DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin

DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin
BAB 84


__ADS_3

Ketika Kevin sedang sibuk dengan pikiranya yang tidak-tidak? Kevin mendegar Carisa bertanya kepadanya.


"Pih?"


Carisa memangi Papinya, yang sedang diam mematung? Setelah, keluar dari Lift.


"Pih? Dimana tempat, Mas Daffin di rawat?" Tanya Carisa, sambil melihat kiri dan kanan.


Papi Kevin, masih tetap diam? Dan tidak menjawab pertanyaan Carisa! Setelah tadi melihat Dokter dan suster masuk ke kamar rawat Daffin. Sepertinya, ada sesuatu yang terjadi kepada Daffin. Dan Papi Kevin merasa, hari ini tidak tepat.


Jika harus membawa Carisa dan istrinya. Untuk menjegguk Daffin sekarang? Papi Kevin merasa wawas, untuk membawa mereka masuk ke ruangan Daffin. Apalagi sampai sekarang, Dokter dan sustet itu belum keluar dari kamar Daffin.


Karena Papi Kevin, tidak mau sesuatu terjadi kepada Carisa akhirnya, Papi Kevin memutuska. Mencari tahu apa yang terjadi dengan Daffin! Dan akan menyuruh Bodyguard dan asisten sang istri, untuk membawa mereka berdua.


Papi Kevin mengambil ponselnya yang berada di saku celananya? Lalu meghubugi asisten istrinya, yang sedang menunggu di parkiran.


"Hallo Nina? Tolong kamu, dan Bodyguard masuk ke dalam. Kami berada di lanta lima, kamu cepat ke sini." Ucap Kevin kepada asisten yang sering membantu istrinya.


Carisa dan Talia. Saling memandang, dan di buat binggung oleh Papinya! Carisa bertanya-tanya kenapa Papinya, itu memangil Asisten Maminya dan Bodyguard juga? Ketika Carisa sedang kebinggungan. Pintu Lift yang tidak jauh dari mereka terbuka! Ternyata yang keluar adalah Asisten Maminya dan Bodyguard sang Papi.


Carisa mengkerutkan dahinya? Dia benar-benar binggung, kenapa tiba-tiba jadi begini. Lalu Carisa bertanya.


"Pih, ada apa? Kenapa mereka malah datang ke sini," Tanya Carisa penasaran.


Keving meghela nafanya? Sebenarnya diapun binggung! Bagaimana harus menjelaskanya kepada Carisa.


"Sayang? Papi tadi lupa, tidak membeli buah tanggan untuk Daffin. Jadi sekarang Papi akan pergi dulu untuk membeli buah-buahan untuk suami kamu. Sekarang Kamu dan Mami. Pergi dan tunggu Pspi di kantin ruamah sakit. Nanti Papi akan menjemput kamu di sana." Ucap Kevin berbohong.


Carisa mencebikan bibirnya? Carisa merasa heran kepada sang Papi. Lslu bertanya.


"Kenapa harus Papi yang pergi? Kan masih ada Bodyguard yang bisa Papi suruh?" ucap Carisa sambil megkerutkan dahinya.


Papi Kevin yang di beri pertanyaan itu hanya bisa diam? Padahal Papi Kevin hanya membuat alasan saja. Ketika dia ingin membeli buah tanggan untuk Daffin! Lalu Papi mencoba membujuk Carisa kembali.


"Papi harus membelinya sendiri sayang? Papi janji tidak akan lama, kamu dan Mami. Tinggu dulu di kantin Rumah sakit." Ucap Papi Kevin.


Mami Talia yang melihat Putrinya dan suaminya, saling berdebat akhirnya melerai keduanya. Lalu Mami Tali mengaja Carisa untuk menuggu suaminya si kantin Rumah sakit.


"Sayang? Apa yang Papi katakan ada benarnya juga! Lebih baik kita menuggu Papi membeli buah tanggan, untuk Daffin." Ucap Mami Talia, mencoba menenagkqnnya. Supaya mau ikut pergi ke kantun.


