DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin

DiPaksa Menikah Dengan CEO Dingin
BAB 46


__ADS_3

Aurel adalah gadis yang cantik dan juga ceria. Suasa yang tadinya hening akan menjadi ramai. Jika Aurel sudah berkumpul mereka pun segera pergi menuju ke ruang meja makan. Setelah mereka sampai di meja makan? Mereka segera duduk di kursi masing-masing. Tidak lama Daffin pun datang, dengan setelan Jas berwana hitam.


"Selamat pagi semuanya," Daffin meyapa semua orang yang berada di ruangan meja makan.


"Selamat pagi juga." Ucap mereka yang berada di meja makan.


Daffin meghampiri Kakek Ravindra dan Papih Daranendra. Dan mencium punggung tanggan mereka. Dan Daffin pun segera duduk di kursinya.


Daffin melihat mata Aurel tertuju pada piring yang berisi pisang goreng milik Carisa.


"Wah tumben ada pisang goreng? Aku mau donk." Ucap Aurel dan mengarahkan garpunya ke arah piring yang berisi pisang goreng. Namun sebelum Aurel mengambil pisang goreng tersebut. Daffin segera menepuk punggung tangan Aurel.


"Pook,"


Punggun tangan Aurel di tepuk oleh Daffin dengan pelan?


"Aduh? Kok di tepuk sieh Mas. Sakit tau," uacap Aurel sambil mencebikan bibir nya.


Carisa yang berada di tengah-tengah Adik dan Kakak itu pun hanya terseyum? Lalu Daffin mengangkat piring pisang goreng itu dari hadapan Carisa.


"Pisang goreng ini, special hanya untuk istri Mas. Kamu tidak boleh memakannya." ucap Daffin dengan nada datar.


Aurel membulatkan matanya. Lalu berteriak kepada Kakak sulungnya.


"Mas Daffin pelit? Emangnya kenapa sieh Mas, aku engga boleh makan pisangnya?" tanya Aurel pada Daffin. Lalu Aurel merengek pada sang Mamih.


"Mamih? Mas Daffin jahat banget sieh." Rengek Aurel dengan nada manja, kepada sang Mamih.


Daffin mendelikan wajahnya kepada Aurel. Dan segera meyimpan kembali piringnya di depan Carisa.


"Ayook Sayank di makan Roti dan pisang goreng nya. Mas akan membuat teh manisnya untuk istri Mas tercinta." Ucap Daffin. Lalu melagkah pergi ke arah dapur.


Aurel mengkedip-kedipka matanya sambil membuka mulutnya? Melihat sang Kakak sulung yang mau pergi ke dapur. Aurel heran sejak kapan Kakak sulunngnya itu. Mau pergi ke dapur dan membuatkan apapun utuk orang lain. Yang Aurel tahu Kakak sulungnya itu sangat menjaga harga dirinya. Lalu Aurel kembali duduk! Lalu bertanya pada Carisa.


"Waah, Mba Risa! Hebat banget bisa melelehkan balok Es antartika. Hahahaha?"


Aurel memuji Carisa sambil bergelayut manja pada tangan Carisa, Aurel tertawa dan merasa sangat bsngga pada Kakak iparnya itu. Karena berhasil meluluhkan Kakak sulungnya, yang terbilang cukup dinggin, dan tidak mau di suruh-suruh oleh orang lain

__ADS_1


Ketika Daffin kembali ke meja makan. Daffin segera memberikan gelas yang berisi teh manis hangat kepada Carisa. Carisa terseyum kepada Daffin lalu mengucapkan terimakasih.


"Trimakasih Mas," Ucap Carisa terseyum penuh cinta pada Daffin.


"Sama-sama Sayank," Daffin mengelus kepala Carisa.


Semua orang yang berada di sana sangat terharu. Melihat interaksi Daffin dan Carisa yang sangat Romantis.


Tidak lama Tristan pun datang. Tapi Tristan hanya berpamitan dan tidak ikut sarapan.


"Salam pagi semuanya?" Ucap Tristan dari arah ruang keluarga.


"Selamat pagi juga?" Jawab semuanya yang berada di meja makan.


Kek, pih, Mih. Tristan pamit? Tristan engga ikut sarapan. Ada pekerjaan yang harus Tristan selesaikan." ucap Tristan berpamitan pada keluarganya. Setelah itu Mamih Aulia menjawab?


"Kenapa tidak sarapan Sayank?" Tanya Mamih. Lalu Tristan menipalinya kembali.


"Tidak Mih! Tristan harus pergi. Tristan pamit dulu, Asalammualaikum." Ucap Tristan pamitan dan segera pergi meningalkan Ruangan meja makan.


Daffin kesal, melihat tigkah istrinya yang terlu baik. Dan memberikan hampir separuh pisang goreng buatannya kepada Aurel.


"Sayank? Kenapa di berikan semua kepada Aurel, Itu terlalu banyak. Kamu kan tahu! Membuat pisang goreng itu Sangat susah." Ucap Daffin kesal.


