DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin

DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin
BAB 60


__ADS_3

Daffin yang melihat bajunya berserakan di lantai. Dia bangkit dan membungkus dirinya dengan selimut lalu menyalakan lampu. Ketika lampu sudah menyala. Daffin terkejut melihat gadis yang duduk di Sofa?


"Kamu?"


Daffin menatap gadis itu dengan tajam? Dengan penuh amarah, Daffin ingin menarik gadis itu keluar. Tiba-tiba saja pintu di ketuk dari luar.


"Took...took...took?"


Daffin sangat geram? Daffin yakin, orang yang mengetuk pintu itu adalah orang suruhan Alex atau Rosa. Lalu Daffin melihat gadis itu! Ingin membuka pintu? Daffin langsung menariknya sampai gadis itu terjatuh ke sopa.


"Kamu mau kemana?" teriak Daffin dengan emosi.


"Tentu saja membuka pintunya, Sayang," Ucap gadis itu sambil terseyum manja dan menggoda Daffin.


"Jangan pernah coba-coba, kamu buka pintunya?" ancam Daffin dan menghempaskan gadis itu ke Sofa.


Daffin ingat tadi malam dia tidak melakukan apa-apa. Tadi malam Daffin memesan jus dan beberapa makana ringan? Dan setelah Daffin meminum jus itu tiba-tiba kepalanya pusing. Setelah itu Daffin tidak ingat apa-apa lagi.


Daffin mengepalkan tangannya. Ternyata dia kalah cepat dari Alex Ferguson. Daffin bingung! Kenapa Alex Ferguson menjebaknya. Bukannya dirinya adalah rekan bisnis. Jika Tristan tidak memberitahunya. Tentang akal busuk Alex, pasti Daffin benar-benar akan menganggap Alex rekan bisnisnya!


Tanpa Daffin sadari? Gadis yang bersama dirinya sekarang makin berulah. Gadis itu malah terseyum dan menghampiri Daffin. Gadis itu menurunkan lingerienya dan hanya menyisakan pakaian dalamnya saja.


"Kanza," Daffin berteriak penuh emosi. Lalu mendorong Kanza sampai terjatuh ke lantai.


Daffin dengan wajah penuh amarah ingin menghajar orang yang ada di depannya itu. Tapi sayangnya, Orang yang sekarang berada di hadapannya ini adalah seorang perempuan.


FLASHBACK ON


Ketika Alex dan Rosa sampai di kamar Daffin! Rosa ingin langsung menerobos pintu itu dan ingin segera masuk ke kamar Daffin. Gerak-gerik Rosa yang terlihat bahagia, sangat di awasi oleh Alex?


Alex yang melihat Rosa, sudah bersemangat untuk menjebak Daffin pun, menjadi semakin geram lalu Alex terseyum sinis?


"Apa kamu sudah siap Sayang? "Alex bertanya kepada Rosa.


Tentu saja Rosa sudah sangat siap dan ingin cepat-cepat berdekatan dengan Daffin. Alex segera membuka pintu kamar Daffin? Ketika Rosa yang terburu-buru masuk ke kamar Daffin pun terdiam?


Ternyata di kamar itu bukan hanya ada Daffin saja. Tapi ada seseorang, yang dia kenal oleh Rosa.


"Kamu?"

__ADS_1


Rosa berteriak? Lalu melirik ke arah Alex yang menyandarkan tubuhnya ke dinding.


"Alex apa maksudnya ini?" Teriak Rosa kepada Alex.


Sedangkan Alex yang di tanya pun hanya terseyum tipis. Lalu menjawab pertanyaan Rosa.


"Sory, Rosa? Aku berubah pikiran? Tadinya Aku ingin kamu yang memerankan tokoh wanitanya. Tapi! Aku tidak rela jika wanitaku bersentuhan dengan Laki-laki lain selain Aku. Dan Aku lihat sejak tadi. Kamu begitu sangat bersemangat melakukan adegan ini. Jadi saya putuskan yang akan memerankan adegan ini adalah Kanza." Jelas Alex dengan panjang lebar.


Rosa tidak terima jika Kanza yang melakukan Adegan ini.


"Alex? Kamu tidak bisa berbuat seperti ini. Aku sudah menunggu moment ini! Tapi Kamu menggagalkan Rencanaku. Aku tidak terima singkirkan ja*ang itu." Rosa berteriak sejadi-jadinya.


Alex sangat geram. Lalu menari Rosa keluar dari kamar itu dan memerintahkan anak buahnya menjalankan rencananya.


"Kalian foto kan mereka dengan bagus dan seperti Realnya, mereka sedang berhubungan badan dan kamu ikut Aku sekarang? Lebih baik kamu melayani aku dari pada berfoto dengan bajingan itu." ucap Alex dengan geram.


Rosa di cengkram tangannya dengan kuat oleh Alex dan menariknya keluar! Rosa memberontak dan memukul-mukul tangan Alex yang mencengkeram dengan sangat kuat.


