
"Pak? Bpk tunggu di sini saja. Nanti kalo saya butuh bantuan Bpk, saya akan telphone bpk lagsung?" jelas Carisa.
"Baiklah kalo begitu Non, Bpk tunggu di sini." jawab Sopir.
Carisa mengagukan kepalanya dan lagsung berpamitan. Carisa segera pergi menuju Lobby Mall! Dan tempat pertama yang ingin Carisa kunjugi adalah Apotek. Sesampainya di dalam Mall lantai dasar? Carisa langsung menuju Apotek dan membeli beberapa jenis tes alat kehamilan?
Setelah selesai daeu Apotek? Carisa pergi, menuju supermarket yang berada di dalam Mall? Tapi sebelum Carisa sampai di supermarket! Carisa tidak sengaja melewati toko perlegkapan Baby? Carisa terseyum dan secara tidak sadar, dirinya masuk ke toko itu. Carisa terseyum, sambil mengelus Perutnya.
"Sayang? Semoga kamu cepat hadir di perut Mommy? Daddy dan Mommy sangat menungu kehadiran kamu sayank." Carisa berucap dalam hati.
"Maaf Bu! Mau cari apa, biar saya antar." Lamuna Carisa tersadar ketika salah satu pelayan toko menegurnya.
"Ah, Maaf Mba? Saya hanya ingin melihat-lihat dulu apa boleh." Carisa bertanya kepada pelayan toko itu.
"Oh Tentu saja Bu, silahkan?" Pelayan toko itu pun mempersilahkan Carisa untuk melihat-lihat.
Carisa terseyum ketika melihat perlegkapan bayi? Dan Carisa reflek mengelus-elus perutnya dan selalu terseyum. Carisa mengelilingi toko perlegkapan Baby itu? Carisa merasa gemas dengan sepasang sepatu kecil.
Carisa terseyum dan sangat ingin membeli semua perlegkapan Baby, tapi dia sadar? Dirinya belum juga hamil. Akhirnya Carisa memutuskan hanya membeli sepasang sepatu Baby dan akan meyimpannya di lemari.
Setelah membeli sepasang sepatu? Carisa segera menuju Supermarket yang berada di Mall. Tanpa Carisa sadari ada yang melihat dirinya keluar dari toko perlegkapan Baby dan dia melihat Carisa menbeli sesuatu di toko tersebut.
"Itukan Carisa? Kenapa keluar dari toko perlegkapa bayi." Ucap seseorang.
"Setelah sampai rumah, Gue harus menayakan soal ini pada Carisa. "
* * * *
Carisa sudah sampai di supermarket dan lagsung mengambil troli? Carisa akhir-akhir ini sangat suka mengemil dan stok Snacknya di kamarnya habis. Biasanya yang pergi ke supermarket, Daffin dan dirinya? Ketika keduanya sedang meluagkan waktu.
Ya semenjak Daffin merengut kesucian Carisa. Sifat Daffin beruba 99% kepada Carisa! Daffin yang Tadinya dingin, pemarah dan cuek kepada Carisa. Sekarang Daffin menjadi Suami yang perhatian, bucin dan bertagung jawab .
Tadinya Daffin menerima pernikahannya, bersama Carisa. Hanya ingin balas dendam? Karena Daffin pikir, Carisa menerima perjodohannya karena uang. Ya yang Daffin tahu Kakek Ravindra meminjamkan banyak uang untuk perusahan Mahendra. Karena tidak bisa membayar Carisa lah yang menjadi taruhannya. Daffin juga sempat mengangap istrinya itu wanita matre yang hanya ingin uangnya saja.
Tapi akhirnya, semuanya terugkap. Kakek Yudanta menceritakan tentang Carisa dan alasanya menjodohkan Dirinya dan Carisa. Setelah mendegar semua cerita dari Kakek Yudanta. Daffin pun bertekad inging memperbai rumah tanganya bersama Carisa dan mengubah sifatnya.
.
.
.
__ADS_1
Di Gedung tinggi Hutomo group? Daffin sedang memeriksa berkas yang ingin di bawanya ke Bali. Setelah tiga puluh menit Daffin meyelesaikan berkasnya Daffin melihat jam mewah di pergelangan tangannya. Sebentar lagi waktunya makan siang! Daffin mengambil headphonenya yang tergeletak di meja dan segera meghubugi Carisa.
"Tuutt...tutttt...tuttt..." Suara dering telphone.
Tidak lama telphone pun di angkat oleh Carisa?
"Asalammualaikum Mas,"
"Waalaikumsalam, Sayang."
"Kamu sedang apa? Apakah sudah makan siang?" tanya Daffin.
"Aku lagi di supermarket Mas, stok cemilan di kamar sudah habis. Akhir-akhir ini Risa sering lapar? Kalo ada cemilan kan enak tingal makan." jawab Carisa.
