
Carisa dengan berlinag air Mata. Segera cepat-cepat menganti bajunya. Carisa dengan terburu-buru pergi keluar kamar dan menuju lantai bawah. Carisa melihat jam. Ternyata jam masih menunjukkan pu*ul 05.25 menit.
Ketika Carisa turun. Lampu ruang makan masih belum meyala. Lalu Carisa berjalan ke arah dapur dan ternyata lampu dapur sudah menyala? Carisa menghampiri dapur itu dan berharap sang Mami, sudah bangun. Namun ketika sampai di dapur! Carisa tidak meliha sang Mami? Lalu Carisa bertanya.
"Mbo Imah?" Carisa memangil Mbo Imah dengan air mata berlinang.
"Non Risa? Non Carisa kenapa menangis." tanya Mbo Imah khawatir.
"Hiks...hiks...Mbo? Saya minta tolong. Bangun kan Pak Budi? Saya harus segera ke rumah sakit." ucap Carisa sambil terisak.
Lalu Mbo Imah menyuruh Nina pergi memangil sopir bernama Pak Budi. Mbo Imah, mencoba menenagkan Carisa. Supaya Nona mudanya, sedikit tenang. Mbo Imah merasa kasihan. Mbo Imah sudah mendengar cerita tentang Carisa, yang sering di si*sa oleh Tantenya.
"Yang sabar ya Bon. Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa dengan Kakeknya Non Carisa." Ucap Mbo Imah. Sambil mengelus-elus punggung Carisa. Setelah lima menit Nina kembali.
"Non Risa? Pak Budi sudah menunggu anda di depan." ucap Nina sopan. Lalu Carisa mengagukan kepalanya.
"Terimakasih? Saya pergi dulu ya Mbo. Jika Mami, menanyakan keberadaan Saya. Tolong bilang Saya pergi ke rumah sakit." ucap Carisa, dan menitip pesan untuk sang Mami.
Carisa segera menuju Mobil yang sudah terparkir di depan. Dengan langkah terburu-buru. Carisa masuk ke dalam mobil bagian belakang.
Carisa mengeluarkan telponnya, dan Carisa segera menghubungi Daffin. Tapi nihil nomor telepon Daffin tidak Aktif? Selama di perjalanan, menuju rumah sakit. Carisa terus saja menelpon Daffin. Tidak terasa Carisa sudah sampai di rumah sakit! Carisa turun dari mobil, dan meyuruh Pak Budi untuk kembali ke Mansion utaman Hutomo.
"Pak? Bpk kembali saja ke Rumah utama. Saya ingin disini dulu menunggu Kakek." ucap Carisa. Lalu Psk Budi menjawab.
"Tapi Non? Nanti jika Nyonya menanyakan anda bagaimana," tanya Pak Budi.
"Bilang saja saya menunggu Kakek di rumah sakit. Bpk pulang saja! Saya pamit ya Pak." jawab Carisa, dan lagsung pergi masuk ke dalam lobby Rumah sakit.
Carisa dengan sangat khawatir! Segera menaiki Lift dan menuju lantai tempat Kakek Yudanta di rawat. Setelah sampai di kamar Kakek Yudanta. Carisa membuka pintu kamar itu. Namun ketika Carisa masuk? Kamar itu kosong, Carisa sangat panik? Ketika sang Kakek tidak berada di kamarnya. Carisa berjalan mendekati ranjang sang Kakek. Carisa menangis mencari keberadaan sang Kakek.
__ADS_1
"Hiks...hiks...? Kakek di mana, kenapa meninggalkan Risa sendir." Sambil duduk di sebelah ranjang sang Kakek, Carisa menangis sejadi-jadinya. Tanpa Carisa sadari? Ada orang asing yang memperhatikan.
Ketika Carisa, ingin berdiri dari duduknya? Tiba-tiba saja kepala Carisa, menjadi berat dan pandangannya menjadi buram. Carisa terhuyung dan hampir terjatuh.
Namun sebelum Carisa terjatuh. Orang yang sejak tadi memperhatikan Carisa! Sigap menangkap tubuh Carisa?
"Nona? Anda tidak apa-apa," ucap orang asing itu.. Namun? Sebelum Carisa merespon. Carisa jatuh pingsan di dalam dekapan orang itu.
Carisa di bawa ke atas ranjang dan orang itu memangil suster. Dia pun menekan tombol yang ada di sebelah ranjang.
"Suster? Segera datang ke ruangan Tuan Yudanta sekarang?" ucap orang asing itu.
Setelah lima belas menit! Dua orang suster datang. Orang itu segera memeriksa keadaan Carisa. Setelah Carisa selesai di periksa? Orang itu menanyakan kepada kedua suster itu. Siapa orang tua Carisa.
"Apa Kalian tahu, siapa keluarga nona ini." Tanya orang itu.
