DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin

DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin
BAB 54


__ADS_3

Daffin pamit dan lagsung pergi menuju Lift dan langsung menekan tombol lantai dua. Sesampainya di lantai dua, Daffin lagsung menuju pintu kamarnya dan lagsung mengetuk pintu.


"Took...took...took...?"


"Masuk,"


Terdengar suara Carisa dari dalam. Daffin pun langsung masuk? Daffin melihat Carisa sedang memasukan beberapa baju untuk dirinya.


"Mas? Aku sudah memasukan tiga setel baju untuk bekerja dan beberapa kaos dan celana jean's juga untuk Mas pakai ketika tidak ada kerjakan?" Ucap Carisa sambil terseyum.


Daffin memeluk Carisa dari belakang. Rasanya, Daffin tidak ingin meningalkan Carisa.


"Terimakasih Sayang?" ucap Daffin sambil mencium belakang kepala Carisa.


"Sayang? Maafkan Mas, kamu harus Mas tingal di jakarta. Sebenarnya Mas tidak tega meningalkan kamu?" ucap Daffin sambil menegelamkan kepalanya ke leher Carisa.


Carisa membalikan badannya dan sekarang tu*uh mereka saling berhadapan, Mata mereka berdua saling memandang. Lalu Daffin menurukan pandaganya ke arah bibir Carisa.


Daffin lagsung menempelkan bibirnya ke bibir Carisa. Mereka pun Berc****n dengan sangat panas. Daffin menyudahi Ci*mannya karena Carisa hampir kehabisan nafas.


Kening mereka saling menempel, setelah itu Daffin memeluk Carisa? Entah kenapa Daffin, tiba-tiba saja berpirasat tidak enak. Lalu berkata kepada Carisa.


"Sayang? Selama aku di Bali, kamu jangan pergi kemana-mana! Jika ingin pergi menemui Kakek Yudanta ataw pergi kuliah. Kamu harus pergi di antar oleh sopir ataw Mamih." ucap Daffin menatap Carisa dengan sendu. Lalu Carisa pun mengangukan kepalanya dan membela pipi Daffin.


"Mas, jangan khawatir aku baik-baik saja. Mas harus hati-hati ketika bekerja." ucap Carisa yang masih meligkarka tangannya di leher Daffin.


Daffin melepaskan pelukannya dari Carisa. Daffin mengelus kepala Carisa, sebelum pergi ke kamar mandi untuk bersiap-siap pergi ke Bandara.


Dua puluh menit kemudian! Daffin sudah siap untuk beragkat. Penampilan Daffin sangat maskulin.


Foto ini hanya contoh baju yang Daffin pakai ya Readers..😁🙏i



Carisa terseyum ketika melihat Daffin keluar dari kamar mandi. Carisa Selalu di buat terpesona oleh ketampanan suaminya!


"Mas, sudah siap." ucap Carisa terseyum.

__ADS_1


Daffin menghampir Carisa, dan memeluknya serta mencium kening Carisa.


"Sudah Sayang? Apa benar kamu tidak apa-apa Mas tingal dua hari ataw bisa lebih." Daffin kembali bertanya? Lalu Carisa menjawab.


"Tidak apa-apa Mas? Jika Risa kangen sama Mas. Nanti Risa bisa menyusul Mas, ke Bali." ucap Carisa sambil terseyum. Daffin terdiam sejenak lalu kembali berbicara kepada Carisa.


"Sayang? Sekali lagi, kamu harus ingat pesan Mas. Jangan pergi kemana-mana tanpa di temani sopir ataw Mamih." Daffin yang kesekian kalinya menasehati Carisa? Hatinya sangat gelisah dan tidak enak. Tapi jika dia tidak pergi siapa yang akan mengantikan dirinya pergi ke Bali. Carisa pun mengagukan kepalanya.


Lalu Daffin merangkul pinggang sang istri dan menyuruh Carisa, untuk mengantarkannya sampai ke depan Rumah.


"Sayang? Ayok antar Mas ke depan, sampai Mas keluar dari rumah?" ucap Daffin, lalu Carisa meligkarkan tangannya di leher Daffin lalu Men**um pipi Daffin.


Daffin terseyum, lalu Daffin semakin menrapatkan tubuh kecil sang istri kedalam pelukannya! Daffin mendekatkan wajahnya ke wajah Carisa? Lalu Daffin mencium bibir Carisa dengan sangat Posesif.


Tidak lama? Daffin meyudahi ci*mannya. Karena Daffin takut, hasratnya semakin menjadi-jadi dan mengakibatkan dirinya dan Carisa berada di atas tempat tidur. Apalagi Tu*uh Carisa sudah menjadi candunya.


Daffin megusap receptionist bibir Carisa yang sedikit memerah oleh ulahnya, Daffin melihat di leher jenjag sang istri banyak tanda merah yang di buat oleh dirinya tadi dan Daffin terseyum puas.


"Sayang? Mas pergi sekarang, takutnya Mas terlambat sampai di bandara." Daffin pun lagsung mengambi koper miliknya dan juga meligkarkan tangannya di pinggang Carisa.


"Reza? Saya sudah siap? Ayo kita beragkat sekarang." Reza pun mengnganguk kepalanya. Setelah itu Daffin dan Reza pun berpamitan kepada semua orang yang berada di ruang keluarga.


