DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin

DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin
BAB 43


__ADS_3

"Tapi? Mas yang harus membuatkan nya" ucap Carisa, kepada Sang suami.


Daffin membulatkan matanya? Ketika mendengar keinginan Carisa. Daffin, menggaruk tegkuk leher nya. Daffin, hanya bisa membuat Roti Bakar selai bluberi dan teh manis. Tapi untuk membuat pisang goreng sepertinya Daffin akan meyerah. Karena belum pernah dia membuatnya.


Carisa yang melihat suaminya hanya diam. Lalu menatapnya dengan tajam? Daffin terseyum ketika Carisa menatapnya. Lalu Daffin meghembuskan nafas kasarnya. Daffin takut jika dirinya menolak, Carisa pasti akan marah. Tapi Dia binggung? Bagaimana cara membuat pisang goreng. Setelah lama terdiam akhirnya, Daffin membuka suara.


"Sayank? Bagaimana kalo kita beli saja pisang gorengnya? Nanti Mas, yang membuat roti bakar dan Teh manisnya?" Ucap Daffin memohon kepada Carisa.


Carisa yang mendengar ucapan Daffin, langsung memutar matanya dan menjadi kesal. Carisa, menundukan kepalanya dan menujukan raut wajah sedih. Lalu Carisa berkata lirih.


"Engga? Maunya Mas yang membuatkan pisang gorengnya? Tapi, kalo Mas engga mau. Tidak usah membuatkan sarapan untuk aku." ucap Carisa, yang meraju lalu menengelamkan kepalanya kedalam selimut Dan membelakagi Suaminya.


Daffin yang melihat Istrinya meraju pun menjadi panik. pagi-pagi Daffin sudah di buat pusing? Setelsh itu Daffin, ikut naik ke atas tempat tidur, dan ikut masuk juga kedalam selimut dan menarik Carisa kedalam pelukannya. Supaya Istrinya itu tidak marah lagi. Tapi Carisa sudah terlanjur marah? Sehinga ketika Daffin menarik piggangnya Carisa terus ingin melepaskanya.


"Iihh? Jangan peluk-peluk, sana pergi." Carisa, terus meraju dan mencoba melepaskan pelukan Daffin. Carisa tidak mau di peluk oleh suaminya.


Daffin merasa lucu melihat istrinya meraju. Dan tidak melepaskan pelukannya walapun Carisa mencoba melepaskan pelukannya.


"Jangan marah lagi Sayank? Oke deh, Mas akan mencoba membuatnya sendiri? Tapi jika pisang gorengnya tidak enak kamu jangan marah." Daffin mengalah dan akan mencoba membuatnya.


Daffin binggun dengan sikap istrinya yang akhir-akhir ini? Carisa sangat gampan marah? Carisa, yang mendegar ucapan Daffin. Akhirnya terseyum puas! Dan sangat bahagia mendengar suaminya mengalah padanya. Carisa yang membelakangi Daffin. Akhirnya membalika badannya, lalu menatap Suami tampanya? Setelah itu mengangukan kepalanya dan terseyum manis. Carisa juga mencium pipi Daffin Dan setelah itu mencium bibirnya Daffin.


Daffin terseyum puas, apalagi dia sangat bahagi, ketika mendapat Ci**an kilat dari sang Istri. Ketika melihat Carisa sudah tidak marah lagi. Daffin pun memanfaat kan Momen ini. Karena mereka juga masih berbaring di atas kasur? Dan Carisa masih memakai baju dinasnya. Daffin pun berbisik di telinga Carisa.


"Sayank? Sebelum Mas membuatkan makanan yang kamu inginkan. Mas butuh vitamin dulu! Biar semagat bikin pisang gorengnya? Tadi malam Mas tidak dapat jatah vitamin. Karena kamu tertidur nyeyak"

__ADS_1


Carisa memutar matanya, suaminya ini benar-benar selalu, memanfaatkan situasi. Apalagi masalah ranjang kesukaanya. Lalu Carisa menolak Keinginan Daffin.


"Engga? Hari ini aku lagi lemes Mas," Ucap Carisa yang menolak sang Suami. Daffin, tidak meyrah lalu Daffin berbisik kembali.


"Sebentar saja, Sayank?" Regek Daffin, "Dosa, kalo Kamu menolak keinginan Suami. Mas janji engga akan lama, Masih ada waktu satu jam?" Ketika Daffin berbicara Dosa. Tentu saja Carisa takut? Lalu Carisa meghela nafasnya. Dan Daffin bertanya kembali.