"Alex lepas? Lepas kan Aku. Alex kamu sudah berjanji. Cepat lepaskan tangan Aku?" Rosa terus berteriak dan memukul-mukul tangan Alex.


Alex yang kewalahan pun mengangkat Rosa ke pundaknya. Dan mengendong Rosa seperti karung beras.


FLASHBACK OFF


"S*al...?" umpat Daffin.


Daffin segera menelpon Tristan? Jam sudah menunjukan pu*ul 07.30 Wib.


"Tuutt...tuutt...?"


Telpon berdering dan Tristan mengangkat telponnya.


"Assalamualaikum Mas?"


"Walaikumsalam?"


"Mas kemana saja? Semalam aku telpon Mas. Tapi tidak aktip? Apa Mas dan Reza baik-baik saja." tanya Tristan.


"Tristan? Mas minta tolong. Mas kalah cepat daei Alex," ucap Daffin kepada Tristan.

__ADS_1


"Apa?y" teriak Tristan, lalu bertanya kembali. "Jadi Rosa ada di Bali." Tristan bertanya kembali. Daffin menjawab pertanyaan Tristan.


"Bukan Rosa? Tapi orang lain. Aku tidak bisa keluar dari hotel. Sepertinya Alex mengundang para wartawan. Apa kamu bisa bantu Mas keluar dari hotel ini." ucap Daffin.


"Oke? Aku akan terbang ke Bali? Tapi sebelumnya. Aku akan kirim Bodyguard ku terlebih dahulu yang sekarang berada di Bali. Tidak ku sangka Alex langsung bertindak! Tanpa aba-aba. Rencana kita gagal, Alex benar-benar sangat cerdik." ucap Tristan.


"Kalo begitu Mas tutup telponnya dulu. Assalamualaikum." ucap Daffin.


"Walaikumsalam!" jawab Tristan lalu keduanya pun menutup telponnya.


.


.


.


Sedangkan di kediaman Mahendra? Carisa tengah menangis dan bersimpuh di lantai. Carisa baru saja melihat foto-foto Daffin? Yang tengah tertidur bersama sepupunya Kanza. Hatinya sangat sakit ketika Tante Melly memperlihatkan foto-foto tersebut.


"Sekarang kamu tahu bukan? Jika suamimu itu mata keranjang." Tante Melly mengejek Carisa.


Carisa sudah tidak bertenaga lagi? Dia di buat lemas dengan foto-foto itu. Apalagi dia sedang hamil.


"Tante bohong? Suamiku tidak akan berbuat seperti itu." Carisa berteriak.


Tante Melly terseyum sinis lalu tertawa.


"Hahahaha? Untuk apa aku berbohong, apa foto-foto itu tidak cukup untuk bukti. Carisa? Dari awal pernikahankalian itu. Atas dasar paksaan dari Kakekmu. Bukanya dari awal Daffin tidak pernah memperdulikan kamu! Apalagi kamu belum juga memberikannya keturunan yang akan mewarisi harta Keluarga Hutomo Group. Jadi sudah pasti, suamimu itu akan bermain di luaran sana." Ucap Tante Melly tegas dan menatap Carisa dengan tajam.


"Hiks...hiks? Tidak mungkin." Carisa menangis sambil menundukkan kepalanya. Lalu Carisa bertanya kembali.


"Apa salah Carisa kepada Tante, kenapa Tante dan Kak Kanza sangat membenci Aku? Padahal selama ini Mami dan Papi juga sangat baik kepada Tante dan Om Zaki." Tanya Carisa.


Hening? Melly terdiam. Lalu menata Carisa dengan tajam dan menghimpit jarak dengan Carisa! Melly tiba-tiba saja mencengkram kedua pipi Carisa? Carisa yang di cengkram pipinya pun kesakitan.


"Tante lepas? Ini sangat sakit," Carisa sangat kesakitan dan menyuruh Melly untuk melepas cengkeramannya.


Melly tersenyum sinis? Ketika melihat Carisa menyuruh untuk melepaskan cengkeramannya. Melly semakin mencengkram pipi Carisa. Lalu berkata dan menatap Carisa dengan tajam.


"Kamu sudah berani membantah Saya Carisa? Kamu memang tidak ada salah dengan Saya. Tapi? Kedua orang tua kamu yang sudah membuatku menjadi seperti ini. Saya sangat membenci kalian. Apalagi ibumu yang sudah merenggut kebahagiaanku." Melly berteriak seperti orang ke se*anna.

__ADS_1


"Hiks...? Tidak mungkin, Mami selalu baik kepada Tante. Mereka sangat menyayangi kalian" ucap Carisa sambil berlinang air mata


"Ibu kamu itu hanya baik di luar tapi hatinya busuk? Aku membenci kedua orang tua kamu. ibumu juga yang...?" Melly menjeda ucapanya.


__ADS_2