Carisa menghela nafasnya dan lagsung memgagukan kepalanya ke arah sang Mami. Papi Kevin akhirnya bisa bernafas lega! Ketika sang istri ikut membujuk. Anak semata wayangnya. Setelah melihat Carisa dan Talia masuk ke dalam Lift! Lalu Kevin, langsung menyuruh salah satu Bodyguard untuk membeli buah tanggan untuk Daffin.

__ADS_1


"Cepat, kamu belikan saya sesuatu, untuk buah tanggan untuk di bawa, menemui Daffin. Nanti setelah kalian selesai mendapatkanya, Kalian hubungi saya!" Ucap Kevin.


Lalu Bodyguard itu mengaggukan kepalanya! Dan langsung masuk ke dalam Lift juga. Sedagkan Kevin, yang tadi berbohong kepada Carisa? Segera, pergi ke ruangan rawat Daffin. Kevin inging memastikan keadaan Daffin, terlebih dahulu. Kevin segera berjalan ke pintu ruangan Daffin di rawat.


Setelah sampai di depan pintu kamar Daffin? Kevin membuka pintu itu secara perlahan. Kevin mengkerutka dahinya? Karena tidak terlihat ada orang di ruang tunggu! Namu Kevin, mendegar suara orang yang sedang mengobrol? Tapi suara terdengar di ruangan tempat Daffin, tertidur.


Kevin melagkahkan kakinya, menuju tempat tidur Daffin. Namun ketika Kevin sampai disana? Kevin tertegun melihat menantunya, sudah bangun dari komanya. Kevin menatap Daffin, dan akhirnya menantunya sudah sadar. Setelah itu Kevin mengucapkan salam kepada semua orang yang berada di dalam.


"Assalamualaikum," ucap Kevin


"Walaikumsalam," ucap semua orang.


Semua orang yang berada di ruangan itu menoleh ke arah pintu! Kevin masuk, lalu meghampiri orang-orang yang sedang berkumpul. Lalu Kevin bertanya.


"Bagaimana keadaan Daffin? Sejak kapan Daffin siuman," Tanya Kevin.


Semua mata menatap ke arah Kevin? Tidak ada yang menjawab pertanyaan Kevin! Mereka hanya menatap ke arah pintu, tempat Kevin berdiri. Begitu juga dengan Daffin! Yang baru bangun. Daranendra, yang mengerti jika Daffin, tidak mengenal Kevin? Lalu Daranedra mengajak sahabatnya itu untuk keluar, dan ingin memberitahukan keadan Daffin sekarang.


"Kevin? Ayo ikut aku, ke keluar." ajak Daranedra.


Kevin, tidak menolak ajakan Daranendra! Dan langsung mengikuti Daranedra ke luar ruangan Daffin. Lalu mereka duduk di ruangan sebelah? Setelah mereka duduk. Daranendra tidak langsung bicara? Sekarang hanya ada keheningan di antaraereka. Kevin mengkerutka Dahinya, lalu bertanya karena penasaran.


"Ada apa,"


Kevin menatap sahabatnya, yang hanya diam saja. Kevin bertanya-tanya? Apa ada hal yang serius! Sehinga Daranendra tidak berbica.


"Dendra,"


Kevin memangil sahabatnya itu sekali lagi? Daranendra, meghela nafasnya! Lalu mulai bersuara.


"Maaf?"


Satu kata yang di dengar oleh Kevin dari mulut sahabatnya. Lalu Kevin bertanya kembali kepada sahabanya.


"Kenapa kamu minta Maaf Dendra?"


Kevin mengkerutkan dahinya? Karena sangat keheranan.


"Sebelumnya aku minta maaf Vin? Aku benar-benar binggung harus memulai darimana." ucap Daranendra.


Kevin yang penasaran? Langsung meyuruh

__ADS_1


Daranedra untuk segera menceritakan, kondisi Daffin sekarang.


Daranendra, menghela nafasnya panjang lagi? Sebelum menceritakan kondisi Daffin, yang sebenarnya. Karena kabar ini pasti akan menjadi kabar buruk untuk keluarga Mahendra! Terutama Carisa? Daranendra, langsung memjelaskan semuanya kepada sahabatnya.