"Bagaimana sayank mau yah, Mas janji akan pelan-pelan! Supaya perut kamu engga mual lagi." Carisa berpikir sejenak. Setelah itu megangukan kepalanya? Daffin terseyum bahagia ketika mendapat persetujuan dari Carisa dan langsung mecumbu sang istri.


Carisa membiarkan Dafin mencumbunya sesuka hatinya. Dan menikmati sentuhan dari Daffin.


SKIP YA READERS TAUKAN DI ATAS RANJANG 🙏😁


Setelah setengah jam bertempur di atas ranjang. Hinga mengeluarkan keringa! Sampai basah kuyup Daffin segera bangun, untuk membersihkan diri. Dan meyuruh Carisa untuk istirahat.


Setelah dua puluh menit? Daffin keluar dari kamar mandi. Dengan handuk di pinggang nya. Lalu meghampiri sisi ranjangnya dan melihat Carisa, yang tertidur lagi. Daffin segera masuk ke ruangan Wadrobe dan segera memakai baju rumahan. Karena Daffin akan turun ke Dapur terlebih dahulu, sebelum pergi ke kantor? Daffin akan membuatkan Roti bakar, teh manis dan juga pisang goreng.


Setelah itu Daffin, meghampiri Carisa lalu mencium keningnya kembali. Daffin segera keluar dari kamarnya dan melihat jam di tangannya? Yang menujukan masih, jam 05.55 menit? Daffin, masih banyak waktu untuk pergi ke kantor dan masih bisa meyiapkan sarapan yang Carisa inginkan.


Sebenarnya Daffin tidak yakin! Dirinya bisa membuat pisang goreng untuk Carisa. Bahkan Daffin, tidak tahu bahan-bahan dasarnya? Daffin segera menuju Lift dan menekan tombol lantai dasar. Sesampainya di lantai dasar? Daffin segera menuju dapur bersih, tempat sang Mamih bertempur dengan alat masaknya.


Ketika Daffi sampai di ruangan meja makan yang tidak jauh dari dapur bersih? Daffin melihat ada dua maid, Mbo imah dan Mba ani. Yang sedang meyiapkan Sayuran untuk Mamihnyq masak? Daffin, bingung harus memulainya dari mana. Dan hanya diam di ruang makan yang tak jauh dari dapur itu. Dia malu untuk bertanya pada Maid?


Karena dirinya yang terbiasa menujukan sikap Dingin dan datar kepada semua orang. Terkecuali keluarganya dan Carisa sang istri. Mbo imah yang melihat, tuan mudanya hanya diam di ruanggan meja makan pun. Akhirnya memberanikan diri untuk bertanya? Dan menghampiri Daffin.


"Maaf? Den Daffin, apa Aden perlu sesuatu?" Wanita paruh baya itu, bertanya pada Daffin.

__ADS_1


Sedangkan Daffin yang di tanya, masih diam dam belum menjawab. Daffin melihat kiri dan kanan entah mencari siapa.


"Mamih kemana Mbo?" Daffin menayakan keberadaan sang Mamih.


"Oh, Nyonya masih ada di kamar Den. Sebentar lagi juga turun."


Daffin terdiam? Jika dirinya tidak bertanya pada orang maka akan tersesat di jala. Daffin kira sang Mamih sudah turun untuk memasak. Tadinya Daffin akan menayakan bahan-bahan untuk membuat pisang goreng. Tapi ternyata sang mamih belum turu.


Akhirnya Daffin pun menurunkan egonya. Yang Tadinya tidak mau, menayakan pada Maid. Dan terpaksa harus bertanya.


"Mbo? Ada pisang goreng?" Daffin bertanya sambil berbisik jauh. Tapi masih di dengar oleh wanita paruh baya itu.


Mbok imah binggung. Kenapa tuan mudanya menanyakan pisang goreng pagi-pagi. Lalu Mbo Imah menjawab?


"Haah! Pisang goreng?" Daffin mengagukan kepalanya. Sambil menata ke arah Wanita paruhbaya itu.


"Maaf? Den, kalo pisang goreng engga ada. Tapi kalo pisang untuk di goreng ada, tapi harus di buat dulu baru jadi pisang goreng." Ucap Mbo Imah.


Daffin menahan tawanya ketika Mbo Imah berbica. Untung Daffin bisa mengedalikan wajahnya dan tidak jadi ketawa. Lalu Daffin berdeham


"Ehem? Maksud saya, pisang yang untuk di goreng Mbo."


"Oh? Pisang untuk di goreng. Ada Den? Apa Aden mau pisang goreng. Sekarang Mbo, akan membuatkan nya."


Daffin terdiam? Lalu berkata.

__ADS_1


__ADS_2