
"Ah? Iya Aku lupa mau tanya sama Mba Carisa?" ucap Aurel, sambil meghentikan aktivitasnya. Lalu Carisa menatap ke arah Aurel dan bertanya?
"Mau Tanya Apa Rel." Jawab Carisa lembut. Aurel, memegan dagunya lalu menata Carisa.
"Mba? Aku baru tahu. Kalo Kenzo sepupunya Mba?" Ucap Aurel.
"Lah? Kok kamu engga tahu sieh. Kan waktu Mba dan Mas Daffin menikah Kenzo ada di sana. Emangnya kamu enga liat Kenzo."
Aurel meggelegkan kepalanya? Karena waktu Aurel meghadiri Acara pernikahan Kakak sulugnya. Aurel dan Tristan. mereka pergi ke kantin rumah sakit. Lalu Daffin bertanya dan mengoda Aurel.
"Memangnya kenapa. Dengan Kenzo? Janga-jangan kamu naksirya."Timpal Daffin yang sangat senang mengoda Aurel.
Aurel yang di Goda oleh Daffin merasa kesal. Lalu Aurel berdiri dan berkaca piggang.
"Mas? Jangan ikut-ikutan jawab donk. Aku kan nanyanya sama Mba Carisa." Ucap Aurel cemberut, karena kesal.
Carisa terseyum, Ketika melihat Aurel sedang kesal. Menurut Carisa wajah Aurel sangat lucu jika sedang cemberut.
"Sudah-Sudah, kalian jang berantem terus. Dan kamu Aurel, selesaikan bantu Mba kamu! cepet-cepet buka Kadonya, nanti keburu malam." Mamih Aulia, menegur Aurel.
Aurel pun semakin kesal, karna Mamihnya tidak membelanya. Aurel menatap tajam kepada sang Kakak sulung. Dan memperlihatkan tinjunya. Daffin mengagkat kedua tangannya meminta ampun. Lalu tertawa terbahak-bahak.
"Hahahahaha?" Tawa Daffin, membuat Aurel semakin kesal. Lalu Carisa menenagkan Aurel.
"Udah, Rel? Kita lanjut buka kadonya. Abaikan saja jangan di Ladenin." bujuk Carisa kepada Aurel.
Aurel pun megangukan kepalanya. Lalu berkata.
"Mba Carisa, selama satu bulan. Tidur di kamar aku aja ya. Jangan di kelonin si batu Es." Ucapan Aurel yang sedikit keras. Berhasil membuat tawa Daffin berhenti.
Semua orang yang berada di ruang keluarga. Menahan tawanya. Temasuk Carisa. Daffin menatap tajam sang adik bugsu. Aurel membalas tatapan tajam, pada Daffin. Carisa meghela nafasnya. Aurel dan Daffin memang selalu saja bertegkar tapi Sebenarnya mereka saling menyayanggi Satu sama lain.
__ADS_1
Aurel tidak jadi menayakan tentang Kenzo? Akhirnya, Setelah Dua jam. Carisa dan Aurel, membuka hadia-hadiah yang banyak itu? Carisa mulay kelelahan. Daffin yang melihat istrinya mulai kelelahan, akhirnya baranjak dari duduknya. Lalu mengulurkan tangannya kepada Carisa.
"Ayok kita istirahat dulu di kamar, Sayank. Biarkan Aurel yang, meneruskan membukanya semuanya?" Daffin mengajak Karisa untuk beristirahat di kamar. Lalu Mamih Aulia juga meyuruh Carisa istrahat.
"Carisa? Biarkan Aurel yang membuka semuanya. Nanti jika sudah selesai? Mamih akan suruh para Bodyguard, membawa ke kamar kalian." Ucap Mamih Aulia.
Ketika Carisa, ingin berdiri tiba-tiba saja kepalanya pusing.
"Carisa?" Ucap Semua orang, yang berada di ruang keluarga. Untug saja Carisa tidak terjatuh. Dan memegan tangan Daffin.
"Sayank? Kamu engga kenapa-napakan." Ucap Daffin khawatir. Carisa mengelegkan kepalanya lalu menjawab?
"Tidak apa-apa Mas! Aku cuman sedikit pusing. Mugkin terlalu lama duduk." Carisa tidak mau membuat semua keluarganya khawatir. Akhir-akhir ini Carisa sering sakit kepala. Mamih Aulia yang melihat Carisa pun menjadi cemas.
"Daffin! Bawa Carisa ke kamar biarkan dia istirahat." Mamih Aulia meyuruh Daffin.
