
"Kevin ada apa?" Talia bertanya dengan wajah Cemas.
Kevin menagis di pangkuan Talia, sampai badannya itu ikut terguncang? Kevin sangat meyesal dengan apa yang terjadi.
"Ada apa Kevin? Jawab pertanyaan Aku!"
Talian terus bertanya kepada suaminya itu? Dia penasarang apa yang menyebabkan suaminya menagis? Akhirnya Kevin mengangkat kepalanya dan menata Talia, dengan bersimbah air mata.
"Pa' papi? Sudah pergi Lia. Kita terlambat! Kita sudah terlambat membawa Papi tingal bersama kita." ucap Kevin yang bersimpuh Air mata.
Talia yang mendegar kabar itu pun. Badanya lagsung lemas dan akhirnya jatuh pigsan. Kevin yang melihat Talia pigsan pun terkejut dan sangat khawatir.
"Talia? Sayang ayok bangun," Kevin memangil-mangil nama sang istri.
Kevin segera membawa Talia kedalam Kamar, dan meyuruh suster yang merawatnya menghubugi dokter.
.
.
.
Sedagkan di gedung rumah sakit? Daffin yang baru sampai di ruang ICU langsung menari Tristan. Untuk menjauh dari Keluarganya.
"Tristan? Kita harus segera pergi menjemput Carisa. Mas takut, terjadi sesuatu pada Carisa dan juga anak Mas!" ucap Daffin cemas.
"Tapi Mas? Kondisi sekarang sangat tidak memungkinkan. Kakek Yudanta kondisinya semakin menurun." Jawab Tristan.
Sebenarnya Tristan bukan tidak Mau Membantu Daffin? Tapi karena situasinya yang tidak memungkinkan untuk mereka pergi. Jika Kakek Ravindra sudah mengintruksikan? Baru mereka akan pergi.
Daffin hanya mondar-mandir? Dia sudah tidak sabar untuk menemui istrinya! Tanpa menunggu lama lagi, Daffi pergi dari rumah sakit? Menuju Rumah Keluarga besar Mahendra.
Daffin turun ke Lobby dan menuju parkiran, dan masuk ke dalam mobil? Setelah itu Daffin duduk di dalam mobi!l Dan lagsung melajukan mobilnya, dengan kecepatan penuh.
Daffin sudah tidak sabar lagi! Untuk bertemu Carisa dan juga calon Bayinnya. Daffin tidak memperdulikan keselamatannya! Setelah tigapuluh menit, Daffin sampai di rumah Keluarga Mahendra. Tapi sepertinya Rumah itu sangat sepi? Daffin mencoba melihat lagi ke arah dalam, barangkali ada pembantu yang keluar untuk membukakan pintunya.
"Kenapa Rumahnya sepi sekali?" gumam Daffin.
Daffin mondar-mandir di gerbang pintu rumah Keluarga Mahendra. Lalu terlihat dua scurity menghampiri Daffin? Kedua Scurity itu bertanya kepada Daffin.
"Selamat Siang Pak?" Teugur Scurity.
Daffin yang mendegar seseorang menegurnya akhirnya terdiam, dan menatap ke arah kedua Scurity itu.
__ADS_1
"Maaf Pak? Apa Bpk butun bantuan kami." tanya Scurity kepada Daffin.
Dua scurity itu saling pandang? Karena Daffin tidak menagapi ucapanya. Lalu Scurity itu bertanya Kembali.
"Maaf Pak? Apa Bpk butuh bantuan kami,"
Daffin meghela nafasnya, namun sebelum dirinya menjawab pertanyaan kedua Scurity itu. Telpon Daffi lebih dulu berdering.
"Kring...kring...kring?" bunyi telpon.
Daffin melihat benda pipih itu? Ternyata Tristan yang meghubuginya. Lalu Daffin menjawab telpon dari Tristan.
"Assalamualaikum Trista?"
"Walaikumsalam?"
"Ada apa Tristan? Apa Carisa sudah kembali."
"Bukan Mas! Tapi? Kakek Yudanta," ucapan Tirista terhenti lalu melanjutkan ucapanya.
"Kakek Yudanta? Sudah meningal Mas. Sekarang Mas kembali dan bawa Mba Carisa ke rumah sakit."
Tristan memberi kabar jika Kakek Yudanta sudah menghembuskan nafas terakhirnya. Daffin terdiam ketika mendengar kabar buruk itu dan tanpa berbasa-basi! Daffin masuk ke dalam mobil dan lagsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh. Sedangkan dua orang security itu, saling melirik ketika tidak mendaparka jawaban.
Daffin langsung menginjak pedal gas mobil? Dan mengemudi dengan kecepatan penuh. Setelah Tiga puluh menit. Mobil Daffin sampai di parkiran apartemen milik Amelia! Daffin langsung masuk ke dalam lift dan menekan tombol nomor enam.
