DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin

DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin
BAB 71


__ADS_3

Bu Dian yang melihat Kenzo? Yang sejak tadi mengkhawatirkan Carisa pun merasa kasihan? Akhirnya Bu Dian, meyuruh Kenzo untuk pergi istirahat. Terlihat wajah Kenzo yang sangat lelah.


"Den Kenzo? Anda bisa istirahat dulu. Biarkan Nona Carisa saya yang menjaganya." ucap Bu Dian.


Namu Kenzo mengelegkan kepalanya! Dirinya tidak mau menigalkan Carisa sendirian.


"Saya di sini saja Bu? Sampai Kak Carisa bangun?" ucap Kenzo dan menatap Carisa.


Bu Dian, hanya meghela nafasnya. Bu Dian juga tidak bisa memaksa Kenzo! Akhinya Bu Dian menyarankan Kenzo untuk istiraha di sopa.


"Kalo begitu? Den Kenzo istrirahat di sopa. Nanti jika Non Carisa bangun! Saya akan membangunkan Anda." ucap Bu Dian sopan.


Kenzo menghela nafasnya, dan menuruti keinginan Bu Dian untuk beristiraha. Kenzo sebenarnya masih penasaran, siapa yang telah membantu dirinya dan Carisa. Yang lebih penasaran lagi? Mereka juga memberikan tempat istirahat yang nyaman dan mewah. Jika di lihat-lihat rumah ini dua kali lipat dari rumah utama Mahendra.


Kenzo merebahkan tubuhnya di sopa? Kenzo sangat kelelahan dan akhirnya tertidur. Tidak lama, Carisa membuka matanya dan melirik kiri dan kanan. Yang ternyata ada Bu Dian yang tertidur di kursi.


Carisa bangun lalu mendudukan tubuhnya yang masih lemas di atas kasur! Setelah itu, Carisa menurunkan kedua Kakinya ke lantai. Namun ketika dirinya akan berdiri kedua kaki terasa sangat lemas! Lalu Carisa pun terjatuh ke lantai.


"Brukk,"


"Aahhhh?"


Bu Dian yang tadi ketiduran pun, terbanggun ketika mendegar, suara Carisa terjatuh. Begitu pun dengan Kenzo! Yang sedang tertidur pulas di sofa. Bu Dian dan Kenzo kaget melihat Carisa sudah terduduk di lantai.


"Nona Risa?" teriak Bu Dian.


"Mba Risa," Teriak Kenzo, lalu berlari menghampiri Carisa. Yang di bantu untuk berdiri oleh Bu Dian.


"Non Risa? Kenapa turun dari ranjang," Tanya Bu Dian. Sambil kembali mendudukan Carisa di kasur.


"Maaf Bu? Saya tadi hanya ingin pergi ke toilet," Ucap Carisa berbohong.


Padahal dirinya ingin pergi dari rumah ini? Karena Carisa, sangat ingin bertemu dengan sang Kakek.

__ADS_1


"Mba Risa, kenapa tidak membangunkan kita jika ingin pergi ke toilet? Biar Kenzo yang bantu Mba Risa," Ucap Kenzo, menawarkan dirinya untuk membantu Carisa, pergi ke kamar mandi.


Namun Carisa menggelengkan kepalanya dan menolak tawaran dari Kenzo. Lalu Bu Dian bertanya kepada Carisa.


"Apa Nona Carisa lapar? Biar Ibu bawakan Bubur ya." tanya Bu Dian.


Carisa juga menggelengkan kepalanya! Dan menatap kosong ke arah depan. Kenzo meghela nafasnya? Kenzo tahu, Kakaknya ini ingin pergi menemui Kakek Yudanta. Setelah tadi melihat berita di tv.


"Mba, pasti ingin bertemu Kakek? Bukan ingin ke toilet." tanya Kenzo kembali.


Carisa, menatap Kenzo sendu! Lalu mengaggukan kepalanya, dan tidak terasa air matanya terjatuh? Carisa merasa nasibnya kurang beruntung. Ketika dirinya tengah mengandung! Sang Kakek meningalkannya, tanpa menunggu anaknya lahir ke dunia.


"Mba Sabar ya? Ini sudah malam, besok kita coba cari bantuan. Kepada Bodyguar yang membantu kita? Mugkin saja dia mau mengantar kita pergi menemui Kakek." ucap Kenzo sendu.


Carisa hanya menatap kosong ke arah depan lagi? Lalu melirik ke arah Kenzo yang sedang duduk di sebelah ranjangnya. Kenzo menatap heran Carisa, lalu bertanya.


"Mba! Ada apa? Sepertinya Mba ingin berbicara sesuatu." tanya Kenzo penasaran.


Bu Dian yang mengerti? Jika Nona mudanya, hanya ingin berbicara dengan Kenzo pun akhirnya undur diri terlebih dahulu.


Setelah Bu Dian pergi? Kenzo menatap Sang Kakak' kembali.


