
Daffin terharu dan matanya langsung berkaca-kaca, Daffin terseyum bahagia. Akhirnya penantiannya selama ini, Carisa bisa hamil juga! Namu ketika Daffin melihat tespek itu? Senyuman yang tadinya begitu bahagia pun. Tiba-tiba saja menjadi pudar! Daffin mengambil henponenya dan mengirim pesan pada sang istri.
"Sayang? Kamu di mana, cepat pulang Mas merindukan kamu,"
Daffin mengirim pesan kepada Carisa. Setelah itu Daffin bertanya kepada Mbok Imah.
"Mbok? Dimana Mbok, menemukan barang-barang ini," Tanya Daffin penasaran.
Mbok Imah terseyum! Lalu menjawab pertanyaan dari Daffin.
"Oh barang-barang itu? Mbok dapat di kamar mandi Den! Kalo kotak baju bayi itu, Mbok menemukannya di sebelah tempat tidur." Jelas Mbok Imah.
Daffin terdiam? Lalu Daffin memeluk Kotak yang berisi baju Bayi dan tespek yang berada di kantung pelastik.
Jika saja Carisa berada di hadapannya sekarang? Daffin akan memeluk dan menc*um sang istri? Tapi sayangnya Carisa belum mengaktifkan telponnya! Sekarang Daffin hanya bisa di lema antara Sedih ataw haru bahagia.
Daffin yang tadinya ingin menggati bajunya. Akhirnya mengurugkan niatnya dan ingin lagsung ke rumah sakit dan menjemput Carisa di kediaman keluarga Mahendra.
Daffin mengirimkan fotokotak itu, kapada Tristan? Dan mengetikan chat juga untuk sang adik.
"Ting." Bunyi notifikasi di telpon Tristan.
Tristan yang mendegar notifikasi pesan di telponnya, lagsung membuka pesan itu. Yang ternyata Dari Daffin.
"Tristan? Apa kamu sudah menerima foto dari Mas?" isi pesan Daffin.
"Ting?" bunyi notifikasi telpon Daffin
"Sudah Mas? Mas dapat dari mana barang-barang itu," Balasan chat Tristan.
"Ting?" balasan dari Daffin
"Dari Mbok Imah!" Jawab Daffin kembali.
Setelah Daffin memberitahukan orang yang memberikan barang-barang itu! Daffin tidak lagi mendapat balas dari Tristan. Lalu Daffin pun segera berdiri. Sebelum pergi? Daffin menitipkan bara-barang itu kepada Mbok Imah! Lalu menyuruh, Mbok Imah untuk menyimpan kotak itu di kamarnya.
"Mbo? Aku titip kotaknya dan tolong simpan di kamar saya. Jangan ada yang masuk ke kamar saya selain Mbok." Ucap Daffin sebelum pergi, Mbok Imah pun mengangguk kepalanya.
.
.
__ADS_1
.
Sedangkan di kediaman Mahendra? Carisa, Kenzo dan Zaki di sekap di kamar Kenzo. Namu tiba-tiba saja pintu di buka dengan kasar dari arah luar?
"Braakkk?"
Suara pintu terbuka dengan sangat keras? Melly masuk dengan wajah angkuh lalu Kenzo berteriak.
"Mami? Apa yang Mami lakukan pada kami," Teriak Kenzo dengan marah, kepada sang Mami yang tega mengurung dirinya, Carisa dan Papinya.
"Kamu diam Kenzo? Jika tidak seperti ini kalian pasti akan ikut campur. Jadi kalian Saya kurung." Teriak Melly, yang sangat mengelegar.
"Melly? Aku masih suami kamu? Sekarang Kamu hormati saya, sebagai suami kamu," Ucap Zaki, menahan emosi kepada istrinya.
"Hahahah! No Suamiku? Kamu memang pantas di kurung bersama gadis bodoh itu. Kamu tahu karena apa? Karena kamu hanya alat untuk aku balas dendam dengan Kakak sulung kamu." Ucap Melly terseyum remeh.
Lalu Melly meyuruh para Bodyguard? Untuk membawa mereka keluar dari kamar.
"Bawa mereka keluar," Teriak Melly pada bodyguard yang berada di belakangnya.
Para Bodyguard itu pun langsung masuk dan membawa Zaki, Kenzo dan Carisa di seret keluar dari kamar.
"Lepas? Saya bisa jdlan sendiri," teriak Zaki menatap tajam, laki-laki bertubuh kekar itu.
"Diam kamu Kenzo! Jika kamu tidak membantah seperti ayah kamu. Mugkin nasibmu tidak akan seperti ini." Teriak Melly menata tajam Kenzo.
"Tentu saja Aku akan membantah? Karena apa yang Mami lakukan sekarang itu, sangat salah?" Ucap Kenzo dan menatap sang Mami dengan sendu.