Setelah Daffin berpamitan kepada semua keluarganya. Daffin dan Carisa segera berjalan menuju pintu keluar kediaman Hutomo dan di ikuti oleh Tristan dan jugaq Reza dari belakang.


Daffin meragkul pinggang Carisa dengan Posesif. Tristan yang melihat kemesraan sang Kakak sulung dan juga Kakak iparnya, merasa bahagia. Tristan berharap tidak akan ada lagi penggangu di rumah tangga sang Kakak sulungnya.


Setelah mereka berempat sampai di depan pintu keluar. Daffin meyuruh Tristan dan Reza masuk ke dalam mobil terlebih dahulu.


"Kalian berdua tunggu Saya di dalam Mobil," Daffin meyuruh Tristan dan juga Reza, menunggu di dalam mobil. Sedangkan Tristan terseyum sinis lalu mencibir sang Kakak.


"Dasar bucin," ucap Tristan sambil melewati Daffin dan Carisa.


Reza yang mengikuti dari belakan Tristan hanya menahan tawanya. Sedangkan Daffin yang di sendiri menatap sang adik dengan sinis lalu membalas cibiran Tristan.


"Daripada kamu jomblo Tristan," Ucap Daffin, Tristan membalikan tubuhnya lalu menatap Daffin sambil menggelegkan kepalanya. Sedangkan Carisa hanya terseyum.


Setelah Tristan dan Reza masuk ke dalam mobil. Daffin pun menjalanlan aksinya. Daffin men**um seluruh bagian wajah Carisa, termasuk b**irnya Carisa.

__ADS_1


Carisa hanya bisa parah ketika Daffin! Men**um seluruh bagian wajahnya. Sedangkan Tristan merasa kesal ketika di suruh menunggu di dalam mobil.


Apalagi Tristan, harus menyaksikan kemesraan Daffin dan Carisa di depan matanya. Lalu Tristan berbicara kepada Reza.


"Saya tidak menyagka Daffin akan sebucin ini kepada Carisa, padahal dulu dia seperti membenci Carisa." Ucap Tristan dan masih menatap ke arah Daffin dan Carisa. Lalu Reza menjawab.


"Iya benar Bos? Sepertinya Pak Daffin dulu sangat membenci Nona Carisa dan sangat sering membuatnya menagis." icap Reza.


Tristan, mengagukan kepalanya. Tristan setuju dengan apa yang di ucapkan oleh Reza. Lalu Tristan kembali memperhatika Daffin dan Carisa yang masih belum selesai bermesraan. Tristan pun semakin di buat kesal oleh Daffin? Karena Daffin tidak kunjung meyudahi kemesraanya bersama Carisa. Lalu Tristan menekan tombol klasom mobilnya.


"Tinnn...tinnn...tinnnnnnn."


Tristan, menekan klakson mobil beberapa kali. Lalu membuka jendela mobilnya dan berteriak kepada Daffin. Karena jam penerbangan Daffin satu setengah jam lagi, takutnya di jalan menuju bandara macet? Tristan berteriak sambil mengeluarkan kepalanya.


"Mas? Kalo engga jadi pergi jangan suruh saya nunggu seperti ini. Apalagi harus menonton kebucinan kamu Mas," Ucap Tristan sambil menahan amarah.


Daffin memutar matanya ketika mendengar ucapan Tristan. Akhirnya Daffin meyudahi Ci*mannya. Daffin pun segera berpamitan kepada Carisa.


"Sayang, Mas pergi dulu. Kamu hati-hati di rumah! Dan ingat pesan Mas, jangan keluar tanpa di temani sopir ataw Mamih, Aurel." Sekali lagi Daffin mengingatkan Carisa. Dia benar-benar takut terjadi sesuatu kepada sang istri.


Setelah menasehati Carisa! Daffin segera pergi menuju mobil Tristan yang akan mengantarkannya ke bandara. Daffin membuka jendela mobil lalu melambaikan tangannya kepada Carisa.


Carisa membalas lambaiyan tangan sang Suami. Setelah Mobil Tristan Keluar dari kediaman Hutomo. Tidak jauh dari Gerbang pintu besar Rumah itu. Tiga laki-laki berbadan besar sedang mengitai Carisa? Lalu salah satu dari Laki-laki itu menelpon seseorang.


"Hallo Tuan? Pak Daffin sudah pergi ke bandara. Sedangkan Nona Carisa kembali masuk kedalam rumah." ucap salah satu laki-laki itu.


"Terus awasi Carisa? Jangan sampai terjadi sesuatu kepadanya. Saya tidak mau istri saya, bersedih jika terjadi sesuatu pada kesayangannya.."


"Baik tuan saya akan menjaga Nona Carisa dengan baik."


"Jika ada tanda-tanda yang mencurigakan. Kalia langsung ha*ar saja? Jika itu akan menyakiti Carisa. Karena kedua wanita ular itu pasti tidak akan pernah, melepaskan Carisa."


Ketiga Bodigar itu mengagukan kepalanya ketika mendegar ucap dari Bos besarnya.


Sedagkan di dalam mobil? Daffin, Tristan dan juga Reza. Sedang membicarakan sesuatu yang serius?


🐇🍃 Hallo Readers, bantu like komennya donk biar Author makin semagat nulisnya..😊🙏

__ADS_1


__ADS_2