
Daffin terseyum? Melihat kegugupan istrinya. Dan Carisa mencoba membujuk Daffin yang meghimpit tubuhnya.
"Mas? Sekarang udah siang nanti kita terlambat." Ucap Carisa.
Daffin meyenderkan kepalanya di leher Carisa. Dan meghirup aroma tubuh sang istrinya.
"Tidak apa-apa kita terlambat, biarkan Mas seperti ini dulu." Daffin Berucap dengan suara beratnya.
Carisa hanya diam dan tidak bisa menolak keinginan suaminya, Daffin m*****m leher Carisa! Sehinga Carisa membulatkan matanya dan sbenarnya Carisa tidak nyaman dengan perlakuan intim suaminya. Karena Daffin Semakin bergairah.
"Sayank? Apa kamu tidak kasihan sama Mas? harus menahanya." Ucap Daffin yang semakin berat.
Carisa megerti apa yang di maksud oleh Daffin? Dan mencoba mendorong tubuh suaminya secara perlahan. Carisa pun menjawab.
"Tidak sekarang ya Mas." Ucap Carisa lembut, dan terus menahan dada bidang Daffin.
Daffin yang mendengar penolakan lagi dari Carisa, Sunguh merasa semakin kesal, dan langsung meghindar dari tubuh sang istri. Daffin langsung pergi ke kamar mandi, dan Carisa menatap pungung suaminya dengan sendu, Carisa benar-benar bingung dengan sikap dirinya, padahal dia sudah benar-benar siap jika Daffin mengajaknya berhubungan intim lagi.Tapi tetap saja tubuh nya bergetar jika Daffin mulai mendekatinya dia merasa takut!
Tapi Carisa akan mencobanya lagi dan lagi. Di lain hari dan akan melawan rasa takutnya dan traumanya. Bila perlu Carisa akan pergi ke dokter psikiater untuk berobat.
Setelah selesai drama yang di buat oleh Daffin? Sekarang Carisa sedang menungu Suaminya, yang belum keluar dari kamar mandi? Sudah 25 menit Carisa menungu Daffin dan merasa bingung! Bukanya suaminya itu sudah mandi tadi pagi sebelum solat subuh. Kenapa mandi lagi, Carisa mulai bosa lalu dia beranjak dari duduknya untuk memangil Daffin di mandi.
Ketika Carisa ingin megetuk pintu? Tiba-tiba saja dia mendengar suara Erangan dari dalam kamar mandi. lalu Carisa menempelkan telinganya di pintu kamar mandi. Dan mendengar Daffin memangil namanya dan di juga suara gemercik air?
Setelah Carisa mendengarkan Daffin di kamar mandi. Akhirnya Carisa megurugkan niatnya untuk megetuk pintu. Dan kembali duduk di sofa lagi. Setelah 30 menit akhirnya Daffin keluar dari kamar mandi. Dengan wajah di tekuk lalu melirik Carisa sekilas.
"Kenapa kamu, masih ada di sini." Ucap Daffin, Tanpa melihat Carisa.
Carisa terseyum. Lalu menjawab?
"Aku? Sedang menunggu suamiku, yang senag sekali bermain air di kamar mandi." Jawab Carisa terkekeh.
Daffin terseyum sinis! Mendengar ucapan Carisa! Daffin semakin kesal karena menaha H****tnya sejak tadi pagi. Sehinga Daffin harus mandi lagi dengan air dingin dan melakukan sesuatu di dalam kamar mandi.
"Ini juga gara-gara kamu tidak mau memberikan Mas vitamin? Jadi dia senang bermain air dingin di dalam kamar mandi." Rajuk Daffin, lalu menatap Carisa kesal.
__ADS_1
Carisa meghampiri Daffin? Tiba-tiba saja Carisa memberanikan dirinya mengalugkan tangannya ke leher Daffin. Lalu berbisik.
"Mas sering pangil-pangil nama Aku di kamar mandi?" Ucap Carisa terseyum.
Daffin membulatkan matanya, dari mana istrinya itu tau? Wajah Daffin memerah! Dan lsngsung salah tigkah, rupanya Istrinya ini, sudah tau kebiasanya.
Carisa menatap suaminya, dia merasa bersalah karena belum bisa memberikan lagi keinginan biologis suaminya. Lalu Carisa menatap Mata Daffin dan mereka berdua saling memandang Lalu Carisareceptionist berkata
"Maaffin Carisa ya Mas! Belum bisa melayani Mas lagi. Beri Carisa waktu? Carisa janji Mas." Ucap Carisa sendu.
Daffin meghela nafasnya, dia tau Carisa sedang mencoba lebih dekat pada dirinya. Dan belum sepenuhnya menerimanya? Daffin juga tidak bisa memaksa Carisa, yang ada akan semakin trauma. Daffin lalu menjawab.
"Mas juga minta maaf karena terlalu memaksa kamu, kalo begitu mas akan tungu kamu sampai usia kamu 20 tahun, Dan ulang tahun yang ke 20 tahun juga tidak akan lama lagi." Daffin megelus pipi Carisa dan terseyum.
