DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin

DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin
BAB 37


__ADS_3

Carisa megangukan kepalanya? Lalu memejamkan matanya untuk berdo'a.


Ya Allah! Berikan kesehata untuk semua keluargaku. Yang sangat aku sayangi. dan rukunkanlah rumah tanga hamba, dan jauhkan kami dari godaan. panjagkan umur hamba, berikan Buah hati untuk kami secepatnya. Amiin. Batin Carisa.


Setelah berdo'a. Carisa meniup lilinnya. Daffin, Menyuruh Carisa segera. Memotong Cakenya. Lalu Carisa memberikan Suapan pertama pada sang suami, yang kedua Kakek Ravindra, Papih Daranendra, Mamih Aulia, dan keluarga Hutomo lainya? Setelah itu Carisa memberika, Cake kepada Kenzo, dan juga sahabatny.


Terlihat? Di bawah panggung? Tiga wanita tengah menatap Carisa dengan hawa permusuhan. Mereka bertiga tidak senang dengan kebahagian Carisa.


"Rosa? Kapan kamu akan menjalankan aksimu." Ucap Melly. Rosa melirik Melly lalu menjawabnya.


"Secepatnya, dua hari lagi aku dan Daffin akan pergi ke Bali. Dan kami akan menginap di hotel Alex Ferguson. Dia akan membantu saya melancarkan semuanya." Ucap Rosa penuh percaya diri.


Melly terseyum puas, dan sudah tidak sabar untuk meghancurka Carisa. Ketiga perempuan itu? Berjalan ke atas panggun untuk memberikan Carisa selamat. sejak tadi Melly menatap Carisa dengan wajah penuh amarah?


Melly, yang meghampiri Carisa? Berniat ingin memeluk keponakannya itu. Tapi tangan kekar Daffin meghalaginya, dan tidak mengizinkan Melly untuk memeluk Carisa.


"Cukup? Berjabat tangan saja," Ucap Daffin dingin.


Melly sangat kesal. Karena dirinya di larang memeluk Carisa, oleh Daffin! Melly tidak suka ada orang yang melindugi Carisa.


Sahabat dan semua para tamu mengucapkan Selamat. Sedangkan pemuda yang sangat mengagumi Rosa sedang menatap Gadisnya.


Alex yang melihat, Rosa hanya terdiam. Denga wajah tidak bersahabat. Lalu mengajak Rosa untuk ikut dengannya keatas panggung, Rosa menatap Daffin dan Carisa dengan wajah tidak suka.


"Rosa? Ayo ikut aku, kita pergi beri Selamat untuk Carisa." Bisik Alex.


Rosa menatap Alex dengan tajam? Rosa tidak mau mengucapkan Selamat. Dia tidak rela, Daffin dan Carisa hidup bahagia. Dia tetap keras kepala dan Egois. Ingin merebut Daffin dari Carisa dan meghancurkan Rumah tanganya.


Rosa lebih memilih pergi dari Ballroom. Rosa pergi ke Toilet untuk meredakan Emosinya. Dan berniat untuk tidak masuk lagi ke Ballroom dan memilih untuk pulang ke apartemennya.


Setelah itu Rosa langsung pergi. Dan menuju parkiran. Ketika Rosa sudah sampai di parkiran teryata Alex lebih dulu sampai. Dia menunggu Rosa keluar.


Lalu Rosa bertanya, "Kenapa Kau disini?" Alex terseyum mendengar pertanyaan Rosa yang ketus. "Aku menunggumu Honey." Rosa memutar matanya, Lalu menjawab.


"Untuk apa kau menunguku Alex? Aku ingin sendiri. Kamu pulang saja ke apartemmu." Ucapn Rosa yang meningikan suaranya.


Alex, yang sedikit di bentak oleh Rosa. Merasa tidak terima dan langsung menarik Rosa ke dalam Mobilnya.


"Cepat ikut aku? Jang sampai Aku berbuat Kasar Rosa." Ucapn Alex dengan geram.

__ADS_1


Rosa memukul tangan Alex yang mencekram tangannya. Akhirnya Alex pun berhasil membawa Rosa ke kursi penumpang belakang.


"Alex, aku membawa mobilku sendiri?" Teriak Rosa.


Alex segera mengambil Kunci mobil di dalam tas Rosa. Dan memberikannya kepada salah satu anak buahnya.


"Mobilmu? Akan sampai di aparten kita." Ucap Alex berbisik di telinga Rosa. Dan megelus pipi Rosa.


* * *


Setelah pesta selesai. Daffin dan Carisa. Menuju kamar merek, malam ini mereka sangat bahagia terutama Carisa. Mereka pun masuk ke dalam Kamar, Carisa sedikit lelah tapi dia tidak memberi tahu Daffin.


Carisa tiba-tiba memeluk Daffin, dari belakang? Ketika Daffi selesai membuka kancing kemejanya.


"Terimakasih Mas," Ucap Carisa meneteskan Air matanya. Daffin tidak menjawab?