"Mba? Ayok bicara, hanya ada kita disini." Desak Kenzo kepada Carisa.


Carisa memejamkan matanya? Dan mengontrol emosinya. Carisa sangat-sangat kehilangan Kakeknya! Karena hanya Kakeknya dan Pak Alan yang tulus menyayaginya.


"Kenzo? Mba ingin memberitahu kamu? Tentang Kakek, yang masuk ke ruang ICU. Pak Alan memberitahu Mba! Jika Mami Kamu sempat menemui Kakek? Pak Alan, melihat Tante Melli berbica dengan Kakek dan wajah terlihat sedang marah kepada Kakek. Namu kami tidak tahu? Apa yang mereka bicarakan. di Kamera CCTV itu tidak bisa terdengar suara. Tapi yang pastinya, Mami kamu peyebab kambuhnya penyakit Kakek?" Ucap Carisa dengan air mata yang berlinang Deras.


Kenzo syok mendegar ucapan Carisa? Kenzo benar-benar tidak menyakangka! Jika Maminya senekat itu. Kenzo menatap Carisa, yang masih menagis! Kenzo semakin merasa bersalah! Karena ulah Mamihnya, Kakak dan Kakenya menderita. Sudah terlalu banya juga, masalah yang Maminya perbuat. Padahal Kakeknya selalu memberikan apa yang Maminya inginkan? Tapi Melly tidak pernah puas denga apa yang dia dapatkan.


Kenzo, semakin merasa bersalah? Lalu memegan tangan sang Kakak dan berlutut di lantai.


"Mba? Atas nama Mamih dan Papih! Aku minta Maaf, Aku ikhlas jika Mba ingin memasukan Papih dan Mamih ke penjara. Mereka harus bertanggung jawab, karena sudah berbuat jahat kepada Kakek, Mba, Papi Kevin dan Mami Talia." Ucap Kenzo, meminta maaf kepada Carisa. Dengan sangat tulus.

__ADS_1


Sejak dulu Kenzo selalu. Menentang keiginan Mamihnya, untuk memcelakai Carisa? Hanya karena ingin menguasai semua harta keluarga Mahendra. Mamin sangat silaw dengan harta kekayaan.


Carisa yang melihat Kenzo menangis sesegukan pun? Merasa kasiha kepada Kenzo, lalu meyuhnya untuk berdiri dan duduk di sisi kasur.


"Kenzo, kamu tidak perlu meminta maaf? Itu semua bukan salah kamu? Tapi salah kedua orang tua kamu. Mba tidak membenci kamu," Ucap Carisa.


Carisa tidak membenci Kenzo. Walpun Om, Tante, dan juga Kanza? Selalu berbuat jahat kepadanya. Tapi Kenzo anak yang sangat baik? Kenzo selalu membela Carisa jika Maminya sedang memarahi Carisa! Kenzo juga yang sering memberikan makanan, secara sembunyi-sembunyi.


Kenzo menundukan kepalanya? Ada rasa malu jika harus berhadapan dengan Kakak sepupunya.


"Mba? Sekali lagi aku minta Maaf," ucap Kenzo tulus.


Carisa menata Kenzo, dengan sendu. Lalu berucap.


"Sudah jangan minta Maaf lagi? Sekarang kamu pergi istrahat! Jangan lupa besok cari bantuan. Kakak ingin bertemu Kakek. Walapun Kakak datang terlambat!" ucap Carisa liris. Lalu Kenzo mengagukan kepalanya.


'Tokk?'


'Tokk!'


'Tokk?'


Kenzo dan Carisa, melirik ke arah suara pintu? Yang ternyata Bu Dian, datang membawa troli yang berisi makanan. Bu Dian terseyum, ketika sampai di depan Carisa dan Kenzo.


"Non Risa? Sekarang makan dulu. Setelah itu minum obat supaya cepat sehat! Kasihan bayi yang berada di dalam perut Nona, jika tidak makan malam. Ibu juga suda buatkan susu khusus ibu hamil?" Ucap Bu Dian, dan meyuruh Carisa untuk makan.


Carisa, hanya diam. Karena tidak ada nafsu makan. Lalu Kenzo pun merayu Carisa! Supaya mau makan dan minum susu. Yang sudah di bawa oleh Bu Dian. Kenzo duduk lagi di sisi ranjang? Lalu merayu Carisa, yang masih menatap kosong ke arah depan.


"Mba...?" Kenzo memangil Carisa.


Carisa pun menoleh? Lalu menatap Kenzo dengan sendu.


"Mba? Sekarang makan dulu ya? Biar aku yang meyuapi Mba Risa." Bujuk Kenzo kepada Carisa dengan lembut.

__ADS_1


Tanpa mendapat persetujuan dari Carisa? Kenzo mengambil bubur, yang ada di atas meja troliy. Kenzo mengaduk bubur itu lalu Kenzo! Mendekatka sendok yang berisi bubur itu, ke dekat bibir Carisa.


__ADS_2