DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin

DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin
BAB 83


__ADS_3

Suara gelas dan nampan jatuh ke lantai? Kevin langsung pergi ke depan pintu dan membukanya. Kevin kaget ketika melihat tatapan tajam dari Carisa?


"Risa," ucap Kevin lirih.


Carisa, menata tajam sang Papi! Setelah tadi mendegar obrolan Kedua orang tuanya. Carisa, tidak percaya? Jika suaminya sekarang sedang koma di rumah sakit.


Kevin maju untuk memeluk putrinya. Namu Carisa, mundur ke belakang. Ketika Papinya mendekat.


"Sayang? " ucap Kevin


Dengan mata yang berkaca-kaca! Carisa menata sang Papi. Ada rasa kecewa, yang Carisa rasakan. Lalu Carisa bertanya kepada Papinya.


"Kenapa Pih? Kenapa Papi tidak memberitahu Risa. Jika Mas Daffin sedang koma? Kenapa Papi tega meyembuyikan hal ini Pih." Ucap Carisa kecewa.


Air matanya sudah membasahi wajah Cantik Carisa. Papi Kevin tidak tega melihat putrinya menagis, dan mencoba menjelaskannya secara baik-baik.


"Risa, maafkan Papi! Papi, tidak bermaksud untun meyembuyikan kabar ini. Tapi Papi punya alasan. Kenapa Papi tidak memberitahu Kamu, sayang."


Papi Kevin, mencoba membuju Carisa. Supaya tidak Syok berat. Lalu Papi Kevin, terus mencoba membujuk Carisa? Untuk mendegar penjelasanya.


"Risa? Papi akan jelaskan, kenapa Papi dan Mami meyembuyikan kabar tentang Daffin. Tapi Papi, mohon! Jangan menagis lagi sayang." Kevin memohon kepada Carisa untuk tidak menagis.


Carisa, yang masih terisak. Hanya diam dan tidak menagapi ucapan sang Papi! Papi Kevin mencoba mendekati Carisa lagi dan langsung memeluk Carisa dengan erat dan menenagkanya.


"Sekarang, kita masuk ke kamar ya? Papi dan Mami akan menjelaskan. Semuanya, dan jika Kamu ingin menemui suami kamu! Papi tidak akan melarang kamu lagi. Tapi sebelumnya Papi, Minta Maaf." Ucap Kevin sambil memeluk Carisa dan mengelus rambutnya.


Pspi Kevin dan Carisa masuk ke dalam kamar? Lalu meghampiri Talia yang masihh duduk di tempat tidur.


FLASHBACK CARISA ON.


Carisa, melihat mobil sang Papi masuk kehalaman rumahnya. Rencananya, Carisa inging membicarakan kepulangannya! Ke rumah suaminya. Carisa keluar dari kamarnya? Ketika Carisa, sedang berdiri di depan pintu kamarnya. Carisa melihat Papinya, berjalan sedikit tergesa-gesa dan langsung masuk ke kamar.


Carisa, mengkerutkan dahinya? Dirinya penasaran. Kenapa sang Papi, terlihat terburu-buru. Ketika Carisa ingin pergi! Menghampiri pintu kamar kedua orang tuanya. Carisa melihat salah satu Maid membawa nampan? Yang berisi obat-obatan dan air minum untuk sang mami. Carisa, mengambil nampa itu dari tangan Maid.


"Mba? Itu untung siapa," Tanya Carisa kepada Maid yang membawa nampan.


"Oh, ini air minum dan obat untuk Nyonya, Non." Jelas Maid itu.


"Sini Mba! Biar saya saja yang membawa ini ke kamar Mami," ucap Carisa, sambil mengambil nampan dari tanggan Maid itu.


"Tapi Non? Takutnya tuan marah Non," Ucap Maid itu.


Carisa, yang melihat Maid itu, takut di marahi Papinya. Carisa langsung menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Papi tidak akan marah? Ini tidak apa-apa. Lagi pula ini tidak berat! Lagi pula. Saya mau masuk ke kamar Mami dan sekalian mengantar nampan ini." ucap Carisa.


Maid itu, akhinya memberikan nampan itu kepada Carisa, dan langsung pergi ke bawah menuju dapur.


Ketika Carisa, tiba di depan pintu kamar Maminya yang terbuka sedikit. Carisa mendegar sang Papi sedang membicarakan Dirinya dan Daffin? Carisa yang sangat penasaran pun menciba mendegar obrolan kedua orang tuanya.


Setelah Carisa mendengar, apa yang di katakan sang Papi. Carisa benar-benar syok? Tubuhnya bergetar, ketika mengetahui jika Daffin sedang koma di rumah sakit. Carisa mundur ke belakan! Nampan yang berisikan air minum dan obat itu pun jatuh ke lantai.


Carisa menangis dan menatap pintu kamar kedua orangtuanya. Tidak lama Papi Kevin mrmbuka pintu dengan wajah terkejut.


"Risa,"


FLASHBACK OFF


* * *


Carisa menagis terisak? Setelah mendegar penjelasan dari kedua orang tuanya. Carisa benar-benar meyesal, karena sudah mengabaikan Daffin selama satu bulan ini. Tanpa memberi kabar kepadanya.


Yang lebih Carisa sesali? Peyebab kecelakaan yang menimpa Daffin. Itu semua karena dirinya, peyebabnya! Hanya karena ingin bertemu dengan dirinya! Daffin mengemudi dengan kecepatan tunggi dan mengakibatka kecelakaan.


