
Karena pria itu hanya tingal sendiri dan hanya di asuh oleh pembantunya. Karena Orangtua sie pria, terlalu sibuk dengan bisnisnya. Jadi pria itu berpikir. Bahwa dirinya bebas melakukan apapun.
"Honey? Malam ini kamu akan pergi. Ke acara ulang tahun istrinya, Daffin." Ucap sie pria yang masih menikmati tubuh Rosa.
"Jangan bahasa dulu, selesaikan dulu permaina kita." Ucap Rosa kesal.
Mereka terus menuntaskan permainan mereka. Dan baru selesai di sore hari.
"Aku belum puas Baby," ucap sang pria.
"Alex Ferguson, kamu memang tidak pernah puas. Sudahlah aku harus bersiap-siap." Ucap Rosa. Lalu bangun dari tempat tidur Alex.
Alex yang melihat Rosa, pergi ke Kamar mandi akhirnya dia pun megikuti Rosa masuk.
* * *
Sedangkan di apartemen Daffin dan Carisa?
Mereka Sedang bersiap-siap. Carisa sedang di Makeup oleh salah satu, Makeup artis ternama. Carisa hanya memakai Makeup tipis dan simpel. Sebenarnya? Tidak memakai makeup pun Carisa sudah sangat cantik.
Di Bab 36 ini Author mau sepil foto pisualn
Nama:Carisa Aurora Mahendra
Umur: 20 tahun
Setatus:Istri Daffin Pratama Hutomo
Nama: Daffin pratama Hutomo
Umur : 25 tahun
Setatus: Suami Carisa Aurora Mahendra
Nama: Rosalinda
__ADS_1
umur:25 tahun
Setatus: Sekertaris Daffin
Nama: Alex Ferguson
Umur: 25 tahun
Setatus: Pacar pertama Rosa
Buat para Readers bebas ber hayal visualnya masing-masing ya..🤗
* * *
Carisa merasa dekdekkan. Jantungnya terasa mau copot? Carisa juga sudah tidak sabar kemana Daffin akan membawanya.
Ketika Carisa melihat penampilannya di kaca. Tiba-tiba saja pintu di buka dari luar.
"Sayank? Apa kamu sudah si...?" Ucapan Daffin terhenti, ketika melihat penampilan Carisa yang memukaw. Daffin sampai terpesona. Dengan kecantikan sang istri. Malam ini Carisa memakai Dres malam, berwarna putih. Sedagkan Daffin memakai Tuxedo berwarna hitam. Mereka sangat serasi.
Carisa yang melihat Daffin mematung, akhirnya membalikan badannya, lalu Carisa berjalan meghampiri Daffin. Ketika Carisa sudah sampai di hadapan Daffin, dia terus memangil nama suaminya. Tapi Daffin tidak merespo pangilan Carisa.
Beberapa detail kemudian? Akhirnya Daffin, tersadar kembali oleh tepukan tangan sang istri. Setelah itu Daffin mengajak Carisa untuk segera berangkat.
"Oh! Maaf sayank? Ayok kita berangkat." Ajak Daffin terseyum.
Carisa membalas seyuman Daffin. Lalu menggandeng tangan Daffin. Mereka pun keluar dari Apartemennya, lalu memasuki Lift. Setelah sampai di Lobi Apartemen, mereka keluar dan terlihat mobil Daffin. Sudah terparkir di depan Lobi. Setelah itu Daffin mengajak Carisa menaiki mobilnya.
"Ayo, sayank Masuk."Ucap Daffin sambil membuka pintu mobil. Carisa mengangukan kepalanya. Setelah Daffin nmenutup pintu mobil untuk Carisa. Daffi segera berlari ke pintu mobil kemudi.
Setelah keduanya berada di dalam mobil. Daffin megeluarkan penutup Mata?
"Sayank? Mas, akan menutup matamu!" Carisa megkerutk dahinya dan menatap Daffin.
"Untuk apa? Kenapa harus di tutup matanya Mas." Ucap Carisa bingung.
"Engga apa-apa Sayank. Kan ini kejutan dari Mas?"
Akhirnya Carisa meghela nafasnya. Dan membiarkan Daffin, memakaikan kain penutup matantanya. Daffin segera melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang . Carisa hanya diam dengan Mata tertutup.
__ADS_1
Setelah 25 menit mereka sampai di hotel. yang sudah di Persiapkan Daffin dan keluarganya. Setelah mobil terparkir di luar lobi hotel. Daffin segera turun setelah itu menuntun Carisa untuk turun juga.
"Ayo, sayank turun. Pelan saja jalannya" Ucap Daffin penuh perhatia.
Mereka segera menuju Lift dan menekan tomnol sepuluh. Setelah sampai di lantai sepuluh. Yang sekarang akan di adakan pesta untuk Carisa. Daffin menuntun Carisa ke sebuah pintu besar? Lalu dua orang pelayan membukanya. Ketika pintu terbuka, teryata itu adalah Ballroom yang sagat besar. Sudah banyan orang-orang di sana, ada juga keluarga Hutomo dan keluarga Mahendra. Lalu Daffin dan Carisa berhenti. Setelah itu Carisa bertanya.
