DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin

DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin
Bab 23 Pertama kali Carisa Memasak


__ADS_3

Setelah Kakek Ravindra duduk di kursinya,lalu Papih Daranendra,mamih Aulia dan juga Daffin duduk di kursinya masing-masing. Hanya Caris yang tidak duduk dan Masih memakai celemek masaknya.


"Risa sayank,? kenapa masih berdiri ayok duduk."Ucap Mamih Aulia.


Risa pun megagukan kepalanya, lalu membuka celemeknya yang tadi dia kenakan Untuk memasak.Lalu duduk di sebelah Daffin.


"Kemana,? Tristan dan Aurel? "tanya Kakek Ravindra.


"Mugki belum pada bangun pih!"ucap Papih Daranendra.


"Iya pih jika hari libur,mereka bangunnya siang,"ucap Mamih Aulia


Kakek Ravindra pun hanya megangukan kepalanya.


"Pih,! Masakan hari ini, Carisa yang memasak pasti enak.!"puji Mamih Aulia


Carisa,yang dirinya terus di puji, lalu tersipu malu. Wajahnya memerah, Daffin yang melihat Wajah Carisa memerah,sedikit terseyum karena merasa lucu.


"Papih,sudah mencoba masak yang Carisa buat.! dan makananya sangat enak."Ucap Kakek Ravindra


"Wahh...,rupanya Papih,sudah nyicipin masaka Carisa terlebih dahulu."Ucap Mamih Aulia


Kakek Ravindra, megangukan kepalanya,?


Dan kami semua menikmati sarapan pagi, tidak ada percakapan di meja makan.Karena sudah peraturan Kakek, jika sedang makan tidak boleh bersuara hanya ada suara dentingan sendok dan garpuh.


Setelah itu! Kami semuanya selesai sarapan.? Kami, menuju ruang keluarga lalu Mamih Aulia, Yang memulay percakapan.


"Wah...Masakan Carisa enak banget ya pih?" Ucap Mamih Aulia.


"Iya,!Sampe Papih,nambah terus Makannya."Ucap Papih Daranendra.


"Kamu beruntung Daffin,?menikahi Carisa, Yang sangat pintar Memasak dan pintar juga di berbagai Hal"Puji Mamih Aulia


Carisa,! tersipu malu,terus-terusan di Puji oleh Mamih Aulia.Karena selama ini,yang carisa dapat hanya,? cacian dan amarah dari tante melly.


"Daffin,!Apa hari kamu libur.?" Tanya Mamih Aulia.


Daffin megelengkan kepalanya.


"Daffin, ada rapat nanti sore mih, sekitar jam 16.00." Jelas Daffin


"Hari minggu saja Kamu kerja,tidak pernah Bisa meluagkan waktu buat Keluarga." Ucap Mamih Aulia cemberut.


"Rapat hari ini,tidak bisa di tingalkan mih.Karena beliau datang lagsung dari Singapore."Ucap Daffin menjelaskan.


"Sudah lah,! Mamih enga usah sedih,kan ada Papih hari ini." Ucap Papih Daranendra.

__ADS_1


"Kenapa,anak-anak cepet banget gedenya." Ucap Mamih Aulia


Tiba-tiba saja, di jawab oleh suara yang baru saja datang.


"Ceepet gede donk,kan Mamih rawat Kami dengan baik."Ucap Tristan


Tristan yang baru saja turun, langsung duduk di sopa di dekat Mamih Aulia.


Lalu Mamih Aulia! Menatap Tristan yang sudah rapih, lalu bertanya?


"Kamu mau kemana Tistan?"tanya Mamih Aulia.


Tristan menjawab pertanyaan Mamihnya.


"Tristan! Mau pergi ke toko buku,apa Mamih mau ikut."Tanya Tristan.


Mamih Aulia,meggelengkan kepalanya.Lalu menjawab?


"Tidak mau! Yang ada Mamih di cuekin nanti, Punya 2 orang anak cowo,selalu saja sibuk. Enga pernah nemenin Mamihnya belanja."


Kesal Mamih Aulia.


Daffin meghela nafasnya. Selama ini Daffin memang sangat sibuk membantu Papihnya di kantor, sedangkan Tristan. Sedang fokus meyelesaikan kuliahnya di luar negri.


"Mamih jangan sedih donk,Tristan janji. Setelah kuliah Tristan selesai,apapun yang mamih inginkan Tristan akan turuti!" Rayu Tristan


"Kamu yakin Tistan!" Goda Daffin


"Yakin lah! Emangnya Mas Daffin yang selalu sibuk," kesal Tristan


Mamih Aulia, meghela nafasnya! Melihat Kedua putranya, sering sekali berdebat, dan akhirnya melerai salah satunya.