"Hiks..hiks.." Carisa semakin terisak, akhirnya Daffin membalikan tubuhnya.


Daffin, megkerutkan dahinya. Lalu bertanya.


"Sayank? Kenapa menangis." Ucap Daffin mengelus pipi Carisa.


"Aku, enga tahu Mas? Tiba-tiba aja pengen nangis. Akhir-akhir ini aku cengeng banget. Dan aku terharu. Karena Mas, Sudan memberikan kejutan yang tidak akan aku lupakan. Tapi Aku sedih, karena Kakek Yudanta tidak bisa hadir." Ucap Carisa menundukan kepalanya.


Daffin terseyum! Lalu mengagkat wajah Carisa. Dan megelus pipi sang istri. Daffin menatap wajah cantik Carisa. Dan meghapus jejak air mata Carisa. Lalu m*****m bibir sintal sang istri.


Daffin memperdalam C****nnya? Dan membawa Carisa ke atas kasur. Daffi juga mencoba membuka sleting gaun Carisa.


Daffin cuga mulay melucutu kemeja dan celana panjangnya. Tanpa berhenti C****n Carisa.


Sekang mereka Full hanya memakai pakaian dalam. Carisa tidak menolak, dengan apa yang Daffin lakukan kepadanya. Daffin lalu meminta izin.


"Sayank? Apa boleh." Tanya Daffin denga suara beratnya. Lalu Carisa megangukan kepalanya. Daffin terseyum puas mendapat respon dari sang istri.


Malam pun semakin larut, dua insan sedang bercumbu di atas ranjang? Malam ini, Daffin melakukanya yang ke tiga Kali. Mereka bermain di atas Kasur dan saling mecubu. Daffin merasa candu denga t***h Carisa. Setelah 3 jam mereka bermain. Daffin belum ingin menyelesaikannya dan mendapat protesan Dari Carisa.


"M..Mas? Udah Mas, aku Cape." Ucap Carisa tebata-bata.


Karena Daffin, masih terus melanjutkan permainnya. Dan menulikan telinganya. Dengan keluhan Carisa. Lalu Daffin menjawab.

__ADS_1


"Tdak boleh menolak? Dosa jika kamu terus menola keinginan suamimu." Ucap Daffin dengan suara terengah-engah.


"Biarkan Daddy, Membuat Baby Junior segera hadir sayank. Jadi bertahan lah sebentar lagi." Bisik Daffin dengan nafas Beratnya.


Carisa akhirnya diam dan menikmatinya. Lalu megkalugkan tangannya kembali. Ke leher Daffin. Setelah mereka selesai dengan kegiatanya di atas kasur, sekitar jam tiga pagi. Mereka, akhirnya tertidur pulas.


Ke esokan paginya sekitar jam sepuluh pagi. Daffin terbangun oleh bunyi telponenya.


Mereka berdua sempat bangun jam lima pagi. Dan melaksanakan solat subuh. Setelah itu tertidur kembali. Karena masih sangat kelelahan.


Daffin, melihat pangilan telvon sebanyak 20 pangilan dari Rosa. Hari ini Daffin tidak ingin di gangu. Dia hanya ingin bermanja-manja dengan Carisa. Karena besok malam dia harus pergi ke Bali.


Lalu Daffin mencari no Andi. Dan meyuruh membawa baju ganti dan sarapan.


"Halo? Andi? Tolong bawakan baju ganti. Dan sarapan untuk kami."


"Baik Pak? Akan segera says antarkan."


"Oke?" Jawab Daffin.


Daffin, yang masih berada di tempat tidur. Melihat wajah cantik istrinya yang masih terpejam. Lalu Daffin, mecium keningnya.


Sedang Carisa, yang terusik Oleh sentuhan benda kenyal sang suami. Sedikit membuka matanya. Dia terseyum dan sangat bahagia.


Carisa megeratkan pelukannya. Dan semakin membenamka wajahnya di dada bidang Daffin. Lalu berkata.


"Mas?" Ucap Carisa denga suara serak, khas bangun tidur.


Daffin terseyum melihat wajah istrinya? Semenjak hubungannya dengan Carisa membaik. Hati Daffin selalu berbunga-bunga. Lalu Daffin menjawab.


"Ada apa Sayank?"


"Hari ini kita ke rumah sakit, aku kangen banget sama Kakek Yudanta."


"Oke, Sekarang kita siap-siap. Sebentar lagi Andi datang." Daffin turun dari tempat tidurnya.


"Baiklah, mas duluan yang mandi. Aku masih ingin rebahan." Ucap Carisa manja. Daffin terseyum lalu. Daffi mengangkat Carisa ke kamar mandi.


"Eh, Mas mau ngapain? Kok Risa di angkat kaya gini." Ucap Carisa sambil memukul tangan Daffin pelan. Daffin terseyum puas dan membawa Carisa ke kamar mandi.

__ADS_1


"Tentu saja mandi bareng sayank, udah siang masih mau rebahan. Mandi bareng suami, Kamu dapat pahala." Daffin terseyum puas.


__ADS_2