"Begini Vin? Tadi, ketika Daffin baru saja sadarkan diri dari komanya? Dokter, memberitahu kabar tentang kondisi Daffin!"


Ucapa Daranendra, lalu terdiam lagi. Karena merasa masih belum siap menceritakannya kepada sahabatnya ini. Namu Kevin madih tetap menunggu? Daranendra menjekaskan semuanya. Daranendra pun akhirnya berbicara kembali.


"Jadi tadi Dokter menjelaskan! Jika memory di kepala Daffin, sebagian ada yang hilang. Dokter juga menjelaskan! Daffin tidak hilang ingatan permanen? Daffin hanya butuh theraphi dan rutin meminum obatnya."


Daranedra mencoba memberitahu Kevin, tentang keadaan Daffin? Kevin yang mendegar penjelasan dari Daranendra! Kevin sedikit kaget. Padahal dirinya sudah mengtahu. Jika Daffin, kemugkinan besar akan hilang ingatan! Karena luka di kepalanya, yang lumayan cukup parah.


Kevin melirik Daranendra? Dirinya sekarang binggung. Harus bagaimana? Kevin kurang tepat membawa Carisa, ke rumah sakit. Jika benar Daffin kehilangan memorynya? Itu berarti! Daffin, akan lupa dengan istrinya, dan sudah di pastikan, Carisa akan bersedih kembali.


"Dendra? Apakah Daffin menayakan Carisa?" Kevin bertanya kepada sahabatnya.


Daranendra mengelegkan kepalanya? Dan Daranedra, mengetahu maksud ucapa Daffin. Lalu berucap.


"Memangnya ada apa vin." Tanya Dendra kembali.


"Carisa, ada disini! Carisa ingin bertemu Daffin. Tapi jika kondisinya seperti ini. Apa yang harus aku jelaskan kepada Putriku. Aku tidak mau membuatnya bersedih kembali? Sudah cukup penderitaan selama ini." Ucap Kevin sendu.


Daranendra, menepuk bahu sahabatnya. Lalu berucap.


"Ceritakan saja kondisi Daffin yang sebenarnya. Jika kamu menutupi kondisi Daffin! Carisa akan semakin salah paham keoada putraku. Takutnya hubunga mereka merenggan. Apalagi akan ada buah cinta mereka, Saya perca! Jika Carisa bisa melewati ujian ini." Jelas Daranendra.


Kevin yang tadi terdiam akhinya, mengaggukan kepalanya dan meyetujui usulan sahabatnya.


* * *


Sedangkan di kanti rumah sakit? Carisa sangat cemas dan gelisah. Karena Papinya, sudah hampir setengah jam belum juga kembali. Carisa tidak meyentuh cemilan ataw pun minuman, yang Bodyguardnya siapkan.


Carisa hanya terus menatap pintu masuk kantin dan jam tangan? Dirinya sudah sangat kesal. Kenapa sangat susah sekali ingin melihat Suaminya, sebenarnya ada apa.


Pikiran Carisa, mulai bertanya-tanya tentang Daffin. Tapi sebelum dirinya bertemu lagsung, Carisa tidak mau berprasangka buruk terlebih dahulu dan masih berpikir positive.


"Mih? Sebenarnya Papi kemana sieh Mih, kenapa belum juga kembali."


Carisa yang sudah hampir setengah jam menunggu! Mulai kesal menunggu sang Papi. Carisa sudah tidak bisa diam. Lalu Carisa berdiri dan melihat kiri dan kanan.


Ketika Carisa melihat ke salah satu? Tempat jualan makanan yang ada di kantin rumah sakit itu. Carisa melihat seseorang yang sangat dia kenal? Lalu Carisa menghampiri orang itu. Mami Talia, yang melihat putrinya meghampiri salah satu tempat jualan itu?Mami Talia megkerutka dahinya.Sedangkan Carisa, pergi meghampi orang itu dan menegurnya.

__ADS_1


"Kak, sedang apa di sini?"


__ADS_2