"Kita di mana Mas?" Tanya Carisa penasaran karena Daffin melepaskan tangannya.
"Kamu jangan takut? Ini tempat sepesial hadiah dari Mas." Ucap Daffin terseyum. Daffin melanjutkan perkataanya.
"Ketika Mas! Buka penutup matanya. Kamu pejamkan matamu. Dan buka mata sedikit demi sedikit." Ucap Daffin.
Carisa megangukan kepalanya.
"Kamu sudah siap." Tanya Daffin kembali.
"Sudah Mas?"
"Mas, hitung ya? Satu,dua,tiga."
Carisa membuka Matanya, sedikit demi sedikit. menuruti intruksi dari Daffin, setelah matanya terbuka lebar, Carisa kebinggungan. Terlihat di Ruangan itu banyak orang.
Carisa melirik ke arah samping, lalu menatap Suaminnya yang terseyum. Dan yang Carisa tidak percaya, ada juga semua keluarga Hutomo hadir. Dan keluarga Mahendra juga hadir. ada Om Zaki, Tante Melly dan Kanza. Ada juga sepupu laki-lakinya. Yaitu Kenzo Yang sudah lama Carisa tidak melihatnya. Carisa terus mengedarkan pandagannya? Ternyata Amel juga ada. Dan juga para sahabat Daffin! Rey dan Leo.
Carisa meneteskan air matanya merasa bahagia. Dan tidak percaya deng kejutan yang di berikan oleh Daffin. Setelah itu Daffin menuntun Carisa ke atas panggung yang sudah di persiapkan.
Carisa sangat Kaget? Ketika melihat cake yang sangat besar! Terlihat seperti istana. Carisa berpikir cake itu lebih cocok untuk acara resepsi pernikan. Bukan untuk acara ulang tahun.
Setelah Carisa dan Daffin berada di atas panggung. Daffin, mengambil Mix dan akan membuka pembicaraanya. Daffin akan memperkenalkan, setatus Carisa pada semua kolegen bisnisnya.
"Selamat malam semuanya, Maaf saya menggangu obrolan kalian sebentar." Ucap Daffin dingin dan datar? "Pertama-tama, saya akan memperkenal kan diri saya terlebih dahulu? Nama saya Daffin Pratama Hutomo. Ingin mengucapkan banyak terimakasih, karna sudah berkenan meghadiri acara hari ini. Sekarang saya ingin memperkenalkan. Seseorang, yang berharga untuk hidup saya."
Lalu Daffin melirik Carisa! Dan mengulurkan tangannya kepada sang istri. Carisa menerima uluran tangan dari Daffin! lalu melagkahkan Kakinya ke depan. Supaya Carisa berdiri di samping Daffin. Setelah Carisa berada di sampingnya. Daffin melanjutkan pembicaraanya.
"Hari ini, hari yang sangat special untuk seseorang yang berada di sebelah saya? Dan saya juga akan mengumumkan setatus kami." Semua orang yang berada di Ballroom saling berbisik. Daffin terseyum kepada Carisa, dan menatap sekilas mata Carisa. dan terus melanjutkan pembicaraanya. "Mugkin, anda semua berpikir Jika saya masih singel. Tapi hari ini saya akan mengumumkan setatus saya yang sebenarnya." Daffin menatap semua orang, yang berada di Ballroom ini lalu meghela nafas kasar.
"Hari ini saya ongin mengumumkan? Bahwa saya, sudah menikah. Dan istri saya adalah pewaris tuggal keluarga Mahendra. Yang bernama Carisa Aurora Mahendra." Ruangan Ballroom pun menjadi semakin Riyuh, dengan pengakuan Daffin. Mereka terus saling berbisik! mengenai hubungan Carisa dan Daffin. Karena mereka tidak menerima undanga pernikahan dari Daffin.
Daffin melihat wajah Carisa pucat. Lalu Daffin meragkul pingag ramping sang istri. Carisa terkejut lalu menatap Daffin, setelah itu Daffin melanjutkan perkataanya.
"Pehatian semuanya. Saya belum selesai bicara, tolong diam dulu sebentar." Ucap Daffin dengan kesal, karena para tamu sangat berisik. "Saya dan Carisa sudah menjalani, pernikahan selama enam bulan. Dan hari ini, saya mengadakan acara ini untuk Syukuran pernikaham kami, dan juga Resepsi yang sederhana. Tapi di karnakan hari ini hari ulang tahun istri saya. jadi acara malam ini sekalian melagsugkan ulang tahun istri saya. Yang ke duapuluh tahun? Jadi sekarang kita nyanyikan lagu ulang tahun untuk istri saya." semua tamu yang berada di Ballroom. segera Menyayikan lagu Selamat ulang tahun. mengikuti intruksi dari Daffin.
__ADS_1
Setelah mereka selesai, menyayikan lagu Selamat ulang tahun untuk Carisa. Daffin mengambil Cake kecil, yang di bawa oleh Aurel dan di berikan pada Daffin. Dan hanya ada satu lilin yang berada di atasnya. Lalu Daffin, meyuruh Carisa meniupnya.
"Ayo, sayank tiup lilinnya. Dan berdoa apa yang kamu inginkan." Ucap Daffin terseyum.