DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin

DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin
BAB 52


__ADS_3

"Rosa? Apa kamu sudah tidak punya urat malu lagi. Sampai kapan, kamu akan menjadi Ja***g. Saya peringatkan Kamu sekali lagi, jangan pernah mengusik Rumah tangga Kakak Saya." Ucap Tristan tegas kepada Rosa.


"Hahaha? Aku tidak perduli dengan omongan kamu Tristan. Minggir Saya mau meyusul Daffin." teriak Rosa.


"Kamu benar-benar wanita Ja***g? Jangan pernah menggangu rumah tangga Daffin lagi, Rosa! Saya tahu siapa kamu. Jika kamu masih menggangu rumah tangga Daffin! Aku tidak akan segan-segan membuat diri kamu menderita." Tristan mengacam Rosa. Tristan tidak mau Carisa tersakiti lagi. Sudah cukup penderitaan Kakak iparnya itu selama ini. Dulu Tristan yang selalu meghibur Carisa jika dia sedang sedih, ketika di acuhkan oleh Daffin.


Tristan menarik Rosa dengan ka*ar? Meyuruhnya masuk kedalam mobil salah satu bawahanya. Tristan bisa di bilang lebih kejam dari pada Daffin. Tristan bisa meyakiti hati seseorang dengan kata-kata pedasnya.


"Kalian bawa Rosa? Ke apartemennya, dan salah satu dari kalian bawa mobil Rosa. Saya tidak mau Rosa menggangu Daffin dan Carisa." Ucap Tristan kepada para Bodyguardnya.


Tristan tumbuh menjadi seorang yang sedikit kejam dari pada Daffin. Tristan lebih banyak diam tapi meghayutkan. Jika Tristan sudah turun tangan maka orang itu siap-siap untuk berakhir menderita. Target yang Tristan ingin sigkirkan sekarang adalah Rosa. Dulu dia tidak bisa berbuat apa-apa kepada Rosa? Karena Tristan pikir Daffin melindugi Rosa.


Sekarang Tristan sudah bisa berbuat apapun untuk meyigkirkan Rosa dari kehancuran rumah tangga Kakak sulugnya. Walapun Tristan terlihat acuh tak acuh kepada Daffin! Tapi Sebenarnya dia sangat menyayangi Daffin Kakak sulungnya.


* * * *


Di dalam Mall? Daffin mengandeng tangan Carisa dengan mesra. Sampai-sampai mereka tidakmeyadari bahwa Rosa sudah pergi?


"Sayang kita mau kemana?" tanya Daffin.


"Engga tahu Mas," jawab Carisa. Lalu Carisa' menenggok ke belakang.


"Mas? Rosa kemana," tanya Carisa. Daffin mengagkat kedua bahunya.


"Bukannya tadi dia ada di belakang kita?" jawab Daffin.


"Entahlah?" Carisa meyahuti ucpan Daffin.


"Ya sudah biarkan saja dia pergi? Hari ini Mas, ingin kencan berdua sama Kamu sayang."

__ADS_1


Carisa terseyum dan lagsung meragkul tangan Daffin. Mereka pun meyusuri area Mall? Daffin terdiam? Saat melewati toko perlegkapan pakaiyan da**m. Daffin menarik tangan Carisa dengan lembut.


"Sayang ayok ke toko ini sebentar," ucap Daffin sambil terseyum penuh arti.


Carisa megngkerutkan dahinya? Ketika Daffin mengajaknya masuk ke toko pakaian da**m.


"Untuk apa kita masuk kesini Mas?" Carisa bertanya, perasan pakaian da**m suaminya masih banyak? Jadi untuk apa suaminya ini masuk ke toko ini.


"Mas ingin membeli sesuatu Sayang? untuk kamu," ucap Daffin, dan lagsung membawa Carisa ke area pakaian da**m dan li***eri?


Carisa menghela nafasnya? Suaminya ini benar-benar bucin dan me*um pada dirinya. Carisa melihat Daffin memegan salaha satu li***ri? Carisa yang melihatnya lagsung menarik Daffin! Keluar dari Toko pakaian da**m itu.


"Sayang? Kenapa kita keluar," Daffin bertanya kepada Carisa, yang menariknya keluar dari Toko itu.


"Mas? Pakaian da**m Mas masih banyak. Yang di beli oleh Mamih! Terus Mas ngapain juga pegang-pegang Baju haram itu, di lemari saja masih banyak baju haram yang di beli oleh Mamih." Carisa meluapkan kekesalannya.


"Hehehe, maaf Sayang! Tadi Mas lihat li***eri bagus. Pasti cocok di pakai sama kamu." ucap Daffin. Carisa memutar matanya dan langsun mengajak Suaminya itu untuk segera pulang.


Mereka pun akhirnya memutuskan untuk pulang. Daffin dan Carisa keluar dari Mall, dan lagsung menuju parkiran.