Carisa kaget, darimana Daffin tahu ulang tahu dirinya? Lalu Carisa terseyum.
"Mas tahu tangal ulang tahun Aku." Daffin megangukan kepalanya dan menjawab, "Kakek Yudanta yang memberi tahu Mas hari,tangal dan tahun ulang tahun Kamu." Carisa megangukan kepalanya. Lalu melepaskan tangannya dari leher Daffin.
Setelah itu Carisa meyuruh Daffin untuk bersiap-siap. Karena sudah siang. Carisa melihat jam tangannya! Ternyata sudah menujukan jam 07.00 pagi! Dan pasti keluarganya sudah berkumpul di meja makan.
"Ayok Mas? Nanti kita telat sarapan." Ajak Carisa. Daffin segera keluar dari ruangan Wadrobe. Dengan setelah kerjanya.
"Selamat pagi semuanya?" Ucap Daffin dan Carisa.
"Pagi juga?" Ucap semuanya! Yang berada di Meja makan.
Mamih Aulia terseyum penuh arti? Ketika melihat anak sulung dan menantunya sudah akur. Ketika Daffin dan Carisa, sudah duduk di kursinya masing-masing. Lalu Aurel bertanya.
"Mas kutub utara! Tumben telat turunnya." Ucap Aurel.
"Aurel?" Tegur Mamih Aulia.
Aurel hanya terseyum, ketika Mamih menegurnya. Setelah itu Kakek Ravindra bertanya kepada Daffin.
"Daffin? Apa kamu sudah menemui Zaki?" Daffin menjawab pertanyaan Kakek, "Sudah Kek! Andi yang menemuinya kemarin, karena Daffin tidak sempat."
__ADS_1
Kakek Ravindra megangukan kepalanya. Setelah itu Kakek Ravindra menatap cucu menantunya dan menegurnya?
"Risa," tegur Kakek Ravindra, "iya Kek?" Jawab Carisa dan menatap Kakek Yudanta.
"Kamu jangan banyak fikiran? Fokus dengan Rumah tangga kamu. Masalah Kakek Yudanta. Biar kami yang akan meyelesaikanya." Ucap Kakek Ravindra.
Carisa megangukan kepalanya dan melanjutkan sarapannya, setelah mereka selesai sarapan. Carisa dan Daffin berpamitan kepada semua yang ada di Ruangan meja makan. Setelah itu mereka berdua segera menuju parkiran mobil.
Hari ini Caris akan di antar ke kampus oleh Daffin. Ketika keduanya sudah berada di dalam mobil, mereka hanya diam! Daffin meghela nafasnya.Dia tau jika istrinya sedang memikirkan sesuatu.
"Sayank?" Tegur Daffin, Lalu Carisa membalika badannya. dan menata Daffin.
"Iyas Mas, ada apa?" Daffin terseyum, lalu mencium puggung tangan Carisa.
"Kamu kenapa diam? Jangan terlalu banyak pikiran, semuannya akan baik-baik saja."
"Aku tau Mas masalah keluarga aku, Mas sudah menanganinya. Tapi bukan masalah keluarga yang sedang aku pikirkan." jawab Carisa.
Daffin megkerutkan dahinya, "Lalu apa yang sedang Kamu fikirkan sayank?" Carisa meghela nafasnya, lalu menjawab pertanyaan Daffin?
"Risa? Sebenarnya Risa sedang memikirka Mas. Eemm...boleh tidak Risa ikut ke kantor Mas saja." tanya Carisa.
Daffin terseyum, rupanya istrinya ini ingin ikut bersamanya ke kantor. "Tentu saja boleh sayank." Carisa terseyum sumeringah. Karena Daffin memperbolehkan dirinya menemani Daffin di kantor.
"Beneran Mas? Kalo begitu kita ke kantor saja ya Mas." tapi ketika Carisa terseyum bahagia. Tiba-tiba saja dia teringat sesuatu?
"Mas?" tanya Carisa, "Iya sayank." Daffin menjawab.
". . . ." Carisa terdiam sesaat, karena bingung?
"Ada apa sayank! jika ada yang mau kamu tanyakan, tidak usah sugkan." tanta Daffin.
Carisa meghela nafasnya lagi, kalu dia bertanya.
"Apa Mas tidak malu membawa aku ke kantor, bagaimana tangapan Karyawan Mas di kantor, dan apa nanti, tangapan sekertaris Mas yang Seksi itu?" Ucap Carisa sedikit kesal jika megigat sekertaris Daffin. Yang bernama Rosa.
__ADS_1
"Hahahaha," Daffin tertawa, lalu berkata. "Kalo karyawan Mas bertanya? Ya tingal Jawab saja, kamu istri Mas."
Carisa terseyum lalu meyenderkan kepalanya di bahu Daffin. Setelah mereka menempuh 45 menit perjalanan. Daffin dan Carisa akhirnya sampai di Perusahan Hutomo group.