Sedangkan Aurel sangat bahagia? Bisa membuat Kakak sulung nya kesal. Lalu Daffin berkata.


"De? Itu kebanyakan, Kamu tahu tidak! membuat pisang goreng itu susah banget." Ucap Daffin kesal dan menatap Aurel dengan sinis. Lalu Aurel menjawab ucapan Daffin?


"Hah? Emangnya Mas tau cara bikin pisang goreng. Setau aku bikin pisang goreng ini gampang, kok Mas. Iya kan Mih?" ucap Aurel menatap sang Mamih.


Mami Aulia pun mengnganguk kepalanya dan menjawab pertanyaan dari Aurel, Lalu meghela nafasnya.


"Iya sayank." ucap Mami Aulia, lalu memberi tahu pada Aurel bahwa Daffin yang membuat pisang goreng itu.


"Aurel, Mugkin buat Mas Daffin? Membuat pisang goreng itu susah. Karena dia belum terbiasa membuatnya? Tapi jika sudah terbiasa semuanya akan terasa mudah."


Aurel yang mendengar ucapan Mamihnya. tiba-tiba saja megkerutkan dahinya. Dan mencerna ucapan sang Mamih. Tiba-tiba saja?

__ADS_1


"Hah! Maksud Mamih, Mas Daffin?"


Aurel berdiri dan menutup mulut nya. Dan memirigkan kepalanya ke arah Daffin dan Carisa! Aurel benar-benar tidak percaya. Jika Kakaknya? Mau di Suruh membuat pisang goreng Oleh Kakak iparnya. Aurel pun duduk kembali, sambil terseyum tipis. Lalu bertanya pada Carisa.


"Mba? Beneran Yang membuat pisang ini Adalah Mas Daffin," Carisa mengangukan kepalanya. Sedagkan Daffin menatap Adiknya dengan kesal.


"Waah, Mba Carisa hebat banget? Selain Mba bisa melelehkan balok Es. Mba juga bisa meghancurkan batu keras, di hatinya Mas Daffin, hahahaha."


Aurel sangat senang sambil bertempuk tangan. Aurel banga pada Kakak iparnya. Karena sudah banyak merubah sang Kakak sulung. Aurel mengangap Carisa seperti Kakak kandungnya sendiri.


"Maksudnya apa De?" Tanya Carisa pura-pura tidak tahu. Supaya sang suami tidak bertambah marah akibat ulah adiknya.


"Ah? Pokoknya, Mba ituh hebat banget. Baru kali ini Mas Daffin mau masuk ke dapur. Bela-belain, bikin pisang goreng. Cuman buat Mba Carisa." ucap Aurel. Lalu Aurel nelanjutkan ucapanya.


"Coba kalo Aku yang nyuruh pasti Mas Daffin menolak! Mba, pengen tau engga gimana Mas Daffin jika sedang menolak." ucap Aurel mengoda Daffin.


Daffin menatap ke arah Aurel denga tajam. Daffin, selalu di buat Stres oleh kedua Adik nya. Mendengar Aurel akan melaporkan tigkahnya kepada Carisa.


Daffin meneriakin Aurel. Tapi sayang nya Adik nya ini benar-benar tukang ngadu dan lagsung mencontohkan ucapanya, jika dirinya sedang menolak apa yang di suruh Aurel. Sebenarnya tidak hanya Aurel tapi semua keluarganya. Aurel sangat lucu ketika memperagakan ucapan Daffin.


"Nih Mba dengeri ya, kalo Mas Daffin menolak Aku? begininih Mba (Kamu kan punya kaki, ambil aja sendiri. Kamu jangan nyuruh-nyuruh Mas, nanti harga diri Mas sebagai CEO bisa turun.) Nah begitu Mba." Ucap Aurel, sambil menirunkan ucapan Daffin. Lalu Aurel meyuruh Carisa bertanya pada sang Mamih.


"Kalo Emba engga percaya? Mba Risa Tanya saja sama Mami. Iyakan Mih."


"Uhukk...uhukk...?"


Daffi tersedak ketika sedang meminum Kopinya. Ketika mendegar Aurel meyuruh Carisa bertanya pada Sang Mamih.


Carisa yang berada di sebelah Daffin. Langsung mengelus-elus pungung Daffin! Supaya batuk nya Reda. Aurel memiringkan kepalanya menatap Daffin yang sedang terbatuk-batuk.


"Wah? Mas Daffin pinter banget ya cari perhatiannya sama Mba Risa." Aurel terus mengoda Daffin. Aurel yang tengah asik mengoda Daffin. Akhirnya di Tegur oleh Papih Daranendra.


🍃🐇


Hallo Readers? Maaf Autor baru up. Kemarin2 Author lagi engga enak badan. Jadi engga fokus nulis..😁🙏


Tapi sekarang Author sudah sembuh dan siap up lagi. Yuk bantu Komen dan likenya yang banyak biar author semagat nulisnya..🖋📚

__ADS_1


__ADS_2