Sesampainya di dalam mobil! Carisa lagsung meyenderkan tubuhnya, sambil memejamkan matanya. Kepalanya mulai pusing lagi.


"Sayang? Kamu tidak apa-apa,"Daffin merasa khawatir melihat Carisa seperti itu.


"Tidak apa-apa Mas, cepat jalankan mobilnya." Carisa sudah tidak kuat lagi ingin segera sampai di rumah.


tigapuluh menit kemudian mereka pun sampai di Rumah keluarga Hutomo. Tanpa basa-basi, Carisa lagsung keluar dari mobil dan lagsung lari ke dalam Rumah dan lagsung menuju kamarnya?


Daffin, yang melihat Carisa lari dengan terburu-buru pun, akhirnya meyusul sang istri ke dalam Rumah? Terlihat wajah Daffin sangat khawatir. Setelah Daffin sampai di ruang tamu! Daffin di pangil oleh sang Mamih?

__ADS_1


"Daffin,"


Mamih Aulia memangil anak sulungny?


"Kalian dari mana? Apa kalian sudah makan siang," Daffin menghampiri sang Mamih dan lagsung mencium punggung tangan sang Mamih.


"Aku dan Carisa. Sudah makan siang di luar Mih? Tumben banget, Mamih sudah pulang dari butik." Daffin heran, sang Mamih sudah pulang dari butik. Padahal masih siang.


"Iya tba-tiba saja? Mamih menghawatirkan Carisa. Mamih tidak tenang ketika berada di Butik dan akhirnya memutuskan untuk pulang saja." Jelas Mamih Aulia, Daffin mengaukan kepalanya.


Daffin terus menatap ke arah lantai atas? Di mana kamar dirinya dan Carisa berada. Mamih Aulia yang melihat gerak-gerik Daffin pun akhirnya bertanya.


"Ada apa? Apakah kalian bertegkar," Daffin melirik ke arah sang Mamih yang baru saja bertanya kepadanya. Daffin terseyum dan langsung menjawab pertanyaan sang Mamih.


"Aku dan Carisa tidak bertegkar Mih? Daffin hanya khawatir dengan Carisa, sepertinya sakitnya Carisa bertambsg parah. Apalagi Daffin harus pergi ke Bali Nanti malam. Siapa yang akan menjaga Carisa?" Daffin meluapkan keku kesahnya kepada sang Mamih. Mamih Aulia menepuk bahu Daffin.


"Kamu tidak perlu khawatir? Ada Mamih yang menjaga Carisa. Nanti malam Kamu pergi saja ke Bali dan bekerjalah dengan tenang. Besok biar Mamih yang mengantarnya Carisa ke rumah sakit dan nanti Mamih pasti memberi kabar sama kamu." ucap Mamih Aulia sambil terseyum, Mamih Aulia, sangat bersyukur akhirnya anak sulungnya sudah bisa menerima dan mencintai Carisa dengan sepenuh hati.


"Sekarang kamu Susul Carisa ke kamar? Baragkali dia membutuhkan sesuatu dari kamu." Ucap Mamih Aulia sambil mengelus kepala Daffin.


Daffin memeluk sang Mamih, dan lagsung berlari menuju Life untuk pergi menuju lantai dua. Setelah Daffin sampai di depan pintu dia mendengar Carisa sedang muntah-muntah lagi. Daffin membuka pintun dengan kasar?


"Brukkkk,"


Pintu di buka kasar oleh Daffin? Daffin lagsung meghampiri Carisa yang sedang muntah-muntah di kamar mandi. Daffin meghampiri Carisa dan lagsung mengelus-elus punggu Carisa.


"Kamu tidak apa-apa sayang?" Daffin bertanya. Lalu Carisa menggelegkan kepalanya? Daffin menatap Carisa dengan sendu. Jika saja Andi tidak sakit! Daffin akan meyerahkan pekerjaannya kepada Andi. Dan Daffin memilh menemani Carisa di rumah dan tidak akan meningalkan Carisa.


"Maafkan Mas Risa? Ketika kamu sedang sakit, Mas tidak bisa menemani kamu. Tapi Mas janji? Setelah urusan Mas di Bali selesai. Mas akan lagsung pulan." Carisa terseyum mendengar ucapan Daffin. Selama dua tahun ini hidup Carisa ters*ksa di rumah utama Mahendra.

__ADS_1


Tidak ada yang memanjaka dirinya. Dulu ketika kedua orangtuanya masih ada? Merek akan sangat memanjakanya dan juga selalu memprioritaskan dirinya yang utama! Namu setelah kecelakaan itu terjadi! Semuan berubah 100%. Tidak ada lagi yang memanjakannya. Kakek Yudanta juga tidak sepenuhnya berada bersamanya. Karena Om dan Tantenya, mengirim Kakek Yudanta untuk di rawa di rumah sakit.


__ADS_2