! Kepada Carisa supaya mencium tangannya.
"Daffin sudah janji! Akan mejemput Carisa Kek." Ucap Daffin.
Kakek Yudanta megagukan kepalanya!
Daffin melirik kepada Carisa? Dan kedua Mata mereka pun saling menatap. Lalu Carisa segera menundukan kepalanya?
"Kek? Asisten Daffin sudah menemui Om Zaki, Dan sudah membicara tentang penjemputan Kakek?" Ucap Daffin.
"Sebenarnya Kakek! Tidak apa-apa, jika Zaki inging menjemput Kakek, dan merawat Kakek Di Rumah Kakek tidak menolak. Tapi Karena ini keinginan Carisa, Kakek terserah kalian saja." Ucap Kakek Yudanta.
Daffin dan Carisa pun terseyum, Karena Kakek meyetujui untuk tetap, di rawat di rumah sakit saja.
"Tookk...tookk...tookk...?"
Pintu pun terbuka? Ternya pak Alan juga sudah datang.
"Asalammualaikum?" Ucap Pak Alan.
"Pak Alan sudah datang." Ucap Carisa.
"Iya non! Takut nya non Carisa kemalaman pulangnya, jadi saysa cepat-cepat kembali," ucap Pak Alan.
"Kebetulan kami, akan segera pulang sekarang?" Ucap Daffin.
Lalu, Pak Alan pun megangukan kepalanya.
"Oh iya Pak? tolong jaga Kakek, terus jika Om Zaki ataw tante Melly! Ingin membawa Kakek pulang.Tolong jangan cegah mereka," ucap Daffin.
"Baik Pak Daffin, saya akan melaksanakan perintah anda."
Lalu Daffin dan Carisa, berpamitan.
"Kakek! Daffin dan Carisa pulang dulu, besok kami akan kembali." Pamit Daffin.
Kakek Yudanta, megangukan kepalanya lalu Carisa meghampiri Kakek dan memeluknya.
"Risa sayang Kakek, capet sembuh risa akan merawat Kakek apapun yang terjadi! Risa tidak akan meningalkan Kakek sendiri." Ucap Carisa meneteskan air matanya.
__ADS_1
Kakek Yudanta megelus-elus kepala Carisa, dan mengecup dahi Carisa.
"Sudahlah! Jangan sedih lagi, sekarang kamu pulang dulu bersama suami kamu, istirahat yang cukup dan jaga kesehatan. Supaya kalian cepat-cepat memberikan Kakek cicit?"
Carisa yang Tadinya sedang sedih, lalu terseyum mendengar ucapan Kakeknya. Yang terus meminta cut padanya. Setelah itu Daffin dan Carisa berpamitan.
"Kek! Daffin dan Carisa pamit dulu, asalammualaikum." Ucap Daffin.
"Sampai jumps besok Kek dak Pak Alan, asalammualaikum." Ucap Carisa.
"Waalaikumsalam." Ucap Kakek dan Pak Alan.
Setelah cucu dan cucu menantunya sudah pergi. Lalu Kakek Yudanta meyuruh Pak Alan, memagil seseorang?
"Suruh dia masuk sekang?" Ucap Kakek Yudanta.
"Baik Tuan Besar." Lalu Pak Alan menelpon seseorang?
Orang itu yang di jemput Pak Alan. Tapi orang itu tidak lagsung masuk, karena Carisa masih ada dan belum pulang? Pak Alan mengambil telphonnya.
"Asalammualaikum Pak? Sekarang silahkan Bpk masuk."
* * *
Sedangkan di Koridor rumah sakit, Carisa dan Daffin berjalan menuju parkiran, tiba-tiba saja Carisa menabrak seseorang.
"Brukk..."
"Maaf! Saya tidak sengaja?" Ucap lelaki yang memakai kacamata, dan jaket hitam hoodie yang menutup kepalanya.
"Tidak apa-apa?" Ucap Carisa terseyum.
Lalu laki-laki itu menatap Carisa? Daffin yang melihat laki-laki itu, menatap istrinya walapun tidak terlihat dari balik kacamata. Daffin lagsung merangkul Carisa dengan Posesif. Lalu membawa Carisa! Tanpa mengucapkan apa-apa.
"Jadi, dia suami kamu Carisa sayank! Bersabarlah? Sebentar lagi kita akan bertemu?" Ucap Lelaki misterius yang menabrak Carisa.
Sedangkan di kamar Kakek Yudanta? Pak Alan sedang menunggu dan meyambut seseorang? Tiba-tiba saja pintu di ketuk.
"Tookk...tookk...tookk?"
* * *
Setelah Carisa dan Daffin berada di dalam mobil, mereka masih membisu! tidak ada yang membuka suaranya? Sebenarnya Carisa inging berbicara dengan Daffin dari hati ke hati, tapi bingung memulainya dari mana. Ketika Daffi melihat gerak-gerik Carisa, yang ingin berbicara akhirnya Daffin pun membuka suara.
"Risa! Apa ada yang ingin kamu bicarakan?" Tanya Daffin.
"Sebenarnya ada Mas! Tapi mas sedang menyetir nanti saja." Ucap Carisa.
__ADS_1
"Bagaimana jika kita, megobrol di pantai dekat sini."
Lalu Carisa, megangukan kepalanya.setelah 30 menit akhirnya Daffin dan Carisa. Tiba di pantai mereka duduk di dalam mobil dan hanya saling diam?