Melly terseyum kecut? Mendapat ceramah dari putranya. Lalu Melly menjawab pertanyaan Kenzo.
"Kamu dan Papi kamu, sama saja! Tidak bisa di andalkan." Teriak Melly kembali.
"Maksud Mami apa? Aku tidak bisa di andalkan. Selama ini Aku selalu menuruti keinginan Mami! Bukanya jika hal jelek yang orang tua perbuat? Anaknya tidak harus mengikuti jejak orang tuanya." Ucap Kenzo dan terseyum remeh, kepada sang Mami.
Melly semakin emosi mendengar ucapan Kenzon. Melly mengangkat tangannya dan menampar pipi, putra kesayangannya.
"Plaakk?"
Suara tamparan keras bergema di dalam rumah utama Mahendra. Kepala Kenzo sampai menoleh ke kanan dan pipinya menjadi merah. Karena Melly menampar Kenzo dengan sangat keras.
"Melly? Apa yang kamu lakukan," Teriak Zaki.
__ADS_1
Melly menatap tangannya yang baru saja menampar sang putra? Baru kali ini Melly menapar Kenzo, Melly menatap tangannya dan menatap pipi sang putra yang sangat merah. Namun Melly yang sempat terdiam akhirnya tersadar kembali, oleh suara bodyguard Alex Ferguso.
"Nyoya Melly? Kita harus segera pergi," Ucap Bodyguard itu.
Melly yang tersadar kembali pun, tidak menjawab ucapan Bodyguard itu. Melly langsung berjalan melewati Kenzo, Zaki dan Carisa.
Zaki yang melihat kelakuan sang istri seperti itu. Hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dulu Zaki sangat memanjakan Melly! Karena Zaki sangat menyaagi sang istri. Namun ketika Melly merencanakan? Mem***uh Papi Yudanta dan Carisa.
Zaki menolak tegas kepada sang istri. Untuk tidak berbuat lebih jauh, bagaimana pun Papi Yudanta adalah orang yang sangat berjasa untuk Zaki. Walapun Zaki jarang menemui Papinya yang di rawat di rumah sakit! Tapi Zaki sangat menyayagi sang Papi. Zaki sudah tidak mau berbuat masalah lagi, di keluarga Mahendra? Rasa bersalahnya selama ini kepada sang Kakak sulung masih menghantuinya dirinya.
"Oh tuhan? Apa lagi yang akan di lakukan istriku," ucap Zaki dalam hati.
Melly dan Bodyguardnya itu membawa Zaki, Carisa dan Kenzo ke parkiran mobil! Mereka di masukan Mobil.
"Om? Kita mau di bawa kemana om?" Tanya Carisa, yang sangat ketakuta.
Carisa sejak tadi dirinya, sangat cemas? Dia benar-benar takut terjadi sesuatu pada kandungannya! Karena sejak tadi Bodyguard suruhan Melly memperlakukannya dengan sangat kasar.
"Om juga tidak tahu Risa," Jawab Zaki.
Zaki menatap tajam kepad Melly dan berteriak.
"Melly? Kau mau mbawa kami kemana," teriak Zaki yang benar-benar sudah emosi.
Melly melirik ke arah Zaki? Dan menatap laki-laki paruh baya itu dengan tajam? Padahal Zaki, setatusnya masih suami Sahnya. Melly hanya menata Zaki melanjutkan jalanya ke arah mobil yang sudah menunggunya lama.
Dua mobil hitam itu pun keluar dari kediaman Mahendra? Tanpa mereka sadari! Tidak jauh dari kediaman Mahendra, ada dua mobil hitam sedang mengawasi pergerakan Melly. Dua mobil hitam itu sudah menunggu lama. Lebih tepatnya ketika Carisa? Sampai di kediaman Mahendra.
Dua mobil hitam itu selalu mengikuti Carisa kemanapun dia pergi? Mereka sudah menunggu hampir lima jam di dalam mobil. Dan setelah menunggu begitu lama? Mereka malah melihat dua mobil hitam keluar dari kediaman Mahendra.
Mereka mengambil bendan pipihnya? Dan lagsung menghubugi Tuannya.
"Tuut...tuut...tuut...?" suara dering telpon dan lagsung di agkat oleh Tuannya di sebramg sana.
"Hallo?" Suara laki-laki di sebrang telphone.
"Selamat siang Tuan? Saya ingin melaporkan ada dua mobil hitam keluar dari kediaman Mahendra. Tapi kami tidak bisa melihat jika Nona Carisa, ada di dalam mobil itu." ucap Bodyguard.
Bodyguard kaget ketika medengar teriakan Tuannya?
"Baik Tuan? Kami akan mengikuti mobil itu." ucap Bodyguard dan langsung mengikuti dua mobil milik Melly.
__ADS_1
"Jangan lupa like, komen, vote dan kasih ranting ya Readers. Supaya Author semangat nulisnya.🐇🍃"