DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin

DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin
BAB 48


__ADS_3

"Sayank? Ada apa," Tanya Daffin kepada Carisa.


"Tidak ada apa-apa Mas," jawab Carisa masih dengan wajah yang di tekuk.


Daffin meghela nafasnya. Dia tau apa yang membuat Carisa cemberut? Daffin mencoba menenagkan Carisa supaya tidak khawatir kepadanya.


"Mas tau apa yang membuat kamu gelisah?" Ucap Daffin. Lalu Carisa menatap ke arah Daffin.


Carisa menghela nafasnya. Perasannya benar-benar tidak enak? Jika membiarkan Daffin, harus bekerja dengan sekertarisnya. Tanpa ada Andi di sisi Daffin. Carisa cuman takut jika Daffin, tergoda oleh rayuan Rosa dan berpaling darinya. Apalagi Rosa sangan licik dan berbahaya.


"Jika Mas sudah tahu, terus sekarang bagaimana. Aku benar-benar tidak tenang. Jika hanya membiarkan Mas berdua dengan dia." Carisa mengeluarkan unek-uneknya dalam hati. Lalu Daffin memeluk Carisa.


"Sayang? Kamu harus percaya sama Aku. Semuanya akan baik-baik saja? Tidak akan ada yang bisa memisahkan Kita." ucap Daffin, menenagkan Carisa. Supaya Carisa tidak khawatir kepadanya.


Daffin melihat jam mewah di pergelangan tangannya. setelah itu Daffin berpamitan dan mencium kening Carisa dan melepas pelukannya dari Carisa.


"Yasudah Sayang! Kamu istirahat, nanti sore Mas akan pulang? Dan meyiapkan barang-barang Mas, untuk di bawa ke Bali." ucap Daffin terseyum.


Daffin mengecup kening Carisa dan setelah itu menuju mobil yang sudah terparkir di depan pintu. Setelah Daffin duduk di kursi kemudi, Daffin melambaikan tangannya kepada Carisa.


Carisa membalas lambayan tangan suaminya. Dan menatap mobil yang sedang berjalan menuju pintu gerbang. Setelah mobil Daffin meghilang dari pandaganya! Carisa terdiam sebentar dan tidak lagsung beranjak dari tempat dia berdiri? Pikiranya masih kalut dan perasaanya sunguh tidak enak.


"Ya tuhan? Kenapa perasaanku tiba-tiba saja tidak enak, semoga saja tidak ada apa-apa?" batin Carisa.


Ketika Carisa sedang sibuk dengan pikiranya? Tiba-tiba saja Aurelia mengagetkan Carisa dari belakang. Karena gadis itu berjalan tanpa ada suara. Aurel menepuk punggung Carisa.


"Mba Risa?" ucap Aurel. Sambil menepuk punggung Carisa.


Carisa, tersentak dan benar-benar di buat kaget oleh Aurel menepuk punggungnya. Hampir saja jantungnya lompat.

__ADS_1


"Ya ampun De? Kamu ini bikin Mba kaget saja," ucap Carisa. Aurel terseyum tanpw dosa, lalu menjawab pertanyaan Carisa.


"Hehe? Maaf Mba, udah bikin Mba kaget. Habisnya? Mba malah diem di sini. Jangan benggong pagi-pagi Mba, nanti kesambet?" Jawab Aurel sambil terseyum manis. Aurel meyuruh Carisa meyelesaikan sarapannya.


"Aku ke sini, di suruh Mamih, katanya Mba lama banget. Mba di suruh Mamih! meyelesaikan sarapannya." Jawab Aurel.


Carisa menghela nafasnya dan setelah itu mengagukan kepalanya dan segera pergi menuju ruang makan. Sedagkan Aurel langsung beragkat dan tidak kembali ke dalam. Carisa melihat masih ada Mamih, Papih dan Kakek Ravindra.


Carisa duduk kembali di meja makan dan melanjutkan sarapannya. Kakek Ravindra dan Papih Daranendra menatap Carisa, sepertinya mereka ingin menayakan sesuatu? Carisa yang merasa dirinya di tatap! Menjadi merasa canggung. Mamih Aulia, yang melihat suami dan Papih mertuannya menatap Carisa pun segera mencairkan suasana.


"Pih? Ini sudah siang, ayok cepat selesaikan sarapannya. Dan Papih juga selesaikan sarapanya setelah itu minum obat." Mamih Aulia meyuruh suaminya untuk segera pergi ke kantor dan meyuruh Ayah mertuanya juga untuk menyelesaikan sarapannya.