"Semoga saja Carisa, ada bersama Amelia?" gumam Daffin.
Setelah pintu Lift terbuka di lantau enam. Daffin langsung menekan bel pintu apartemen milik Amelia.
"Tingtong... tingtong...?" Suara bel.
Tidak lama pintu pun terbuka dan menampaka Amelia, yang berdiri di depan pintu.
"Mas Daffin?" ucap Amelia kaget.
Daffin hanya menatap Amelia. Lalu mengangguk kepalanya? Setelah itu Amelia mengajak Daffin untuk masuk.
"Ayok masuk dulu Mas, silahkan dudu." ucap Amelia. Ketika Daffin sudah masuk. Lalu Daffin lagsung duduk.
Amelia menatap, Daffin penasaran dan lagsung bertanya.
"Tumben Mas Daffin, datang ke sini. Ada apa Mas?" Tanya Amel binggung.
__ADS_1
Daffin hanya menatap ke arah Amelia? Dan tanpa basa-basi, Daffin lagsung menanyakan keberadaan Carisa.
"Amel? Apa Carisa datang menemui kamu, hari ini!" Tanya Daffin, dengan raut wajah yang gelisah.
Amelia, terlihat semakin binggung? Ketika Daffin, menayakan keberadaan Carisa! Karena Amelia juga sudah lama tidak bertem Carisa. Amelia baru sampai di apartemennya dua hari yang lalu? Karena Amelia sempat pulang ke kota kelahirannya.
"Lah? Carisa, emangnya kemana Mas! Carisa tidak datang kesini Mas! Amel juga baru sampai di Apartemen dua hari yang lalu? Dan belum sempat bertemu Carisa lagi." jawab Amelia.
Daffin terdiam? Ketika mendegar jika Carisa, tidak ada di apartemen Amelia. Lalu Daffin bertanya kepada Amelia! Tempat mana saja yang sering di kunjugi Carisa. Mugkin saja Carisa sedang merenug, karena meghawatirkan Kakeknya.
"Amel! Kamu tahu tempat mana saja, jika Carisa ingin menenangkan dirinya." Tanya Daffin kembali.
Amel terdiam sebentar? Lalu menjawab pertanyaan Daffin.
"Aku juga tidak tahu, Mas? Taapi tunggu dulu. Coba aku ingat-ingat dulu." Amelia mengingat-ingat, tempat-tempat yang sering di kunjugi Carisa.
Setelah menunggu lima menit? Amel menggiat satu tempat yang Carisa sangat sukai. Yaitu Danau yang ada di taman dekat kampus mereka.
"Aku ingat Mas? Jika Carisa sedang ingin menenangkan diri. Carisa pasti pergi ke danau, yang berada di taman? Yang tidak jauh dari kampus." ucap Amelia pasti.
Daffin langsung berdiri? Ketika Amelia memberi tahu tempat favorit Carisa. Jika sedang ingin menyendiri. Tanpa berkata-kata lagi Daffin lagsung pamit. Namun Amelia menahannya di pintu.
"Tunggu sebentar? Ada apa ini! Jangan bilang Mas Daffin menyakiti Carisa." Tanya Amelia dan menata Daffin.
"Amelia, hari ini saya tidak bisa menjelaska? Dan harus segera mencari Carisa. Karena Kakek Yudanta, sedang kritis." jawab Daffin sendu.
Amelia menutup mulutnya? Ketika mendegar kabar buruk dari Daffin. Amelia pernah bertemu Kakek Yudanta beberapa kali? Gadis itu pun merasa khawtir dengan Carisa! Akhirnya gadis itu pun memutuskan, untuk ikut mencari Carisa.
"Kalo begitu saya ikut mencari Caris, tunggu. Aku ganti Baju dulu!" ucap Amelia.
Daffin pun mengangguk kepalanya? Dan tidak menolak keiginan Amelia. Karena Daffin tahu, jika Amelia juga sangat khawatir dengan sahabat itu.
"Kalo begitu ayok cepat? Mudah-mudahan saja Carisa berada di dasa."
Amelia mengagukan kepalanya dan lagsung pergi menuju kamarnya? Setelah menuggu lima menit. Amelia sudah selesai menganti bajunya, mereka pun keluar dari Apartemen milik Amelia dan langsung menuju lokasi danau tersebut.
Setelah tigapuluh menit? Mereka sudah sampai di taman dekat kampus. Aurel dan Daffin lagsung menuju Danau tersebut.
Daffin dan Amelia berlari menuju danau! Namun setelah sampai, mereka meghela nafas. Karena semuanya hanya?
🐇🍃
Hallo? Terima kasih buat Readers yang masih setia baca Novel ini. Jangan lupa like, komen vote ya. Biar Authornya semakin semagat. Jika masih banyak Taypo mohon di maklum ya
__ADS_1