"Sudah-sudah! Kenapa kalian, tidak pernah akur?" teriak Mamih Aulia


Daffi dan Tristan,meghentikan perdebatannya. Dan mereka akhirnya diam. Setelah itu Tristan, langsun berpamitan dan pergi.


Carisa, yang melihat suami dan adik iparnya berdebat, merasa sangat lucu. Setelah Tristan pergi akhirnya Kakek Ravindra, memulay pembicaraan?


"Carisa," Kakek Ravindra,memangil Carisa!


"Aulia memberi tahu kakek! Jika Kakek kamu, akan di bawa pulang oleh Zaki?"


Carisa mengngagu kan kepalanya, lalu menjawab.


"Iya kek? Tapi Carisa, tidak setuju jika Kakek yudanta, pulang ke rumah Mahendra. Carisa takut tante Melly berbuat macam-macam," jelas Carisa


Kakek Ravindra! Megangukan kepalanya, lalu beliau melirik Daffin, dan meyuruh Daffin untuk menagani masalah ini.

__ADS_1


"Daffin? Masalah ini, Kakek akan serahkan kepada kamu," ucap Kakek Ravindra.


Lalu! Daffin megangukan kepalanya, Carisa menatap Daffin. Dan Carisa, merasa tidak Percaya jika Daffin! Akan membantunya.


"Sore hari ini, Daffin akan ada pertemuan dengan klayen dulu. Tapi Daffin, akan meyuruh andi menagani terlebih dahulu masalah ini." Jelas Daffin.


Lalu keluarga hutomo, membahas tentang Zaki da Melly .


"Pih? Saya tidak megerti, jalan pikiran Zaki. Bukannya dia tau, jika semua milik Keluarga Mahendra! Bukan miliknya."Kelas Papih Daranendra


"Jika hati manusia, sudan degki! Susah untuk meyadarkanya, kecuali dia mendapatkan karmanya," jelas Kakek Ravindra


"Zaki dan Melly! Sudah di butakan oleh harta. Mereka melakukannya dengan cara apapun, untuk mendapatkanya termasuk ke.....?"


Pembicaraan Mamih Aulia terhenti! Oleh batuknya Kakek Ravindra? Carisa, yang tadi fokus. Mendengarkan pembicaraa Mamih Aulia, Carisa megkerutkan dahinya, karena obrolan Mamih Aulia tidak di lanjutkan.lalu Carisa tersadar dengan batuk Kakek Ravindra, yang tiba-tiba. Carisa segera berdiri karena melihat Kakek Ravindra batuk.


"Uhukk...uhukkk..." suara batuk Kakek Ravindra.


Carisa, menepuk-nepuk pungung Kakek Ravindra, lalu Carisa pergi megambil air ke dapur. Setelah Cariaa pergi, Kakek menegur Mamih Aulia.


"Aulia, kamu harus hati-hati bicara di depan Caris. Jangan membicarakan masalah ini di depan Carisa," tegur Kakek Ravindra dengan suara rendah.


"Maaf pih! Lia hampir keceplosan." Ucap Mamih Aulia.


Setelah percakapan, bisik-bisik Kakek dan Mamih. Carisa, akhir nya kembali membawa segelas air untuk Kakek Ravindra.


Setela beberapa jam mengobrol, tepat jam 01.00 siang. Carisa meminta izin pada semuanya, untuk menjeguk Kakek Yudanta.


"Kakek! Carisa mau minta izin, menjeguk Kakek Yudanta." Ucap Carisa.


Kakek Megangukan kepalanya, pertanda jika Kakek meyetujuinya.


"Kamu pergi degan siapa sayank," tanya Mamih Aulia.


"Carisa akan naik Taxi," ucap Carisa


Lalu Mamih Aulia, melirik Daffin.


"Daffin! Bukannya kamu mau pergi rapat, sekalian kamu antar Cariaa ke rumah sakit." Ucap Mamih Aulia.


Daffin hanya megangukan kepalanya, dengan wajah datarnya.Carisa yang melihat Daffin hanya megangukan kepalanya. Lalu memutar matanya, dan berbicara dalam hati.


"Jika tidak ikhlas, mending enga usah di antar." Batin Carisa.


Setelah Carisa berpamitan! Carisa menuju kamarnya. Lalu bergegas mandi dan bersiap-siap untuk pergi kerumah sakit. Sedangkan Daffin masih bersama keluarganya?


"Daffin! Apa kamu sudah menagani perusahaan Mahendra, kakek ingin kamu meyelesaikan semuanya." Ucap Kakek Ravindra.

__ADS_1


"Daffin sudah menemui Om Zaki dan tante Melly. Tapi mereka sepertinya keras kepala, lebih tepatnya tante Melly yang berambisi untuk megambil semuanya,"


__ADS_2