"Jangan menatap Carisa seperti itu? Mungkin Carisa belom memeriksanya, jadi dia juga belum tahu?" ucap Mamih Aulia menjelaskan.


Mamih Aulia tahu! Papih mertua dan Suaminya, yang masih berada di meja makan itu. Sangat penasaran dengan ucapannya tadi. Carisa pun akhirnya berbicara.


Kakek Ravindra dan Papih Daranendra? Meghela napasnya. Carisa tahu, jika dirinya benar-benar hamil sudah di pastikan. Anak yang di kandungnya akan menjadi cucu dan cicit kesayangan.


.


.


.


Sedangkan di Gedung Hutomo group? Daffin baru saja sampai di gedung. Daffin segera turun dari mobilnya dan memarkurkan mobilnya. Daffin langsung menuju Lobby dan menaiki Lift khusus petinggi Hutomo Group. Dan menekan tombol lantai duapuluh.


Setelah sampai di lantai duapuluh? Orang yang pertama Daffin lihat adalah Rosa. Sebenarnya Daffin tidak ingin menemui perempuan itu sekarang. Daffin keluar dari Lift dan melagkah menuju ruangannya. Daffin tidak meyapa Rosa dan lagsung menutup pintunya.


Sedagkan Rosa, sangat jegkel karena Daffin mengabaikanya. Setelah Rosa meyelesaikan laporannya? Rosa berjalan ke arah pintu ruangan Daffin, Rosa pun masuk ke dalam kantor Daffin! Tanpa mengetuk pintu dan lagsung membukanya.

__ADS_1


Rosa masuk dan menatap tajam Daffin. Ketika Rosa ingin mulai bicara. Daffin mengagkat tangannya untuk mencegah Rosa untuk berbicara? Rosa akhirnya diam, dan berdiri tepat di depan Daffin dan menunggu Daffin meyelesaikan telphonenya.


"Oke Sayang? Kamu istirahat, jangan bayak pikiran, dan jangan lupa makan dan juga minum obat. Mas tutup dulu telvonnya! I love you? Waalaikumsalam." Daffin tengah berbica dengan Carisa di telvonnya, tadi setelah Daffin sampai di ruangannya. Hendphonenya berdering. Daffin juga masih merasa khawatir pada istrinya itu.


Rosa, yang mendegar kemesraan Daffin dan Carisa? Menjadi terbakar api cemburu. Dan Rosa pun semakin bertekad untuk meyigkirkan Carisa dari hidup Daffin.


"Kita lihat saja sampai kapan kalian akan bermesraan seperti ini. Jika Aku tidak bisa mendapatkan Daffin! Maka Kamu juga tidak boleh mendapatkannya, Carisa." Ucap Rosa dalam hati.


Daffin menyudahi telphonenya bersama sang istri. Daffin kesal Karena Rosa tidak mengetuk pintu, sebelum dia masuk kantornya.


"Apa kamu tidak punya sopan santu Rosa," tegur Daffin, kepada Rosa.


Daffin menegur Rosa degan wajah dinginnya. Rosa semakin di buat emosi oleh Daffin, lalu laki-laki itu pun menayakan jadwalnya hari ini? Tanpa melihat ke arah Rosa.


"Kenapa kamu masih disini. Cepat ambil berkas, untuk rapat satengah jam lagi." Ucap Daffin ketus.


Rosa merasa tidak percaya? Dengan perubahan cara bica Daffin, kepadanya. Sebenarnya Rosa datang ke ruangan Daffin! Hanya ingin menayakan perihal nomor telphonenya yang di blok oleh Daffin.


Rosa benar-benar marah? Dia pun akhirnya melampiaskan kemarahannya sekarang.


"Daffin? Kamu benar-benar mengabaikan aku. Sampai nomor telphone Aku kamu block. Daffin aku ini sekertaris kamu? Jika kamu block nomor telphone Aku, kemana aku harus meghubugi kamu." Rosa meluapkan amarah kepada Daffin.


Untung saja ruangan Daffin kedap suara dan jika Rosa berteriak, orang yang berada di luar sana tidak akan bisa mendegar.


Daffin memejamkan matanya ketika Rosa meluapkan amarahnya dan tetap masih mengoceh. Daffin sudah sangat kesal dengan tingkah Rosa yang Posesif pada dirinya.


"Braakkk?"


Rosa terdiam seketika? Ketika mendengar suara meja di pukul dengan sangat keras oleh Daffin. Rosa melirik ke arah meja yang kacanya pecah? Yang di pukul oleh Daffin. Rosa mengalihkan lagi tatapanya ke arah Daffin.

__ADS_1


__ADS_2