"Saya tahu Dok? Nona ini cucunya Tuan Yudanta. Nona ini sering mengunjugi Kakeknya." Jelas suster itu.
"Pak Alan?" Teriak Dokter itu.
Pak Alan hanya menoleh? Pak Alan Kaget Nona kecilnya terbaring di ranjang. Lalu Pak Alan memangil nama Nona mudanya. Sambil berjalan cepat.
"Non Risa?" Ucap Pak Alan. Lalu Dokter yang menolong Carisa bertanya.
"Pak Alan? Apa Anda mengenal Nona ini?" ucap Dokter itu. Pak Alan menganggukkan kepalanya dan menjawab pertanyaan dokter itu.
"Tentu saja Dokter Abian? Beliau cucu tungal, Tuan besar Yudanta. Namanya Nona Carisa!" jelas Pak Alan, kepada Dokter Abian.
Dokter Abian, melirik ke arah Carisa! Lalu berbicara kepada Pak Alan?
__ADS_1
"Apakah dia sudah menikah," tanya Dokter Abian. Pak Alan menganggukkan kepalanya.
"Nona Carisa sudah menikah dengan cucu sulung keluarga Hutomo? Memangnya ada Dok. Anda menanyakan status nona Carisa?" tanya Pak Alan.
Dokter Abian terdiam sejenak lalu menatap Carisa dan menghela nafasnya.
"Nona Carisa harus banyak istirahat dan jangan sampai dia stress. Karena dia sedang hamil." Jelas Dokter Abian.
Pak Alan! Membulatkan matanya. Beliau kaget mendengar kabar bahwa Carisa sedang hamil. Pak Alan bingung! Harus bersikap bagaimana? Beliau sangat bingureceptionistng antara harus bahagia atau bersedih.
Karena kabar buruk dan kabar bahagia datang bersamaan. Pak Alan menghampiri Carisa dan mengelus kepala Nona kecilnya. Lalu bertanya?
"Dokter Abian? Apa kandungan Nona Carisa baik-baik saja." Tanya Pak Alan. Kepada Dokter Abian.
Lalu Dokter Abian terseyum ramah, lalu memberi saran kepada pak Alan? Jika Carisa harus di periksa ke Dokter kandungan, yang berada di lantai bawah.
"Coba Bpk, bawa Nona Carisa ke dokter kandungan. Supaya lebih jelas? Saya hanya bisa mendengar detak jantungnya bayinya saja." jelas Dokter Abian.
Pak Alan pun mengagungkan kepalanya. Setelah Dokter Abian memberi saran? Dokter Abian pun berpamitan! Karena masih ada pasien yang harus di periksanya. Pak Alan, mempersilahkan kan Dokter Abian! Untuk menjalankan tugasnya.
Setelah pak Alan? menunggu Carisa tiga puluh menit. Akhirnya Nona kecilnya itu sadar dari pingsannya! Pak Alan, segera mengambil segelas air putih di atas nakas di sebelah tempat tidur.
Carisa membuka matanya secara perlahan. Dan mencoba mengigat kembali, kenapa dirinya bisa berada di atas ranjang Rumah sakit. Sambil memegang kepalanya yang terasa pusing. Carisa akhirnya ingat. Tadi dia pingsan, karena menangis dan sangat syok! Karena tidak melihat Kakek Yudanta berada di kamarnya.
Carisa, menatap ruangan dan bangun dari tidurnya. Carisa menatap ruangan itu tampak sepi. Lalu Carisa mendengar samar-samar? Seseorang tengah berbicara di balkon. Carisa mengikuti arah suara itu.
Carisa mengintip? Ternyata pak Alan yang sedang berbicara di telepon dan mendengar jika Pak Alan memohon.
"Nyonya Melly? Saya mohon. Jangan pernah mengganggu kehidupan nona Carisa lagi! Dulu anda berbuat kejam kepada nona Carisa, Tapi saya tidak mengusik anda. Jika anda menyakiti nona Carisa? Anda tahu apa yang akan saya perbuat? Jadi berhenti lah berbuat ulah. Saya tidak mau Nona Carisa, mengetahui jika anda penyebab? Tuan besar Yudanta masuk ke ruangan ICU lagi! Anda benar-benar iblis." Pak Alan sangat emosi. Mulai sekarang dia tidak takut lagi Melly! Karena Tuan mudanya telah kembali dan ada keluarga Hutomo juga, yang akan membantunya.
__ADS_1
Carisa menggelengkan kepalanya. Ternyata Kakeknya? Masuk lagi ke ruang ICU. Carisa pun berlari dari ruangan tersebut. Menuju Ruang ICU! Pak Alan yang melihat Carisa berlari, merasa terkejut. Lalu memangil nona mudanya.
"Non Carisa...Non...?" Pak Alan berteriak. Beliau sangat khawatir dengan ke adaan Nona kecilnya.