"Kamu di supermarket mana? Biar Mas meyusul sekalian makan siang." Ucap Daffin. Dan lagsung menutup berkasnya yang berada di meja.
"Risa, di supermarket Mall Mas? Yang deket rumah kita. Emang engga apa-apa kalo Mas nyusul ke sini! Takutnya nanti kena macet." ucap Carisa.
"Engga apa-apa sayang? Mas juga sudah selesai dan sudah tidak ada Miting. Semuanya sudah selesai, Mas memang berniat pulang siang." jelas Daffin.
"Yasudah? Mas, kesini Risa tunggu Mas? Di Restaurant yang biasa kita datangi. Kalo kita lagi main ke Mall ini." ucap Carisa terseyum bahagia.
"Ok sayang? Oh Iya memangnya kamu sudah selesai belanjanya." tanya Daffin, sambil membereskan berkas-berkasnya.
"Ok sayang, dua puluh menit lagi Mas sampai. Kamu pesankan saja makanan untuk Mas,"
"Oke? Risa tutup dulu telvonnya. asalammualaikum."
"Waalaikumsalam,"
Daffin menutup telvonnya waktu sudah menujukan jam 11.55. Daffin segera memastikan semua berkas-berkas yang akan di bawa ke Bali sudah di masukan ke dalam tasnya. Dan rencananya setelah makan siang akan lagsung pulang? Daffin ingin meluagkan waktunya bersama Carisa sebelum nanti malam pergi ke Bali.
* * * *
Carisa sudah selesai berbelanja dan langsung menelpon sopir yang mengantarnya tadi.
"Asalammualaikum pak?"
"Waalaikumsalam Non,"
"Pak tolong ambil belanjaan saya di depan pintu keluar supermarket. Saya tunggu ya Pak." Ucap Carisa.
"Oke Non Risa, says segera ke sana sekarang." Jawab Pak sopir.
__ADS_1
Setelah menungu lima belas menit. Akhirnya Pak Sopir tiba. Carisa lagsung meyerahkan belanjaannya.
"Pak, setelah selesai memasukan belanjaanke dalam mobil? Bpk lagsung pulang saja, dan tolong bilang kepada Maid. Suruh bawa semua belanjaan saya ke kamar." ucap Carisa.
"Oh baik Non? Non Carisa tidak ikut pulang." tanya Pak sopir.
"Tidak Pak? Mas Daffin mau makan siang bareng saya. Nanti kalo ada orang ruman yang bertanya. Bilang saja, saya makan siang di luar bersama Mas Daffin."
Pak sopir pun mengagukan kepalanya. Dan langsung meningalkan Carisa dan membawa semua barang Carisa. Termasuk sepatu bayi yang Carisa beli.
Setelah itu Carisa lagsung menuju Restaurant yang biasa Daffin dan Carisa datangi jika mereka sedang bermain di Mall itu?
*
*
*
Sedagkan Daffin masih berada di kantor. Dan masih memasukan berkas-berkasnya. Setelah selesai Daffin meyambar kunci mobil dan siap untuk pergi. Tiba-tiba saja pintu di ketuk dari luar?
"Tok...tok...tok...?"
Daffin megngkerutkan dahinya. Daffin merasa sudah tidak ada Kelayen lagi hari ini. Lalu siapa yang mengetuk pintu? Akhirnya Daffin pun meyuruh orang yang mengetuk pintu itu untuk masuk.
"Masuk?" terial Daffin dari dalam.
Pintu terbuka? Ternyata itu Rosa, yang membawa paperbag besar untuk Daffin.
"Selamat siang Pak?"ucap Rosa dengan seyum mengoda.
Daffin memutar matanya dan lagsung mengalihkan tatapanya. Daffin segera berjalan ke arah pintu. Tapi sebelum Daffin sampai di depan pintu? Rosa memegang pergelangan tangan Daffin?
"Daffin! Kamu mau kemana." tanya Rosa dengan wajah sendu.
Daffin meghempaskan tangan Rosa dengan kasar. Daffin benar-benar tidak suka dengan perlakuan Rosa yang semena-mena.
"Aku ingin menemui istriku?" Ucap Daffin dengan geram.
"Daffin? Aku sudah membawakan makanan untuk makan siang kita." ucap Rosa dengan lembut.
Daffin terseyum sinis. Dan langsung pergi tanpa mengatakan apa-apa lagi pada Rosa. Sedangkan Rosa meremas paperbag yang di bawanya dan lagsung mematung? Rosa sangat emosi dan berbanting paperbag makana itu ke lantai. Ketika Daffin pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun.
"Daffin? Mari Kiia lihat sampai kapan kamu dan wanita ja***g itu akan bahagia? Tunggu saja permainan akan segera di mulai."ucap Rosa dalam hati.
__ADS_1