Carisa yang masih terisak, lalu Carisa mencoba berbicara kepada kedua orang tuanya.


"Hiksss... Mih, Pih? Risa ingin menemui Mas Daffin, di rumah sakit." Ucap Carisa yang masih terisak.


"Tapi Kamu harus janji? Kamu harus kuat, tegar dan juga ikhlas. Dan menurut apa yang Papi ucapkan. Yang harus kamu perhatikan bukan hanya Daffin? Tapi Kamu, juga harus memikirkan kondisi bayi kamu." Jelas Papi Kevin.


Carisa mengaggukan kepalanya, dan Papi Kevin langsung memeluk Carisa. Lalu Papi Kevin, meyuruh Carisa untuk bersiap-siap.


"Ya sudah, jangan menagis lagi. Sekarang kamu siap-siap. Ingat? Kamu hanya boleh mengujuginya! Tapi tidak tidur di rumah sakit. Kamu harus banyak istirahat." ucap Papi Kevin, kembali.


Lagi-lagi Carisa, hanya menurut dan mengaggukan kepalanya. Karena jika Carisa tidak menuruti, keinginan Papinya. Pasti sang Papi akan berubah pikiran.


"Kalo begitu, Risa akan menganti pakai dulu Pih," ucap Carisa, lalu Kevin mengaggukan kepalanya.


Carisa, segera keluar dari kamar orantuanya? Kevin menatap punggung putrinya, yang sudah mulai meghilang di balik pintu.


"Sayang?"


Talia memangil suaminya yang masih menata, ke arah pintu yang terbuka. Kevin yang merasa dirinya di pangil oleh istrinya! Segera mengalihkan pandagannya ke arah Talia. Lalu Kevin segera menghampiri Talia. Kevin duduk di pingiir kasur dan menata wajah canti istrinya. Yang sekarang sudah mulai membaik.


"Sayang! Apa alasan kamu ingin memberitahu Carisa," Tanya Talia kepada Kevin.


Kevin, terdiam ketika dirinya! Mendapat pertanyaan dari sang istri. Sebenarnya Kevin ingin mempertemukan Carisa, jika Daffin sudah bangun dari komanya. Tapi Kevin ada rasa takut? Ketika Daranedra menjelaskan. Jika Daffin, akan kehilangan ingatannya.

__ADS_1


* * *


Setelah tiga puluh menit, Carisa sudah selesai siap-siap. Carisa keluar dari kamarnya, dan langsung pergi menemui sang Papi yang berada di kamarnya. Carisa mengetuk pintu kamar orang tuanya.


'Took,'


'Took,'


'Took,'


Tiga kali Carisa mengetuk pintu kamar orang tuanya. Suara sabg Papi menyuruhnya untuk masuk.


"Masuk sayang,"


Carisa, masuk dan membuka pintunya. Carisa menghampiri kedua orang tuanya.


"Pih, Risa sudah siap." ucap Carisa.


Kevin menganggukan kepalanya! Lalu Kevin menggendong talia untuk di pindahkan ke lursi roda. Ya Talia memutuskan untuk ikut bersama Carisa? Tadi ketika Carisa sedang bersiap-siap. Kevin juga membantu menganti kan pakaiyan Talia. Setelah mereka bertiga sudah siap? Mereka segera turun ke lantai dasar, menggunakan Lift.


Carisa sangat gelisa? Karena hari ini adalah, hari perta dirinya bertemu lagi dengan semua keluarga Hutomo. Setelah, Musibah! Beberapa minggu yang lalu.


Carisa, memang sengaja tidak mau bertemu dengan siapapun termasuk suaminya, dan juga sang Papi yang melarangnya. Untuk bertemu orang luar. Apalagi dalam beberapa minggu ini! Musibah silih berganti.


Sekarang mereka sedang berada di dalam mobil? Carisa menatap ke arah depan dengan wajah sendu. Carisa binggung harus bicara apa di hadapan Daffin! Yang masih setia dengan tidur panjangnya.


Setelah menempu perjalanan empat puluh menit? Mobil Kevin tiba di rumah sakit, tempat Daffin di rawat! Kevin segera turun dari dalam mobil. Lalu menggendong Talia, untuk di pindahkan ke kursi roda.


Carisa menata rumah sakit itu? Lalu meghela nafasnya. Lalu Papi Kevin, mengajak Carisa dan Talia untuk masuk.


"Ayo Sayang kita masuk,"


Carisa yang di pangil oleh sang Papi? Langsung, menoleh dan lagsung meragkul tangan sang Papi.


Mereka segera memasuki Lift. Papi Kevin, menekan tombol nomor lima? Ketika mereka sampai di lantai nomor lima? Carisa di sengol oleh suster yang berlari.


"Maaf Mba, saya tidak sengaja?" ucap suster yang meyengol Carisa.


Carisa, hanya terseyum dan mengaggukan kepalanya lalu menjawab.


"Tidak apa-apa," jawab Carisa.


Kevin, Carisa dan Talia. Binggung? Melihat Dokter dan suster itu berlari ke salah satu kamar? Setelah sustet itu meminta Maaf! Kevin, melihar suster dan dokter yang terlihat buru-buru itu masuk ke ruangan tempat Daffin di rawat. Kevin menjadi cemas? Apakah terjadi sesuatu dengan menantunya.

__ADS_1


__ADS_2