Daffin mengangukan kepalanya, Lalu mengedong Carisa ala bridal. Carisa yang tiba-tiba di angkat oleh Daffin. merasa malu dan Pipi Carisa menjadi merah merona! Daffin menggendong tubuh Carisa, di depan semua keluarga Hutomo. Ketika Carisa sudah berada di gendongan Daffin.
Carisa meyembuyikan Wajahnya di dada bidang sang Suami. Sedangkan tangannya meligkar di leher Daffin?
"Iya Sayank? Nanti jika makan malamnya Sudan siap. Maid akan memangil kalian." Ucap Mami Aulia.
Daffin dan Carisa pun segera menuju lift. Dan setelah sampai di lantai tiga. Mereka segera menuju kamar. Daffin membarigkan Carisa ke tempat tidur.
"Mau mandi bareng, ataw Mas dulu yang mandi." tanya Daffin, dengan tatapan penuh kasih sayank.
"Mas, dulu saja. Aku pengen berbaring sebentar." Daffin pun megangukan kepalanya. Dan lagsung pergi ke kamar mandi.
Setelah dua puluh lima menit. Daffin selesai mandi. Dengan handuk di pingang nya dan rambutnya yang masih basah. Daffin sudah terlihat semakin fresh dan sangat tampan.
Ketika Daffin membuka pintu, Daffin melihat Carisa sudah tertidur pulas. Lalu Daffin pergi ke ruangan Wadrobe dan segera memakai baju rumahan. Daffin memakai Kaos putih dan celana pendek, dan juga mengambil daster untuk Carisa.
__ADS_1
Daffin, segera keluar dari ruangan Wadrobenya. Dan melagkah menuju tempat tidurnya. Dan lagsung menganti dres yang Carisa pakai, dengan daster rumahan.
Carisa tidak tergangu tidurnya! Ketika Daffin menggantikan bajunya? Untug baju Carisa tida susah untuk di lepas. Setelah Daffin selesai, Daffin megelus pipi Carisa dan mencium keningnya.
Lalu Daffin keluar kamar, untuk pergi makan malam bersama keluarganya. Dan tidak membagunkan Carisa untuk ikut makan malam. Daffin keluar dari kamarnya dan menuju Lift. Setelah berada di Lift, Daffin menekan tombol lantai dasar.
Setelah sampai? Daffin segera menuju meja makan. Terlihat semua Keluarganya sudah berkumpul.
"Selamat malam semuanya," ucap Daffin.
"Selamat malam juga?" Ucap semua yang berada di meja makan.
"Daffin? Di mana Carisa,"
Mami Aulia, menanyakan keberadaan menantu kesayagannya. Yang tidak ikut turun bersama anak sulungnya.
"Carisa, sudah tertidur Mih? Nanti biar Daffin bawakan saja makananya ke kamar. Kasiha dia kecapean."
Mami Aulia terseyum, beliau sangat bahagia akhirnya anak sulugnya bisa berubah.
"Ya sudah nanti biar Maid saja yang bawakan makanan untuk Carisa ke kamar." Ucap Mami Aulia. Daffin megagukan kepalanya dan mereka pun mulai makan malam.
Setelah tiga puluh menit mereka, sudah selesai makan malam lalu menuju ruang keluarga. Mereka pun berbincang sebentar sebelum kembali ke kamar masing-masing. Dan Daffin juga ingin menitipkan Carisa sebelum dia pergi ke Bali.
"Mih? Besok malam Daffin akan pergi ke Bali selama dua hari. Daffin titip Carisa? Karena Carisa, akhir-akhir ini sering mengeluh tidak enak perut." Ucap Daffin, kepada sang Mamih.
Sebenarnya, Daffin tidak tega meningalkan Carisa di rumah. Dan sangat ingin membawanya. Tapi Daffin takut jika sakit Carisa semakin parah.
"Kamu jangan khawatir Sayank. Ada Mamih dan juga Aurel yang akan menjaga Carisa. Kamu fokus saja, dengan pekerjaan kamu." Mamih Aulia, meyakin kan Daffin. Supaya anak sulung nya itu tidak khawati kepada istrinya.
Lalu Daffin berpamitan ke semua keluarganya yang masih berada di ruang keluarga. Lalu meyuruh Maid, membawakan makana untuk Carisa ke kamarnya?
__ADS_1
"Mba? Tolong bawakan makanan untuk istri saya ke kamar." Ucap Daffin ke salah satu Maid yang berada di ruang meja makan yang tengah membersihkan meja.
Maid itu pun lagsung mengangukan kepalanya. Lalu pergi ke dapur untuk meyiapkan makanan yang di pesan Daffin. Setelah Daffin meyuruh maid? Lalu dia segera menuju Lift, dan lagsung kembali ke kamarnya.